LINN

LINN
Tatapan Tersembunyi


__ADS_3

Sara terus berjalan ketaman yang memang menjadi tujuan utamanya, setidaknya ia bisa melihat bunga yang sedang bermekaran indah dan juga pohon yang bisa ia gunakan untuk bertengger sementara menghilangkan kegelisahan batinnnya. Ia sampi di bibir taman, matanya berkeliling menangkap pepohonan yang sesuai kriteriannya, tidak lama ia menemukan pohon yang cukup tinggi dan juga lebat. Sara menyentuh pohon itu, kepalanya melihat kiri dan kanan berharap tidak ada orang yang berada disekitar situ. Dengan gaun panjangannya ia sibakkan sampai diatas lututnya, perlahan ia menaiki pohon itu, setelah mendapat dahan yang sekiranya kokoh dan cukup besar iapun tidur dengan kakinya yang diayunkan. Angin disana sangat terasa dan tidak terlalu kencang karena tertahan oleh dedaunan dan dahan yang sama kuatnya dengan pohon ini.


Sara yang mencari tempat untuk memikirkan cara justru membatin karena ia tidak bisa menolong karena status ia sekarang sangat berpengaruh. Tidak hanya untuk anggota keluarga atupun kerajaan melainkan apa yang akan dilakukannya menjadi contoh untuk calon rakyatnya meski ia tidak menjadi seorang ratu, tapi semua orang mengetahui tentangnya. Sara yang tidak menangkap kehadiran Raska tidak bisa memberikan sedikit cara, bagaimanapunn kabar yang ia dapat dari Rawnie pasti tidak selengkap ia mendapat kabar dari anggota kerajaan. Hanya Raska yang berani ia Tanya. Sara tidak berani bertanya kepada Leo, meski ia terlihat tenang tapi sosoknya jelas sangat menakutkan seperti akan diterkam jika ia dekat dengannya. Beltin, ia tidak pernah tertarik dengan kerajaannya ia hanya senang menguliti pengetahuan yang ada dikerajan ini. Addrin, meski ia calon suaminya tetap saja ada jarak yang membatasinya, jika ia bertanya pada putri ira pun tidak mungkin ia bisa dapatkan kabar, Ira dan dirinya sama-sama wanita. Sara terus menggerutu, ia tidak bisa menemukan cara apapun untuk membantu wilayahnya.


Ia terus bertengger bak anak burung yang sedang menunggu ibunya datang membawa makanan. Ia tidak bisa berpikir bahkan iapun tidak bisa melakukan apapun, ia hanya memainkan dendaunan dan dahan yang ada disana sesekali ia juga mengganggu hewan yang menghuni pohon itu. namun gerakan seseorang membuat lirikannya berubah seketika. Ia melihat putri Ira sedang berjalan seorang diri terlihat tenang namun langkah kakinya jelas seperti buru-buru pergi. Sara membiarkan dan kembali ke kehidupannya sebelum ia menyadari ada seseorang yang bersembunyi dibalik dinding dengan panahnya mengarah kepada Ira. Sara tidak mungkin bersantai melihat hal ini, ia mengambil ancang-ancang untuk turun dan bersikap seolah putri yang sedang berada ditaman. Dengan segera Sara pergi berlari manja dan manis menghampiri Ira.


“Arrrrgghhh…” Ira tersungkur jatuh ketakutan ketika pundaknya disentuh Sara.


“Kau tidak apa-apa” kata sara mebantunya bangun.

__ADS_1


“Aku terkejut, aku bersyukur itu kau” ujarnya gelisah dan juga lega.


“Jadi kau sadar jika sedang diikuti” Tanya Sara sukses membuatnya terbelalak.


“Kau mengetahuinya?” Ucap Ira gelagapan karena ketakutan.


