LINN

LINN
Raja Sebenarnya


__ADS_3

Sara senang karena kini Addrin mulai menerima keadaannya. ia menikmati menjadi rakyat jelata. Ia pergi ke hutan mencari kayu, pergi kepasar, memotong kayu bakar, bertransaksi jual beli dan melakukan hal yang biasa rakyat jelata lakukan. Senyumnya selalu terhias diwajahnya. Ia mungkin bukanlah raja dikerajaan ini tapi kini ia menjelma menjadi Raja hutan. Karena ia lebih sering menghabiskan waktu dihutan untuk bekerja ataupun bersenang-senang.


Addrin tidak melupakan sama sekali dengan takdirnya menjadi seorang Raja tapi kini ia telah yakin pada diri sendiri untuk menjaga wilayahnya tidak harus dengan menggunakan tahta dan duduk disinggasana. Addrin juga kini lebih dekat dengan rakyat dan ia juga lebih sering menghabiskan waktu dengan Sara, mereka sering melakukan perjalan berkeliling Wilayah milik Kerajaan Lasverre, sesekali ia juga mengunjungi kerajaan lainnya untuk mempelajari hal yang belum ia ketahui atau mencari cara.


Wajah mereka semua memang terpampang jelas diseluruh wilayah tapi berkat Sara semuanya menjadi baik-baik saja. Keahlian sara dalam menyamar tidak mengkhawatirkan mereka. ibu Ratu, Addrin , Ira dan lainnya benar-benar menikmati hidup sama seperti Sara ketika ia menjadi Linn. Tidak ada sedikitpun momen yang mereka terlewatkan. Addrin yakin jika ia merasa hidup kembali, setidaknya ia tidak merasa rugi karena meninggalkan Istana, hanya saja tanggung jawabnya sebagai pernerus terus menggelayuti pundaknya. Kebahagiaan Addrin tidak sampai disitu saja, ia tidak menyangka jika ucapan ibunya yang terdengar ambigu ternyata tidak berbohong sama sekali. ia benar-benar melihat Luda masih hidup dan sehat. Meski tidak percaya tapi ia senang karena sahabatnya telah kembali kepadanya.


Dibandingkan Sara Addrin justru lebih menikmati penyamarannya bahkan ia tidak ragu-ragu untuk bertemu orang Luar. Addrin membiarkan tahtanya diduduki oleh kakaknya Leo sampai saat ini, sudah sekitar setengah tahun Addrin menghabiskan waktunya untuk dirinya sendiri. Ibu Ratu dan Irapun tidak merasa sedih atau gusar hidup ditengah-tengah kesusahan. Mereka berbaur dengan mudah dan sesekali membantu orang lain meski lebih sering ditipu oleh orang yang berpura-pura meminta pertolongan.


“Aku sangat rindu padamu?” ujar Addrin memeluk Sara dari belakang.


“Aku tidak rindu padamu?” balas Sara seraya tangan dan matanya menelusuri setiap inci peta yang ada dihadapannya. “Aku bosan mendengarmu mengatakan hal itu terus menerus setiap hari bahkan setiap waktu”.


“Ya mungkin karena kita tidak memilki waktu yang bisa kita habiskan seperti sekarang ini” ujar Addrin. Sara langsung melepas tangan Addrin yang memeluknya.


“Kenapa kau sangat senang sekali membuat orang khawatir” ujar Sara menunjukkan rasa tidak suka dari suara rapuhnya.


“Karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedapan nanti” balas Addrin santai.


“Aku benci padamu yang tidak pernah jujur pada dirimu dan juga orang lain. Kau selalu saja menganggap dirimu menjadi beban untuk orang lain padahal kau juga membutuhkan pertolongan orang lain” jawab Sara, wajahnya kini berubah benci karena Addrin selalu saja menyembunyikan masalah darinya.


“Bukan begitu maksudku…”


“Kau tahu ketika kau menganggap dirimu beban orang lain dan kau mencari cara dijalanmu sendiri untuk menyelesaikan masalahmu. Apakah kau tahu meski aku duduk tenang, aku tidak merasakan senang. Bagaimana jika sesuatu hal yang tidak diharapkan terjadi padamu. Apa kau merasa itu semua adalan jalan dan takdirmu. Kau tidak tahu perasaanku jika sampai terjadi sesuatu padamu. Kau pikir aku akan tertawa. Kau justru membuatku merasa bersalah seumur dihidupku. Ketika aku mampu untuk melakukannya mengapa kita tidak melakukan bersama” Sara menangis dihadapan Addrin. “Justru kau membuatku tersiksa seumur hidupku”


“Maafkan aku Sara” ujar Addrin memeluk Sara yang menangis. “AKu hanya tidak ingin kau terluka”


“Justru mnegenalmu yang membuat aku terluka dan aku tidak mungkin untuk menghapus dirimu dari hidupku. Kau terlalu....” Dara tidak bisa melqnjutkan kata-katanya.


“Aku sangat berterima kasih padamu. tapi semua ini sudah cukup biar aku saja yang melanjutkan. Ini semua adalah tanggung jawabku bukan dirimu” kedua tangan Addrin memegang wajah Sara dengan lembut, ia menatap dalam Sara berharap kekasihnya bisa menikmati hidup layaknya seorng wanita.


"Kau ini terlalu egois. aku benci mendengar "itu terbaik untukmu" lalu apa yang kudapat jika kau gagal" Sara mebentak Addrin. "Kau pikir aku akan senang karena kau akhirnya menyelamatkanku. Lalu aku sendirian bagaimana? Usahaku sia-sia membantumu selama ini jika kau seperti ini".

