
Mereka bertiga mengatur rencana jika perang benar-benar terjadi. Yang ditakutkan Sara akhirnya terjadi perang besar dimulai dari perbatasan Kerajaan Inamar dan Kerajaan Lasverre. Kabar simpang siur itu sudah terdengar di semua wilayah Lasverre dari kalangan bangsawan sampai lapisan masyarakat biasa. Mereka gusar dan ketakutan bahkan beberapa dari mereka memiliki tempat persembunyian.
Sang Raja Kerajaan Lasverre Raja Leo sudah mendengar hal itu begitupun sang ibu yang ikut turut ambil andil membantunya dalam pemerintahan. Leo mengambil langkah pencegahan bersama para komandan termasuk ayah Misha komandan Fradelle.
Leo yang merasa dikhianati tidak terima dengan mereka. Meski mereka yang telah membantu Leo menjadi raja namun mereka juga diberikan kekuasaan untuk memasuki wilayah Lasverre. Leo tidak menyangka jika itu hanyalah akal-akalan mereka untuk melancarkan strategi mereka. Mau tidak mau demi mempertahankan kerajannya Leo muali melancarkan rencananya. Ia menyuruh semua pasukan dan oara komandab untuk bersiap.
Leo dengan 100.000 prajurit berjejer rapi dan gagah begitupun dengan Kerajaan Inamar yang membawa 200.000 prajurit. Leo yakin bisa mengalahkan mereka meski perbedaan sampai 2 kali lipat. Leo belum mengetahui jika Kerjaan Inamar tidak hanya datang seorang diri melainkan ia juga mendapat bantuan dari kerajaan kecil lainnya yang ikut bergabung dibawah kepemimpinannya. Leo begitu terkejut ketika ia mendapatkan pesan yang diantarkan kepadanya dari Raska. Jika ia akan beroerang dengan kerajaan lainnya. Berita yang Leo dapat memang hanya 200.000 prajurit yang dibawa kerjaan Inamar, nakun surat di detik-detik terkahir itu menunjukkan jika hanya barisan depan yang berjumlah 200.000 karena kenyataannya entah berapa prajurit yang dibawanya. Leo gundah karena ia tidak mungkin bisa melawan ratusan ribu prajurit bahkan ia juga tahu beberapa kerajaan kecil diantaranya memiliki keahlian yang tidak dimiliki kerajaan lainnya.
Raska mudah mengetahui karena ia juga menjalankan rencana dari Sara. Raska diperintahkan hanya melaporkan kejadian sesungguhnya yang ada diperbatasan tapi tidak dengan laporan yang juga Sara selidiki. Seperti dugaan Sara dan Pon. Sara bersyukur karena Pon sudah berjaga dan mengantisipasinya. Begitupun dengan Worri yang akan ditugaskan untuk menyebabkan pertumpahan Darah didalam prajurit kerajaan itu sendiri jika waktunya tepat. Dan tugas utama Ryu membawa tahanan untuk menjadikannya prajurit membantu peperangan melawan Inamar. Semua sudah berada diposisi masing-masing sesuai yang diperintahkan Sara. Tanpa sepenhetahuan Leo, cara Sara melakukannya subgguh apik agar ia bisa melawan Leo, menaikan tahta Addrin dan juga menubjukkan kekuatan kerajaan Lasverre kepada kerajaan lainnya jika mereka tidak mundur dengan terpaksa kerajaan Lasverre akan menduduki atau merampas wilayah dari kerajaan yang menantangnya.
Pereranganpun tidak terelakkan kedua kubu menyorakkan suaranya demi memenangkan peperangan ini. Leo menaiki kuda berada paling depan ia membawa komandan dan 100.000 ribu prajuritnya untuk melawan Kerajaan Inamar. Leo dengan gagah tanpa ada rasa takut memacu kudanya dengan cepat. Ia bertarung sepeti raja sesungguhnya tanpa rasa takut sedukitpun. Sara. Addrin dan Luda masih dalam perjalanan menyusul ranah peperangan. Pon sudah menguasai Wilayahnya dengan bantuan dari Tahanan yang Ryu bebaskan.
Suara sabetan,memgkingan atau besetan dari pedang sangat nyaring terdengar ditelinga, teriakan kemenangan dan hembusan napas jelas sekali di permukaan udara. Darah kental dan tetesan mulai memenuhi tanag dan beberapa membuat genangan, semua mata terbuka dan jelas melihat mayat berserakan tapi kaki ini tidak peduli menginjak demi kemenangan dan harga diri.
Kalah jumlah mengharuskan Lasverre untuk menyerah diri namun Leo yang sudah bersimbah darah di tubuh dan senjatanya masih belum mau menyerah, ia terus menerus menusukkan senjatanya ke lawan. Padahal didepan matanya hanya ada lautan mayat. Leo tidak menyangka jika usaha yang telah ia siapkan dari dulu hancur berantakan karena kesalahannya sendiri. Leo menangis dalam diam. Ia akhirnya menjadi Raja seperti yang ia dan ibunya inginkan walau tidak diinginkan Raska dulu dan sekarang, sangat jelas bahkan ia menuliskan langsung disurat sebelum peperangan untuk mundur menjadi Raja Lasverre.
__ADS_1
Leo sudah hampir menyerah semua prajuritnya sudah terkapar tidak berdaya dan juga mentalnya sudah lemah karena apa yang berada didepan mata tidak bisa dibohongi dan dihilangkan, sedangkan Kerajaan Inamar masih memiliki banyak prajurit dan pastinya prajurit bantuan yang dirikimkan oleh kerajaan lainnya. Leo kebingungan karena ia tidak tahu bagimana cara lagi untuk melindungi kerajaan dan rakyatnya. “Apa yang akan kau lakukan jika berada diposisiku saat ini?” ujaran Leo dalam hati ketika ia mengingat betapa tangguhnya Addrin ketika dimedan pertempuran.
