
Setelah Rui menjadi bagian dari kerajaan Deltras, dan setelah satu Minggu berlalu semenjak Ryouta meninggalkan kerajaan Deltras untuk melanjutkan petualangannya kembali, kini Ryouta telah sampai di sebuah kota bernama Tria, disana dirinya pun teringat perkataan dari Fricilla satu minggu sebelum dirinya meninggalkan kerajaan Deltras.
Satu Minggu sebelumnya
"Hei Ryouta, apa kau punya tujuan lain setelah meninggalkan kerajaan ini?" Tanya Fricila sambil menghampiri Ryouta.
"Kurasa aku ingin mencari tau informasi lebih lanjut tentang Seven Sin of Hell, jika aku bisa mendapatkan informasi sebanyak mungkin, mungkin aku bisa mengetahui rencana mereka selanjutnya," ucapnya sambil menatap kearah langit.
"Jika itu yang kau inginkan, maka ku sarankan untuk pergi ke kuil empat Dewi Agung, disana kau bisa mendapatkan informasi yang kau butuhkan, tapi perjalanan kesana membutuhkan waktu yang cukup lama, karena medan yang di tempuh cukup sulit dan juga kau memerlukan izin dan juga kau harus melalu ujian dari kami berempat untuk bisa dapat izin itu, bagai mana apa kau mau?" Tanyanya pada Ryouta untuk mendengar jawabanya.
"Baiklah, aku siap, jadi kapan kita akan mulai ujianya?" Tanyanya pada Fricila.
"Sepertinya kau cukup yakin kau bisa melewati ujian dari kami ya, baiklah kalau begitu, aku yang pertama akan menguji mu, tentang seberapa luas pengetahuan mu tentang sihir,"
"Jadi hanya itu ya, kurasa aku bisa melewati ujian pertama ini," jawab Ryouta dengan percaya diri.
"Baiklah kita mulai ujian tahap pertama ini. untuk tahap pertama ini aku ingin kau mengatakan ada berapa jenis sihir dasar yang ada di dunia ini, lalu ucapkan matra pelafalan dasarnya apa kau bisa?"
"Baiklah, element dasar terdiri dari Air, Tanah, Api, dan Udara, lalu ada juga element lain yang memiliki keunikan tersendiri yaitu Cahaya dan Kegelapan, untuk mantra dasarnya seperti ini, adolebitque eam, ignis,Flare, Ventus, Liquere, Terra, Fluere, Aquae." Tanah, Angin, Api dan Air pun muncul secara berurutan dari mantra yang di ucapkan Ryouta.
"Kau lulus ujian tahap pertama, sekarang kita lanjutkan ke tahap ke dua yaitu tahap lanjutan dari element dasar yang tadi, lalu ucapkan pelafalanya,"
"Lanjutan dari Api adalah Lava, sedangkan Angin menjadi Badai, Tanah menjadi Batu, lalu Air menjadi Es, pelafalanya adalah seperti ini,Ure omnes Lava Canite Omnes in procella Fortis defensio fortis Congelo omnes Ice, seperti ini kan," ucap Ryouta melakukan pelafalan selanjutnya dari mantra sihir.
"Sempurna, kau lulus ujian dari ku, dan sebagai tanda kelulusan mu aku akan memberikan mu permata biru ini, selanjutnya, temui lah Victoria di taman kerjaan dan katakan padanya kau ingin mengambil ujian darinya," ucap Fricila memberikan permata biru pada Ryouta.
************************************
Setelah lulus dari ujian Fricila, dirinya pun segera menemui Victoria yang ada di taman istana, untuk mengambil ujian darinya. Sesampainya Ryouta di taman istana, dirinya melihat Victoria sedang duduk dan melihat pemandangan awan di langit kerajaan Deltras.
Beberapa menit setelah itu, Victoria melihat ke arah Ryouta yang datang menghampirinya lalu bertanya kepadanya,
"Ryouta, apa kau kemari untuk mengambil ujian dari ku," ucap Victoria sambil tersenyum menatap Ryouta.
"Ah kau benar, jadi apa ujian yang akan aku lalui?" Ucapnya pada Victoria.
