Living In Another World With Cheat

Living In Another World With Cheat
Chapter 17 Little Necromancer Rurie Cristine Auderet Part 2


__ADS_3

"Gadis kecil sebaiknya kau pulang dan bermain bersama mereka, karena kami sedang buru-buru," ucap Fricilla kepada gadis kecil itu.


"Gadis kecil katamu, baiklah akan aku tunjukan kekuatan ku kepada kalian, semua pasukan hadang jalan mereka dan jangan biarkan mereka lewat."


Seketika itu juga para pasukan Undead dan Elder Lich membentuk formasi untuk menghalangi jalan Ryouta dan yang lainnya.


"Bagai mana hah, kalian tidak akan bisa lewat semudah itu, karena kali ini akan ku buat kalian berakhir disini," ucap gadis itu kepada mulai menggerakan pasukan Undead dan Elder Lich miliknya untuk menghalangi jalan mereka.


Karena melihat banyak Elder Lich dan Undead yang menghalangi mereka, Fricilla pun berkata sambil berusaha mengulur waktu dengan sedikit meremehkan gadis itu dengan kata-katanya,


"Memangnya kau itu cukup kuat untuk menghentikan kami?" Tanyanya pada gadis itu untuk mengukur waktu


"Tentu saja, aku adalah Necromancer terhebat yang pernah ada, jadi bersiaplah kalian."


"Tunggu dulu, sebelum kau mengatakan kalau kau adalah Necromancer terhebat, kau harus memperkenalkan diri terlebih dahulu, karena itulah aturannya," ucap Fricilla yang berusaha mengulur waktu sampai Rui selesai mengambil bunga raksasa yang di bawa oleh Beberapa Undead dan Zombie Wolf.


"Kurasa itu memang benar, baiklah aku akan memperkenalkan diri ku kepada kalian, aku adalah Rurie Cristine Auderet Necromancer terhebat yang pernah ada, uwahahaha, bersiaplah untuk di kalahkan."


"Sayangnya yang akan kalah bukanlah kami, tetapi diri mu," ucap Rui mengarahkan katananya ke leher gadis itu dari belakang.


"B-bagai mana kau bisa ada di belakang ku, baru saja beberapa menit yang lalu kau ada di depan sana, dan kau juga telah mengambil bunga raksasa yang sudah susah payahnya aku ambil, ini tidak adil."


"Berhentilah bergerak, jika bergerak sedikit saja, maka leher mu akan putus."


'Biar aku yang menjawab perkataan mu, kau lah mengambil bunga itu dari kami, padahal kau sama sekali tidak melakukan apapun, dan hanya kamilah yang memotong bunga itu dari tangkainya, jadi itu adalah milik kami," ucap Fricilla pada Rurie


"Cih, sial, jika sudah begini, aku terpaksa harus memakai cara ini, O princeps regni mortuorum, Te voco, cum sanguine meo, Perfice pactum eius inter nos, munculah Bone Golem." Setelah mantra itu di rapalkan, tanah pun mulai retak dan dari tanah yang retak itu beribu-ribu tulang belulang mulai berkumpul menjadi satu lalu membentuk Bone Golem.


"Bagai mana dengan itu hah, Bond Golem adalah salah satu monster Necromancer terhebat yang pernah di panggil, dan sampai sekarang tidak ada yang bisa menandinginya, uwahahaha," ucap Rurie dengan sombongnya karena tidak akan ada yang bisa mengalahkan Bone Golem


************************************

__ADS_1


Setelah Bone Golem muncul, Great Sage dan yang lainya pun mulai menyerangnya secara bergantian mengunakan sihir, kemampuan pedang dan serangan fisik, akan tetapi semua serangan itu tidak ada yang berpengaruh terhadap Bone Golem. Saat Bone Golem akan menyerang Chisaki, dirinya pun tersenyum lalu menghindar sambil berkata,


"Sepertinya bukan kami yang akan mengalahkan Bone Golem itu tetapi dirinya," ucapnya tersenyum sambil menghindari serang Bone Golem yang saat ini berada tepat di jarak serangan Ryouta.


"Dengan ini berakhir sudah, Final Destruction Shoot." Tembakan energi yang sangat kuat di luncurkan dari Black Nightmare Bow miliknya, dan dengan satu kali serang Bone Golem pun hancur tanpa sisa bersama pada pasukan Undead dan Elder Lich milik Rurie.


"Sekarang semua pasukan mu sudah hancur, jadi menyerah lah dan serahkan tongkat mu kepada kami," ucap Fricilla kepadanya.


Ruie yang melihat semua pasukan miliknya di kalahkan pun akhirnya menyerah dan tongkat miliknya pun di ambil oleh Fricilla. Saat dirinya diikat oleh Rui, Ryouta pun berkata kepada Rui dan Fricilla,


"Tolong bebaskan dia, aku lah yang akan menjaminnya."


