
sisanya di berikan kepada maira dan dengan uang segitu maira harus pintar-pintar membaginya apalagi dia tidak tahu kapan lagi akan memegang uang untuk berbelanja, jadi yang pertama maira beli selalu saja beras. dia juga dengan sengaja mengurangi jatah makannya menjadi sehari sekali kadang dia tidak makan sama sekali karena merasa malu jika terus-terusan meminta makan ke rumah orang tuanya.
sedangkan denis yang tahu maira tidak makan atau pun mengurangi jatah makannya tidak berbuat apa-apa. sedangkan dia tahu maira itu sedang hamil besar tapi itulah denis yang penting dia kenyang dan dia tidak perduli dengan yang lain.
satu minggu sebelum idhul fitri maira pagi-pagi sekali maira merasa perut nya sangat sakit dia pun berpikir mungkin akan segera melahirkan, jadi dia meminta denis untuk mengantarkan nya ke rumah bu sekar, karena dia berniat melahirkan di rumah bu sekar lagi.
setelah semua barang-barang di bawa mereka pun segera berangkat ke tempat bu Sekar dengan mengunakan ojek, karena tidak mungkin maira jalan kaki dengan keadaan mau melahirkan.
sesampainya di rumah bu sekar hanya ada pak saleh saja, sedangkan bu sekar dan nana sedang pergi ke pengajian, maira pun segera masuk ke dalam rumah dia duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
perutnya kembali sakit tapi setelah itu sakit nya menghilang lagi, tidak lama bu Sekar dan nana datang.
"loh ra ada apa kamu pagi-pagi kesini... apa sudah mau lahiran...?" tanya bu Sekar ketika melihat maira sudah ada di rumah nya.
"iya ni bu perut aku terasa sakit tapi jarang-jarang sakit nya" sahut maira
"ya sudah kita tunggu saja jangan dulu memanggil paraji, takut masih lama.. nanti kalau sudah terasa sakit yang sering baru"
maira pun menuut dengan apa yang di katakan bu sekar itu, sampai jam dua belas siang rasa sakit itu masih datang tapi sekarang sudah sangat sering, sehingga bu sekar pun memutuskan menghubungi paraji.
📱 hallo mak lagi di mana...?
tanya bu Sekar ketika sambungan telpon nya tersambung
📱..................
📱 bisa kesini dulu sebentar, tolong lihat maira apa dia sudah mau melahirkan apa belum
📱...........................
📱 ia di tunggu ya
__ADS_1
tidak lama paraji pun datang dan langsung melihat keadaan maira.
"bagaimana mak, sudah mau lahiran...?" tanya bu Sekar
"ini mah masih lama bisa sore atau malam baru keluar" sahut paraji itu
paraji itu pun memutuskan untuk tinggal di rumah maira dia mau menunggu maira sampai lahiran dan beruntungnya maira pada hari itu tidak ada orang lain lagi yang memakai jasa paraji tersebut.
tepat jam empat sore maira mulai kembali merasa sangat sakit yang hebat paraji itu pun membawa maira masuk kedalam kamar, tidak lupa dia juga menghubunggi denis dan bilang akan segera melahirkan.
Dengan setia denis ada di samping maira, dulu saat melahirkan anak pertama bu Sekar juga ikut melihat dan menemani tapi sekarang hanya Denis seorang saja.
setelah cukup lama berjuang akhirnya anak kedua maira pun lahir juga, dia kembali memiliki anak perempuan setelah di bersihkan dan maira pun memutuskan untuk tidur karena merasa sangat lelah, sedangkan putri kecil nya sudah di bawa ke ruang tv oleh pak saleh.
setelah cukup beristirahat maira pun terbangun karena merasa sangat haus, diq pun memanggil rere.
"re... rere..." panggil maira, rere pun hanya melihat maira di pintu saja karena seperti itulah rere, dia selalu takut pada orang yang terbaring di atas tempat tidur, tidak perduli siapa pun itu.
"ambilkan mamah minum, mamah haus sekali, ambilnya yang banyak ya" pinta maira
dengan cepat rere pun mengambil air untuk maira dan setelah itu menyerahkannya.
"tunggu dulu nanti tolong simpan lagi" kata maira ketika melihat rere hendak pergi sedangkan rere hanya menurut saja dengan apa yang di katakan oleh mamahnya.
setelah selesai minum maira menyerahkan gelas kosong ke tangan rere untuk di simpannya kembali, karena perut nya juga sudah lapar maira berniat ingin kedepan, tapi dia masih takut kalau tempat tidur nya belum siap.
karena di dalam keluarga maira jika ada yang sedang lahiran maka dia akan tidur di ruang tv bersama sang bayi, dan tidak di biarkan tidur di dalam kamar selama empat puluh hari kedepan, maira hanya mengikuti saja aturan di rumah ini toh tidak merugikan dirinya juga.
"bu.." panggil maira
bu sekar pun datang dan menghampiri maira.
__ADS_1
"ada apa...?" tanya bu sekar
"aku lapar, apa sudah bisa pindah ke depan..?"
"ya sudah tunggu sebentar ibu rapikan dulu kasurnya."
bu Sekar pun segera pergi kedepan dan meminta pak saleh untuk merapikan kasur untuk maira.
"kasurnya sudah siap, kamu mau pindah sekarang...?" tanya pak saleh ketika baru saja selesai merapikan kasur untuk maira.
maira hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, pak saleh membantu maira berjalan dan membantu nya juga berbaring di kasur yang berada di ruang keluarga,
sedangkan bu Sekar segera mengambil nasi untuk maira.
"kamu mau makan sendiri atau di sauapin.." tanya bu sekar.
"makan sendiri saja bu" sahut maira, karena dia tahu bu sekar sudah sangat lelah.
setelah selesai makan maira pun membaringkan tubuhnya, dia masih merasa sangat lelah. lagi pula anak nya juga masih ada keluarga yang lain yang akan menjaga, toh ketika anaknya nanti menangis dia masih belum bisa memberikan nya asi selama tiga hari ini.
maira mulai menikmati hari-hari nya menjadi seorang ibu lagi, tapi dia sangat malu dengan keluarga nya disini, dia hanya bisa menumpang saja tanpa bisa memberikan bantuan apapun.
sedangkan denis terlihat sama sekali tidak terganggu dengan hal itu, dia makan dan minum kopi dari rumah orang tua maira bahkan denis tanpa segan mengambil rokok milik pak saleh, sedangkan maira juga tahu rokok itu adalah pemberian amir dan juga istrinnya.
sejak maira mulai hamil anak kedua pak saleh sudah tidak bekerja lagi, jadi semua kebutuhan bu Sekar dan juga pak saleh semua amir yang tangung.
"kamu nggak malu mas terus-terusan diam seperti ini, kita itu sudah punya anak dua tapi kamu masih saja malas bekerja.." kata maira ketika rumah bu sekar sepi dan denis kebetulan sedang berada di rumah itu, biasanya pagi-pagi dia sudah pulang ke rumah nya dan akan kembali ketika malam atau pun sore hari.
"lalu mas harus bagaimana, kamu kan tahu toko kita sudah tutup" kata denis
"ya kamu cari kerja ke mas, kemana gitu jangan hanya diam saja, masa kita mau terus-terusan mengandalkan keluarga disini.." kata maira yang sudah sangat kesal dengan sikap denis.
__ADS_1