LINN

LINN
Pemberontakan


__ADS_3

Kediaman istana sangat gaduh dan tidak pernah sekalipun untuk tidak membicarakan Sara yang telah berselingkuh dan berbuat hina didalam istana. Mereka semua mengatakan berbagai macam hal bahkan yang Sara tidak pernah lakukan pun bisa terdengar dengan sangat jelas ditelinga Sara. Sara tidak mengerti mengapa dari kejadian itu bisa tumbuh akar yang lain yang menghambatnya. Padahal jelas-jelas ia tidak pernah sekalipun melakukan hal itu. Sara dan Raska dipanggil kediaman Raja, Addrin yang masih menjabat sebagai Putra mahkota belum bisa menggunakan kekuasaannya sebagai calon Raja. Masih ada waktu 3 minggu untuk upacara penobatannya sebagai seorang Raja. Semua peraturan masih ada ditangan Ratu sebagai pengganti sementara.


Dengan disaksikan semua petinggi kerajaan, tetua, para istri raja, para tunangan pangeran dan pangeran lainnya, mereka semua berkumpul untuk menyaksikan Sara dan Raska yang akan dijatuhi hukuman karena telah melangggar dan berbuat kesalahan besar didalam istana. Perbuatan mereka sungguh tidak bisa dimaafkan. Raska dan Sara hanya berlutut didahadapan ratu yang akan menghukumnya. Tidak ada sedikitpun diwajah Sara yang merasa menyesal dan takut, karena diwajahnya sangat jelas hanya ada kebencian dan segera mungkin membalas perbuatan mereka yang telah menjebaknya. Raska sesekali melirik kearah Sara dengan Rasa bersalah meski ia juga korban karena tidak tahu apa-apa. Seperti yang dilihat Raska, Sara tidak menunjukkan kesedihan bahkan iapun seolah tidak mengenal Raska dan tidak memberikan kesempatan untuk menjelaskannya.


Raska tahu jika ini semua pasti akal-akalan seseorang untuk menjalankan rencananya. Tapi Raska tidak menyangka jika ia dijadikan tameng dan Sara yang tidak tahu apapun dijadikan sebagai kambing hitam olehnya. Raska tidak terima dengan cara yang dipakainya. Perbuatan liciknya benar-benar sudah keterlaluan. Hukuman ini bisa saja Raska jadikan kesempatan untuk meraih hati Sara dan menjauh dari Addrin. Tapi ia sadar Hari Sara hanya untuk Addrin, ia rela melakukan apa saja untuk Addrin bahkan ketika Addrin berperangpun Sara tampak khawatir dan tidak bisa tenang menunggu kehadiran Addrin. Raska yakin jika Ira tidak mungkin berbohong kepadanya bahkan kalung itupun bisa Addrin berikan kepada Sara. Sebenci apapun Addrin pada Sara, itu semua tidak akan mengubah rasa cintanya kepada Addrin. Meski sakit hati tapi ia juga tidak bisa mungkin mengubah Sara, apalagi dengan sifatnya yang seperti itu. Raska hanya bisa menerima dan melindunginya karena ia tahu jika Addrin tidak bisa melindungi sekarang ini. Bahkan kini Addrin dihadapkan dengan sesuatu yang lebih besar lagi.


Ratu mengangkat tangan kanannya dan segera membungkam riuh mulut yang terus membicarakan Sara dan Raska. Ratu memberikan hukuman kepada Sara dan Raska. Raska diasingkan kedaerah perbatasan dan bertanggung jawab penuh atas semua permasalahan yang ada disana. Sedangkan Sara hanya diberikan hukuman kurungan penjara dibawah tanah dan menghilangkan haknya sebagi tunangan dari Putra mahkota.


Sara diam tanpa menujukan ekspresi apapun, ia menerima semua hukuman yang diberikan ratu kepadanya. “ini semua hanyalah awal, aku akan mengikuti permainanmu. Aku tidak pernah sehina ini diberikan hukuman didepan banyak orang” ujaran dalam hati Sara semakin berkobar, ia memanas dan tidak terima bukan karena hukuman tapi karena alasan ia bisa mendapatkan hukuman.


Sara digiring oleh dua pengawal kerajaan menuju penjara bawah tanah. Adia yang menyaksikan Nonanya sangat sedih tapi ia harus melakukan sesuai yang Nonanya perintahkan, apa yang dikatakan nonanya memang benar juga, dengan kemampuannya tidak mungkin Nonanya harus menunggu selama ini untuk mencelakai Pangeran dan juga tidak mungkin Nonanya berani meyakiti dirinya sendiri sampai tidak makan dan tidur.


Sssssssssssss


“Selamat yang Mulia akhirnya semua rencana kita berhasil” ujar seorang pengawal kepercayaannya.


“Kau benar, lanjutkan rencana kita selanjutnya” balasnya.