“Iya, karena itu aku datang menghampirimu” kataku santai dan memeluknya. “Aku tidak sengaja melihat seseorang terus mengawasimu dan itu bukanlah pelayan ataupun prajurit kerajaan in. Bwesikaplah seperti biasanya seolah kau tidak mengetahui sedang diikuti. Ikuti saja gerakanku"


Setelah keadaan tenang, Ira menarik tangan Sara berharap tidak ada lagi yang mengejarnya. Sara mengikuti langkah kaki Ira membawanya pergi kemanapun ia inginkan. sangat jelas terlihat dari wajah Ira yang bergitu ketakutan dan memendam rasa tangisnya yang jelas air matanya terbendung dipelupuk matanya. Sara mulai mengerti mungkin ini maksud dari Ira yang ingin belajar memegang pedang. Seorang putri sepertinya yang memiliki banyak penjaga seharusnya tidak perlu repot untuk belajar memegang senjata ataupun susah payah berlatih. Sara tidak mengetahui ia yang dengan santainya berjalan kemanapun langkah kaki diistana bisa terjadi hal seperti ini, padahal ia pikir selama dia diistana tidak akan ada yang mungkin berani megincarnya. Namun gelagat Putri Ira membuka matanya, Ira yang kenyataannya seorang Putri sangat terancam berada diistana ini. Sara sadar jika seperti ini keadaannya bukan berarti ia akan lolos dan selamat selama tinggal diistana ini.

__ADS_1


Sara mulai berpikir panjang lebar, terlalu aneh baginya ada orang yang berani membunuh sang putri. Mereka harusnya tahu hukuman apa yang bisa diterima karena telah berani membunuh sang putri. Bisa jadi kejadian dipesta itu mungkin Ira yang sedang diincar, karena itulah Ira begitu ketakutan dan terus meminta maaf ketika Addrin datang dengan wajah tanpa ampun.


“Dimana ini? kemana kau akan membawaku?” ujar Sara yang terus ditarik tangannya tanpa tahu dimana akan berhenti, sedari tadi Ira terus berlari.


Ira tidak mengatakan sepatahkatapun, ia terus berlari dengan wajah masih ketakutan. Ia mengajak Sara melewati beberapa ldinding istana yang dpastikan tidak akan bisa diingatnya. Dinding labirin ini semakin banyak dan jauh saja. Dari dinding dengan dekorasi indah sampai dinding gelap yang hanya dihiasi lampu obor yang meliuk-liuk diterpa angin halus. Ia menuruni tangga. Anak tangga yang tidak terhitung sudah Sara lewati namun tetap saja Ira tidak juga berhenti. Sara cukup lelah mengikuti langkah Ira. Napasnya mulai mnipis dan tubuhnya sudah cukup lelah tidak mampu lagi menopang tubuhnya yang benar-benar lelah dengan keringat yang sedari tadi terus bercucuran belum sempat ia seka.


“Putri, aku sudah tidak sanggup lagi untuk berlari” ujar Sara menghentikan langkahnya dengan tangan yang masih digenggamnnya.


"Sebentar lagi sampai" Kata Ira masih gelisah dan takut.

__ADS_1


Sara terus mengikuti langkah kaki sang putri melewati lorong-lorong gelap. Sara tidak percaya seorang putri bisa mengetahui yang kotor, gelap dan juga berkelok seperti ini. Apa anak yang didepannya benarkah seorang Putri yang terlahir di kerajaan ini benar-benar anak sang Raja. mengapa ia sulit sekali melindungi tubuh kecilnya. Ia harus belajar pedang untuk melindunginya tanpa ada seorang guru yang mengajarnya, bahkan ia juga tidak mendapat perlindungan dari kerajaan padahal jelas Addrin tahu tentang masalahnya. Wajahnya terus menunjukkan ketakutan dan kegelisahan.


Mata Sara jelas melihat pakaian indahnya yang menjuntai, aksesoris dan lainnya yang digunakannya bukanlah sekedar imitasi melainkan identitas bangsawan dan seorang putri yang dimiliki tapi hidupnya jauh lebih sulit daripada seorang budak. Rasanya ia bisa mati kapan saja dengan waktu yang tidak bisa ditentukan. Penjaga yang banyak didalam kerajaan ini tidak ada yang bisa melindunginya. Ira sepertinya sudah mengetahui jika musuh nya berad adalam lingkungan istana ini, karena bisa masuk dengan mudah.


__ADS_2