
"Ku ucapkan selamat kepada kalian, kalian telah berhasil melampaui ekspetasi ku, nah mari mulai festival terakhir, Lost of Heaven, dan mari buat dunia ini jatuh ke dalam kegelapan sekali lagi."
"Master maaf aku menyela, bukanya hal ini terlalu cepat untuk menciptakan kembali Lost of Heaven?"
"Tidak, justru inilah saat yang tepat untuk melaksanakan Lost of Heaven, tetapi itu bukanlah tujuan akhir dari semua ini, semuanya dengarkanlah perintah ku, sebarkanlah ketakutan dan keputusasaan ke seluruh benua yang ada di dunia ini."
"Sesuai keinginan anda master, akan kami sebarkan ketakutan dan keputusasaan kepada semua orang yang menentang anda, bahkan sampai keseluruhan benua yang ada di dunia ini."
"Bagus, dengan begini mari kita mulai festival lost of heaven ini."
******************
Lisveria, istana kerajaan Iblis Timur
"Sepertinya angin mulai berubah arah, hanya tinggal menunggu waktu sampai bencana besar datang ke wilayah ini," ucap seorang laki-laki berambut putih panjang dengan zirah perak kebiruan yang terlihat sedang menatap ke luar kerajaan.
"Yang Mulai Zear, seorang pembawa pesan meminta bertemu dengan anda."
"Baiklah, ijinkan dia masuk."
"Seperti permintaan anda Yang Mulai."
Setelah prajurit itu menerima perintah dari Zear untuk mengijinkan seorang pembawa pesan masuk, si pembawa pesan itu mulai berkata,
"Yang Mulia, saya kemari untuk menyampaikan pesan dari wilayah kerajaan Barat, mereka berkata segerombolan monster mulai bermunculan dan sepertinya sedang menuju ke kerajaan barat."
"Jadi mereka sudah mulai bergerak ya, ini lebih cepat dari perkiraan ku, seperti bencana yang terjadi seperti 200 tahun sebelumnya akan terulang kembali, jika begini, kita tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan dari para petualang, dan juga segera beritahukan kepada tiga kerajaan lainnya untuk berkumpul di kerajaan Timur, kita akan memulai rapat untuk mengatasi situasi ini."
Sementara itu di kota kerajaan Alfesteins, terlihat Ryouta melakukan latihan harian bersama Rui sebelum mereka membuka kedai makanannya.
Suara pedang beradu pun terdengar menggema di sekitar lokasi latihan mereka, suara itu bukan hanya terdengar sekali saja, tetapi terdengar berkali-kali.
"Bagus, sepertinya kecepatan dan kekuatan mu sudah meningkat semenjak latihan terakhir kita benar kan Rui?"
"Itu memang benar, tapi aku masih belum bisa membuat pedang onii-chan jatuh ke tanah, mungkin aku perlu terus berlatih agar bisa menyamai onii-chan," keluh Rui sambil duduk di rerumputan.
"Tidak perlu tergesa-gesa, lakukanlah dengan perlahan, jadilah kuat dengan cara mu sendiri," ucap Ryouta melemparkan handuk kecil kepada Rui, lalu duduk di sampingnya sambil mengelus kepalanya.
"Sudah ku bilang aku bukan anak kecil lagi, aku sudah 16 tahun tau."
"Meskipun begitu, kau tetap saja adik ku yang ku sayangi, baiklah sepertinya sampai disini dulu, sebaiknya kita bersiap untuk pergi ke guild, karena hari ini, aku berencana untuk membuka kedai di siang hari."
"Jika onii-chan bilang seperti itu, aku tidak akan protes, lagi pula kita tidak perlu cemas tentang anak-anak itu, karena El bersama mereka, kalau mereka lapar, mereka pasti akan memasak makanan untuk mereka sendiri."
"Karena itulah, hari ini aku ingin melihat-lihat quest yang ada di guild, mungkin kita bisa menghabiskan waktu luang untuk menyelesaikan quest itu."
"Aku setuju, jadi tunggu apalagi, sebaiknya kita segera bersiap untuk pergi ke guild petualang."
*************************
__ADS_1
Setelah Rui dan Ryouta bersiap, mereka pun mulai berangkat ke guild petualang, untuk melihat apakah ada quest yang bisa mereka kerjakan.
Sesampainya di guild petualang, suasana di sana terlihat masih ramai dengan para petualang dari berbagai rank yang berlalu lalang, mendaftarkan quest mereka, dan ada juga yang mengambil hadiah dari quest yang telah selesai.
"Suasana disini masih ramai seperti biasanya, tidak ada perubahan apapun," ucap Ryouta sambil memperhatikan sekelilingnya.