"Ujian dari ku cukup mudah, kau harus membuktikan diri mu, apakah kau pernah melakukan kejahatan atau tidak, caranya dengan menyentuh bola kristal suci ini, jika kau tidak berbuat kesalahan maka bola kristal ini akan berubah warna menjadi putih dan bersinar terang, jika kau pernah melakukan sesuatu yang jahat, maka bola kristal ini akan berubah warna menjadi Hitam,"
"Baiklah, jika hanya itu yang di perlukan, maka akan ku lakukan." Dirinya pun meletakkan tangannya di atas bola kristal dan setelah meletakan tanganya di bola kristal itu, bola itu bercahaya sangat terang lalu hancur seketika.
************************************
Setelah melihat hal itu, Victoria pun mulai berkata pada Ryouta, sambil menjelaskan kenapa bola kristal itu bercahaya sangat terang lalu hancur seketika.
"Sepertinya bola ini telah menemukan bahwa kau bukan orang biasa, bola itu sepertinya di halangi oleh kekuatan yang kuat sehingga membuat bola itu tidak dapat bertahan lebih lama lagi, jadi kurasa kau lulus ujian dari ku, dan ini kristal Hijau sebagai bukti kelulusan mu, untuk selanjutnya, kau bisa menemu Erina untuk mengambil ujian darinya," ucap Victoria memberikan kristal Hijau sebagai tanda kelulusannya.
__ADS_1
Setelah selesai menemu Victoria, Ryouta pun mulai berjalan masuk ke istana untuk mencari Erina. Beberapa menit kemudian, saat dirinya tiba di lapangan latihan istana, disana terlihat Rui sedang berlatih mengunakan pedang bersama Chisaki. Karna penasaran dengan latihan mereka, Ryouta pun memutuskan untuk menghampiri mereka berdua sambil bertanya,
"Sepertinya latihan kalian cukup menarik, apa boleh aku ikut bergabung?" Tanyanya pada Chisaki yang sedang bersama Ruin.
"Ahh...sebenarnya latihan Rui sudah selesai untuk hari ini, tapi jika kau mau latih tanding dengan ku maka aku bersedia," ucapnya pada Ryouta.
"Hmm...bagai mana jika aku ingin mengambil ujian dari mu, apa kau bersedia Chisaki," dirinya menunjukan dua kristal yg ada di kalungnya pada Chisaki.
"Jadi kau sudah mengambil ujian dari, Fricila dan Victoria ya, baiklah jika kau mau mengambil ujian dari ku, maka aku akan sedikit serius dalam melawan mu, ayo majulah Ryouta." Chisaki menarik Rapier salah satu Rapier miliknya, lalu mulai bersiap dengan posisi bertarung.
"Baiklah, aku juga tidak akan kalah," ucap Ryouta yang juga ikut menarik pedangnya dan bersiap untuk bertarung.
************************************
Saat akan bertarung, Fricila tiba-tiba datang lalu berkata pada mereka berdua.
"Jika kalian ingin bertarung, maka janggan bertarung disini, jika kalian sampai bertarung tanpa menahan diri istana ini bisa-bisa hancur oleh kalian, sebaiknya kalian pindah ke Padang rumput luas yang agak sedikit jauh dari kerajaan, mungkin kami juga bisa melihat seberapa hebatnya kemampuan Ryouta, bagai mana," usul Fricila pada Ryouta dan Chisaki untuk bertarung di Padang rumput yang luas yang jauh dari istana.
"Aku sih tidak keberatan, bagai mana dengan mu Chisaki?"
"Ahh...kurasa tidak ada salahnya menyetujui usulan dari Fricila, sebaiknya kita bertarung di padang rumput yang luas agar istana ini tidak terkena dampak dari kekuatan kita," ucap Chisaki yang mulai menyarungkan Rapier miliknya di pinggangnya.
"Baiklah, karena semua orang sudah setuju maka, aku akan mengirimkan kalian langsung ke tempat tujuan, lalu menjemput yang lainya untuk datang dan melihat pertarungan kalian," ucap Fricila mengunakan sihir teleportnya untuk mengirim Ryouta dan Chisaki ke tempat tujuan mereka.
