Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
Bab 8


__ADS_3

Bu Sekar yang sedang menggendong sang cucu pun langsung bangun dan menghampiri pak Soleh yang kini sedang berada di luar, tidak lama bu Sekar membawa kain yang berisi parutan jahe.


"Ini mak"


Mak Tum langsung menerimanya dan memakaikannya kepada Maira, Maira merasa di bawah sana sangat perih tapi mak Tum melarang untuk melepaskannya.


"Sudah selesai, sekarang istirahat saja dulu dan jangan lupa minum air teh manisnya untuk mengembalikan tenaga mu" kata mak Tum


Maira meminum air teh manis hangat yang memang sudah di sediakan oleh bu Sekar dan dia merasa badannya sedikit bertenaga kembali. Setelah memberi minum Maira, Denis pun keluar kamar untuk melihat putri pertama mereka.


"Mak tapi besok pagi ke sini lagi kan...?" tanya bu Sekar


"Kan semua sudah beres untuk apa kesini, paling Mak akan kesini pada hari ke tiga" sahut mak Tum


"Tolong mandikan bayi ini, saya tidak berani" sahut Bu Sekar


"Baiklah besok saya akan kesini,"


"Terimakasih mak, ya sudah kalau begitu mari kita makan sahur dulu" ajak bu Sekar sambil menyiapkan semuanya


"Mak mau pulang saja, lagi pula tugas mak disini sudah selesai, besok pagi baru mak kesini lagi"


"Tidak makan sahur dulu mak...?" tanya pak Soleh


"Tidak Leh, mak mau pulang saja keluarga mak pasti sudah menunggu di rumah" tolak Mak Tum


"Baiklah kalau begitu mari saya antar pulang" jawab pak Soleh yang langsung berdiri


Bu Sekar pun langsung menghampiri mak Tum dan menjabat tangannya sambil memberikan sebuah amplop berisi uang untuk biaya persalinan Maira barusan.


"Terimakasih ya mak sudah menolong Maira melahirkan dan ingat besok pagi jangan lupa datang lagi kesini" kata bu Sekar setengah berbisik


"Iya sama-sama itu sudah tugas mak Kar, untuk Maira semoga cepat sehat lagi" kata mak Tum yang kini sedang menatap Maira yang masih setengah sadar, sedangkan Maira hanya bisa mengangukan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah itu Maira pun tertidur dan tidak tahu apa yang terjadi dengan bayinya.


Pagi pun tiba, Maira terbangun dengan keadaan lebih segar walaupun dia masih lelah tapi tidak selelah semalam, perutnya juga terasa lapar dan benar-benar amat sangat lapar.


"Bu" pangggil Maira ketika melihat bu Sekar melewati depan kamarnya.


"Ada apa Ra, kamu butuh sesuatu.....?" tanya bu Sekar sambil menghampiri putrinya


"Aku haus dan juga sangat lapar" jawab Maira


"Ibu akan membuat teh manis untuk kamu, ibu juga sekarang sedang memasak nasi goreng kuning, nanti setelah mak Tum selesai dengan bayi kamu, kamu yang mandi dengan mak Tum ya" sahut bu Sekar


"Iya bu"


Setelah meminum setengah gelas teh manis hangat kini giliran Maira mandi bersama mak Tum. Awalnya Maira malu karena tidak terbiasa di mandikan oleh orang lain tapi apa mau di kata dia pun mengikuti saja perintah bu Sekar.


Setelah mandi dan berganti baju Maira pun kembali berjalan ke ruang tamu, dimana mulai hari ini sampai 40 hari kedepan dia dan sang putri kecil tidur, di sini untuk pertama kalinya Maira bertemu bayi mungil itu, bayi yang semalam dia perjuangkan.


Setelah selesai makan Maira pun kembali beristirahat agar kondisinya kembali stabil, lagi pula dia belum bisa menyusui putrinya jadi kalau putrinya menangis pun masih bisa di urus oleh yang lain, apalagi pak Soleh sangat perhatian terhadap cucu pertamanya itu. Sejak tadi malam dia tidak beranjak sedikit pun dari sisi cucunya.


Waktu berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa kini bayi yang di lahirkan dengan penuh perjuangan itu sudah tumbuh lebih besar dan juga aktif, hari ini bayi itu sudah memasuki usia 4 bulan dia juga sudah mulai mengenal yang namanya makanan. Bu Sekar memang sengaja memberinya makan lebih awal karena bayi itu terus saja rewel.


Denis juga setiap minggu pulang ke rumah orang tua Maira, tapi kini ada yang aneh dengan Denis, yang biasanya Denis akan pulang hari sabtu pagi dan minggu sore atau senin pagi dia akan kembali lagi ke kota B tapi tidak beberapa minggu ini, dia akan tinggal lebih lama di rumah keluarga Maira.


Tentu saja Maira mulai curiga dengan kelakuan Denis itu, apalagi Maira tahu bos Denis sangat ketat dan rewel sekali, bahkan jika jam tujuh pagi Denis belum datang ke kantor bosnya itu akan menelpon atau pun sekedar mengirim pesan agar Denis segera datang, tapi kali ini Denis terlihat sangat santai tinggal di rumah keluarga Maira.


Maira pernah bertanya hal itu tapi dia tidak mendapatkan jawaban yang membuat hatinya puas.


"Mas tumben sekarang sering berlama-lama disini, apa tidak masalah dengan pekerjaan kamu...?" tanya Maira


"Tidak... tenang saja, lagi pula mas ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Rere" Rere adalah nama anak Maira dan juga Denis.


Setelah mendapatkan jawaban seperti itu Maira tidak pernah bertanya lebih jauh lagi. Sampai Rere menginjak usia 6 bulan barulah Maira mengetahui semuanya.

__ADS_1


Saat itu Denis sedang berada di rumah keluarga Maira dan ini sudah tiga hari dia berada disini, saat itu sore hari di mana semua berkumpul di ruang tv untuk makan bersama, terkecuali Maira yang harus menunggu karena harus bergantian dengan bu Sekar untuk menjaga Rere.


Setelah menunggu kini giliran Maira yang makan dan disana masih ada Denis yang masih belum selesai dengan makanannya, di saat yang bersamaan ponsel Denis berbunyi dan Denis pun langsung mengangkat telpon dari seseorang sedangkan Maira hanya mendengarkan saja.


📞 Halo


Jawab Denis ketika telponnya sudah tersambung.


📞 ....................


📞 Iya betul bu saya sendiri, maaf ini dengan siapa ya...?


📞..................


📞 Baik bu Lela ada yang bisa saya bantu...?


📞 ................


📞 Oh mau pengajuan, aduh ibu maaf tapi saya sudah tidak bekerja disana lagi.


📞 .....................


📞 Iya ibu, tapi saya bisa bantu ibu, nanti saya akan menghubungi teman saya dan memberikan nomer ibu kepada beliau jadi nanti ibu sama dia


📞..................


📞 Iya ibu tidak masalah, nanti kalau ada yang menghubungi ibu dengan nama pak Deni itu berarti salah satu teman saya ya bu


📞.........................


📞 Sama-sama ibu, waalaikumsalam


Maira pun ingin bertanya langsung tentang apa yang di dengarnya barusan tapi waktunya tidak tepat, jadi dia hanya menahannya saja. Setelah selesai makan Maira kembali ke dalam kamar karena Rere menangis sedangkan Denis ke teras untuk merokok dan juga mengobrol dengan pak Soleh.

__ADS_1


__ADS_2