"Tapi sepertinya, sekarang ini banyak petualang baru yang bermunculan, kurasa tidak heran, karena pekerjaan sebagai seorang petualang adalah pekerjaan yang memiliki penghasilan paling tinggi dan pasti," ucap Rui yang melihat banyak sekali petualang baru yang bermunculan di guild.
"Kurasa kau ada benarnya juga, disini banyak sekali petualang baru, tapi dari pada kita mempermasalahkan soal petualang baru, bagai mana kalau kita pergi melihat papan quest, mungkin di sana ada beberapa quest yang menarik untuk di kerjakan, bagai mana menurut mu Rui?"
"Jika onii-chan bilang begitu, aku akan ikut saja."
Setelah selesai membahas soal petualang baru, mereka pun akhirnya mulai pergi menuju papan quest, untuk melihat apakah ada quest menarik yang bisa mereka kerjakan hari ini.
Setengah hari berlalu, Ryouta dan Rui pun masih belum menemukan quest yang menarik bagi mereka.
"Rui, apa kau menemukan quest yang bagus?"
"Tidak ada, aku tidak menemukan quest yang bagus, di papan ini semua quest terlihat sama, tidak ada perbedaan, bagai mana dengan yang di sana?"
"Tidak ada, quest yang disini semuanya sama, bahkan beberapa quest berada di satu lokasi yang sama."
"Jadi bagai mana sekarang onii-chan, apa kita akan langsung pulang dan membuka kedai?"
"Tidak, karena kita sudah memutuskan untuk mengambil quest hari, maka kita akan melakukan, tapi kali ini aku akan menutup mata ku untuk questnya, dan apapun yang ku ambil saat menutup mata, maka itulah yang akan kita kerjakan."
"Baiklah, kalau begitu, aku akan mulai sekarang," Ryouta mulai menutup matanya, lalu memilih quest untuk di kerjakan.
Setelah selesai menarik selebaran quest, Ryouta pun mulai membuka matanya untuk melihat quest apakah yang akan mereka kerjakan hari ini.
"Sepertinya hari ini kita akan berburu sekawan Wolf yang menghalangi jalur perdagangan."
"Sepertinya itu tidak terlalu buruk juga, kita mungkin bisa mengambil daging Wolf untuk di jadikan bahan makanan untuk kedai kita," ucap Rui yang memikirkan untuk membawa daging Wolf untuk di olah menjadi makanan di kedai mereka.
"Baiklah, sepertinya sudah di putuskan, hari ini kita akan memburu Wolf."
***********************
Setelah mendapatkan quest perburuan, Ryouta dan Rui pun berencana untuk memulai questnya, tapi tiba-tiba guild master datang lalu meminta para petualang untuk berkumpul di aula guild, lalu setelah semua orang telah berkumpul, Rikka pun mulai berkata,
"Semuanya, maaf menganggu kenyamanan kalian, tapi hari ini kita memiliki sebuah quest darurat, quest ini dimintai langsung oleh kerjaan Deltras dan juga kerajaan Rizelia yang berbeda di wilayah barat, quest ini adalah quest penaklukan besar-besaran, karena beberapa hari yang lalu, segerombolan monster mulai muncul di wilayah barat, karenanya para petualang di minta untuk membantu penaklukan monster itu, dan untuk instruksi selanjutnya, akan di jelaskan oleh perwakilan dari kerajaan Deltras dan juga perwakilan dari empat utusan Dewi."
Setelah mendengar perkataan Rikka, para petualang mulai meributkan berbagai hal, sambil berbicara dengan petualang yang lain, sampai akhirnya seorang gadis yang memakai gaun hitam pendek, dengan rambut berwarna hitam, datang lalu berkata,
"Berhenti berbicara dan dengarkan perkataan ku," ucap gadis itu lalu menutup buku yang sedang di pegangnya.
Setelah berkata seperti itu para petualang yang tadinya berisik tiba-tiba terdiam lalu mulai fokus ke arah gadis itu, dan setelah suasana hening itu, tiga orang gadis lainnya mulai datang dan menghampiri gadis yang membawa buku tadi.
Saat semua sudah tenang, mereka mulai memperkenalkan diri satu persatu di mulai dari Fricila, lalu di lanjutkan dengan Erina, Victoria, dan terakhir Chisaki mulai memperkenalkan dirinya. Setelah semua perkenalan itu selesai Chisaki pun mulai menjelaskan detail lebih lanjut dalam misi penaklukan besar-besaran ini,
__ADS_1
"Baiklah, seperti yang sudah di jelaskan oleh resepsionis guild tadi, bahwa ini adalah penaklukan besar-besaran, tapi tidak semua orang akan bertarung melawan monster, karena kita akan membagi petualang yang ada disini menjadi beberapa kelompok, yaitu kelompok medis dan logistik, lalu kelompok pengintai, dan terakhir kelompok pembasmi, kalian akan di tempatkan di kelompok masing-masing sesuai dengan rank kalian, dan untuk berjaga-jaga, kami berempat akan menjadi pemimpin di setiap kelompok," ucap Chisaki menjelaskan detail dalam quest penaklukan ini.
