Living In Another World With Cheat

Living In Another World With Cheat
Chapter 11 The Temple of Holy Guardian Part 2


__ADS_3

Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu, kota mulai di bangun ulang. Saat kota sedang di bangun ulang, Ryouta dan yang lainya pun memutuskan untuk mencari informasi di sekitar kota tentang monster yang ada di hutan barat yang mengarah ke kuil yang mereka tuju.


Beberapa menit setelah mengumpulkan semua informasi yang mereka dapat, mereka pun mulai mendiskusikan rencana dan jalur yang akan mereka ambil agar mereka tidak melawan monster Rank A yang ada di sekitar hutan barat.


"Seperti yang kita tau, dari informasi yang kita dapat, kita mengetahui bahwa ada beberapa monster yang ada di dalam hutan itu, diantaranya adalah Red Goblin, Wolf, Shadow Phantom, Wyvren dan beberapa Poison Fang Spider, itu adalah monster ber Rank D, yang mungkin akan kita lawan selama di perjalanan jika kita mengunakan jalur kiri setelah memasuki hutan barat, tetapi itu akan memakan waktu empat hari perjalanan. Jika kita mengambil jalur lurus setelah masuk ke hutan lalu berbelok ke sebelah kanan, kita akan sampai dalam waktu dua hari, tetapi kita akan berhadapan dengan Suku Lizardmen, Black Wyvren, Queen Tarantula yang merupakan monster Rank A dan kemungkinan terburuknya adalah kita mungkin akan berhadapan dengan monster Rank S yaitu Behemoth sang naga bencana," ucap Ren menjelaskan jalur yang akan mereka pilih menurut informasi yang telah mereka kumpulkan.


"Behemoth ya, sepertinya aku pernah mendengar sebuah legenda tentang Behemoth, ah iya aku pernah membacanya di buku ini," ucap Milia mengambil buku kuno yang di berikan Ren waktu itu kepadanya.


Setelah buku itu di perlihatkan, terlihat di sebuah halaman yang berisi semua informasi mengenai Behemoth.


"Di buku ini di katakan bahwa Behemoth adalah sang Naga pembawa kehancuran, disini juga di katakan bahwa Behemoth memiliki kekuatan yang begitu besar, diantara kekuatan itu ada sebuah kekuatan yang begitu di takuti oleh semua orang yaitu, Destruction Strike, serangan itu adalah serangan yang mampu menghancurkan satu negara."


"Jadi kesimpulannya kita akan mengambil jalur kiri setelah memasuki hutan dan kita akan sampai di kuil itu setelah empat hari," ucap Ryouta menarik kesimpulan untuk perjalananan mereka.


***********************************


Keesokan paginya, mereka pun mulai berangkat dari penginapan Black Cat, lalu menyewa gerobak barang dan sebuah kuda untuk menarik gerobak itu dan membawa mereka ke dekat hutan barat. Berapa jam berlalu, mereka pun tiba di luar hutan barat, dan laki-laki yang mengemudikan gerobak itu dengan kuda pun berkata kepada mereka,


"Semoga kalian berhasil mencapai tujuan kalian, Karna aku hanya bisa mengantar sampai disini saja."


"Ah tidak masalah, kami senang kau bisa mengantar kami kesini, jadi trimakasi ya sudah mengantar kami," ucap Ryouta pada laki-laki itu.


Setelah berpamitan dengan laki-laki yang mengantar mereka, mereka pun mulai melanjutkan perjalananan memasuki hutan. Selama perjalanan para monster yang muncul persis seperti yang di katakan orang-orang.


Beberapa jam berlalu, setelah cukup dalam memasuki hutan, tak terasa hari pun mulai gelap dan mereka pun memutuskan untuk berkemah di hutan sampai pagi tiba. Saat akan memulai persiapan berkemah, tiba-tiba saja dari balik pepohonan terdengar suara lolongan seekor serigala diiringi lolongan serigala lainya dari beberapa tempat.


"Sepertinya menu makan malam kita kali ini adalah daging, semuanya waktunya berburu banyak daging," ucap Ryouta pada yang lainya.


Setelah beberapa menit berlalu, sekawanan serigala pun muncul di hadapan mereka lalu dengan cepat mulai menyerang secara bersamaan.


