Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
bab 12


__ADS_3

setelah membayar nya maira segera pergi dari sana dan menghampiri denis yang kini sedang berada di parkiran bersama rere, denis yang melihat maira datang langsung mengalihkan tatapan nya kepada kantong belanjaan maira yang besar dan juga terlihat berat.


sesampainya di depan denis maira menyimpan belanjaan yang sejak tadi di bawa nya di bawah dan dia segera mengambil alih rere yang sejak tadi di gendong denis, setelah rere di gendong maira denis pun mulai mengangkat kantong belanjaan maira.


"kamu beli apa saja kenapa banyak sekali...?" tanya denis ketika merasa belanjaan istri nya itu sangat banyak


"kebutuhan rere dan juga kita mas, kamu tahu kan perlengkapan mandi kita sudah habis seperti sampo, odol dan juga sabun belum lagi sabun cuci piring dan deterjen, sekalian aku juga membeli makanan kaleng dan juga mie untuk kita nanti" jawab maira walaupun saat ini hati nya sedang merasa takut kepada denis, dia takut denis marah dan benar saja hal itu terjadi.


"kenapa kamu membeli hal yang tidak penting, kan bisa kita beli nanti semua nya ini sekarang yang lebih penting kebutuhan rere saja dulu" tegur denis


"tapi kan mas itu juga penting, kalau aku tidak membeli deterjen atau pun kebutuhan yang lain sekarang bagaimana aku akan mencuci, lagi pula sampo, odol dan juga sabun kamu juga ikut pakai" sahut maira sambil naik ke atas motor.


"ya tapi kan kita bisa membeli nya di warung saja, dan bisa nanti tidak perlu disini"


"tapi kan mas kalau disini ada harga diskon untuk beberapa barang, lagi pula tadi aku sengaja beli banyak agar bisa dapat diskon untuk minyak goreng, kamu tahu kan minyak goreng juga sudah habis" tambah maira


denis pun akhirnya diam, walaupun dia tahu sebenar nya denis belum puas dan maira yakin denis akan melanjutkan pembicaraan nya ini sesampai nya di rumah nanti. maira juga sengaja tidak melanjutkan pembicaraan ini karena dia tahu semua ini tidak akan ada habis nya.

__ADS_1


benar saja dugaan maira, sesampainya di rumah denis kembali melanjutkan pembicaraan yang tertunda tadi.


"berapa total semua belanjaan kamu ini....?" tanya denis ketika mereka baru saja masuk kedalam rumah


"dua ratus sembilan puluh" jawab maira sambil menyerahkan struk belanjaan yang dia dapat tadi


denis mengambil struk itu dan mulai melihat nya satu persatu, sedangkan maira langsung pergi ke kamar untuk menidurkan rere karena ini sudah waktunya rere tidur, maira juga sudah berencana tidak akan keluar kamar sampai rere bangun. dia akan berpura-pura tidur agar denis tidak membahas masalah belanjaan nya lagi.


setelah selesai membaca dan melihat struk belanjaan istri nya denis pun masuk kedalam kamar tapi dia melihat rere dan maira sudah tertidur, jadi dia memutuskan untuk pergi ke rumah mbak yuli untuk melihat kondisi ibu nya.


maira yang mendengar kepergian denis dan dia merasa sangat bersyukur, untung tadi dia berpura-pura tidur kalau tidak pasti sudah habis dia di ceramahi oleh denis lagi. maira pun kembali tertidur dia ingin beristirahat sejenak dari semua masalah dan juga pikiran nya yang saat ini semakin kacau.


setiap hari denis akan bangun siang dan langsung pergi ke rumah mbak yuli untuk membantu kakak nya itu sedangkan maira harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah sambil mengurus rere, denis tidak pernah membantu nya sama sekali, tapi ketika maira bertanya soal denis yang sudah tidak pernah bekerja lagi maira lah yang akan di salahkan.


denis selalu berkata kalau misalnya dia bekerja keluar dan lebih lama menghabiskan waktu di luar siapa yang akan membantu maira menjaga rere nanti nya, sedangkan rere termasuk anak yang sangat rewel tapi kenyataan nya denis tidak membantu nya sama sekali, dia hanya akan menghabiskan waktu di rumah mbak yuli untuk menemani sang ibu yang masih terbaring sakit.


denis akan mengambil rere ketika maira sudah selesai dengan semua pekerjaan nya, dan itu membuat maira semakin tidak nyaman berada di sana. apalagi sekarang ini sang kakek yang juga tinggal di kota ynga sama dengan maira belum lama ini meninggal dunia, maira seperti tidak memiliki siapa-siapa di kota ini apalagi sikap denis yang mulai berubah.

__ADS_1


tidak terasa idhul fitri akan segera datang, tahun ini rencana nya maira akan merayakan idhul fitri di rumah sang mertua dan setelah hari ke tiga baru dia kan kembali ke kota A selama satu minggu lama nya, dan itu membuat maira merasa sangat senang dan juga sedih.


dia merasa senang karena sebentar lagi bisa bertemu dengan keluarga nya yang sudah beberapa bulan ini tidak dia kunjungi paling hanya sekedar bertukar kabar lewat telepon saja dan sedih nya idhul fitri tahun sekarang dia sedang berada di masa di mana dia sedang serba kekurangan.


dia juga tidak mungkin mengatakan masalahnya ini kepada keluarga nya disana, apa yang akan di katakan oleh ibu nya jika dia mengetahui keadaan maira saat ini.


maira melihat denis baru saja kembali dari rumah mbak yuli setelah sejak pagi dia berada disana, dengan ragu maira pun menghampiri denis yang kini sedang duduk sambil bermain dengan ponsel nya, entah apa yang di lakukan denis setiap kali bermain ponsel. yang maira tahu denis tidak pernah berkirim pesan atau bermain game di ponsel nya itu.


tapi dia akan betah berlama-lama bermain dengan ponsel tanpa perduli dengan yang lain nya termasuk rere yang kini sudah mulai berjalan dan membuat seisi rumah berantakan. terkadang denis selalu tidak ingin melihat rumah berantakan tapi namanya juga ada anak kecil di rumah pasti rumah akan selalu berantakan walaupun berapa kali maira merapikan nya.


maira menghampiri denis dan duduk di lantai bersama rere yang sedang bermain, dia pun mulai berpikir apa yang harus dia katakan pada suaminya itu.


"mas" panggil maira


"hmmmmmm" sahut denis tanpa melihat ke arah maira sama sekali, mata nya terus saja pokus kepada ponsel yang ada di tangan nya.


"mas, sebentar lagi hari raya, apa kamu tidak bekerja...?" tanya maira hati-hati

__ADS_1


denis pun meletakan ponsel nya di meja dan menatap maira dalam-dalam dan itu membuat maira takut.


"kamu tahu kan mas sudah tidak bekerja lagi dimana pun dan itu semua gara-gara kamu, mas harus membantu mengurus rere setiap hari dan itu mas lakukan demi kamu agar kamu juga tidak kerepotan, lagi pula setiap bulan mas selalu memberi kamu uang belanja walaupun tidak besar" jawab denis sambil mata nya tidak henti menatap maira.


__ADS_2