Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
bab 11


__ADS_3

untuk meminjam kepada saudara denis juga tidak mungkin, maira malu melakukan hal itu. tapi, denis hanya diam saja seperti tidak memikirkan semua itu bahkan untuk tabungan pun mereka tidak memiliki nya.


maira menggingat dulu dia pernah di beri cincin saat bertunangan dengan denis dan kebetulan denis membeli cincin itu di kota ini, jadi tidak ada salah nya jika dia menjual cincin itu untuk menutupi kebutuhan mereka sehari-hari.


"mas barang-barang di dapur sudah pada habis, kebutuhan rere juga sudah habis bagaimana ini mas...?" tanya maira


denis yang sedang duduk sambil menonton tv pun segera melihat kearah maira, cukup lama denis diam lalu setengah jam kemudian barulah dia menjawab perkataan maira itu.


"mas juga tidak tahu, bulan ini mas memang sedang tidak ada pemasukan, kamu masak saja apa yang ada dulu"


"tapi semua sudah habis mas, beras juga sudah habis, tadi adalah beras terakhir yang aku masak, makanan rere juga sudah tidak ada"


"lalu mas harus bagaimana ra, kamu tahu sendiri kan mas sudah sebulan ini tidak keluar rumah lalu mas bisa mendapat penghasilan dari mana" bentak denis


"lalu kenapa mas tidak keluar rumah, bukan nya mas juga punya pekerjaan ya,...?" tanya maira heran


"memang kalau mas keluar rumah kamu bisa mengurus rere sendiri, kamu tahu sendiri kalau rere tidak bisa di tinggal, lalu kalau kamu sedang mencuci baju atau memasak rere akan menangis sendiri begitu" sahut denis


"ya kan mas bisa pergi setelah aku selesai mencuci dan memasak, jadi tidak perlu menunggu di rumah seharian"


"kamu selesai mengerjakan pekerjaan kamu saja siang lalu mas harus berangkat jam berapa...?"


akhirnya maira tidak bisa menjawab lagi, karena apa yang di katakan denis ada benar nya juga. maira pun berjalan ke arah kamar dan mulai membuka lemari baju nya, dia mengambil cincin pertunangan dirinya dan denis dulu.


"mas bagaimana kalau kita menjual ini saja dulu, untuk menutupi kebutuhan kita sehari-hari" kata maira sambil memperlihatkan cincin yang sedang di pegangnya.


"itu kan cincin yang aku berikan untuk mengikat kamu dulu" kata denis ketika melihat cincin itu

__ADS_1


"iya mas,kita bisa menjual dulu cincin ini, lagi pula cincin ini sudah tidak aku pakai lagi karena sudah sempit, tadi nya aku ingin memberikan cincin ini kepada rere nanti setelah dia besar, tapi sepertinya kebutuhan kita lebih penting dari pada itu" jelas maira panjang kali lebar.


denis pun nampak sedang memikirkan usul dari maira itu.


"hmmmmm, baiklah kita kan menjual cincin itu tapi nanti ketika mas punya uang mas pasti akan mengganti nya berlipat-lipat" kata denis sambil tersenyum


"iya mas, ya sudah sebaiknya sekarang kita kepasar, aku mau bersiap-siap dulu" setelah mengatakan itu maira pun kembali ke kamar dan berganti baju.


setelah semua sudah selesai bersiap-siap denis pun segera mengeluarkan motor nya dan mereka pun berangkat kepasar yang berada tidak jauh dari rumah denis. tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga di sebuah pasar tradisional, ini kali pertama maira pergi ke pasar ini.


biasanya untuk membeli kebutuhan dapur dia hanya akan berbelanja di warung sekitar saja, terkadang ada penjual sayur yang mampir ke rumah maira hanya untuk sekedar menawarkan dagangan nya saja. maira terus mengikuti denis dari belakang, setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka tiba di sebuah toko perhiasan yang tidak terlalu besar tapi terlihat ramai.


"itu tokonya, kamu pergi kesana sendiri dan mas akan menunggu disini sambil menggendong rere" kata denis sambil mengambil rere dari pangkuan maira.


maira pun berjalan ke arah toko itu dan mulai mencari pegawai yang sedang tidak melayani pembeli.


"ini mbak saya mau menjual ini" kata maira sambil mengeluarkan sesuatu dari dompet nya.


sang penjaga toko pun menerima barang yang di berikan maira kepada nya dan mulai memeriksa cincin itu.


" tunggu sebentar ya mbak" penjaga toko pun pergi untuk memeriksa cincin yang di berikan maira, sedangkan maira saat ini hanya bisa menunggu sampai pegawai toko itu kembali.


setelah sepuluh menit menunggu akhirnya pegawai toko itu datang juga dengan membawa sejumlah uang di tangan nya.


"maaf ya mbak lama menunggu, ini hasil penjualan nya sebesar lima ratus ribu" kata pegawai toko sambil menyerahkan uang itu ke tangan maira, maira pun menerima uang itu lalu mulai menghitung nya, setelah di rasa jumlah uang nya benar maira pun segera meninggalkan toko itu.


"baik, terima kasih ya mbak" kata maira sambil tersennyum

__ADS_1


" sama-sama mbak"


maira pun segera memasukan uang itu ke dalam dompet dan setelah itu segera menghampiri denis yang sejak tadi sudah menunggu nya di depan toko yang tidak jauh dari tempat maira sekarang.


"bagaimana dapat...?" tanya denis ketika maira sudah sampai di hadapan nya.


"dapat, tapi cuma lima ratus ribu saja" jelas maira


"ya sudah tidak apa-apa, lalu sekarang kita mau kemana...?" tanya denis


"kita ke supermarket, aku mau membeli kebutuhan rere yang sudah habis, makanan nya saja sudah habis" sahut maira sambil mengambil rere kembali dari denis


"ya sudah ayo, pokok nya pesan aku uang segitu harus kamu atur, harus cukup juga untuk beberapa hari ke depan dan satu lagi mas minta seratus ribu untuk membeli rokok dan juga bensin" tambah denis


maira yang mendengar perkataan denis langsung berpikir keras, kalau denis meminta uang itu seratus ribu, berarti uang yang ada di tangan maira saat ini hanya empat ratus ribu saja, sedangkan denis menyuruh nya untuk menghemat uang itu sampai beberapa hari kedepan, apa uang segitu akan cukup...?


sepanjang perjalanan maira terus saja memikirkan sisa uang yang di tangan nya saat ini, sedangkan kebutuhan dapur juga sudah banyak yang habis, belum lagi makanan dan kebutuhan rere yang lain, apalagi jika gas di rumah habis sekarang saja harga gas sudah mencapai harga seratus enam puluh lalu maira harus bagaimana.


setibanya di mini market maira mulai binggung dengan apa yang akan di beli nya, pertama kali yang maira ambil adalah popok rere, lalu beralih ke makanan dan juga mie serta makanan kaleng. setelah di rasa cukup maira pun segera berjalan ke arah kasir.


"ada lagi mbak...?" tanya kasir itu


"tidak mbak hanya ini saja" jawab maira sambil tersenyum, walaupun hati nya takut kalau belanjaan nya ini melebehi target dia belanja disini.


"total semua nya dua ratus delapan puluh sembilan ribu lima ratus" kata kasir yang sedang melayani maira


maira pun segera membayar semua belanjaan nya itu, dalam hati dia sangat takut denis marah karena belanja cukup banyak. apalagi tadi kata denis dia harus berhemat.

__ADS_1


__ADS_2