Setelah rencana itu berhasil ia kembali mengatur pengawalnya dan juga prajurit bayangan yang setia kepadanya untuk melakukan rencana berikutnya sebelum hari upacara pengangkatan Putra mahkota menjadi Raja. Ia menyeringai dengan senyum iblisnya, akhirnya waktunya telah tiba untuknya menunjukan siapa dirinya dan siapa yang lebih pantas menjadi raja.


“Akhirnya tujuanmu sebentar lagi tercapai” ujar seseorang yang tiba-tiba datang dari jendela dengan pakaian serba hitam lengkap dengan senjatanya.


“Ini semua berkatmu sayang, akhirnya masalah ini akan segera selesai. Aku tidak bisa melakukan hal ini tanpamu” ujarnya tersenyum lembut kepada si pakaian hitam bersuara wanita.

__ADS_1


“Lalu sampai kapan aku harus menunggumu untuk mengumumkanku kepada semua orang” ujarnya mesra.


“Tunggu sampai aku menjadi Raja dan kau akan menjadi permaisuriku” kata Leo sembari membuka penutup kepala wanita itu.


“Baiklah, aku pegang janjimu” ucapnya dengan senyuman manis. “Oh… Leo, ayo kita berburu kembali. setelah berburu ayahmu aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu?” ujarnya sedikit genit.


Pasangan yang paling bahagia didaratan kerajaan Lasverre sedang menikmati kemenangannya bersama wanita yang selalu berada disisinya dan mendukungnya penuh, bahkan ia rela melakukan hal kotor demi mengikuti kemauan keras sang kekasih. Ia adalah orang yang bekerja dibalik keberhasilan Leo. Sifat angkuh sang ibu turun kepada Leo yang tidak terima dengan keadaan yang terlahir sebagai anak pertama dari rajanya namun karena ia terlahir dari seorang selir ia tidak mendapatkan hak sebagai Raja. Ia benci dan kesal karena selama ini usahanya sia-sia dan tidak sedikitpun dilihat oleh ayahnya bahkan setelah kutukan itu benar-benar muncul di Addrin, Leo berpikir ayahnya akn melihatnya namun justru kutukan itu membuat ayahnya semakin memperhatikan Addrin. Kebenciannya semakin memuncak setelah ia mengingat ibunya dulu yang depresi karena kehadiran Addrin yang tidak terduga seolah menyita semua waktu rajanya yang dihabiskan dengan Ratu.


Leo kecil tumbuh dengan kebencian yang kini sudah mendarah daging setiap ia melihat Addrin darahnya langsung memuncak dan naik, wajahnya merah padam, ia harus melampiaskan amarahnya. Sialnya lagi adik kandungnya terlalu pintar dan mengetahui hampir semua rencananya. Kehadiran Sara sangat digunakan sebaik mungkin. Sara yang mencintai Addrin dengan sepenuh hati begitupun dengan Addrin, Leo juga melihat betapa cintanya Addrin kepada Sara meski ia sengaja tidak menunjukkan hal itu didepan umum. Kedekatan adiknya dan Sara dijadikan momen yang paling pas untuk membuat Addrin sakit hati dan juga membuat adiknya supaya bungkam untuk sementara waktu dan bisa melancarkan rencana berikutnya sampai hari upacara penobatan. Begitupun dengan kekasihnya yang tidak menyukai Sara, ide itu sangat bagus untuk dijadikan momen penghinaan untuk Raska ataupun Sara.


Melihat sosok Leo, ia sudah mendapat dukungan penuh dari dalam ataupun luar istana. Baik itu dengan cara lembut orang yang menawarkan diri sendiri untuk melayani Leo ataupun orang yang dipaksa untuk memilih Leo khususnya para Bangsawan dan petinggi yang mempunyai kekuasaan untuk mendukung Raja. Rencana Leo sudah hampir sepenuhnya selesai. Penantiannua selama ini membuahkan hasil bahkan ibunya kini sangat berbangga diri memiliki anak seperti Leo. Pangeran kedua Beltin dan ibunya Hava tidak ia sentuh meski masih dalam pengawasannya karena mereka yakin Beltin tidak memiliki ketertarikan kepada Istana begitupun dengan sang ibu Hava yang menyadari siapa dirinya yang bukan siapa-siapa dan ia lebih memilih bungkam dan tidak ingin ikut campur dalam permasalah an kerajaan. Satu-satunya halangan adalah Ira jika ia berhasil membunuh Addrin iapun takut jika haknya pindah ketangan Ira, gadis kecil yang ia anggap cengeng namun ia memiliki keberuntungan yang selalu saja lolos ketika diincar. Leo yang tidak mungkin bisa menikahinya hanya bisa memilih cara untuk membunuhnya juga.


Tok... tok.. tok...


“Ada yang datang, kau pergi dululah nanti kita bertemu ditempat biasa” ujar Leo menyuruh wanita itu pergi.


“Hey sayang. Akhirnya kau kembali. aku sangat merindukanmu”Leo datang memeluk kedatangan Misha didalam kamarnya.


