
"Selamat datang di Altar Suci milik ku."
"Jadi kau adalah Zokl si Dewa palsu itu."
"Benar, aku lah orangnya, dan ijinkan aku untuk mengucap selamat karena telah berhasil mencapai tempat ini, dan juga karena telah berhasil mengalahkan boneka yang aku kirimkan."
"Aku hargai itu, tapi aku kesini bukan untuk mendapatkan ucapan selamat, tapi aku datang kesini untuk mengalahkan mu," Ucap Ryouta mengarahkan pedangnya ke arah Zokl yang duduk di singgasananya.
"Aku tau kau datang kesini untuk mengalahkan ku, tapi sekarang ini kau sudah mengetahuinya kan, bahwa ada sesuatu yang aneh dengan tempat ini?"
"Ahh... Aku mengetahuinya, karena saat aku masuk ke dalam sini, seluruh tubuhku terasa berat."
"Itu karena efek dari Altar ini, semua orang yang masuk ke Altar ini, termasuk kau dan aku, kekuatan kita akan tersegel di dalam sini," Ucap Zokl yang turun dari singgasananya dan menjelaskan tentang Altar tempat mereka berada sekarang kepada Ryouta.
"Jadi kau juga tidak bisa melakukan apa-apa saat berada di altar ini benar kan?"
"Benar sekali, tapi ada suatu waktu dimana kekuatan dari penghalang tempat ini akan menghilang."
"Kapan waktu itu akan terjadi?" Tanya Ryouta yang perlahan-lahan menurunkan pedangnya.
"Itu adalah saat gerhana matahari total di mulai, dalam beberapa jam lagi, tetapi sambil menunggu, bagai mana kalau kita duduk sambil berbincang-bincang, lalu saat gerhana matahari di mulai, maka pertarungan kita akan segera di mulai apa kau setuju?"
"Baiklah, kalau begitu, aku setuju," Ucap Ryouta menerima tawaran dari Zokl.
Setelah cukup lama berbincang, akhirnya gerhana matahari pun di mulai, dan secara perlahan penghalang pun mulai menghilang, dan saat penghalang itu menghilangkan, Ryouta dan Zokl pun mulai berdiri lalu saling menjaga jarak untuk memulai serangan.
"Sepertinya kita sepemikiran, bagai mana kalau kita mulai saja bertarung," Ucap Ryouta yang bersiap menarik pedangnya.
"Jika itu yang kau inginkan, mari mulai saja."
Setelah saling menjaga jarak, akhirnya kedua pihak pun saling beradu serangan.
"Munculah api yang menghanguskan semua, yang ada di hadapannya, Ignis Flare."
__ADS_1
"Itu tidak akan berpengaruh pada ku, Gregorius Shield." Ryouta menahan serangan api itu lalu melenyapkannya dengan perisai Gregorius yang dia miliki.
"Kau cukup menarik juga ya untuk seorang manusia, mari kita bertarung lebih serius lagi, Phisical Enchant, War Cry, Stardust Kick."
"Perfect Shield, Shield Enchant, Freezing Slash."
"Kau manusia pertama yang melebihi pemikiran ku, dan kau adalah orang pertama yang berhasil melukai ku dengan serangan mu, aku tidak sabar menantikan hal apa lagi yang akan terjadi jika kita lanjutkan pertarungan ini," Ucap Zokl sambil memegang lengan kanannya yang membeku karena tebakan Ryouta.
"Ah, aku juga menantikan hal itu."
"Mari kita lanjutkan pertarungannya."
"Tentu saja, kali ini aku akan serius menghadapi mu, aktifkan bentuk ke tiga, Black Nightmare Bow, Energy Shoot Blast," Ucap Ryouta melepaskan tembakan energi dari panahnya.
"Kau pikir serangan panah mu itu bisa melukai ku, maka pikiran lagi, Pandora Trick: Mirror Illusions." Dengan satu jentikan jari, Zokl pun memunculkan semua bayangan dirinya di segala arah untuk mengelabui Ryouta.
"Nah sekarang, naga mana kau akan menghadapi hal ini," Ucap Zokl yang mulai menyerang dari berbagai arah.
Setiap kali Ryouta menembakan panahnya, bayangan itu menghilang lalu muncul lagi dengan menggandakan dirinya, sampai-sampai hal itu membuat Ryouta mulai kewalahan menghadapi serangan itu. Saat serangan terakhir akan di lakukan, oleh Zokl, Ryouta pun menghindar dengan melompat ke atas, dan saat akan mendarat ke bawah, terlihat senjata miliknya yang awalnya adalah busur panah, kini berubah menjadi sebuah sabit hitam gelap dengan ujung berwana merah darah.
