
Baik diistana, halaman maupun dijalanan rumah warga semuanya telah dipenuhi oleh hiasan, sorak sorai penduduk dan juga kembang api. Malam ini adalah malam untuk merayakan pertunangan pangeran ketiga Addrin yang bertepatan dengan hari ulang tahun Kerajaan Lasverre, meskipun kenyataan malam ini adalah malam pangeran ketiga mendapat kutukan ketika ia masih berada dalam kandungan.
Masyarakat menyambut baik pesta malam ini dan mereka tidak henti berpesta. Senyum merekah mewarnai malam yang penuh dengan bintang dan cahaya kembang api. Masyarakat menyambut baik acara pertunangan pangeran Addrin. Mereka semua berharap agar pertunangan ini berjalan lancar dan bisa menghilangkan kutukan. Agar kerajaan dan masyarakat bisa menikmati festival yang diadakan setahun sekali.
Festival dihentikan ketika Pangeran Addrin mendapat kutukan itu yaitu di usia mencapai kedewasaan, karena kerajaan tidak bisa berbuat apapun dan juga tidak bisa bersenang-senang diatas penderitaan pangeran Addrin. Namun setelah pangeran Addrin memasuki usia kedewasaan di tahun ke 2 saat itu juga diadakan pertunangan pertama. Festival diadakan kembali dan Wanitapun terpilih dan tidak lama riuh istana yang akan mengadakan pesta pernikahan sampai ketelinga warganya, namun sang wanita menghilang tanpa jejak, saat malam itu juga festival kembali ditiadakan.
pangeran Addrin mendapat kutukan dan hal itu disaksikan oleh masyarakan baik itu dari Kerajaan Lasverre atau Kerajaan lainnya yang memang sengaja datang untuk mengikuti atau melihat festival malam lampion yang diadakan setiap setahun sekali. malam untuk memperingati ulang tahun kerajaan Lasverre. Sayangnya kejadian itu harus terhenti akibat ulah Sang Raja tidak sengaja berburu ke kawasan terlarang. Kawasan gelap yang tidak mengizinkan siapapun untuk menginjakkan kakinya ditanah hitam itu. sang Raja mengetahui hal itu, namun ia tidak sengaja menyentuh tanah itu dengan ujung sepatunya tepatnya satu hari sebelum Festival diadakan.
Pada malam itu Raja mendadak sakit dan kabut hitam melanda kerajaan Lasverre ditengah riuh pesta. Masyarakat terkejut tiba-tiba awan hitam bergumpal sudah ada diatas langit dengan gemuruh petir dan kilat yang cukup menakutkan. Tidak lama muncul suara yang menggema diatas langit. Masyarakat semua kocar-kacir menyelamatkan diri. Suara itu terus terngiang beberapa saat ditelinga semua orang kerjaan Lasverre. Disaat itulah kutukan diberikan kepada Pangeran ketiga yang merupakan Calon Raja berikutnya yang sedang menemani ayahnya kesakitan harus menanggung akibatnya.
Entah kutukan apa itu sebenarnya. Semenjak saat itu dilakukan berbagai cara dan akhirnya cara satu-satunya ia harus menikah, namun tidak ada satupun yang tahu tujuan dibalik pernikahan. Alhasil tidak ada yang boleh satupun pangeran yang menikah sebelum pangeran Addrin menemukan calon yang tepat. Entah calon seperti apa yang dicarinya karena pertunangan ini bukan kali ini saja dilakukan namun tetap tidak ada yang tepat, bahkan kini tidak ada yang tahu kemana wanita yang sebelumya ia nikahi.
Hacciuuhhh… suara bersin itu mengalihkan pandangan Sara yang sedang asyik duduk ditaman memandangi langit. Sara tidak ada lagi yang bisa ia kerjakan selain mengikuti langkah kaki akibat ulah pandangan mata yang kelilipan melihat sesuatu yang menurutnya menakjubkan, mininal bisa menenangkan hati dan pikirannya.
“Kau mengagetkanku saja Raska” ujar Sara menoleh kearahnya lalu melanjutkan kembali menatap langit.
“Hey… kau, apa seperti itu caramu menyapa seorang pangeran?” ledeknya dan duduk disebelahnya.
“Hahahahaha… yang aku kenal bukanlah pangeran Euraska tapi Raska. Aku tidak ingin sama sekali berbincang dengan pangeran Euraska tapi jika dengan Raska mungkin aku masih bisa mempertimbangkannya” ujar Sara.
__ADS_1
“Hey… aku seorang pangeran” tambahnya.
“Hey… aku juga seorang calon tunangan pangeran” balas sara canda dengan suara berat. "Baik aku akan sapa tapi setelah itu kau pergi dariku"
"Bagaimana bisa begitu?" Heran Raska.
"Kau duluan yang pertama membohongiku. Kau tidak bilang seorang pangeran, hanya seorang penjaga istana ini. hehmmm..." Ujar Sara kecut
“Kau lebih manis ketika tersenyum” ujar Raska yang membuat hati Sara terhenyak.
Disaat seperti ini mengapa ia harus mengingat hal itu kembali. Sara sudah bersusah payah untuk melupakannya namun mendengar kalimat itu rasanya semakin sakit dan berat. Raska menjadi serba salah, ia tidak tahu jika ada kata-katanya yang menyinggungnya.
“Aku baik-baik saja” Ujar Sara melepaskan pelukannya.
