
pagi pun tiba, orang yang akan mengobati maira dan juga Denis sudah bangun. setelah sholat subuh dia meminta denis membeli air galon dan menyimpannya di dalam kamar mandi.
denis pun menurut saja, padahal semalam orang itu juga meminta denis untuk membeli beberapa barang yang pagi ini harus di makan oleh denis dan juga maira.
tidak lama denis pun datang dengan membawa segalon air yang baru saja dia beli.
" ini bah..." kata denis sambil meletakan air galon itu di samping kursi
"kamu taruh saja di kamar mandi," perintah orang itu
denis pun segera mengangkat kembali galon itu dan menaruh nya di kamar mandi, setelah itu orang itu pun mengikuti denis dari arah belakang. denis sudah kembali lagi tapi orang itu masih belum keluar juga dari kamar mandi.
karena hari masih sangat pagi maira dan rere pun belum mandi, apalagi sejak tadi pagi kamar mandi selalu saja penuh.
"kalian sekarang bisa mandi dan ingat satu galon itu kalian bagi tiga, pertama kalian mandi pakai air biasa saja dulu setelah itu baru pakai air itu." jelas nya
yang pertama mandi adalah denis, seperti biasa denis selalu mandi paling lama, entah itu di rumah sendiri, orang tua maira atau pun di rumah saudaranya.
setelah menunggu hampir satu jam akhirnya denis keluar juga dari dalam kamar mandi.
"ra sana kamu mandi dulu, air nya sudah mas tumpahkan ke dalam ember" kata Denis.
maira pun segera masuk ke dalam kamar mandi bersama rere, dia pun mulai mandi dengan air biasa lalu setelah itu di bilas lagi dengan air yang sudah ada di dalam ember.
"bagaimana rasanya...?" tanya orang yang di panggil abah itu kepada maira.
"biasa saja" jawab maira apa adanya
"apa tidak ada rasa panas di dalam tubuh kamu atau pun perasaan apa pun itu...?" tanya nya lagi
__ADS_1
"tidak ada, tapi apa air itu aman untuk janin yang sedang aku kandung..?" tanya maira yang memang sejak tadi mengkhawatirkan keadaan kehamilannya.
"tidak masalah, inikan hanya di pakai di luar saja.. tidak akan berpengaruh apa-apa dengan kandungan kamu"
setelah selesai mandi maira dan rere pun duduk di sofa dan tepat di hadapannya adalah orang itu.
dia terus saja memperhatikan maira dengan tatapan yang membuat maira merasa sangat risih. jujur saja maira sangat tidak suka dengan orang yang kini berada di hadapannya.
setelah selesai sarapan orang itu pun pamit untuk pulang dan ada perasaan lega di hati maira, itu karena siang ini juga dia akan kembali ke kota A dan juga laki-laki yang terus manatapnya sudah pulang.
"lain kali kalau kamu bertemu dia lagi jangan beri sedikit, dia itu datang dari jauh" kata sri kepada denis yang baru saja datang setelah selesai mengantarkan orang itu ke terminal.
"ya kan mbak tahu sendiri aku tidak memiliki uang sama sekali, usaha ku saja tidak berjalan dengan lancar" sahut denis pada akhirnya
maira pun berpikir di dalam hati kalau sri itu terlalu memaksakan keinginannya tanpa dia mau tahu keadaan saudaranya yang kini sedang kesusahan.
"mas kita jadi pulangkan...?" tanya maira setelah denis dan sri tidak berbicara lagi
"sudah semua mas, kita tinggal berangkat saja"
"ya sudah mas mau merokok dulu nanti setelah selesai baru kita akan pulang"
sedangkan sri dan haikal masih saja membahas tetang uang yang Denis kasih kepada orang yang sudah menolong Denis tadi.
mereka masih tidak terima kalau denis memberi uang yang sangat sedikit kepada orang itu, maira hanya bisa diam saja mendengarkan pembicaraan mereka tanpa mau menimpali, dia takut nanti malah menjadi masalah.
setelah selesai merokok mereka semua pun mulai berpamitan kepada sri dan juga haikal, dan denis pun segera meninggalkan rumah itu.
sepanjang perjalanan denis membawa motor dengan sangat hati-hati dia tidak ingin kalau maira nanti nya akan pingsan lagi seperti saat mereka akan berangkat kemarin.
__ADS_1
"kalau kamu merasa pusing atau sudah tidak kuat kamu bilang saja kita akan berhenti dulu" kata denis saat jalan sedikit lebih padat
"iya mas nanti aku akan bilang"
sudah hampir sampai tapi maira masih belum meminta untuk beristirahat, apalagi rere juga sedang tidur. tapi sejak tadi dia sudah tidak tahan dan kepalanya juga sangat pusing sekali.
"mas kepalaku sangat pusing, bisa tidak kita berhenti dulu sebentar" kata maira
"tapi ini tanggung, kamu masih bisa menahannya kan sebentar saja, nanti setelah sampai di mini market kita akan berhenti sambil membeli minuman dan juga cemilan" sahut denis
"baiklah mas, tapi bawa motor nya jangan terlalu pelan agar kita segera sampai di minimarket"
"iya, kamu pegangan saja"
maira pun menurut kepada denis dan mulai berpegangan sedangkan sebelah tangan nya masih menopang kepala rere yang masih terlelap di dalam mimpi indahnya.
sesampainya di minimarket maira langsung turun dan segera duduk di kursi yang memang di sediakan oleh pihak minimarket itu sendiri, sedangkan denis dan rere masuk kedalam untuk membeli beberapa camilan dan juga minuman untuk mereka bertiga.
"nih kamu minum dulu, biar lebih seger" kata denis sambil memberikan satu botol minuman rasa jeruk.
maira pun segera meminum minuman itu, jujur saja dia sudah sangat kehausan, dan tadi saat di rumah sri dia lupa mengisi botol air minumnya.
"apa kamu sudah merasa baikan...?" tanya denis
"ya, sebaiknya kita berangkat sekarang saja mas, takut keburu hujan juga" kata maira yang melihat langit sudah sangat mendung
"ya sudah ayo kita berangkat sekarang"
tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga di rumah mereka setelah membuka pintu maira langsung saja masuk kedalam kamar, dia ingin beristirahat karena rasa lelah dan juga sakit kepala yang sejak tadi tidak mau hilang.
__ADS_1
rere sedang bermain sendiri sedangkan denis lebih memilih tidur-tiduran di atas sofa tanpa perduli dengan rere.