Terompet kemenangan Kerajaan Inamar hampir menyeruak ke udara jika tidak ada teriakan dari prajurit lainnya yang berada dimedan pertempuran. Ternyata kerajaan yang berkerja sama dengan Inamar membaginya menjadi 2 bagian, 1 untuk membantu melawan peperangan, satu lagi untuk mengambil alih wilayah yang mereka inginkan. Leo sudah pasti dikalahkan dengan telak, iapun tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan untuk mempertahankan kuasanya. Teriakan kemenangan sudah terus berkumandang diudara, merekapun akan mengakhiri pertempuran ini dengan membunuh Leo yang merupakan seorang Raja. Kuasa lawan dengan gagah dan penuh keyakinan menghampiri Leo yang sudah pasrah.
Plentanggg…. Pedang itu melayang dan menancap kuat ditanah.
“Kau jangan lupa jika aku adalah Raja yang sesungguhnya” tegas Addrin menunjukkan kuasanya.
“Kau” desah Leo melihat keberadaan Addrin disamping menolongnya dari serangan itu.
Worri akhirnya lega karena ia bisa berdiri dengan kakinya melawan musuh tidak seperti sebelumnya karena ia harus menyamar menyerang sesamanya dengn sangat berhati-hati agar tidak diketahui. Peperanganpun akhirnya usai dan dimenangkan oleh Addrin. Mereka semua bersorak sorai memanggil nama Addrin sedangkan Leo tertunduk lemah tidak terima dengan pencapaian Addrin. Leo berjalan menghampiri Addrin.
“Akhirnya kau menang” ujar Leo.
Angguk Addrin tersenyum. “ini semua berkat teman-temanku”
__ADS_1
“AKU HANYA INGIN MEMPERCEPATMU UNTUK MENGAKHIRI KUTUKAN INI”
Settttt... Sara berlari secepat mungkin melihat Leo mengeluarkan pedangnya dan ingin menghunus Addrin.
“Kutukan itu akan kulepaskan”
“SARAAAA” teriak Addrin. Addrin tidak menyangka jika pedang itu benar-benar menusuk jantung Sara. Tidak mungkin Sara bisa tahu mengenai kutukannya. “Inilah yang ku benci, lebih baik kau membiarkan Lasverre lenyap daripada harus kehilangamu”
Addrin terus menangis dan menopang tubuh sara yang bersimbah darah. Sara ditusuk tepat dijantung sesuai yang kutukan itu inginkan. kutukan itu akan hilang jika ada yang mencintai Addrin dan rela memberikan jantungnya untuk menukarnya dengan kutukan itu, pastinya tangan Sara juga dengan sengaja menyentuh jantungnya yang bersimbah darah. Jari-jari tangan Sara menyentuh wajah Addrin yang menangis iapun memasukkan darahnya kepada mukut Addrin untuk benar-benar melepaskan kutukan itu selama hidupnya, namun Konsekuensinya Sara yang sudah memberikan jantung dan tetesan darahnya akan melupakan seluruh ingatanya tentang sosok laki-laki yang ia cintai. Itu adalah pengorbanan terakhir Sara untuk Addrin dan itu juga menjadi alasan terbesar Sara untuk mengikuti peperangan ini agar ia bisa bertarung bersama untuk terkhir kalinya bersama dengan orang yang ia cintai. Addrin mau melarang ataupun tidak hasilnya akan tetap sama. Sara tetap akan berakhir seperti ini. Sara tahu ia kini egois karena tidak memberitahu kebenarannya pada Addrin.
Sara tidak mungkin mengetahui hal itu jika ia tidak bertanya pada Raska yang menceritakan dengan terpaksa tentang kutukan Addrin. Caranya hanya satu, kutukan akan bebas jika jantung orang yang dicintainya dan mencintainya dikorbankan. Namun tidak hanya disitu Sara baru tahu jika yang diceritakan Raska hanya menghilangkan sebagian Rasa sakitnya tapi tidak menghilangkan seluruh kutukannya, Sara diberitahu jika kutukannya benar-benar terlepas Addrin harus meminum darah walau setetes dari orang yang rela berkorban untuknya tapi harus rela ingatan tentangnya akan dihilangkan. Sara menyanggupi syarat itu karena Sara tahu Beban Addrin dipundaknya terlalu berat baginya sehingga Sara sudah merelakan diri jika suatu saat hal ini terjadi. Sara senang karena ia tidak hanya menolong Addrin melainkan Kerajaan LAsverre yang telah mempertemukannya dengan Addrin, semua keluarganya yang membencinya tapi Sara berterima kasih karena mereka telah membesarkannya dan juga Rakyatnya yang memberikan suasana yang menyenangkan.
Sara tahu pasti jantungnya sudah tertusuk, meski ia rela memberikan darahnya ia juga pasti akan mati. Ia tidak mempermasalahkan jika harus menghilang dan melupakan Addrin karena ia juga tidak akan bertemu lagi.
“Jangan jadikan kehilanganku sebagai kelemahanmu. Aku akan terus menunggumu dan menjadi orang pertama yang menyambutmu. Bahkan ketika kau buta aku menjadi cahaya yang akan menuntunmu”
__ADS_1
Addrin selalu mengingat kalimat terakkhir Sara yang Menuntunnya menjadi Raja sesungguhnya untuk negeri ini.