LINN

LINN
Strategi


__ADS_3

Teng… secepat kilat Luda mengarahkan besi yang selalu ia sembunyikan kepada seseorang yang mendekati Sara. Seseorang yang mencurigakan datang dan menghampiri Sara. Luda bersiap-siap bisa saja orang itu adalah suruhan Leo. Seperti mata-mata ataupun orang suruhan, ia juga mundur dan menghindar dari serangan dadakan yang tidak diketahuinya.


“Siapa kau?” wajah bengis Luda keluar menatap orang itu.


Sara mengetahui mereka saling adu, Sara hanya diam meringkuk. “Bagaimana Rawnie?”


“Nona, aku sudah menyelidiki begitupun dengan Adia dan Worri, aku mendapat kabar. Leo dan Misha sedang berusaha untuk mencari cara untuk merebut tahta milik pangeran dan aku rasa pangeran juga sudah tahu mengenai hal itu, 2 orang tunangan Pangeran Addrinpun adalah mata-mata yang sengaja Leo masukkan untuk Addrin. Bisa dipastikan 3 tunangan lainnya tidak terlibat apapun. Selama anda tidak ada Adia menjadi pelayan untuk Putri Ira, putri Ira menceritakan jika selama ia di istana selalu saja ada yang mengejar dan kini tidak hanya satu orang saja yang mengejarnya. Worri juga menyakini jika Pangeran Leo sedang mengumpulkan banyak prajurit bahkan ia meminta bantuan dari kerajaan Inamar. Dimana pangeran Raska yang kini sedang menjaga perbataasan itu” jelas Rawnie.


Sara hanya tertunduk mendengar setiap cerita yang dikataan Rawnie, rencana sangat sempurna sekali. Leo orang yang pintar dan licik bahkan ia sengaja mengirim Raska kesana untuk mengetahui perkembangan antara 2 kerajaan. “Apa yang dilakukan Addrin?”


“Nona, Pangeran Addrin masih sekuat tenaga mencoba menstabilkan kerajaaan tapi ia sudah lama kehilangan kepercayaan. Menurut pendapatku aku yakin pasti pangeran Addrin akan jatuh dan menyerahkan tahtanya untuk pangeran Leo. Kekuatan Pangeran Leo dengan pangeran Addrin sangatlah besar perbedaannya sekitar 70 : 30, hampir sebagian istana bahkan sudah dimiliki kekuasaannya oleh Pangeran Leo dan juga Putri MIsha”


“Perbedaannya cukup mencolok sekali. Addrin sudah pasti tidak mungkin menang melawannya. Ia juga pasti masih merasakan rasa sakit karena Misha” tutur Luda.


Sara terbangun dari duduknya menegaskan jika ia adalah orang yang akan melawan Leo. Auranya sangat jelas sekali jika ia memiliki kekuatan yang cukup hebat. Luda dibuat terpesona oleh tingkah perempuan yang ada didepannya ini, tidak pernah sekalipun ia melihat wanita yang pemberani seperti Sara. Pantas saja Addrin rela memberikan liontin itu kepadanya. Pasti bukan hanya sekedar ingin memberi. Luda bersyukur setidaknya kini Addrin mulai melupakan Misha meski ia yakin tidak mungkin ia bisa membunuhnya ataupun menyiksanya. Rasa itu pasti masih sedikit tertinggal dihatinya, cahaya Misha begitu terang menerangi hatinya sampai pada akhirnya ia memadamkan cahaya itu sendiri.


“Kau yakin kau akan kel…”


Tang... suara Rawnie yang membebaskan Sara dari penjara membuat Luda terkejut.


“Hey tunggu, penjara ini bukanlah penjara biasa. Kau tidak bisa keluar begitu saja” ungkap Luda.


“Kau tidak perlu takut, mungkin hanya tinggal sedikit prajurit yang masih bertahan” jelas Rawnie.


“Kau sudah gila ini adalah penjara yang sulit ditem…bu…sss” Luda dibuat terkejut dengan aksi temannya yang lain, kemampuan mereka sudah pasti bukanlah orang yang sembarangan. Luda sangat mengetahui jika penjara ini sangatlah ketat semenjak Leo yang memegang kunci kekuasaan ini.

__ADS_1


“Sesulit apapun bukan berarti tidak ada celah” tegas Sara seraya melawan prajurit yang ada didepannya. “Kalian tidak membunuh mereka?”