"Jika onii-chan berkata seperti itu baiklah, dia akan ku bebaskan," ucap Rui memotong tali yang mengikat Rurie dengan katananya dengan sekali tebas.


Setelah di bebaskan, Rurie pun berkata kepada Ryouta,


"Kenapa kau membebaskan ku, bukanya aku sudah berusaha menghabisi kalian?"


"Apa yang kau inginkan dari ku?"


"Aku cuma meminta satu hal, dalam waktu dua tahun, aku ingin kau menjadi Necromancer tingkat sembilan, karena saat ini kau masih Necromancer tingkat satu, karena itulah, dalam dua tahun aku ingin kau bertambah kuat sampai kau bisa mencapai Necromancer tingkat sembilan, lalu setelah mencapai tingkat itu, temui lah aku lagi di hutan peri ini bagai mana apa kau bisa melakukannya?"


"Akan ku lakukan, dan aku berjanji pada mu, untuk menjadi Necromancer tingkat sembilan."


"Baiklah, dan satu hal lagi, apa kau mempunyai hubungan dengan leluhur pertama?"


"Tentu saja ada, dia adalah kakek ku, aku adalah cucu dari leluhur pertama, memangnya ada apa?"


"Aku sudah menduganya, karena aku pernah membaca tentang leluhur pertama kalian, dia memiliki tongkat tengkorak sulur kristal, tongkat yang sangat langka yang di gunakan untuk memanggil para Undead kelas tinggi," ucap Ryouta meminta tongkat yang di ambil oleh Fricilla, lalu mengembalikannya ke pada Ruie.


************************************

__ADS_1


Setelah masalah dengan Rurie selesai, dan membagi bunga itu menjadi dua bagian dan memberikan salah satu bagian bunga itu ke Rurie, Ryouta dan yang lainya pun mulai masuk lebih dalam ke hutan peri. Saat hampir memasuki hutan peri bagian dalam, mereka pun di hadang oleh berbagai monster tanaman yang berbeda dari sebelumnya, lalu Great Sage pun mulai berkata kepada yang lainnya,


"Sepertinya kita sudah hampir dekat dengan penyebab munculnya monster tanaman aneh di sekitar sini.


"Sepertinya begitu, tapi sepertinya kita harus masuk lebih dalam lagi agar bisa mengetahui penyebab monster tanaman yang aneh ini muncul," ucap Chisaki sambil memotong beberapa monster tanaman dengan Rapiernya.


************************************


Setelah agak lama menyusuri hutan, akhirnya mereka pun sampai juga di bagian paling dalam hutan peri. Saat tiba di sana, terlihat banyak sekali sulur raksasa yang menghalangi jalan mereka, terlebih lagi sulur akan menyerang siapapun yang mendekat kearahnya.


"Sepertinya kita haru berurusan dengan sulur menyebalkan ini lagi ya Rui."


"Kau benar onii-chan, mereka benar-benar menyebalkan, aku mulai muak melihat sulur dan sulur dari semenjak kita memotong bunga raksasa waktu itu, kita selalu berhadapan dengan sulur dan monster tanama," keluh Rui sambil memotong sulur yang mencoba menyerangnya.


"Jika sulur ini semakin banyak berarti kita sudah hampir sampai ke inti masalah hutan ini," ucap Fricilla yang membantu Chisaki dan Erina mengatasi beberapa monster tanaman dan sulur yang menyerang mereka.


"Hoho, kalian memang benar, kita hampir sampai ke inti masalahnya, kita hanya perlu menghancurkan semua sulur ini untuk membuka jalan kita menuju ke inti hutan ini," ucap Great Sage yang membakar dan membekukan beberapa sulur dan monster tanaman yang menyerangnya.


Di tengah kesibukan melawan monster tanaman dan sulur yang menyebalkan, Nemea pun tiba-tiba muncul kembali sambil terbang di samping Ryouta lalu berkata kepadanya,


"Master, ijinkan aku untuk membantu kalian, aku mohon."


"Baiklah jika kau mau membantu kami, apa kau bisa terbang dan menyelinap melewati semua sulur itu dan melihat apa yang terjadi di inti hutan ini, bagai mana, apa kau bisa melakukannya?"


"Serahkan pada ku master, aku akan pergi melihat apa yang terjadi di inti hutan ini," ucap Nemea terbang dan menyelinap melewati semua sulur dan para monster tanaman yang sedang bertarung melawan Ryouta dan yang lainya.


Setelah Nemea terbang pergi untuk melihat apa yang terjadi di inti hutan, Ryouta pun mulai berkata kepada yang lainya,


"Semuanya dengarkan aku, kita harus terus bertarung melawan para monster tanama dan juga sulur ini, sampai Nemea kembali melaporkan apa yang dia lihat dari inti hutan."


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2