"Sepertinya semua orang sudah berkumpul disi, baiklah Ryouta, apa kau siap untuk menjalani ujian dari ku, peraturannya cukup mudah, hanya harus bisa menjatuhkan ku ketanah, atau mengambil senjata milik ku, dan kau bebas mengunakan kemampuan apapun untuk melawan ku, bagai mana apa kau siap?"
"Ahh... tentu saja, mari mulai pertarungan ini, Fire Ball." Ryouta mengaktifkan sihir tingkat dasar Fire Ball untuk membuka pertarungan.
Setelah Fire Ball di luncurkan, Chisaki melesat lalu memotong fire ball itu dengan Rapier miliknya, kemudian melesat dengan cepat ke arah Ryouta dengan Rapiernya.
"Serangan tadi cukup bagus tapi itu hanya serangan pembuka bagi mu kan, tapi kali ini adalah serangan yang sesungguhnya, Fast Stab." Chisaki mulai melesat lalu mulai menusukan Rapiernya secara bertubi-tubi kearah Ryouta.
"Itu lumayan cepat, tapi itu tidak akan berguna melawan ku, Tripple Ice Wall." Tiga dinding es raksasa muncul di hadapan Ryouta dan menghalangi serangan dari Chisaki.
"Taktik mu cukup bagus juga, kau cukup hebat mengatasi berbagai situasi, tapi itu tidak akan bekerja pada ku." Chisaki menekankan semua kekuatannya pada ujung Rapiernya lalu menghancurkan semua Ice wall milik Ryouta.
"Aku sudah tau kau akan menghancurkan Ice Wall milik ku, tapi jarak serangan mu dan dan diri ku cukup jauh, kau tidak akan bisa mengenai ku," ucap Ryouta yang mengukur waktu untuk menghalau semua serangan Chisaki.
"Jika begitu, High Speed, Millions Stab, bagai mana apa kau bisa menghindarinya," ucap Chisaki pada Ryouta.
"Seperti yang di harapkan, dari gadis suci Athena, kecepatan mu luar biasa tapi aku sudah mengantisipasi hal itu," ucap Ryouta melompat mudur dari arah jangkauan serangan Chisaki.
Melihat hal itu, dirinya pun segera mengejarnya, dan tanpa terlihat curiga sedikitpun terhadap pergerakan lawannya, dirinya pun tanpa sengaja memicu jebakan yang ada di tanah, sehingga memunculkan beberapa tombak es dari dalam tanah.
"Jadi ini adalah jebakan, trik yang bagus, tapi itu belum cukup untuk mengalahkan ku, Reflex." Chisaki mengunakan skill Reflex untuk menghindari jebakan yang telah aktif.
__ADS_1
"Kau pikir jebakan yang ku pasang hanya sampai disitu saja, jebakan yang ku pasang tersebar di sekitar tempat ini, dan jika satu jebakan telah aktif maka jebakan lainya pun akan mengikuti," ucap Ryouta pada Chisaki.
************************************
Setelah beberapa jam Chisaki berusaha menghindari jebakan yang ada, dirinya mulai kewalahan dan merasa terpojok. Karna sudah terpojok, Chisaki pun tidak punya pilihan lain selain menangapi pertarungan ini dengan serius.
"Jika sudah begini, aku tidak punya pilihan lain, Release, Athena, Million Speed Stab." Seketika Rapier biasa tadi berubah menjadi Rapier yang memiliki corak api, dan di hiasi beberapa kristal dan tanpa berfikir lagi pun Chisaki melesat dengan cepat menghalau semua jebakan yang ada, dengan tusukan cepat dan bertubi-tubi dari Rapier miliknya.
"Sepertinya aku juga harus serius, munculah Freezing Bow, Cresent Moon Shot, lalu Ilusion Arrow." Setelah satu anak panah di tembakan, ujung anak panah itu mengeluarkan cahaya berwarna keemasan, lalu saat hampir mendekati musuhnya, anak panah itu mulai berpencar menjadi sangat banyak.
"Itu masih belum cukup untuk mengalahkan ku, Force of Athena." Dengan mengunakan Force of Athena, seluruh kemampuan Chisaki mulai dari fisik, kecepatan, dan pertahanan meningkat tiga kali lipat sehingga dapat menghancurkan serangan Ryouta.
