Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
bab 30


__ADS_3

hari berganti hari, bulan pun berganti bulan tapi makin kesini pendapatan toko maira semakin menurun saja, bahkan barang-barang yang ada di dalam toko semakin habis. waktu kelahiran maira juga sudah semakin dekat tapi dia sama sekali tidak memiliki simpanan.


bahkan selama hamil anak kedua maira tidak pernah memeriksakan kandungan nya ke bidan ataupun puskesmas, bahkan susu dan kebutuhan ibu hamil lainnya pun tidak pernah dia beli, jangankan untuk hal yang seperti itu, untuk makan saja mereka sudah sangat susah.


terkadang mereka harus makan hanya dengan nasi putih saja, dan untung nya rere tidak rewel sama sekali dengan makanan yang maira sediakan, anak itu seolah tahu keadaan kedua orang tuanya.


bahkan ketika dia ingin membeli sesuatu dia akan bertanya terlebih dahulu apa maira memiliki uang apa tidak, dan kalau dia melihat iklan mainan ataupun makan yang tampil di tv dia hanya akan bilang "kalau nanti punya uang kita beli itu ya mah" dan ketika maira mendengar kata-kata itu sangat menyakiti hatinya.


di usia rere yang sekarang dia seharusnya banyak memakan makanan yang bergizi dan juga sehat tapi apa daya maira hanya bisa menyediakan lauk seadanya saja, bahka ketika berkunjung ke kota B salah satu keluarga denis pernah berbicara kalau rere harus di biasakan untuk tidak makan makanan mewah dan juga dia harus terbiasa makan seadanya saja.


mereka tidak tahu bagaimana rere makan di rumah dan apa saja yang sudah anak itu lalui, terkadang jika tidak ada pemasukan sama sekali maira pun mengajak rere pergi ke rumah bu sekar, hanya untuk meminta makan saja, dan nanti pulangnya dia juga akan membungkus nasi dan juga lauk nya untuk denis.


idhul fitri akan segera tiba tapi maira sama sekali belum membeli baju atau kebutuhan yang lain untuk rere, di tambah lagi dia akan segera melahirkan, sedangkan untuk biaya persalinan pun dia tidak punya sama sekali.


toko tetap buka seperti biasanya, tapi sekarang sudah hampir tidak ada yang datang untuk membeli atau pun hanya sekedar menanyakan barang. maira benar-benar sangat frustasi akan situasi ini.


"bagaimana ini mas, waktu lahiran sudah semakin dekat, aku takut kalau anak ini lahir sebelum waktunya seperti rere waktu itu, belum lagi idhul fitri akan segera datang, lalu bank juga terus menghubungi meminta kita membayar dulu cicilan untuk tiga bulan sebelumnya" kata maira sambil duduk di samping denis.

__ADS_1


"mas bukannya tidak memikirkan semua itu, tapi kamu tahu sediri mas ini tidak bekerja kemana pun, mas juga sudah meminta tolong kepada teman dan juga saudara yang ada di kota B tapi mereka sama seperti kita, jadi tidak ada yang bisa membantu..."


"ya kamu kerja dong mas jangan hanya diam saja, kamu sudah tahu kalau keadaan toko sudah tidak baik sekarang malah sudah tidak berpungsi lagi, setidak nya kamu kerja keluar kek jangan hanya diam saja di rumah... kamu juga kan butuh makan, kopi dan juga rokok... " sahut maira yang sudah kesal


"kamu sadar tidak ini dimana, ini kota A mas tidak tahu harus bekerja dimana... disini mas tidak punya teman atau pun saudara yang bisa di tanya tentang pekerjaan"


dan setiap kali mereka membahas tentang uang dan juga pekerjaan pasti berujung degan pertengkaran. maira hanya bisa pasrah saja jika di lanjutkan lagi tidak akan ada akhirnya.


sedangkan dia sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi, semua perhiasannya sewaktu masih bekerja dulu sudah habis dia jual. itu pun atas permintaan denis dan uang hasil penjualan itu untuk membeli beberapa barang untuk di toko, ada juga untuk makan sehari-hari dan membetulkan motor denis yang waktu itu tidak mau menyala sama sekali sehingga harus turun mesin.


sedangkan cincin pernikahan mereka berdua sudah denis gadaikan untuk menutup cicilan ke bank, tentu saja denis berjanji akan mengganti semua perhiasan yang dia pakai nantinya dan untuk cincin kawin nanti juga akan dia tebus kembali, sedangkan maira hanya bisa percaya saja dengan omongan denis toh saat itu tidak ada jalan keluar pada saat itu.


"mas bagaimana kalau kitab jual saja motor kamu untuk menutupi semuanya dulu, lagi pula sekarang toko sudah tidak jalan jadi kalau kita kehilangan motor juga tidak masalah kan..." usul maira


denis nampak terdiam ketika mendengar tentang usul dari maira tersebut, ini adalah kendaraan mereka satu-satunya, jika di jual mereka akan susah untuk kemana-mana.


"lagi pula ini sangat mendesak sekali" tambah maira

__ADS_1


"ya sudah kamu coba tawarkan saja, rumah ini juga kalau bisa kamu tawarkan juga, kita jual atau gadaikan saja rumah ini dan hasil nya untuk melunasi hutang ke bank" kata denis pada akhirnya.


"ya sudah nanti aku coba berbicara dengan ayah dan juga amir siap tahu teman atau pun kenalan mereka ada yang mau membeli motor kamu ini" kata maira.


dengan cepat maira pun segera memberi tahukan pak saleh dan juga amir tentang rencananya untuk menjual rumah dan juga motor, bahkan paman maira pun ikut membantu.


"tapi ra kalau kita ,menjual motor denis disini pasti harganya akan jatuh karena beda kota, lain lagi kalau kita menjual nya di kota B pasti harga nya bagus" kata paman maira yang saat itu sedang berada di rumah.


"ya sudah sama paman saja tolong jualin, kan paman pasti punya teman di kota B yang mau membeli motor mas denis" pinta maira


"iya nanti paman akan bertanya dengan teman paman yang disana, kebetulan dia punya usaha jual beli motor bekas gitu"


setelah satu minggu dari pembicaraan maira dan pamannya waktu itu akhirnya motor denis pun terjual juga, tapi sayang harga nya sangat rendah sekali karena yang membelinya masih dari kota A. tapi mereka bersyukur dengan uang ini mereka bisa untuk membeli baju lebaran rere, keperluan untuk Idhul fitri dan juga untuk lahiran.


sedangkan untuk cicilan bank tidak ada sisanya sama sekali, jadi mau tidak mau bank kembali di lupakan untuk sementara, toko juga sudah tutup total dan sebagian barang-barang yang masih ada di warung sengaja maira titipkan di warung-warung sekitar rumh nya.


jika barangnya sudah terjual baru dia akan mengambil uangnya,dan untuk barang yang masih dusan dia menitipkannya ke salah satu toko milik saudara jauhnya yang kebetulan baru saja membuka toko grosir di pasar.

__ADS_1


Tentu saja uang nya pun setelah nanti barang terjual dan juga habis. karena toko sudah tutup total dan denis sama sekali tidak bekerja, untuk keperluan sehari-hari mereka mengandalkan pemberian orang lain saja.


setelah tidak punya uang sama sekali denis akan menghubungi semua teman dan juga saudaranya dan menceritakan tentang keadaannya, terkadang ada yang memberi mereka uang dan itu pun tidak banyak, dan uang itu nanti akan di ambil denis sebagian untuk membeli rokok.


__ADS_2