Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
bab 27


__ADS_3

maira seperti kurang srek dengan orang yang di bicarakan oleh denis, apalagi ketika Denis mengatakan orang itu selalu melakukan ritual pengobatanya seorang diri di dalam kamar dan di lakukan tengah malam juga, maira tidak percaya karena mereka tidak melihat apa orang tersebut benar-benar membersihkan toko mereka dari hal gaib atau hanya pura-pura saja.


tapi denis sudah tidak bisa di ajak bicara, dia lebih percaya orang yang baru saja dia kenal di banding dengan maira.


"dan ini dia meminta kita untuk membaca ini sehabis sholat subuh, dan kita tidak perlu membaca doa apalagi selain doa ini" maira hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban


tapi dia sendiri tidak pernah membaca doa itu, dia selalu melapalkan doa yang selalu dia baca setelah sholat, entah kenapa ada perasaan ragu di hati maira. tidak seperti ketika dia meminta tolong pada yang lain.


dan pada saat itu juga maira memberitahukan tentang kehamilan nya kepada denis.


"mas ini" kata maira sambil menyerahkan alat tes kehamilan kepada Denis.


" apa ini...?" tanya denis tidak mengerti


"aku hamil..."


"apa kamu yakin...? tapi kenapa garis kedua nya masih belum jelas bahkan ini terlihat seperti hampir tidak bergaris dua"


"ya sudah nanti aku kirim pesan ke bidan yang ada di puskesmas" jawab maira sambil kembali mengambil tespek itu dari tangan denis.


kebetulan maira masih menyimpan nomor telepon bidan yang berjaga di puskesmas.


maira pun akhirnya mengiri pesan, setelah cukup lama akhirnya bidan itu pun membalas pesan maira.


"betul bu itu dua garis, dan artinya ibu positif hamil..." jawab bidan itu


"tapi ko garis keduanya samar ya bu...?" tanya maira memastikan


"itu bisa jadi karena usia kehamilan bu maira masih sangat muda"


setelah mendengar penjelasan dari bidan itu maira kembali menghampiri denis.


"mas..." panggil maira

__ADS_1


"bagaimana sudah kamu tanyakan kepada bidan itu...?" tanya denis ketika maira datang menghampirinya


"sudaha mas, dan kata bu bidan benar aku hamil.. dan soal garis kedua yang samar mungkin karena kehamilan ku masih sangat muda dan aku juga terlalu dini mengeceknya" jawab maira


"tapi kamu selalu rutin minum pil kb kan...?"


"iya aku minum mas, kamu sering lihat kan kalau setiap jam lima sore aku selalu minum pil kb itu"


"tapi kenapa bisa hamil padahal kamu rutin meminum pil itu"


"ya aku mana tahu mas, tapi yang pernah aku dengar ada juga ibu-ibu yang kejadian nya kaya aku gitu, dia sering meminum pil kb tapi hamil juga... tapi untuk lebih jelasnya nanti kita tanya saja ke bidan sekalian periksa" sahut maira


kehamilan kedua ini membuat maira tidak berdaya, dia tidak bisa melakukan apapun bahkan di usai kandungan nya yang baru memasuki usia satu bulan maira sudah merasakan tanda-tanda itu.


dia mudah sekali capek, nafsu makan menurun, kepalanya cepat sekali pusing dan satu lagi dia tidak suka dengan bau. entah itu bau dari masakan, uap nasi bahkan handbody dan juga minyak wangi.


dia akan terus muntah-muntah ketika mencium itu semua semenjak hamil anak kedua maira juga jarang sekali makan karena dia merasa tidak berselera.


setelah konsultasi dengan bidan ternyata itu adalah hal yang sangat normal di alami oleh ibiu-ibu hamil, bahkan sang bidan bercerita tentang kehamilam anak pertamanya yang hampir sama dengan maira, cuma beda nya bidan itu mau makan asal makannya di beli dari luar.


dia berpikir akan sangat sayang sekali kalau dia menghabiskan uang hanya utuk membeli susu hamil yang harga nya sangat mahal. bahkan yang seharusnya dia periksa kehamilan nya satu bulan sekali tidak dai lakukan.


selama hamil maira juga sangat jarang makan jadi badan nya sangat lemah, dan pada saat itu bang haikal menghubungi denis dan meminta mereka datang ke kota B. awalnya maira tidak ingin ikut karena dia sedang hamil tapi bang hailkal bilang mereka harus datang semua.


"kamu punya uang berapa...?" tanya Denis kepada maira


"kamu kan tahu mas aku sudah tidak punya uang"


"lalu bagaimana ini, bang haikal meminta kita kesana itu arti nya orang itu akan datang lagi..kemarin saja bang haikal memberi dia uang empat ratus ribu belum untuk ongkosnya karena dia tinggal di luar kota, belum lagi kita harus membeli beberapa barang yang nantinya di minta orang itu" kata denis setengah marah


"aku hanya punya uang simpanan seratus ribu saja mas tidak lebih" sahut maira sambil membuka dompetnya.


"kamu pinjam ke ibu atau amir gih sana" pinta denis

__ADS_1


"apa mereka punya uang, kamu tahu sendirikan amir baru saja membayar cicillan bank milik kita"


"ya kamu coba saja dulu siapa tahu mereka punya simpanan"


mau tidak mau akhirnya maira pun kerumah bu sekar.


"ada apa kamu kemari ra...?" tanya bu sekar yang melihat Maira datang.


"bu aku mau pinjam uang, kira-kira ibu punya simpanan nggak...?" tanya maira yang langsung mengutarakan maksud kedatanganya


"ibu punya uang dari mana sih ra, bapak kamu saja sudah lama tidak bekerja"


"ya kali gitu ibu punya simpanan aku pinjam dulu"


"emang untuk apa sih uang itu...?" tanya bu sekar penasaran


akhirnya maira pun menceritakan semuanya, dan setelah itu bu sekar masuk kedalam dan menyerahkan celengannya, yang sudah di pastikan isinya hampir kebanyakan koin.


"ibu hanya punya ini dan ibu juga tidak tahu berapa isi nya, kamu hitung saja sendiri"


maira menerima celengan bu sekar dan membukanya, setelah itu maira pun mulai menghitung nya


"ada dua ratus lima puluh ribu bu semuanya" kata maira yang baru saja selesai menghitung


"ya sudah kamu ambil saja tapi ingat nanti di kembalikan"


"iya bu nanti aku ganti"


maira pun segera pulang dan meminta denis menukarkan uang koin itu ke warung atau mini market. setelah semua uang sudah di tukar mereka bertiga pun segera pergi ke kota B, sepanjang perjalanan maira merasa kurang enak badan.


kepalanya juga sangat pusing sekali, bahkan dia meminta denis untuk berhenti beberapa kali karena kepalanya sangat sakit.


dan benar saja di tengah perjalanan maira hampir saja terjatuh dari motor karena ingin pingsan, untung saja denis dengan cepat menarik tubuh mara sehingga dia tidak jadi terjatuh ke jalan beraspal.

__ADS_1


dan untung nya keadaan jalan sedang agak padat jadi denis harus membawa motor dengan pelan-pelan. para pedagang yang berada di pinggir jalan yang melihat kejadian itu pun segera menghampiri denis dan maira.


__ADS_2