"Sepertinya aku juga tidak punya pilihan lain selain menggunakan senjata ini, aktifkan senjata bentuk ke dua, Black Scythe of Abyss, lalu aktifkan skill Dark Bloody Chain." Setelah mengaktifkan Black Scythe of Abyss dan memunculkan Dark Bloody Chain dari tanah dan mengikat tangan dan kaki Chisaki, Ryouta pun melesat dan menerbangkan Athena Rapier milik Chisaki lalu menariknya dengan Bloody Chain miliknya agar sampai ke tangannya.
Setelah Athena Rapier berada di tangannya, dirinya pun berkata pada Chisaki dan menghilangkan Bloody Chain miliknya dari Chisaki.
"Sepertinya aku yang menang kali ini ya Chisaki," ucap Ryouta mengembalikan Rapier milik Chisaki sambil mengulurkan tanganya.
"Ah, aku kalah, tapi aku merasa kau masih menahan kekuatan mu tadi, bisa kau jelaskan kenapa kau menahan diri mu untuk menyerang ku," ucapnya pada Ryouta.
"Jika aku tidak menahan diri ku, mungkin senjata dan armor mu akan terbelah seketika dan kemungkinan besar kau akan mati karna terluka parah, Karna kekuatan Black Scythe of Abyss adalah dia mampu memotong dimensi, dan mampu memberikan Instan Dead bagi yang terkena serangan senjata ku ini,"
"Jadi begitu ya, aku menghargai kebaikan mu Ryouta, dan jika ada waktu mari berduel lagi seperti ini," ucapnya lalu memberikan kristal merah pada Ryouta.
"Oh iya, apa kau tau dimana Erina berada?"
"Kurasa saat ini dia sedang mandi setelah selesai bekerja membantu orang-orang di sekitar kerajaan, tapi sebelum kau menemu Erina, sebaiknya kau istirahat dulu untuk memulihkan stamina mu," ucap Chisaki pada Ryouta lalu berbaring di rerumputan.
"Ah, kurasa itu bukan ide yang buruk, aku memang agak lelah setelah pertarungan tadi," ucap Ryouta membaringkan tubuhnya di rerumputan tepat di samping Chisaki.
************************************
Setelah cukup lama berbaring, Ryouta pun mulai berkata pada Chisaki tentang hal yang dia pikirkan.
"Hey, Chisaki, aku penasaran, apakah kalian para gadis suci di perbolehkan untuk menikah atau sekedar berpacaran?" Tanya Ryouta yang penasaran dengan hal itu.
"Sebenarnya tidak ada aturan yang melarang hal itu, tapi kami para gadis suci masih memiliki tanggungjawab yang besar untuk menjaga kedamaian di dunia ini, tapi jika aku boleh jujur, menurut ramalan Victoria, kami bertiga akan menjadi istri dari seorang laki-laki yang mengenakan jubah hitam, dengan armor hitam kemerahan yang membuat dunia dimana semua ras yang ada di dunia ini hidup berdampingan dengan damai, itulah yang dikatakan ramalan itu," ucap Chisaki dengan pipi sedikit memerah karna memikirkan tentang masa depan yang akan datang.
"Aku jadi penasaran, siapa dua orang lainya, apa mungkin itu adalah Fricilla dan Erina?"
"Kurasa bukan Fricilla, karna menurut ramalan Victoria, Fricilla tidak menginginkan posisi sebagai istri dari laki-laki yang ada di ramalan itu, justru dia menganggap laki-laki itu sebagai seorang kakak baginya,"
"Jadi yang akan menjadi istri dari laki-laki dalam ramalan itu adalah kau, Victoria, dan Erina ya?"
"Kurasa begitu, tapi kita tidak akan tau pasti dengan ramalan itu, ah kurasa sekarang Erina mungkin sudah selesai mandi, bagai mana kalau kau menemuinya sekarang, tapi maaf aku tidak bisa menemani mu, karna setelah ini aku harus melatih Rui kembali," ucap Chisaki bangun dan mulai bersiap untuk melatih Rui kembali.
__ADS_1