Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
bab 15


__ADS_3

pagi pun datang, maira sudah bangun lebih awal dan dia juga sudah menyelesaikan pekerjaan rumah nya tinggal membangun kan denis dan juga rere yang masih terlelap.


"mas bangun sudah pagi" kata maira sambil menguncang tubuh denis dengan pelan, cukup lama maira membangun kan denis tapi denis tak kunjung bangun juga, dan itu membuat maira sangat kesal dengan denis. semenjak tidak bekerja lagi denis sangat susah sekali bangun pagi, apalagi ketika maira membangunkan nya sholat subuh pasti butuh perjuangan dan kesabaran ekstra.


"mas bangun iiih.... nanti kamu terlambat sholat idh" kata maira yang terus berusaha membangunkan denis


setelah setengah jam barulah denis bangun.


"jam berapa sekarang...?" tanya denis


"jam setetnagh enam lewat" sahut maira


denis yang mendengar perkataan maira langsung bangun dan segera bergegas ke kamar mandi, denis termasuk orang yang senang berlama-lama berada di kamar mandi, dia bisa menghabiskan waktu selama satu jam terkadang lebih, maira terkadang merasa sangat kesal dengan kebiasaan denis yang satu ini, bahkan keluarga maira yang berada di kota A juga sempat kesal di buat nya.


bu Sekar pernah bilang kalau denis jangan di biasakan berada di kamar mandi lama-lama tapi ya nama nya juga denis dia hanya akan menjawab 'itu karena dia sudah menganggap rumah maira adalah rumah nya makanya berani berlama-lama berada di kamar mandi,' sungguh jawaban yang tidak masuk akal.


setelah hampir satu jam denis berada di kamar mandi akhirnya dia keluar juga, maira yang melihat itu langsung menegur denis.


"sudah tahu bangun siang ke airnya bukan cepat-cepat" kata maira


"memang nya kenapa toh mas tidak merugikan kamu" jawab denis ketus


"bukan masalah merugikan aku atau tidak tapi ya kamu lihat situasi lah mas, kamu kan sejak tadi belum sholat subuh belum bersiap-siap untuk pergi ke masjid, apalagi kamu kan paling lama saat bersiap-saip" jawab maira


bukan nya menjawab maira Denis langsung masuk kedalam kamar dan segera bersiap-siap, sedangkan maira saat ini sedang memandikan rere yang baru saja bangun.


"ra, kamu tidak ikut ke masjid...?" tanya denis ketika melihat maira baru saja keluar dari kamar mandi


"tidak mas, aku di rumah saja.." jawab maira


setelah mendengar jawaban dari maira denis pun segera pergi ke masjid karena dia hampir saja kesiangan.

__ADS_1


setelah kepergian denis maira segera menutup pintu dan mulai mendandani rere, setelah itu dia pun mulai menyuapi rere.


tepat jam delapan pagi Denis sudah kembali dan maira juga baru saja selesai menidurkan rere kembali, rere memang sangat suka tidur, setelah mandi dan makan dia akan kembali tidur dan bangun agak siang.


"assalamualaikum" salam Denis ketika baru saja masuk k dalam rumah.


"waalaikumsalam" jawab maira yang keluar dari arah kamar.


maira yang melihat ke datangan denis langsung mencium tangan denis.


"rere mana...?" tanya denis ketika melihat maira keluar tanpa membawa sang putri bersama nya


"rere tidur mas, biasa kalau dia sudah mandi dan makan pasti langsung kembali tidur" jawab maira


"ya sudah kita tinggal saja dia disini, ayo kita ke rumah mbak yuli mamah pasti sudah menunggu kita disana" ajak denis


maira pun mengecek keadaan rere terlebih dahulu sebelum meninggalkan nya, setelah memastikan semua nya aman barulah dia mulai mengikuti denis dari arah belakang, sesampai nya di rumah yuli maira dapat melihat sang ibu mertua sedang duduk di sofa katanya agar para tamu yang datang tidak perlu masuk ke dalam kamar sang ibu mertua.


"mana rere...?" tanya Mbak yuli ketika melihat maira tidak membawa rere bersama nya


"rere sedang tidur Mbak jadi kami tinggal" jawab maira


setelah bersalaman dengan yuli dan keluarga nya maira dan denis pun mulai masuk ke ruang keluarga di mana sang ibu mertua sedang duduk sambil tersenyum kearah mereka berdua.


"mah denis minta maaf ya kalau selama ini denis banyak salah sama mamah, belum bisa membuat mamah bahagia" kata denis sambil mencium tangan dan juga memeluk tubuh renta sang ibu.


"iya nis, mamah juga minta maaf karena selama ini sudah merepotkan kamu dan yang lainnya" sahut nya


setelah denis kini giliran maira yang meminta maaf kepada sang ibu mertua dan lagi-lagi yang di tanya kan adalah sang cucu kesayangan nya.


"makan dulu nis, ra" kata mbak yuli yang tiba-tiba datang dari arah depan

__ADS_1


"iya mbak nanti saja" jawab maira


"mas aku pulang duluan ya, takut rere bangun" pamit maira kepada denis.


"ya sudah mas disini dulu, mungkin mas juga akan makan disini" jawab denis


"ya sudah kalau begitu, mah ira pulang dulu ya, nanti kesini lagi kalau rere sudah bangun" pamit maira kepada bu erni


"iya ra, kasihan rere sendirian di rumah" sahut sang ibu mertua


setelah berpamitan maira pun segera kembali ke rumah, sebenarnya maira sangat malas berlama-lama berada di sekitar rumah yuli, bukan karena apa-apa tapi sikap yuli dan keluarga denis yang lain mulai berubah setelah maira selesai melahirkan dan kembali lagi ke rumah ini.


mereka kini lebih acuh tak acuh terhadap maira, dan itu membuat maira sangat tidak nyaman. sesampainya di rumah maira segera masuk ke dalam kamar dan melihat keadaan rere yang ternyata masih tertidur.


karena rere masih tidur maira pun memutuskan makan terlebih dahulu karena jika rere sudah bangun dia akan kesulitan dan benar saja, baru saja maira selesai makan rere terbangun dan menangis.


"mamah di sini sayang" sahut maira yang langsung menghampiri rere yang kini sedang duduk di tepi tempat tidur.


karena rere sudah bangun maira sengaja tidak buru-buru kembali kerumah yuli, dia akan menunggu saudara-saudara denis yang lain datang terlebih dahulu.


tepat jam sepuluh pagi seluruh keluarga Denis mulai berkumpul termasuk kakak denis yang tinggal di luar kota.


"rere sekarang sudah besar ya..." kata desi yang tidak lain adalah kakak denis yang tinggal di kota C.


"sudah mbak, dia juga sudah mulai berjalan" jawab maira


saat ini hanya desi yang menganggap maira sebagai bagian dari keluarga denis.


cukup lama mereka mengobrol bahkan anak-anak desi juga lebih memilih bermain di rumah maira bersama rere di banding di rumah yuli.


denis juga tampak mengobrol dengan saudara-saudara nya yang lain, mereka terlihat seperti sedang membicarakan hal yang sangat serius, dari yang maira dengar sepertinya sang ibu mertua ingin menjual salah satu tanah nya untuk biaya berobat dan juga yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2