
maira bersyukur hari ini sudah ada pembeli dan berharap akan ada pembeli lainnya yang akan datang untuk membeli beras miliknya. tidak terasa sudah satu bulan maira berjualan beras di rumahnya, tapi sampai saat ini hanya dia yang melayani pembeli sedangkan denis ketika dia sedang menjaga toko dan ada yang membeli bukannya melayani malah memanggil maira.
pernah maira bertanya kenapa tidak melayaninya sendiri malah memanggilnya dan kalian tahu apa jawaban denis.....?
dia bilang kalau melayani pembeli bukanlah bidang nya, selama bekerja dia selalu bekerja denga cara menawarkan dagangannya saja bukan melayani seperti saat ini, sungguh jawaban yang sangat konyol.
denis juga pernah bilang kalau dia hanya bagian pembelian barang saja sedangkan untuk melayani pembeli adalah tugas maira. karena kesal dengan jawaban denis maira pun menjawab kalau dia juga dari dulu tidak pernah bekerja di bidang jual beli atau pun marketing, tapi karena saat ini dia membuka usaha sendiri jadi dia juga harus bisa melayani pembeli tanpa terkecuali.
selama satu bulan ini pembeli yang datang juga tidak terlalu banyak dan itu pun tidak setiap hari datang, apalagi maira selalu menutup toko nya sampai jam lima sore saja. penghasilan juga tidak banyak yang mereka dapat dan untuk menutup semua kebutuhan mereka sehari-hari terpaksa harus mengambil uang tabungan mereka yang semakin hari semakin menipis saja.
tidak biasanya hari ini maira mengecek stok beras yang masih banyak itu, karena karung nya sangat tipis jadi maira bisa melihat isi di dalamnya. pada saat maira melihat isinya, banyak binatang di dalam sana dan itu membuat maira sangat kaget, dia pun dengan segera memanggil denis.
"mas kesini sebentar" panggil maira kepada denis yang kini sedang berada di dalam kamar
"ada apa sih ra...?" tanya denis yang langsung datang
"coba kamu lihat itu mas..." tunjuk maira pada beberapa karung beras yang ada di hadapan nya
"apa ini..? kenapa banyak sekali binatang di dalam beras ini" kata denis tidak percaya
"bagaimana ini mas, mana stok beras kita masih banyak" kata maira yang mulai khawatir
"cepat panggil ayah kesini, biar kita cari solusi nya dengan ayah...sepertinya ini adalah beras lama" sahut denis
maira pun segera mengubungi pak saleh.
📞 hallo yah, ayah ada dimana..?
tanya maira langsung ketika panggilan nya tersambung
📞 ayah sedang ada di rumah, kenapa ra...?
__ADS_1
📞 apa ayah bisa kerumah sekarang, ada yang penting
📞 baik ayah akan datang kesana sekarang
setelah mengatakan itu panggilan pun terputus, tidak lama pak soleh sudah datang lagi ke rumah maira.
"ada apa ra...?" tanya pak saleh sambil masuk ke rumah maira
" coba ayah lihat ini, di dalam beras itu banyak sekali binatang di dalamnya, dan hampir semua stok beras kita seperti ini" tunjuk maira
pak saleh yang mendengar keluhan dari putrinya itu pun langsung segera mengecek kebenarannya dan benar saja banyak sekali binatang di dalam beras itu bahkan ada beberapa yang sudah keluar.
"semuanya seperti ini..?" tanya pak saleh
"iya yah, hanya dua karung ini saja yang terlihat sedikit binatang nya" jawab maira
"struk pembelian beras ini masih adakan...?" tanya pak saleh
"ada yah, kebetulan maira masih menyimpannya" kata maira yang langsung mengambil struk pembelian beras waktu itu, setelah itu dia pun segera menyerahkannya kepada pak saleh.
pak saleh pun mulai menghubungi nomer itu dan mulai berbicara dengan sang pemilik toko
"bagaimana yah...?" tanya denis ketika melihat pak soleh sudah kembali lagi.
"kita tukar beras ini dengan yang baru, kebetulan penjualnya tidak keberatan." sahut pak saleh
setelah mendengar itu seesokan paginya mereka pun segera berangkat untuk menukar semua stok beras yang masih tersisa dengan yang baru.
yang pergi menukar hanya denis dan pak saleh saja, sedangkan maira berada di rumah untuk menjaga toko sekaligus menjaga rere.
setelah menunggu cukup lama akhirnya pak saleh dan denis pun datang juga dengan membawa beras yang sudah di tukar.
__ADS_1
"bagaimana apa bisa...?" tanya maira ketika melihat ayah dan juga suaminya sudah pulang.
"bisa hanya saja kita tidak mendapat sepenuhnya beras yang kita tukar" jelas denis
"maksudnya bagaimana...?" tanya maira yang masih belum mengerti maksud denis itu.
"iya sekarang harga beras sedang naik jadi di saat tadi kita menukar beras totalnya bukan lagi delapan karung tapi hanya enam karung saja, tidak masalah lah ya, dari pada kita rugi lebih banyak" jawab denis.
maira pun tidak bisa berkata apapun lagi, sudah boleh di tukarkan lagi saja dia sudah sangat bersyukur dari pada tidak bisa di tukar sama sekali.
setelah kejadian itu bu sekar yang memang sering menanyakan keadaan toko beras mereka lebih sering datang atau hanya sekedar menanyakan keadaan toko mereka, seperti saat ini bu sekar sedang berkunjung ke toko milik maira itu.
"bagaimana keadaan toko mu sekarang, apa banyak yang membeli beras...?" tanya bu sekar
"masih sama seperti sebelumnya bu, jarang sekali orang yang membeli beras, padahal kalau di lihat-lihat desa kita ini sangat padat penduduk tapi masa iya mereka tidak makan nasi..." kata maira yang heran dengan para tetangganya yang sama sekali jarang membeli beras.
" ada beberapa tetangga kita komplain ke ibu, kata nya toko kamu jangan tutup sore-sore, kamu kan tahu sendiri di tempat kita ini banyak sekali warung dan juga toko-toko kecil jadi mereka merasa tidak enak kalau membeli beras dari kita" jelas bu sekar
"lalu aku harus bagaimana bu...?" tanya maira yang kini semakin binggung
"ya menurut ibu kamu buka tokonya sampai malam, siapa tahu kalau malam lebih banyak pembeli..." usul bu sekar
maira pun memikirkan perkataan ibunya itu dan mulai membicarakannya dengan denis.
denis yang awalnya tidak setuju dengan usul maira pun akhirnya luluh juga setelah bu sekar berbicara dengannya dan mulai hari ini toko maira akan buka sampai malam.
dan benar saja setelah mengikuti saran dari bu sekar toko mereka sedikit terlihat lebih ramai di malam hari, bahkan ada beberapa pembeli yang meminta maira dan juga denis menyediakan sembako agar lebih memudahkan mereka di saat berbelanja.
"bagaimana menurut kamu mas, banyak yang meminta kita menjual sembako juga" kata miara
"kalau untuk menjual sembako kamu tahu sendri modal nya pasti sangat besar, tabungan mas sudah menipis dan mungkin akan kekurangan, lagi pula kita harus mencari agen yang benar-benar menjual harga lebih murah nanti nya.."sahut denis
__ADS_1
"itu sangat mudah, kita tanya saja ayah, ayah pasti tahu toko mana yang menjual sembako murah" sahut maira
"ya sudah kita lihat saja nanti, mas mau berbicara dulu dengan ayah"