“Maaf aku tidak bermaksud untuk memelukmu” ujar Raska tidak enak hati dengan tingkahnya. Ia lupa jika yang ada dihadapannya bukanlah Ira yang biasa ia peluk jika sedang bersedih. Sayangnya ia adalah seorang tunangan kakaknya yang sudah pasti tidak bisa ia miliki. “Aku terkejut ketika kau terpilih menjadi tunangan kakakku”
“Mengapa kau terkejut, yang seharusnya terkejut itu aku” kata Sara yang kembali normal.
“Acara itu tidak hanya diadakan untuk mencari tunangan kakakku saja. Kami semua juga melihat mereka dan jika tidak terpilih kami bisa mencari salah satu dari mereka untuk dijadikan tunangan. Aku pikir kau tidak akan terpilih. Aku melihat kebanyakan mereka memiliki banyak kelebihan. Kenapa harus kau yang dipilih” ujar Raska membingungkan Sara.
__ADS_1
“Maksudmu aku tidak lebih baik dari mereka”
“Bukan begitu maksudku dibandingkan yang lain padahal kau tidak terlalu menonjol”
"Apa bedanya?"
"Jelas bedalah banyak" kata Raska menimpali.
“Sudahlah kau terlalu banyak berpikir” Sara bangun dari duduknya dan merapikan pakaiannya. “Aku harus masuk sebelum Adia dan Rawnie mencariku”
Raska hanya bisa melihat punggung Sara yang berjalan semakin menjauh. Ia merasakan sesuatu yang berbeda didalam hatinya. Ia yang sering dikelilingi para perempuan tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnnya. Ia yakin jika ia telah jatuh cinta kepada Sara. Pandangan penuh makna Raska terhadap Sara disadari oleh beberapa orang yang terpaksa dan tidak sengaja memperhatikan mereka yang sedang berduaan. Sang Raja dan pangeran lainnya memperhatikan mereka ditempat yang berbeda-beda. Raska yang mengetahui kesalahannya tidak bisa berbuat apapun ia hanya bisa bersembunyi menemui Sara dan juga menyembunyikan perasaannya, namun sangat jelas sekali dimata Raska jika ia mencintai Sara.
Raska sudah melanggar peraturan karena berani mendekati calon tunangan pangeran ketiga.
Malam ini adalah malam terakhir Sara, Besok ia akan melangsungkan pertunangannya dengan Addrin. Sara tidak tahu apa yang seharusnya ia lakukan dan bagaimana dengan nasibnya kedepan. Ia menatap bulan dari balik kaca jendela kamarnya. Ia sudah mencoba untuk menutup mata namun ia tidak bisa tertidur juga bahkan ini sudah kesekian kalinya ia sulit untuk tidur. Sara memutuskan untuk berjalan malam daripada ia menghabiskan waktu didalam kamar. Bahkan kini Rawnie sering sekali keluar dan jarang menemaninya. Ia mengambil mantel untuk menghangatkan tubuhnya dari cuaca dinginnya malam. Ia berjalan dihalaman kerajaan mengikuti langkah kakinya sembari waspada. Sara semakin membuka mata lebar, ia menemukan Danau yang mirip dengan danau yang biasa ia kunjungi dan pastinya danau penuh kenangan bersama Narez, pria yang sesungguhnya ia sangat cintai, perbedaannya danau ini mungkin tidak terlalu besar dan yang mengelilingi danau ini bukanlah rumput liar melainkan bunga yang cantik dan banyak.
Sara berjalan ketepian danau, pantulan bulan diair itu semakin mengingatkannya pada Narez. Ia merebahkan badannya ditepian danau dan bermain air dengan tangan kirinya. Ia menatap dalam bulan yang bersinar cantik diatasnya dan iapun tidak sadar telah terlelap.
Brukkkk… Addrin terjatuh karena tersandung kaki Sara. Ia terkejut jangan-jangan badan yang dibawahnya adalah sesosok mayat. Ia menopang tubuhnya dan menatapnya Sara yang masih bernapas dalam jarak yang cukup dekat. Addrin lebih terkejut karena bisa-bisanya wanita ini tertidur ditempat seperti ini. Aroma tubuhnya sangat familiar dihidungnya, apakah ia pernah bertemu dengan wanita ini. Sara sangat nyenyak sekali dalam tidurnya bahkan ia tidak terbangun. Suara alam yang berada disekitarnya membuatnya menikmati malam terakhirnya yang cukup menenangkan. Addrin terus menatap Sara yang tidak terbangun, ia baru ingat jika wanita yang berada di bawahnya adalah calon tunangannya. Tidak lama kemudian Sara membuka setengah mata, ia melihat sesosok pria samar yang berada diatas tubuhnya namun ia kembali memejamkan mata dan mengatakan sebuah kata yang membuat Addrin terdiam. Sara pikir ia sedang bermimpi dalam tidurya.
__ADS_1
Bulan kini sudah berada dipuncaknya dimana Addrin sering menghabiskan waktu malammya didanau setiap hari. Selama Ia pergi tidak ada satupun orang bahkan penjaga yang berada didanau ini hanya Addrin dan kesunyian malam yang tenang. Addrin terkejut melihat sosok wanita yang ia pikir mayat dan lebih anehnya lagi wanita ini tertidur dengan lelapnya tanpa ada rasa takut. Addrin membopong Sara seperti pengantin yang baru menikah. Addrin terpaksa membawa Sara kekamarnya karena ia tidak tahu dimana kamar Sara. Addrin merebahkan tubuh Sara diranjang yang tidak pernah sekalipun tersentuh orang lain dan kamar yang tidak mengizinkan orang masuk kecuali pelayan pribadinya.