
"sudah kamu tidak perlu banyak bicara, ini kamu pegang uang segini dan itu harus cukup untuk hari raya dan juga nanti ketika kita pergi ke kota A. dan satu lagi kamu tidak perlu memasak banyak untuk besok, kamu juga tidak perlu membuat ketupat karena mbak yuli akan memasak banyak dan memberi kita beberapa, mas kira itu cukup lah untuk kita berdua."
maira yang mendengar penjelasan denis pun hanya bisa mengiyakan saja, toh lagi pula dia tidak bisa dan tidak tahu cara nya membuat ketupat seperti apa dan bagaimana.
setelah menerima uang dari denis, mereka pun langsung bergegas pergi menuju pasar dadakan yang memang hanya buka saat ramadhan saja, menurut denis barang-barang di sana di jual sangat murah dan juga banyak pilihan.
sesampainya di sana benar saja pasar itu sangat ramai, banyak penjual yang menjajakan dagangan nya di sana, dari kebutuhan rumah tangga, camilan baju dan aksesories yang lain nya, maira terus saja melihat-lihat semua barang yang ada di sepanjang jalan itu.
pertama yang dia cari adalah baju dan sepatu untuk rere, setelah itu baru untuk dirinya. banyak baju yang bagus-bagus dan maira sangat senang tapi tidak dengan denis dia lebih rewel memilih baju untuk rere, ada baju yang denis suka tapi harga nya yang tidak cocok karena tidak bisa di tawar sama sekali.
maira juga sempat melewati toko baju yang sangat penuh dengan pembeli, karena penasaran maira pun melihat ke toko itu.
"toko apa ini kenapa ramai sekali....?" tanya maira
"ini toko baju bekas tapi masih bagus kondisi nya, harga nya juga sangat murah kamu lihat saja barangkali ada baju yang cocok untuk kamu" kata denis sambil mengambil alih rere dari tangan maira
karena penasaran maira pun melihat-lihat toko baju itu, toko ini tidak seperti toko baju pada umum nya yang menggantung baju-baju dagangan mereka dengan rapi, di sini mereka menumpuk semua baju-baju itu di atas meja yang sangat besar dan orang-orang yang datang mulai berkerumun di sekeliling meja itu.
maira pun mengambil salah satu baju yang ada disana dia melihat model dan juga warna nya yang sudah sangat usang dan ke tinggalan jaman, tapi jika kita beruntung kita bisa menemukan baju dengan kondisi yang masih bagus.
__ADS_1
karena tidak tertarik akhirnya maira kembali meletakan baju itu dan berjalan ke arah luar toko.
"bagaimana apa ada yang cocok...?" tanya denis ketika melihat maira
"tidak mas"
"padahal kalau kamu mau memilih disini pasti menemukan baju yang bagus untuk kamu, selain harga nya yang murah orang-orang dari kalangan atas juga terkadang membeli baju disini dan mencuci nya lagi"
maira yang sangat malas mendengar omongan denis lebih memilih kembali melanjutkan perjalanan nya, apalagi dia belum mendapat satu potong baju pun untuk rere. setelah cukup lama berputar-putar akhirnya maira mendapat apa yang dia cari.
maira membeli dua pasang baju untuk rere setelah itu dia pun mulai mencari baju untuk nya juga, maira terus saja berkeliling dan membeli beberapa barang yang memang sangat di butuhkan nya saat ini, walaupun dia harus berpikir dulu saat membeli nya karena takut uang nya tidak cukup.
sore pun tiba, maira sudah selesai membeli barang-barang yang di butuhkan nya untuk hari raya karena hari sudah sore dan sebentar lagi akan masuk waktu berbuka puasa akhirnya denis memutuskan agar mereka berbuka puasa dulu di jalan.
setelah cukup lama memilih akhirnya mereka selesai memesan makanan juga, denis segera mencari tempat untuk mereka makan karena disini sangat ramai sedangkan maira berjalan ke arah kasir untuk membayar makanan nya.
ya di mall ini kita akan berkeliling di setiap stan makanan yang ada lalu kita memilih makanan yang ingin kita makan, setelah itu kita akan di beri nomer antrian dengan nama kedai mereka agar memudahkan para pelayan mengantarkan makanan nya, setelah mendapatkan nomer itu kita harus segera membayar nya ke kasir.
jadi di saat pelayan itu datang mengantar makanan ke meja kita dia juga sekalian ambil struk pembayaran yang memang sudah di siapkan sebelum nya.
__ADS_1
setelah maira membayar semua makanan nya dia mulai mencari keberadaan denis yang mungkin akan sulit di temukan, apalagi tempat makan ini menyatu dengan tempat game sehingga banyak sekali orang berlalu lalang. setelah cukup lama mencari akhirnya dia menemukan denis yang ternyata duduk di bagian depan kedai makanan, tentu saja alasan nya karena agar dia lebih mudah merokok.
karena di dalam di larang merokok, maira pun segera menghampiri denis dan duduk di depan nya, sambil menunggu pesanan nya datang maira mulai menghitung semua belanjaan yang dia beli hari ini, termasuk makanan yang sekarang sedang mereka pesan.
"mas belanja hari ini habis enam ratus lima puluh tiga ribu" kata maira memberi laporan
"tapi hitungan mas enam ratus lima puluh saja" jawab denis tanpa melihat ke arah maira
ya denis memang selalu seperti itu, jika pergi dengan nya dia akan menghitung sendiri jumlah uang yang di keluarkan ketika berbelanja, jika hitungan dia dan maira berbeda dia akan menanyakan nya lagi dan ini yang membuat maira pusing, terkadang dia suka lupa atau ada uang yang terjatuh.
"tidak mas yang benar enam ratus lima puluh tiga ribu" ulang maira
"lalu yang tiga ribu itu kamu beli apa...?" tanya denis
"tadi aku bayar parkir motor di bawah tiga ribu" sahut maira yang masih mengingat kemana uang itu pergi nya.
setelah mendengar jawaban maira Denis pun terdiam. tidak lama makanan mereka pun tiba bertepatan dengan waktu berbuka puasa, setelah selesai makan dan beristiarahat sejenak mereka pun mulai meninggalkan area mall ini.
karena besok idhul fitri jalan pun sangat padat, sedangkan maira belum sempat membuat sayur atau yang lain nya, sesampai nya di rumah maira langsumg menidurkan rere setelah rere tertidur dia pun mulai ke dapur untuk memasak sayur untuk besok pagi.
__ADS_1
sampai jam sebelas malam maira baru saja selesai dengan masakan nya, dia sangat lelah sekali hari ini, untung saja rere tidak rewel jadi dia bisa dengan cepat menyelesaikan semua masakan nya, sedangkan denis jangan di tanya lagi, dia sudah tidur menyusul rere tidak lama setelah mereka datang.
setelah menyelesaikan semua nya maira pun segera tidur karena besok dia harus bangun lebih pagi untuk mempersiapkan semuanya.