Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
bab 26


__ADS_3

sampai suatu hari ada seseorang yang bisa melihat hal-hal gaib datang.


"paman melihat kalau toko kalian ini ada yang jail, dia sengaja ingin kalian hancur" kata orang itu sambil terus melihat-lihat toko maira.


"masa paman,...?" tanya maira yang percaya tidak percaya dengan orang itu


"iya paman bisa merasakannya, kalau kalian tidak percaya bisa bertanya ke yang lainnya" kata orang itu.


maira pun segera memberi tahu hal ini kepada denis.


"kamu yakin orang itu bisa di percaya...?" tanya denis ketika maira baru saja selesai bercerita.


"itu dia masalahnya, aku tahu paman itu orang pintar tapi terkadang dia juga menipu orang dengan mengatakan ini dan perlu ini untuk pengobatannnya tapi nyatanya tidak dia kerjakan" kata maira yang sudah tahu betul bagaimana orang itu bekerja, karena sudah banyak tetangga nya yang meminta tolong kepada orang itu tapi malah dia tipu.


"kalau begitu kita jangan meminta bantuan dia tapi orang lain saja, mungkin omongan dia ada benarnya juga.. biar nanti mas bicara dengan ayah mungkin dia tahu dimana orang pintar selain dia" kata denins


setelah itu tidak lama Denis pun berbicara dengan pak saleh dan ternyata benar pak saleh tahu tempat orang pintar yang biasa mengobati hal gaib seperti ini.


dan mereka pun memutuskan untuk bertanya ke orang itu dan biasanya yang pergi hanya denis dan juga pak saleh saja. setelah cukup lama mereka terus saja mendatangi orang itu maira juga sempat beberapa kali di bawa kesana katanya agar tubuh maira juga di bersihkan dari hal-hal yang negatif.


dan benar saja setelah berobat dari orang itu toko maira pun sedikit mendapat kemajuan, walaupun masih jauh dari penghasilan mereka sebelumnya tapi itu sudah jauh lebih baik.


tapi sayang setiap hari pendapatan mereka seperti sudah diatur saja, setiap hari toko maira hanya menghasailkan sejumlah dua ratus ribu saja, dan itu pun harus maira bagi-bagi agar bisa kembali berbelanja dan juga untuk kebutuhan yang lainnya.


sedangkan cicilan ke bank sudah tidak mereka pikirkan lagi karena keuangan mereka yang sangat tidak memungkinkan.

__ADS_1


pihak bank beberapa kali memanggil mereka untuk datang, dan denis selalu memenuhi panggilan itu bahkan ketika denis harus kembali kota B maira lah yang datang ke bank untuk memenuhi panggilan.


dengan berbagai macam alasan mereka berikan karena memang saat ini mereka tidak memiliki uang sama sekali untuk membayar cicilan itu, bahkan denis juga sudah beberapa kali meminjam kepada saudaranya hanya untuk menutupi hutang mereka ke bank.


tapi namanya juga saudara tidak setiap kali kita meminta pertolongan mereka ikut membantu, terkadang amir juga ikut membantu maira dan juga denis hanya untuk membayar cicilan ke bank, walaupun sebenarnya maira sangat malu dengan istri amir tapi dia tidak tahu harus pergi kemana lagi selain meminta pertolongan kepada amir.


setelah sekian lama selalu datang ke tempat orang yang mengobati toko maira mereka pun mencari tempat lainnya yang akan kembali memperbaiki keadaan toko mereka itu, sudah beberapa orang mereka datangi tapi hasil nya sama saja, warung mereka tidak kembali seperti sedia kala.


dan pada saat keadaan toko mereka terpuruk seperti ini maira malah di nyatakan hamil anak kedua, padahal mereka sebelumnya tidak merencanakan tentang kehamilan yang kedua ini, maira juga selalu rutin meminum pil kb milik nya, tapi hari itu dia merasa ada yang berubah di dalam dirinya, tepat saat denis pamit akan pergi ke kota B maira pun segera pergi ke apotek dan membeli alat tes kehamilan.


dengan ragu maira mulai membuka hasil nya dan benar saja benda itu menujukan garis dua, satu garis dengan garis yang tebak dan satu garis lagi masih sangat samar, karena menurut perhitungan maira kehamilannya ini belum masuk usia satu bulan.


dia sangat binggung antara memberi tahu denis terlebih dahulu atau memberi tahu orang tua nya, hari itu karena Denis sedang berada di kota B jadi maira pun berbicara dengan bu sekar terlebih dahulu.


"bu seperti nya aku kembali hamil..." kata maira memberi tahu bu sekra.


"sudah berapa bulan...?" tanya bu sekar sambil menghentikan kegiatannya.


""mungkin belum satu bulan, karena bulan kemarin aku masih halangan" sahut maira


"Denis sudah tahu tentang ini...?" tanya bu sekar lagi


maira terdiam, sejujurnya denis masih belum tahu kabar tentang kehamilannya ini tapi dia tidak mungkin berkata yang sebenarnya kepada sang ibu.


"sudah bu, sebelum berangkat ke kota B aku sudah memberi tahunya" jawab sekar pada akhirnya

__ADS_1


"gugurkan..." kata abu sekar


"tapi kenapa bu, kasihan dia..."


"ibu tidak msalah kalau kamu ingin memliki anak lagi tapi kamu lihat rere dia masih sangat kecil, kalau rere sudah sekolah sd kelas dua atau tiga baru kamu bisa hamil lagi... lagi pula lihat keadaan kamu sekarang ini bagaimana..." jawab bu sekar yang terlihat sangat marah


memang usia rere saat ini sudah masuk ke tahun ke empat, tapi maira belum menyekolahkan nya dengan alasan takut terlalu lama dan rere menjadi bosan nantinnya.


"tapi aku tidak mungkin menggugurkan kandungan ku ini, apa nanti kata mas denis...?"


"kandungan kamu belum ada satu bulan, belum ada nyawanya, masih segumpal darah saja.. dan kalau denis bertanya bilang saja kalau kamu itu keguguran"


"kita lihat saja nanti" kata maira pada akhirnya


jujur saja dalam hati maira sangat tidak tega kalau harus menggugurkan kandungannya ini, dia sering membaca buku tentang resiko menggugurkan kandungan dan dia sangat takut akan hal itu.


akhirnya maira pun memutuskan untuk mempertahankan kandungan nya walaupun keadaan ekonomi mereka sedang sangat sulit seperti sekarang ini.


dan sedangkan denis yang harus kembali ke kota B karena ada sebuah keperluan, tanpa sepengetahuan maira denis menceritakan masalah tokonya kepada salah satu saudara nya, dan tanpa sepengetahuan maira juga denis tenyata disana sudah berkonsultasi dengan orang itu.


sepulang denis dari kota B dia membawa beberapa makanan yang tidak pernah dia bawa sebelumnya.


" dari mana kamu mendapatkan ini mas...?" tanya maira ketika denis baru saja pulang dari kota B dan mengeluarkan semua barang-barang yang di bawanya.


"jadi begini, kemarin ada salah satu teman bang haikal datang dan ternyata dia bisa mengobati hal-hal gaib seperti itu, setelah dia lihat ternyata benar toko kita ada yang menjahili, dan atas saran bang haikal akhirnya mas pun berkonsultasi dengan dia..."

__ADS_1


"lalu...?" tanya maira yang masih penasaran


"lalu dia menyuruh mas membeli ini semua, karena mas tidak memiliki uang jadinya mas Haikal yang bayar semua ini.. orang itu bilang kita semua harus memakannya sampai habis..." lanjut denis


__ADS_2