
tidak terasa sudah satu minggu maira dan denis membuka toko dan setiap hari toko maira ada saja pelanggan yang berbelanja.
tidak seperti waktu dia hanya menjual beras saja, sangat jarang ada yang membeli bahkan belum tentu dalam sehari toko denis dan maira ada pembelinya.
dan ada beberapa pembeli juga yang mengusulkan untuk menjual harga grosir agar mereka bisa menjualnya kembali.
"coba dong mbak maira disini sediakan harga grosir juga agar kami para penjual kecil yang ada di dalam itu tidak perlu jauh belanjanya, adakan juga jajanan untuk anak-anak tapi untuk di jual kembali" usul salah satu pembeli yang datang ke toko maira.
"iya bu nanti saya bicarakan dulu dengan suami saya, kan kalau membuka grosir seperti itu harus punya modal yang sangat besar" sahut maira sambil tersenyum ramah.
"iya mbak saya mengerti kok, tapi saya berharap disini bisa untuk harga grosir juga"
setelah ibu itu pergi maira segera menghampiri denis yang kini sedang berada di dalam, dia sedang menimbang minyak yang akan di jual ecer nantinya, sedangkan bu sekar sedang menjaga rere, tadi pagi bu sekar datang ke rumah maira dengan alasan kangen dengan rere yang sudah beberapa hari ini tidak main ke rumahnya.
"mas tadi ada ibu-ibu yang belanja dan mengusulkan untuk menjual harga grosir juga agar dia bisa menjual kembali barang-barang yang dia beli nantinya" kata maira
"kamu kan tahu ra, kalau gosir tuh harus punya modal besar, kita membuka toko ini saja modal nya sudah menguras tabungan kita semuanya" sahut denis
"tapi menurut ibu usul pembeli tadi sangat bagus, jadi pelanggan kalian bertambah banyak, dan kalau kalian menjual dengan harga grosir pasti yang membeli disini juga akan banyak setiap harinya" sahut bu sekar
"tapi bu barang-barnag nya kan belum banyak...?" jawab denis
"tidak apa-apa kita mulai buka grosirnya kecil-kecilan saja dulu, dan nanti kalau sudah terkumpul modalnya kalian tambah lagi belanjaan nya"
"ya sudah kita sediakan harga grosir juga kamu lihat saja berapa harga modal yanga kita dapat dari toko kemarin dan kita bisa menjual berapa tapi kita masih dapat untung" sahut denis pada akhirnya
dan benar saja setelah tersebar kalau toko denis dan maira menyediakan harga grosir juga banyak orang ynag datang untuk berbelanja ke toko mereka, terutama warung-warung kecil yang ada disekitar rumah maira.
__ADS_1
saking banyaknya di hari-hari tertentu maira dan denis sering kewalahan apalagi rere tidak mau lepas dari pangkuan maira.
mau tidak mau bu sekar pun datang untuk membantu anak dan juga menantunya, baik itu melayani pembeli atau hanya menjaga rere.
apalagi saat akan memasuki bulan ramadhan, pesan yang masuk ke toko mereka sangat banyak sekali sedangkan modal mereka sangat tipis.
"mas bagaimana ini pesanan yang datang banyak sekali tapi kita tidak memiliki modal yang cukup untuk membeli barang-barang itu" kata maira yang baru saja selesai menghitung barang-barang yang akan mereka beli nantinya.
"apa konsumen itu membayar uang muka.?" tanya denis
"iya mereka memberi uang muka untuk pesanan mereka itu, tapi mereka hanya memberi lima persen saja dari total belanjaan nya" sahut maira
"apa kita pinjam saja ke bank untuk menambah modal... lagi pula di toko juga banyak sekali barang yang harus kita beli untuk stok" usul denis
"terserah kamu saja mas bagaimana baiknya, tapi apa nanti kita sanggup untuk membayar cicilan nya...?" tanya maira ragu
"ya sudah mas urus saja semua nya, aku ikut saja" kata maira pada akhirnya.
"ya sudah nanti besok sebelum belanja ke toko mas akan mampir kesalah satu bank dan akan bertanya terlebih dahulu bagaimana prosudernya."
"iya mas"
keesokan paginya denis pun sudah bersiap untuk pergi berbelanja, semenjak toko nya menerapkan harga grosir pelanggan toko semakin banyak dan dia pun di haruskan berbelanja setiap hari.
sedangkan maira bertugas menjaga toko selama denis tidak ada, dan bahkan dia mengerjakan beberapa pekerjaan seperti membungkus beberapa barang yang akan di jualnya secera ecer.
tepat jam dua belas siang denis sudah kembali lagi ke rumah dan tentu saja dengan membawa belanjaan yang kini memenuhi motornya, setiap kali denis pulang berbelanja maira harus membantu menurunkan barang belanjaan dari atas motor denis jika tidak denis akan marah dan tidak akan berbicara dengan maira dalam jangka waktu yang sangat lama.
__ADS_1
denis tidak mau mengerti apa yang sedang di kerjakan maira saat itu, bahkan sekalipun maira sedang melayani pembeli denis akan menunggu maira untuk membantunya, setelah menurunkan semua belanjaan barulah maira bertanya kepada denis.
"bagaimana mas, apa tadi kamu sudah ke bank itu...?" tanya maira
"sudah, dan mas juga Sudah mengobrol dengan pihak marketingnya.. mungkin dalam beberapa hari ini akan ada orang yang datang dan melihat keadaan rumah dan juga toko kita, setelah itu kita tinggal menunggu keputusan dari pihak banknya apa di setujui atau tidak.." jawab denis sedangkan maira hanya menganggukan kepalanya saja sebagai jawaban.
dan benar saja setelah satu Minggu dari kunjungan denis waktu itu ke bank ada beberapa orang yang datang ke rumah maira dan untung saja waktu itu denis sedang ada di rumah.
denis membawa orang-orang itu ke lantai atas, agar mereka lebih leluasa berbicara, sedangkan maira menjaga toko. toh dia juga tidak akan mengerti apa saja yang akan di bicarakan oleh orang-orang itu.
"bagaimana mas...?" tanya maira ketika orang-orang itu sudah pulang.
"kita tinggal menungggu telepon saja dari pihak bank, mudah-mudahan dapat besar" jawab maira
setelah menunggu cukup lama akhirnya pihak bank pun menghubungi denis juga dan meminta denis beserta maira untuk datang ke bank untuk pencairan dan juga tanda tangan perjajian.
hari ini toko pun sengaja maira tutup, maira juga tidak lupa mengajak rere karena bu sekar sedang sakit.
tidak butuh waktu lama akhkirnya mereka sampai juga di tempat yang mereka tuju. setelah menunggu antrian cukup lama akhirnya mereka pun mendapat giliran.
sesampainya di dalam kantor marketing bank tersebut mereka langsung mendapat penjelasan tentang proses peminjaman dan juga pembayaran, denis dan maira pun sangat mengerti penjelasan tersebut.
sehingga tidak butuh waktu lama akhirnya mereka pun mendapatkan uangnya.
denis dan maira pun memutuskan untuk segera pulang ke rumah dan akan berbelanja kebutuhan toko esok hari.
sesampainya di rumah mara segera mencatat barang apa saja yang akan mereka beli dan berapa banyak yang mereka butuhkan, selama beberapa bulan membuka usaha sembako maira sudah mulai hapal barang apa saja yang banyak di cari para pembeli, tidak lupa maira juga memasukan barang-barang pesanan konsumen yang lain, yang memang sudah di pesan sebelum nya.
__ADS_1
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️