__ADS_1


"Bukan itu maksudku" kata Addrin


“Aku ingin membantumu. Aku tidak terus berdiam diri. Maaf aku bukan wanita yang seperti kau ingiinkan tapi inilah aku. aku menyukai pekerjaan saat ini” ujar Sara melemah begitupun Addrin.


“Aku mencintaimu, justru aku suka dirimu yang... seperti ini” ujar Addrin dengan menunjukan wajah mengejek kepada Sara.


“Apa maksudmu?” ucap Sara melihat wajah Addrin yang tidak enak sekali.


Addrin memeluk mesra Sara. “Aku mencintaimu bukan karena sikapmu yang tidak menyerupai wanita tapi justru aku suka dengan kepribadianmu. Dan semua yang ada pada dirimu. aku tidak perlu semua itu jika hal itu tidak membuatku merasa nyaman”


“Lebih baik kau nanti bermesraannya jika kau sudah menjadi Raja yang sebenarnya” Ujar Luda yang tiba-tiba masuk diikuti dengan Rawnie, Ryu, Pon, dan Worri yang menahan senyum di mimik wajahnya.


“Aku berterima kasih kepada kalian karena telah mendungkungku selama ini” Ujar Addrin.


"Tidak! kau salah. Aku hanya mendukung Sara" tegas Pon.


"Aku juga" tambah Rawnie


“Ada apa Worri, tidak biasa kau kesini langsung bertemu denganku?” Tanya Sara melihat kedatangan Worri yang langsung menghadapnya.


“Aku mendapatkan kabar dari salah satu prajuritku jika Kerajaan Inamar sebenarnya tidak hanya membantu Lasverre melainkan iapun membantu Kerajaan lainnya untuk mengambil alih wilayah Lasverre” jelas Worri.


“Maksudmu ia menggunakan cara apapun untuk membuat kerajaannya menerima keuntungan?” Tanya Sara.


“Tidak begitu Nona. Justru aku mendengar Kerajaan Inamar hanya melakukan rencananya unutk membantu Raja Leo. Kenyataannya mereka memamfaatkan Raja Leo hanya untuk mempermudah mereka menguasai wilayah Lasverre dari dalam” jelas Worri kembali.


“Kau yakin itu?” tanya Sara khawatir.


“Aku yakin itu Nona” sambung Pon. "Aku melihat kerajaan lain sedang sibuk mempersiapkan diri mereka seolah akan terjadi perang besar".


“Itu betul Nona. Aku juga melihat kerajaan lain juga sedang sibuk mempersiapkan diri. Awalnya aku tidak mempermasalahkan hanya saja ketika aku berkunjung ke Kerjaan Daarz merekapun sedang melakukan hal yang sama. Dan aku berhasil mencari informasi jika mereka sengaja mempersiapaknan untuk menggulingkan kerajaan Lasverre” Ujar Ryu.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu, sepertinya perang sudah tidak bisa lagi dihindarkan” Angguk Sara. “Ryu kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik, bagaimana dengan tugasmu yang lain?”


“Sudah Nona, sudah siap semua. Semuanya tergantung Nona. aku akan langsung mempersiapkannya jika Nona sudah mengambil keputusan” jawab Ryu pasti.


“Bagaimana denganmu Pon?” Tanya Sara.


“Seperti yang kau katakan sebelumnya. Aku akan menjaga wilayah Aselin dan sekitarnya, pasti Kerajaan Daarz yang akan menyerang kami. Ia juga memiliki dendam karena pernah kita kalahkan” ujar Pon.


“Bagaimana denganmu Worri?” tanya Sara memastikan dengan rencananya.


“Aku sudah memerintahkan beberapa prajuritku untuk menyusup kedalam prajurit di setiap kerajaan. Tapi aku yakin Kerjaan Inamar yang akan membawa pasukan paling banyak dan aku juga menyakini kerajaan Inamar yang memiliki rencana seperti ini, lalu mereka mengajak kerjasama kerjaan lain untuk meruntuhkan Lasverre” jawab Worri.


“Rencana Kerjaan Inamar cukup pintar, mereka menyerang kami dari dalam. Strategi mereka cukup bagus, menurutku Kerajaan Inamar yang akan memyerang Lasverre, kerajaan lainnya hanyalah sekedar membantu menyukseskan rencana mereka.” ujar Sara.


“Baiklah kalian lanjutkan kembali tugas kalian masing-masing, jika perang itu sampai terjadi kita atur kembali rencana kita”


"Aku tidak mengerti sebenarnya siapa pemimpin dan siapa rakyatnya?" Lirik Luda.


Mereka semua keluar hanya memnyisakan Sara, Addrin dann Luda.


“Kau semakin hebat sara?” puji Luda.


“Aku hanya senang saja ketika melakukan ini” senyum sara.


“Kau lebih cocok menjadi Raja dibandingkan dirinya” ujar Luda melirik kearah Addrin yang sedari tadi hanya menyimak tanpa mengatakan satu katapun.


“Kau benar” angguk Addrin lemas. “Lebih baik kau yang menjadi Raja biar aku yang mengurus anak-anak kita yang lucu”


“Tidak masalah asalkan kau yang hamil dan melahirkannya” jawab Sara membuat Luda tertawa puas.


Addrin hanya menerima pasrah ucapan Sara yang monohok dan langsung membungkamnya. Luda yang mendengar Sarapun tidak kuasa tertawa sampai terjungkal-jungkal, tidak ada yang berani mengatakan hal seperti itu pada Addrin sebelumnya bahkan melihat wajah Addrinpun tidak ada yang berani. Tapi Lida bersyukur dengan keadaan sahabatnya sekarang. Tidak seperti dulu yang dingin bahkan seperti orang haus darah. Penuh dengan amarah dan kebencian. Addrin yang sekarang dikenalnya sangat hangat dan bersahabat.

__ADS_1


__ADS_2