“TIDAK NONA, KAMI MELAKUKAN SESUAI YANG ANDA PERINTAHKAN” mereka semua berlutut dan mengikuti aturan Sara, Sara memerintahkan kepada anggota Lingga untuk tidak membunuh, ada orang yang pantas mati dan ada juga yang tidak perlu mati.


Setelah semua prajurit terkapar dan ditahan. Sebagian dari anggota Lingga kini membantu Rawnie untuk membebaskan Sara, mereka tetap menyembunyikan identitasnya namun tidak sebagai anggota Lingga. Sara duduk diatas tong dengan gagahnya, tidak ada aura Ia seorang putri. Wajahnya mengeaskan jika ia sedang marah dan tidak boleh ada yang mengusiknya. Matanya begitu tajam dan kuat, wajahnya tanpa ekspresi sangat menyiratkan jika ia memnag adalah ketua. Luda yang melihatnya tidak menyangka jika wanita ini benar-benar kuat bahkan bisa memerintahkan orang yang hampir keseluruhannya laki-laki, cara ia bertarungpun hebat, tapi ia lebih kagum karena ia tidak ingin membunuh para prajurit ini.


Untuk sementara Sara menduduki benteng tahanan ini untuk segera melancarkan seranggannya setidaknya untuk melindungi Addrin. Ia juga harus berjaga jika ada prajurit yang datang kepenjara ini dan dipastikan kekacauan diistana.


“Nona, sebelumnya maafkan aku jika aku tidak tahu terima kasih dan berani menyembunyikan hal ini tapi aku merasa bersalah jika tidak memberitahukan hal ini” Rawnie berlutut dan tertunduk dengan rasa bersalahanya.


“Ada apa Rawnie. Aku memang tidak tahu apa yang kau sembunyikan dariku tapi aku tahu kau menyembunikan beberapa hal dariku. Aku tidak ingin memaksamu karena aku yakin kaupun butuh pertimbangan untuk mengataknnya padaku” ujar Sara.


“Terima kasih atas kepercayaaan Nona. Tapi aku juga tidka menyangka jika ia melakukan hal itu. aku benar-benar terkejut”


“Apa yang kau lihat?”


Sara membelalakan mata, ia kaget tidak percaya hanya untuk mendapatkan tahta Leo berani membunuh ayahnya sendiri, itu sangatlah kejam sekali. ia yang membenci ayahnya tidak mungkin berani membunuhnya. Sara semakin kesal dan dipenuhi amarah. “Lalu…”


Rawnie terdiam beberapa saat karena ia tidak berani untuk mengatakannya bahkan untuk memikirkannya saja ia tidak sanggup. “Aku mengejarnya karena setelah ia membunuh Raja, ia langsung pergi melarikan diri. Aku bertarung dengannya dan aku berhasil melepaskan penutupnya dan ketika aku mnegetahinya aku tidak sanggup untuk melanjutkan pertarungan dan aku berusaha melarikan diri”


“Siapa dia?”


“Di.. di… a Nona Isvara” Rawnie gelagapan dan tertunduk takut.


“Hahahahahah…” Sara tertawa. “Aku tidak terkejut jika ia bisa membunuh tapi aku tidak menyangka jka ia berani menjadi hewan peliharaan Leo dan membunuh Raja. Kakakku yang pintar dan angkuh sejak kapan dia menjadi peliharaan orang lain. Baru kali ini aku mengakuinya jika dia adalah orang bodoh”.

__ADS_1


“AKu pernah mendengar tentangnya jika dia adalah wanita tangguh. Justru aku tidak pernah mendengar namamu Saralee” ujar Luda yang tidak percaya dengan yang ia dengar.


“Aku telah selidiki jika Nona Isvara memiliki hubunga dengan pangeran Leo” ujar Rawnie.


“Pantas saja ia bersikeras tidak ingin menikah dengan Addrin, padahal jelas seharusnya ia yang pergi” Sara tertawa, entah mengapa ia merasa puas sekali mendengar tentang kakaknya.


“Tidak mungkin, Leo hanya mencintai Misha. Karena itu juga Addrin melepaskannya karena mereka saling mencintai” kilah Luda yang pastinya sangat mengenal mereka.