[Monster Status]


Name: Wolf


Rank: D


Hp: 4,000

__ADS_1


Atk: 500


Agility: 950


"Kurasa kita tidak perlu bergerak dari sini, karena makan malam kita sudah datang dengan sendirinya," ucap Mio menghantamkan pukulannya kearah salah satu serigala yang melompat dan menyerangnya.


"Sepertinya Mio mendapat satu mangsa, baiklah aku tidak akan kalah." Ruby mengunakan nuncakunya untuk menghancurkan tengkorak kepala dari empat serigala yang menyerangnya secara bersamaan.


Sementara semua orang sedang bertarung, Milia dan Ren menyiapkan api unggun untuk memasak dan juga untuk memanggang beberapa jamur liar yang mereka temukan. Setelah pertarungan selesai, Ryouta dan yang lainya memperoleh cukup banyak daging untuk di makan selama perjalanan mereka, dan beberapa daging di masak bersama beberapa sayuran liar dan juga di panggang dengan beberapa jamur.


Beberapa menit kemudian setelah makan malam dan juga tenda untuk berkemah siap, mereka pun akhirnya memulai makan malam. Setelah malam itu berlalu, pagi pun tiba, mereka pun mulai melanjutkan perjalanan mereka.


Tiga hari berlalu, setelah perjalanan panjang melewati hutan, mereka pun akhirnya tiba di sebuah kuil besar yang sepertinya sudah di tumbuhi beberapa lumut dan tanaman menjalar lainnya. Saat melihat itu Ren pun berkata,


"Akhirnya kita sampai juga disini, Kuil Empat Kesatria Suci, kuil tempat pedang Orivion disimpan dan menunggu ku untuk mengambilnya," ucap Ren sambil menatap ke arah kuil itu.


Setibanya mereka di depan kuil, mereka pun mulai masuk ke dalam kuil itu. Saat masuk ke dalam, terlihat banyak sekali ukiran-ukiran kuno yang menghiasi luasnya kuil itu.


Saat semua orang takjub dengan kuil itu, Ren pun mulai menuju ke sebuah ruangan, dan di dalam ruangan itu terlihat sebuah pintu besar yang terbuat dari batu.


"Sepertinya ini adalah pintu masuk ke bagian utama kuil ini, tetapi sepertinya pintu ini tidak bisa di buka," ucapnya pada Ryouta dan yang lain.


"Aku tau tulisan itu, itu adalah lagu kuno dari suku Dragonnewst, aku akan mencoba untuk menyanyikannya mungkin itu akan membuat pintu ini terbuka, Custos dormiens, exaudi carmen meum, Diis oblatum, meum carmen audio, Et aeterno mundo portas pande." Saat Mio menyanyikan lirik pertama, lirik itu berubah warna menjadi ungu tetapi saat memasuki lirik ke dua, cahaya itu tidak muncul.


Melihat itu, Ryouta dan yang lainnya terlihat kebingungan karena tidak bisa membuat pintu itu terbuka. Lalu Milia pun juga ikut mencoba untuk menyanyikan lagu itu, tapi saat menyanyikan lirik pertama, lirik itu tidak berubah warna, tetapi saat dia menyanyikan lirik ke dua lirik itu berubah menjadi warna merah. Melihat hal itu, Ren pun berkata kepada mereka berdua,


"Kalian berdua coba nyanyikan lagu itu seperti ini, di lirik bagian pertama, Mio yang akan memulainya, lalu di saat masuk ke lirik ke dua Milia akan mulai menyanyi, dan di saat lirik terakhir, kalian berdua nyanyikan lagu itu bersama."


"Baiklah jika itu yang harus di lakukan, kami berdua akan menyanyikannya, kau siap."


"Tentu saja, aku selalu siap."


"Baiklah ayo mulai, Custos dormiens."


"Exaudi carmen meum, Diis oblatum, meum carmen audio."


"Et aeterno mundo portas pande."

__ADS_1


Setelah lagu itu selesai dinyanyikan, semua lirik yang ada di lagu itu berubah warna lalu pintu batu itu pun mulai terbuka lalu sebuah cahaya terang terpancar di dalamnya.


"Semuanya, pintu ini sudah terbuka, jadi ayo masuk kedalam," ucap Ren melangkah kakinya memasuki pintu itu.


"Apa pun yang terjadi di dalam sana, kita akan hadapi dengan kekuatan penuh kita, dan kita tidak akan mundur untuk apapun," ucap Ryouta kepada yang lainya sebelum memasuki pintu itu.