“Kau masih saja berhubungan dengan wanita itu” Tanya Misha yang mengetahui kedatangan wanita lain di kamar Leo.


“Kau memang wanita yang paling hebat dan pintar yang pernah aku temui. Kau selalu saja tahu apa yang aku lakukan dan pikirkan. Aku tidak salah memilihmu menjadi permaisuriku” ujar Leo bangga.


“Hey kau harus ingat, kau pun ingin membuantya menjadi permaisuri setelah kau menjadi raja. Kau jangan melupakan hal itu kau yang telah berjanji kepadanya” kata Misha membalas pelukannnya.

__ADS_1


“Aku tidak melupakan hal itu, yang penting aku memilikimu disisiku yang aku butuhkan hanya dirimu seorang aku bisa menyuruhnya untuk pergi ataupun membunuhnya”


“Kau masih saja belum berubah”


“Karena aku tidak ingin perasaanku padamu berubah” ujar Leo manja. “Akhirnya penantian kita selama ini membuahkan hasil”


“Leo ingat janjimu sepuluh tahun yang lalu. Kau tidak akan menyakiti Addrin ataupun Ira” ucap Misha, melihat perubahan pada wajah Leo seketika.


Leo memicingkan matanya menatap Misha tajam, “Kau masih belum melupakan Addrin. Ingat kau hanya milikku”


“AKu tahu itu. meski sekarang aku menikah dengan Addrinpun aku tetap akan menjadi milikmu. Dan aku menjadi milikmu sepenuhnya setelah Addrin meninggalkan istana ini” ucap Misha yang sadar akan statusnya. Misha sedikit tidak menyangka jika Para Pangeran teman masa kecilnya bisa berubah lebih menakutkan ini. dari kecil sampai saat ini ia terus terjerat oleh para pangeran. Rasanya takdir sudah menentukannya sejak ia menginjakkan kaki diistana ini. ia hanya sedih melihat tingkah Leo, padahal orang yang ia cintai adalah Leo bukanlah Addrin, walau dimata Leo terus melihat jika Misha sangat mencintai Addrin seperti Addrin yang juga sangat mencintai Misha ketika itu.


“Lalu apa yang akan kau lakukan terhadap Sara. Dia hanya korban yang tidak tahu apapun” kata Misha menegaskan nasib Sara.


“Aku tidak akan melakukan apapun, keberadaannya juga tidak diinginkan oleh keluarganya. Aku tidak perlu memikirkannya biarkan saja ia menghabiskan waktunya di penjara. Setidaknya aku tahu jika ada wanita yang benar-benar mencintai Addrin setelah semua yang terjadi padanya. mungkin aku harus memberikan penghargaan untuknya. Setidaknya keberadaannya masih bisa aku mamfaatkan” ujar santai Leo.


“Kini kau pun berhasil membuat Raska menjauh. Tapi mengapa kau membuat Raska pergi keperbatasan kerajaan Inamar bukankah kau bekerja sama dengan mereka untuk membuat kerajaan ini tunduk. Apa kau sengaja melakukan hal itu?”


Angguk Leo, “Aku tidak ingin rencanaku sia-sia aku harus memanfaatkan seseorang dimanapun ia berada termasuk Raska, meski aku yang melakukan hal ini tapi ia bukanlah orang yang sembarangan. Ia cukup pintar dan akan gunakan kepintarannya untuk membalikkan keadaannya”


“Apa yang akan kau lakukan pada adikmu?”


“Yang jelas aku tidak akan membunuhnya bagaimanapun ia adik kandungku jika bukan karena hal itu mungkin ia adalah orang pertama yang akan ku bunuh sebelum raja” ungkap Leo mengejutkan Misha. Kakak dan adik ini cukup pintar dan licik hanya saja jalan yang diambil oleh mereka berbeda.

__ADS_1


“Pantas saja ayahku menyukainya” gumam Misha dalam hati. “Baiklah lakukan apa maumu aku hanya ingin mengingatkanmu pada janjimu saja”


Ucapan Misha lagi dan lagi mengatakan hal itu, betapa kesalnya setiap kali Misha mengatakan hal itu. ia benci bahkan berkali-kali lipat. Leo bukanlah orang yang bodoh meski ia berjanji untuk tidak membunuh Addrin tapi ia tidak mungkin melakukan hal itu. Addrin bukanlah orang biasa, meski ia sadar kemampuan adiknya Raska yang luar biasa tapi Addrin bisa melebihi sifat Raska jika ia sedang serius dan tidak mungkin jika Ia tidak membunuhnya. Leo juga yakin jika ia membunuhnya, nyawa Addrin masih bisa mengendalikan kerajaan ini meski tanpa dukungan dari siapapun. Yang ia waspadai bukanlah ayahnya melainkan Addrin, ia benci mengakuinya tapi itulah kenyataannya. Bahkan yang melihat hal itu tidak hanya Leo melainkan Komandan Fradelle yang tidak lain adalah ayah Misha yang sudah menjadi sekutunya sejak Leo kecil.


__ADS_2