“Mungkin kakakku terlalu berharap padanya, kenyataannya kakakku tidak tahu apapun tentang leo. Ia bahkan berani membunuh Raja, pasti Leo memberikan sesuatu yang lebih padanya” ujar Sara menunjukan rasa sedihnya yang patut dikasihani jika ucapan luda benar adanya.


“Setidaknya Aku bersyukur bukan Isvara yang datang ke istana, tapi aku tidak menyangka jika Leo banyak memiliki dukungan sebanyak itu” Luda seakan hilang harapan mengingat tuannya.


“Lalu bagaimana dengan istana sekarang ini?”


“Yang pasti aku dengar, para prajurit pangeran Leo sudah berkumpuul untuk melakukan pemberontakan pada hari penobatan Pangeran Addrin. Pangeran Leo sangat berhati-hati dan kini penjagaan istana mungkin sudah berada didalam genggamannya” tutur Rawnie.


“AKu serhakan kelompok bayangan Leo itu pada Pon, Rawnie kau harus didekatku. Tengah malam ini kita kesana dan yang lainnya sebarkan keseluruh penjuru istana, carilah tempat yang memungkinkan untuk melindungi orang yang berada disana. Kau beritahu Worri bersiaplah untuk melakukan pertarungan jika itu memang dibutuhkan dan Komandan Luda aku ingin kau membereskan semua musuh yang ada di dalam istana, karena hanya kau yang mengetahui setiap seluk beluk istana itu. aku akan pergi kesana dengan diam-diam” jelas Sara kepada semua orang yang berada disana.


“Bagaiaman dengan Nona Isvara” ujar Rawnie.


“Aku serahkan kepada Pon, carilah idenitas lain jangan gunakan Lingga. Ia akan ku gunakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi” ungkap Sara. “Ryu kau masuklah kedalam penjara ini ajaklah mereka bertaruh, aku butuh lebih banyak orang. waktunya mungkin tidak saat ini tapi aku yakin dalam waktu dekat pasti aku akan menggunakan mereka”


Degan arahan Sara mereka menganggukan kepala mengiyakan semua yang diperintahkan Sara, setidaknya strategi untuk menyelinap kedalam istana sudah diputuskan. Kali ini hanya untuk menggertak Leo agar tidak melangkah lebih jauh lagi. Kejahatannya sangat brutal berani membunuh keluarganya sendiri. Sara memulai aksinya, tanpa bantahan semua anak buahnya langsung turun tangan. Mereka mengikuti semua perintah Sara dan langsung berpencar mengikuti arahan Sara. Luda masih terdiam melihat wanita dihadapannya yang menakjubkan, untuk pertama kalinya ia melihat seorang wanita yang memerintah bahkan semuanya mengikutinya. Semua rencananya cukup matang padahal waktu tidak cukup banyak.


Biasanya Luda hanya menerima perintah dari Addrin, ia tidak pernah menerima perintah dari siapapun bahkan raja sekalipun. Karenanya ia lebih baik mendekam diri didalam penjara daripada harus mengikuti perintah orang lain. Apalagi yang memerintah adalah orang yang patut untuk dijauhi dan seharusnya dimusnahkan, namun ia tidak memiliki tangan tuhan yang memiliki kehendak seperti itu. Luda mengikuti perintah Sara setelah ia mempertimbangkanya dan itu bukanlah hal yang buruk untuk dilakukan. Luda tidak mencurigai Sara sedikitpun meski ia melihat kekuatan Sara cukup lumayan untuk mengalahkan Leo. Ia juga tidak ada niatan sedikitpun untuk memilki tahta. Keadaan istana sudah diambang kehancuran tidak ada salahnya ia untuk mengikuti perintah Sara menyelamatkan Addrin.

__ADS_1


Semuanya meninggalkan penjara itu kecuali Ryu dan 2 orang lainnya untuk menemani Ryu bernegosiasi dengan para tahanan. Jika Sara sudah merintah, semua anggotanya tahu pasti jika Nonanya sedang dalam keadaan marah. Karena Sara hanya memerintah jika ia sedang menjadi Lingga. Ryu yang memiliki perawakan tubuh kecil, ia juga lincah namun ia pintar sekali menggunakan kata-kata yang keluar dari mulutnya sehingga membuat lawan bicaranya bingung. caranya memutar balikkan kata membuat Sara tertarik dengannya dan merekrutnya.


__ADS_2