
akhirnya mereka pun mulai makan di warung kecil yang masih berada di area pasar, bahkan warung ini masih bergabung dengan penjual sayuran kalau kita berjalan sedikit kearah dalam.
"mau pesan apa mas...?" tanya ibu pemilik warung itu
"saya mau pesan soto pakai nasi ya bu dan minum nya teh tawar saja" kata denis
"dan mbak nya mau pesan apa...?"
"saya mau pesan gado-gado saja, jangan terlalu pedas ya bu, dan minum nya teh tawar juga" sahut maira sambil tersenyum
"baik tunggu sebentar ya"
setelah mengatakan itu ibu pemilik tempat makan itu pun mulai pergi untuk membuat pesanan mereka berdua, tidak lama pesanan denis sudah di antar oleh sang pelayan sedangkan maira masih menunggu karena gado-gado milik nya masih di buat.
setelah menunggu agak lama akhirnya gado-gado milik maira di antar juga, tanpa pikir panjang maira pun segera memakan nya. ini kali pertama maira makan di tempat ini, rasa makanan nya pun lumayan masuk di lidah maira sendiri.
setelah selesai makan denis langsung membayar makanan mereka berdua dengan uang nya, dan itu membuat maira bersyukur karena dia tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali. kapan lagi denis melakukan hal itu, biasanya semua yang dia makan akan di bayar oleh maira sendiri.
setelah makan dan membeli kue mereka pun memutuskan untuk segera pulang karena hari juga sudah semakin siang.
sesampainya di rumah maira langsung menyimpan kue itu ke dalam kulkas dan segera melihat rere yang ternyata sedang tidur di kamar bu sekar bersama dengan amir. sedangkan bu sekar sendiri baru saja selesai sholat.
"bagaimana dapat kue nya...?" tanya bu sekar
"dapat bu, ya walaupun dengan perjuangan yang panjang" sahut maira
"maksudnya apa...?" tanya bu sekar yang tidak mengerti maksud dari perkataan putri nya itu
__ADS_1
"iya bu, jadi karena masih dalam suasana idhul fitri banyak toko kue yang tidak buka dan kalau pun ada yang buka kue yang mereka sediakan juga terbatas... setelah mencari ke beberapa toko akhirnya kami bisa membeli kue itu juga" jelas maira
"syukurlah kalau ada, kalau pun kalian tidak mendapatkannya tidak perlu pakai kue juga tidak apa-apa" sahut bu sekar
"ya tetap saja seperti ada yang kurang bu, oh iya bu untuk acara besok berapa yang harus aku kasih ke pengisi acara nya...?" tanya maira yang tidak tahu apa-apa.
"tidak usah besar-besar ra, lima puluh ribu saja... toh dia hanya memimpin doa saja"
"apa tidak apa-apa kita memberi nya segitu bu...?" tanya maira ragu
"tidak apa-apa ra, kan nanti dia juga makan dulu disini, sudah itu pulang nya juga membawa bingkisan"
ya sudah, nih bu uang nya untuk besok" kata maira yang langsung memberikan uang sebesar lima puluh ribu ketangan bu sekar. uang itu sisa membeli kue tadi.
setelah berbicara banyak dengan bu sekar maira pun segera pergi ke kamar dan menghampiri denis yang sedang berbaring.
"bukan nya sisa lima puluh ribu lagi ya..?" sahut denis yang kini sedang menatap maira
"tidak mas, yang lima puluh ribu aku kasih ke ibu untuk di berikakn ke orang ynag akan memimpin doa di acara besok" jelas maira dan itu membuat denis langsung terdiam
karena denis tidak berkata apapun lagi akhirnya maira memutuskan untuk segera keluar dari kamar dan memilih membantu bu sekar yang sedang sibuk di dapur.
besok pagi nya di rumah maira sudah mulai sibuk, amir dan pak soleh sedang menghias ruang tamu yang nanti siang akan di pakai untuk acara ulang tahun rere, sedangkan bu sekar sedang membungkus nasi kuning yang nanti nya akan di berikan kepada anak-anak yang datang.
setelah semua selesai mereka pun segera bersiap-siap, karena sebentar lagi tamu undangan akan segera datang. dan benar saja tepat jam sebelas siang anak-anak yang di undang sudah mulai berdatangan begitu pula para orang tua yang mengantar mereka.
rere tampak sangat senang ketika melihat banyak orang di rumah ini, dia mulai berjan kesana kesini menghampiri setiap anak yang datang. dan akhirnya acara pun di mulai.
__ADS_1
seorang wanita paruh baya yang memang di undang secara khusus oleh bu sekar pun mulai memimpin doa, dan setelah pembacaan doa selesai maira mengajak rere memotong kue dan setelah itu membagikan snack kepada anak-anak yang datang.
"terimakasih ya sudah datang" kata maira sambil tersenyum pada anak-anak ynag kini sedang antri untuk mendapatkan snack
setelah semua anak sudah mendapatkan snack mereka pun mulai meninggalkan rumah maira, sekarang tinggal keluarga maira saja yang tersisa disana. maira melihat banyaknya kado yang di dapat rere dari anak-anak itu.
sebelum membuka semua kado-kado itu mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
bu sekar segera menyiapkan nasi kuning yang di buat nya tadi pagi, semua orang pun mulai menikmati makanan mereka begitu juga maira.
sedangkan pak soleh lebih memilih menemani sang cucu yang saat ini ingin sekali makan kue ulang tahun nya, rere bertingkah sangat menggemaskan ketika makan kue ulang tahun itu membuat semua orang yang melihatnya ingin tertawa.
mulut rere penuh dengan kue ditanga nya juga sedang memegang potongan kue dan jangan lupakan mulut nya yang cemong-cemong karena coklat menempel di mulut nya.
sungguh ini adalah pemandangan terbaik yang pernah maira lihat, dia tidak menyangka Rere akan sebahagia itu.
"pelan-pelan saja makannya, tidak akan ada yanag mengambil kue itu dari kamu sayang" kata pak soleh sambil mengelap mulut rere
setelah selesai makan maira segera menghampiri pak soleh dan menggantikan nya menjajga rere, tidak lupa maira juga mencoba kue yang di beli nya itu.
"bagaimana rasanya...?" tanya denis yang saat itu baru saja lewat
"biasa saja, tapi untuk harga asegitu luamyaan lah" sahut miara.
setelah selesai makakn kue dan beristirahat sebebnatr maira pupn mulai membauka smeua kado yang di dapat nya hari ini, diantara banyak nya kado maira lebih bnayak mendapat kan sabun dan sampo tidak lupa juga tempat makan dan bando.
karena sabun dan tempat makan nya terlalu banyak akhirnya maira memberikan sebagian untuk bibi dan juga ibu nya.
__ADS_1
rere juga mendapat beberapa mainan yang lucu-lucu,dan ittu membuatnya sangat senang. maira segera emrapikan smeua kado yang di dapat hari ini terkecuali maianan yang memang sedangn di mainkan oleh rere.