
"ya aku tahu mas, aku juga sudah bilang seperti itu kepada ibu, tapi kamu tahu sendiri kan ibu orang yang seperti apa... ibu malah bilang kalau dia yang akan menanggng semua nya"
denis yang mendengar perkataan maira pun akhirnya terdiam, dia tidak tahu harus berkata apalagi jika sang ibu mertua sudah berkata seperti itu.
"ya sudah kita lihat saja nanti" jawab denis pada akhirnya.
akhirnya mereka pun memutuskan untuk segera tidur karena hari sudah sangat larut.
besok pagi nya setelah selesai sarapan bu sekar dan amir pergi ke pasar yang berada tidak jauh dari rumah maira, bu sekar akan membeli beberapa camilan untuk di jadikan isian snack yang akan di bagikan kepada anak-anak yang datang. setelah melihat kepergian sang ibu maira pun segera menghampiri denis yang kini sedang berada di dalam kamar.
"mas..." panggil maira sambil duduk di samping denis
"ada apa...?" tanya denis tanpa melihat ke arah maira sama sekali
"kamu lihatkan ibu dan amir sudah pergi, katanya mereka akan membeli beberapa cemilan untuk acara rere nanti" jawab maira sambil menatap denis
"hmmmm, lalu aku harus bagaimana...?" tanya denis yang kini juga menatap maira
"aku merasa tidak enak saja kalau semua nya di tanggung oleh ibu dan amir, ya walaupun aku tahu ini bukan kemauan kita tapi setidak nya kita juga punya andil dalam acara ini"
"kamu kan tahu ra, mas tidak punya uang... semua uang nya sudah mas kasih kepada kamu" sahut denis
"masih ada sisa tiga ratus ribu lagi mas di tangan aku, uang itu adalah uang yang kamu kasih beberapa hari yang lalu, bagaimana kalau kita mencari kue ulang tahun untuk rere.. tidak perlu yang mahal dan bagus yang penting ada saja" usul maira
denis pun diam ketika mendengar perkataan maira itu dan akhirnya dia menyetujui rencana maira itu.
"baiklah kita akan mencari kue ulangtahun untuk rere dan ingat cari yang murah saja dan tidak usah besar-besar"
"iya mas, nanti kita cari bersama-sama agar aku juga tidak salah pilih"
"kapan kita akan berangkat...?" tanya denis
"besok saja, karena kan acara nya hari minggu"balas maira
__ADS_1
setelah siang bu sekar dan amir akhirnya datang juga, banyak barang yang di beli bu sekar. maira pun membantu amir menurunkan belajaan nya dari motor dan membawa nya ke dapur.
"ibu belanja banyak sekali...?" tanya maira ketika melihat banyak nya barang belanjaan yang di beli bu sekar
"iya ibu berencana membuat nasi kuning untuk acara nanti, jadi anak-anak yang datang akan di kasih snack dan nasi saat pulang nya" jawab bu sekar
"memang berapa anak yang ibu undang...?"
"tidak banyak, mungkin sekitar dua puluh anak saja"
maira yang mendengar itu tidak bisa berkata apapun lagi toh ini semua keinginan dari ibu nya, siapa yang bisa menghentikan keinginan bu sekar.
"besok ibu tidak kemana-mana kan...?" tanya maira
"tidak, memang kenapa ra...?"
"aku mau pergi dulu dengan mas denis sebentar, rere aku mau titip ke ibu soal nya kalau membawa dia repot"
"memang kamu mau kemana...?" tanya bu sekar penasaran
"oh begitu, ya sudah kamu pergi saja. rere aman bersama ibu, lagi pula besok amir libur bekerja jadi bisa bantu ibu buat jaga rere"
"iya bu"
setelah itu maira pun mulai membantu bu sekar memasukan snack-snack yang sudah di beli tadi kedalam plastik agar lebih mudah membagikan nya kepada anak-anak yang datang nanti.
keesokan pagi nya maira pun menitipkan rere kepada bu sekar dan juga amir, sedangkan dia akan pergi ke pasar yang berada tidak jauh dari tempat nya sekarang ini, mungkin hanya sekitar tiga puluh menit saja dengan menggunakan motor untuk sampai disana.
setelah sampai dan memarkirkan motor maira dan denis mulai berjalan ke arah pasar, mereka mulai mendatangi setiap toko kue yang ada, dan mulai melihat-lihat kue seperti apa yang akan mereka beli nantinya. tentu harga juga menjadi pegangan mereka saat ini.
tadi sebelum berangkat ke pasar denis memberi maira uang lagi sebebsar dua ratus ribu kata nya untuk membeli kue dan juga untuk mengisi amplop yang nanti nya amplop itu akan di berikan kepada pengisi acara pada saat ulang tahun rere.
maira tentu saja tidak heran jika melihat denis memberi nya uang lagi, karena di tahu sebenar nya denis masih memeliki uang di dompet nya, bahkan jumlah uang nya lebih besar di banding milik maira sendiri.
__ADS_1
setelah cukup lama berputar-putar akhirnya mereka sampai juga di sebuah toko kue yang entah toko ke berapa yang mereka datangi, disana mereka melihat kue blackpores yang ukuran nya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga, tampilan kue itu juga sangat menarik.
"selamat siang mbak ada yang bisa kami bantu...?" sapa pegawai toko ketika melihat maira dan denis masuk ke toko mereka.
"siang, iya mas kami sedang mencari kue ulang tahun tapi ukuran nya yang sedang saja" jelas denis
"baik mas, silahkan di lihat-lihat dulu dan maaf mungkin stok kue kami hanya sedikit itu karena ini masih libur idhul fitri jadi para pekerja tidak banyak yang masuk" jelas pelayan toko itu
"tidak masalah mas, oh iya mas saya mau tanya kalau harga kue ini berapa ya...?" tanya denis sambail menunjuk ke salah satu kue yang kini mejadi perhatiaan nya.
"oh ini harga nya cuma seratus lima puluh ribu saja mas, sudah free lilin juga" jelas pelayan itu
"bagaimana menurut kamu ra....?" tanya denis kepada maira yang sejak tadi hanya memndengarkan pembicaraan denis dan pelayan toko saja.
"terserah mas saja, lagi pula menurutku kue ini sudah pas untuk besok" sahut maira
"mas ini rasa kue nya bagaimana ya...?" tanya denis yang ingin sekali memastikan rasa dari kue nya ini
"mas tidak perlu khawatir, kami jamin rasa kue nya enak, walaupun kami buka toko di dalam pasar dan dengan harga yang realtif murah tapi kami menjaga rasa kue nya" jelas pelayan itu sambil tersenyum ramah
"ya sudah kami ambil yang ini saja mas" tunjuk denis
setelah di bungkus dengan rapi maira pun segera membayar kue yang tadi di beli nya itu.
"mau kemana lagi kita...?" tanya denis ketika mereka baru saja keluar dari toko kue
"pulang saja mas, memang mau kemana lagi... kue juga sudah kita dapat kan" sahut maira sambil membawa kue yang tadi di beli nya
"kita makan dulu disini, mas lapar" ajak denis
memang tadi sebelum berangkat mereka tidak makan apapun terlebih dahulu sehingga kini mereka sudah lapar padahal jam baru saja menunjukan pukul setengah dua belas siang.
"ya sudah, mas mau makan apa..?" tanya maira yang mulai pasrah
__ADS_1
"kita makan disana, mas pernah lihat warung itu selalu ramai oleh pembeli, dan disana juga menjual banyak makanan" ajak denis