Melihat semua bayangan ilusi miliknya telah menghilang, Zokl, pun bertepuk tangan sambil berkata,
"Mengagumkan, dari antara semua yang pernah melawan ku, cuma kau lah satu-satunya yang berhasil menghancurkan skill Pandora milik ku, nah, Ryouta bagai mana kalau kita sedikit bersenang-senang lagi, karena aku ingin melihat seberapa besar potensi yang kau miliki."
************************************
Berjam-jam berlalu, setelah mereka saling mengeluarkan sihir dan skill yang mereka punya, Zokl pun berkata kepada Ryouta,
"Ryouta, bagai mana kalau kita segera mengakhiri pertarungan ini, karena kesempatan ini tidak akan terjadi dua kali."
"Kau benar, kesempatan ini tidak akan bisa datang untuk keduakalinya, maka dari itu, mari kita akhir pertarungan ini, dan melihat siapakah yang akan memenangkannya," Ucap Ryouta mengambil lembaran halaman Grimoire yang di berikan Fricilla padanya.
Setelah mengambil halaman Grimoire itu, sebuah tulisan pun muncul di hadapannya, dan di tulisan itu di katakan,
__ADS_1
"Syarat evolusi telah terpenuhi, apa anda ingin mengevolusikan senjata anda ke bentuk berikutnya?"
"Sekarang saatnya mengakhiri ini untuk selamanya, tunjukkanlah wujud mu, evolusi bentuk ke empat, Grandiar Gauntlet."
"Bentuk keempat, Grandiar Gauntlet tahap pertama berhasil berevolusi."

Setelah sepasang Gauntlet berwarna hitam gelap terpasang di kedua tangan Ryouta, beberapa skill pun berhasil di pelajari olehnya.
"Baiklah, mari kita lanjutkan pertarungan ini," Ucap Ryouta yang sudah bersiap dengan kuda-kuda menyerang.
"Bagus, tunjukan semua kemampuan mu kepada ku, Pandora Trick: Guardian Summoner." Saat Pandora Trick di aktifkan, empat kesatria zirah muncul lalu mengelilingi Ryouta.
"Nah Ryouta, perlihatkan pada ku, kalau kemampuan mu bukan sampai disini saja!" Zokl menggerakkan tangannya lalu dengan segera para kesatria zirah yang di panggil oleh dirinya pun mulai menyerang.
"Baiklah, sesuai permintaan mu, akan ku tunjukan kekuatan ku, senjata bentuk ke dua, Black Scythe of Abyss, Dimensional Cut!" Ryouta memutar senjatanya lalu memotong semua kesatria zirah yang di panggil oleh Zokl untuk melawannya.
Setelah selesai memotong para kesatria zirah itu, dirinya pun mulai bergerak ke arah Zokl, lalu mengganti senjatanya ke bentuk ke empat.
"Sudah waktunya mengakhiri ini, Soul Breaker." Kekuatan serangan Ryouta mulai meningkat 2x lipat, dan dengan kekuatan itu dirinya mulai menghantamkan pukulannya ke arah Zokl
Karena sudah tidak bisa menghindar lagi, Zokl pun terkena serangan yang cukup kuat itu dan membuat dirinya mulai menghilang perlahan-lahan. Tetapi sebelum dirinya menghilang sepenuhnya, dia pun melempar sebuah kalung kepada Ryouta, lalu berkata kepadanya,
"Kau memang adalah lawan yang menarik, ambilah kalung itu, kalung itu adalah bagian dari jiwa yang hilang, kau bisa menggunakan kalung itu kepada boneka ku, dan dengan itu, dia akan menuruti semua perintah mu."
"Kenapa kau memberikan ini kepada ku?"
"Aku memberikannya kepada mu karena hanya kau yang pantas menerimanya, dan sebelum aku menghilang, aku punya peringatan untuk mu, suatu hari nanti, seorang yang benar-benar kau percayai, dan kau hormati akan mengkhianati dirimu, dan juga, aku ingin kau selalu waspada, karena musuh yang lebih kuat dari dirimu mungkin akan datang dan menjadi lawan mu, hanya itu yang ingin ku sampaikan kepada mu, selamat tinggal."
Setelah mengucapkan selamat tinggal, tubuh Zokl pun menghilang sepenuhnya, dan hanya meninggalkan sebuah bola cahaya berwarna merah terang yang menyala-nyala di singgasana altar itu. Karena penasaran, Ryouta pun berjalan ke singgasana itu, lalu mengambil bola itu. Setelah dirinya mengambil bola merah itu, sebuah tulisan muncul di hadapannya,
"Skill Pandora Creation telah didapatkan, apa anda ingin menggabungkannya dengan skill senjata bentuk ke Empat?"
__ADS_1
Hmm... Kurasa aku akan menyimpan Pandora skill ini, siapa tau aku memerlukannya nanti, baiklah, sepertinya aku sudah selesai disini, waktunya kembali kepada Rui dan yang lainya."
~Bersambung~