
sudah dua hari ini maira tinggal di rumah orang tua nya, denis juga sudah melihat rumah yang akan di beli nya nanti dan dia merasa sangat cocok dengan rumah itu apalagi lokasi rumah nya yang berada di pinggir jalan memudahkan dia untuk membuka usaha nantinya.
harga pun sudah deal jadi kini denis hanya tinggal menunggu proses surat-surat nya saja selesai, denis juga berencana akan merenovasi rumah itu agar lebih nyaman dan terlihat lebih luas, banyak yang harus di bereskan karena itu rumah dengan bangunan lama jadi denis harus benar-benar merenovasi nya.
uang yang denis dapat pun di pakai untuk membeli rumah dan juga merenovasi rumah itu, tidak lupa dia juga membeli beberapa barang elektronik untuk nantinya di pakai di rumah baru karena nanti dia tidak membawa barang-barang elektronik itu dari kota B.
selama beberapa bulan merenovasi rumah itu akhirnya kini rumah itu selesai juga, sudah banyak uang yang di keluarkan oleh denis dan kini uang nya hanya tersisa sedikit saja,itu pun harus dia sisihkan untuk modal membuka usaha dan juga untuk kebutuhan sehari-hari.
apalagi selama di kota A denis tidak bekerja sama sekali, tapi sampai saat ini denis dan maira belum tahu mau membuka usaha apa.
disaat keluarga maira sedang berkumpul denis pun memberanikan diri bertanya kepada pak soleh, barangkali pak soleh mempunyai usul untuk mereka berdua.
"menurut ayah usaha apa yang cocok disana...?" tanyat Denis
"apa ya, ayah juga masih binggung, warung sembako di tempat kita sudah banyak, bahkan di depan rumah kalian saja ada warung sembako.."
"yah, jual kue kiloan saja sepertinya itu belum ada disini... kita menjual kue nya seperti di pasar yang ada di kota... " sahut maira
"menurut ayah kalau menjual kue seperti itu tidak akan bertahan lama, kita kan ingin usaha yang berjalan sampai nanti tolak pak Soleh
" lalu usaha apa...?" tanya maira binggung.
pak soleh nampak berpikir keras, setelah lama akhirnya pak soleh mendapatkan ide juga.
__ADS_1
" bagaimana kalau kalian menjual beras saja, tapi bukan hanya menjual keceran saja tapi karungan juga..." usul pak soleh
"kalau menjual beras disini belum ada, ada juga di warung-warung hanya sedikit tapi kita akan menjual beras dengan bermacam-macam harga dan dalam partai besar juga" tambah pak soleh
" bagaimana menurut kamu mas...?" tanya maira kepada denis
"usul yang bagus, beras kan kebutuhan pokok orang-orang, dan tentu saja semua orang mencari beras... tapi yah kita juga harus memperhatikan kwalitas beras itu sendiri dan juga harus mendapat kan harga ynag bagus agar bisa menjual lagi dengan harga yang lebih murah dari harga di warung-warung" sahut denis
"iya ayah tahu, kebetulan ayah punya kenalan yang memiliki gudang beras, dia biasa mengirim ke toko-toko yang ada di pasar, yang beli ke tempat dia juga sangat banyak dan pasti harga nya pun di bawah harga pasar" jelas pak saleh
''ya sudah kita lihat saja dulu beras nya kalau memang bagus kita akan langsung beli dari dia tapi kalau kurang puas kita akan mencari lagi ketempat lain" jawab denis
setelah semuanya setuju pak saleh pun memutuskan untuk melihat tempat penjualan beras itu besok pagi, lebih cepat lebih baik agar anak dan menantu nya segera cepat membuka usaha.
keesokan paginya denis, maira dan juga pak saleh sudah pergi ke gudang beras itu, sesampainya disana maira dan juga denis dapat melihat banyak sekali pembeli yang datang kesana belum lagi stok beras yang sangat banyak.
setelah yakin dengan keadan kwalitas dan harga dari beras itu denis pun memutuskan untuk membeli nya hari itu juga.
karena diakan menjual beras dengan skala besar jadi dia pun membeli banyak sekali. denis membeli hampir dua puluh karung besar dengan ukuran besar dan sepuluh karung beras dengan ukuran kecil.
beras-beras yang di beli itu pun di bawa oleh pak soleh yang kebetulan membawa mobil sedangkan Denis dan maira kembali mengunakan sepedah motor. sesampainya di rumah maira dan denis segera menyusun beras-beras itu dengan rapi dan membuka beberapa karung beras dengan harga yang berbeda untuk di jual eceran.
rencana nya besok pagi mereka baru akan membuka toko beras itu.
__ADS_1
pagi pun tiba, maira masih berkutat dengan pekerjaan rumah tangga nya sedangkan denis sudah rapi karena akan membuka warung beras, ini adalah hari pertama mereka berjualan jadi harus lebih bersemangat lagi, denis dan maira berdoa agar usaha mereka berjalan dengan sangat lancar.
hari pertama di lalui begitu saja oleh maira dan juga denis, toko beras mereka pun hanya buka dari pagi sampai sore saja, sedangkan malam denis memutuskan waktu untuk beristirahat.
dan di hari pertama ini tidak ada pembeli yang datang sama sekali, bahkan yang menanyakan mereka berjualan apa pun tidak sama sekali. maira sempat sedih tapi denis terus berkata kalau ini baru hari pertama jadi belum ada yang tahu kalau mereka membuka usaha ini.
denis juga berkata setelah beberapa hari kedepan pasti akan ada pembeli yang membeli beras-beras mereka. tahun pertama itu adalah tahun tersulit saat berjualan kita akan tahu lancar tidak nya setelah satu tahun berlalu dan itulah yang di katakan denis dan membuat maira kembali bersemangat.
satu minggu sudah berlalu, tapi toko mereka masih saja belum ada yang beli sedangkan untuk sehari-hari mereka terus saja mengambil tabungan dari hasil pemberian bu erni waktu itu.
saat ini giliran maira yang berjaga di toko, dia berjaga sambil bermain bersama rere yang kini sudah bisa berjalan dan juga berbicara. dan di saat itu ada pembeli ynag datang ke toko itu.
"saya baru tahu disini ada toko beras..." kata si pembeli itu
maira pun tersenyum dan menghampiri pembeli pertamanya itu.
"iya bu, baru satu minggu buka jadi belum banyak orang yang tahu" jawab maira
pembeli itu pun melihat-lihat beras ynag di jual oleh maira dan mulai bertanya tentang harga dari beras-beras itu, tentu saja maira menjawabnya dengan ramah.
"ya sudah saya beli yang harga tujuh ribu saja sepuluh liter"
"baik bu di tunggu sebentar ya" dengan tangan gemetar Maira melayani pembelinya itu, bukan karena sebab dia gemetaran seperti itu ini kali pertama dia berhadapan dengan pembeli, dulu sewaktu masih muda dia hanya bekerja menjadi buruh pabrik saja jadi tidak berurusan dengan hal yang seperti ini.
__ADS_1
"ini bu jadi tujuh puluh ribu" kata maira sambil meyerahkan beras milik ibu tadi
"ini uang nya terima kasih ya"