"Baiklah, kalian sudah mendengar penjelasan dari Chisaki, sekarang aku akan mengatur kelompok yang sudah di sebutkan tadi berdasarkan rank kalian, jadi dengarkan baik-baik, untuk kelompok Medis dan Logistik, para petualang rank F sampai D akan masuk kelompok itu, dan yang akan memimpin kelompok itu adalah Erina dan Victoria, lalu untuk kelompok pengintai, akan diisi oleh petualang rank C, dan akan di pimpin oleh diri ku sendiri, lalu terakhir kelompok pembasmi, akan diisi oleh petualang rank B dan A, serta akan di pimpin oleh Chisaki, kelompok ini juga akan bergabung dengan kelompok dari guild pusat dan pihak kerajaan Deltras, jadi lakukanlah yang terbaik untuk mencegah korban dalam penaklukan besar-besaran ini."
Setelah Fricila selesai membagikan kelompok, guild master pun mulai berkata kepada yang lainnya,
"Maaf menganggu kalian lagi, tapi ini adalah informasi yang baru saja masuk, dimana guild master pusat, dan juga beberapa kesatria yang menjadi perwakilan dari kekaisaran akan ikut dalam penaklukan ini."
"Jadi kekaisaran juga ikut dalam quest kali ini, sepertinya quest kali ini bukanlah penaklukan monster biasa," ucap Ryouta yang tidak mengira mereka akan mendapatkan bantuan dari kekaisaran.
*************************
Setelah pengumuman dari guild master selesai, semua orang pun mulai berangkat ke lokasi penaklukan monster, untuk segera bergabung dengan kelompok lainnya.
Saat semua orang tengah berjalan untuk menuju ke lokasi penaklukan, Fricila, menghampiri Ryouta lalu berkata kepadanya,
"Ryouta, jika seperti ini kita akan memakan waktu sekitar dua atau tiga hari perjalanan, kita tidak akan punya cukup waktu untuk menyiapkan formasi dan hal lainnya, apa kau bisa melakukan sesuatu tentang hal ini?"
"Hmm... Kurasa aku bisa mencoba mengunakan skill Warp Teleportation, dengan skill itu kita mungkin bisa sampai lebih cepat, tapi aku perlu pergi lokasi itu terlebih dahulu agar aku bisa memetakan area itu untuk bisa mengunakan skill ku."
"Berapa lama waktu yang bisa kau gunakan untuk sampai ke sana?"
"Dengan Behemoth aku bisa sampai di sana kira-kira satu setengah hari, bagai mana apa itu waktu yang cukup?"
"Tidak, itu masih belum cukup, sial, apakah tidak ada cara lain untuk sampai ke sana dengan cepat?"
Disaat Fricilla tengah memikirkan cara untuk tiba di lokasi penaklukan, Ryouta tiba-tiba berkata kepadanya,
"Fricilla, maaf menganggu mu, tapi sepertinya Behemoth mengetahui cara untuk sampai ke sana dengan cepat, karena itu dia ingin bicara pada mu."
"Baiklah, biarkan aku bicara padanya, Soul Connect," ucap Fricilla memindahkan kesadaran untuk berbicara dengan kesadaran Behemoth yang berbeda dalam diri Ryouta.
Setelah keduanya saling terhubung, Behemoth pun menatap Fricilla lalu berkata sambil tertawa,
"Hahahaha, aku tidak menyangka bahwa gadis suci yang di pilih oleh empat Dewi agung di era ini ternyata tidak memiliki pengalaman seperti 3000 tahun yang lalu."
"Apa maksudmu, kenapa kau bilang kami tidak memiliki pengalaman sama sekali?"
"Sudah jelas, kalian itu masih terlalu payah dalam menangani masalah ini."
"Jadi kau ingin berbicara pada ku karena kau ingin menghina kami?"
"Itu bukan hinaan tapi itu adalah kenyataan, tapi kita sudahi dulu sampai disini, kalian ingin tau bagai mana cara untuk pergi ke wilayah Barat kan? Jika begitu dengarkan baik-baik apa yang aku ucapkan, aku hanya mengucapkannya satu kali, dan hanya itulah kesempatan kalian, apa kah kau sudah siap untuk mendengarkan apa yang akan aku ucapkan?"
"Jika kesempatannya hanya satu kali, aku akan bertaruh pada hal itu," ucap Fricilla dengan nada serius.
"Aku menyukai keseriusan mu, maka dengarkanlah ucapan ku ini."
~Bersambung~
__ADS_1