Saat masuk ke dalam pintu itu, cahaya putih terang menyelimuti mereka, dan saat mereka membuka mata, mereka kini berada di sebuah ruangan luas dengan beberapa relik kuno di sekitar empat pilar yang menjunjung tinggi ke atas. Dan di sekitar pilar-pilar itu, terlihat empat patung putih dan saat mendekati patung itu, Empat kesatria suci yang mirip seperti patung itu muncul di hadapan mereka lalu berkata,


"Kami adalah empat kesatria penjaga pedang Orivion, hanya seorang pahlawan sejati lah yang mampu untuk mencabut pedang itu dari atas Altar Suci," ucap keempat kesatria itu sambil berbicara secara bergantian.


"Nama ku adalah Ren, aku adalah seorang pahlawan baru yang terpilih untuk mengalahkan raja iblis," ucap Ren menunduk untuk memberikan hormat kepada keempat kesatria suci itu.


"Baiklah, jika kau adalah pahlawan, cabutlah pedang Orivion dari Altar itu," ucap seorang kesatria suci yang memakai senjata perisai


Setelah mendengar ucapan kesatria suci itu, Ren pun berdiri lalu berjalan ke Altar Suci untuk mencabut pedang itu. Saat tiba di Altar Suci, Ren pun menyentuh pedang Orivion lalu cahaya keemasan muncul dari pedang itu, dan saat pedang itu di cabut, pedang itu berubah menjadi pedang berwarna biru keemasan dan aura suci pun terpancar saat pedang itu di cabut.


"Aku berhasil mendapatkan pedang Orivion, sekarang aku siap menerima takdirku untuk membunuh Raja Iblis, atas nama pedang suci Orivion, aku Ren Cereus, menerima misi ku sebagai pahlawan untuk membunuh Raja Iblis."


"Sepertinya Quest kita terselesaikan, jadi ayo kita kembali," ucap Ryouta pada yang lainya.


"Kalian tidak akan bisa kembali sebelum kalian menyelesaikan ujian yang akan kami berikan kepada kalian, karena para bintang meramalkan bahwa kalian adalah orang yang akan bertarung bersama pahlawan untuk membunuh Raja Iblis dan Naga pembawa kehancuran Behemoth, jadi kami akan menilai kalian, apakah kalian pantas untuk ramalan itu."


"Jika itu yang kami perlukan, maka kami akan menerima ujian itu tanpa rasa takut," ucap Ryouta pada kesatria suci itu.


"Kami sudah berjanji pada diri kami sendiri, bahwa kami tidak akan mundur sedikitpun sampai akhir," tegas Milia pada para kesatria itu.


"Baiklah, jika kalian sudah membulatkan tekad kalian, maka kami akan menguji kalian, kami berempat akan menunggu kalian di dalam pintu yang akan kalian pilih untuk mendapatkan ujian dari kami."


Setelah mengatakan hal itu, keempat kesatria suci itu pun mulai menghilang dan di hadapan Ryouta dan yang lainya terdapat empat pintu berbeda dimana mereka akan mendapatkan ujian mereka masing-masing. Beberapa menit kemudian setelah pintu itu muncul mereka pun mulai berjalan ke pintu yang mereka pilih untuk berhadapan dengan para kesatria suci itu.


"Baiklah semua, ini adalah ujian yang harus kita hadapi, jadi pastikan kalian berhasil melewati ujian dari mereka," ucap Ryouta berdiri di pintu  yang bersimbol kan Senjata perisai.


"Tentu saja, aku akan menghadapi apapun dengan tinju ini, dan tetap maju ke depan menerobos musuh yang menghalangi ku." Mio mengepalkan tangannya lalu berjalan ke pitu bersimbol pedang dan perisai.


"Tidak ada apapun yang akan menghalangi ku, dengan kekuatan penuh aku akan mengalah apapun," ucap Milia dengan api yang menyala di pedangnya sambil berdiri di depan pintu bersimbol Pedang, Perisai dan Sayap.


"Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk melewati ujian ini meskipun ini sulit, aku tetap tidak akan mundur karena aku sudah mengambil langkah ini untuk maju," ucap Ruby yang berdiri di pintu bersimbol perisai dan tombak.

__ADS_1


"Sepertinya semuanya sudah siap, jadi ayo kita hadapi ujian ini."


~Bersambung~


__ADS_2