Living In Another World With Cheat

Living In Another World With Cheat
Chapter 28 Kekalahan Pasukan Undead dan Di Mulainya Rencana Lost of Heaven


__ADS_3

"Siapa yang berani menantang ku, tunjukan diri mu, dan lawanlah aku."


"Akulah yang akan menjadi lawan mu, aku Archenia Rui, orang yang akan menjadi lawan mu."


"Kau yang akan jadi lawan ku? Apa semua orang selucu ini hah? Bukanya mengirim beberapa petualang kelas tinggi, mereka malah mengirimkan gadis kecil ini, ini sungguh memalukan, tapi baiklah nona kecil aku akan sedikit bermain main dengan mu, persiapkan lah diri mu!?"


Setelah Pride yang meremehkan Rui, dirinya pun mulai bergerak dengan sangat cepat dan dengan kecepatannya dirinya mendaratkan tebasan bertubi-tubi kearah Rui sampai-sampai tidak ada seorang pun yang ada di sana dapat melihat mereka berdua bertarung.


Semakin lama mereka bertarung Pride semakin meningkatkan kecepatannya, dan semakin banyak pula serangan yang dia lancarkan.


"Ada apa nona kecil, kau sepertinya hanya bisa diam saja dan menahan serangan ku," ucap Pride kembali merendahkan lawannya.


"Seperti yang di katakan Onii-chan dulu, kau itu terlalu percaya diri dengan kemampuan mu, sehingga kau meremehkan lawan mu dan tidak memperhatikan beberapa detail kecil seperti ini," ucap Rui menarik sebuah benang yang ada di hadapannya lalu seketika beberapa benang yang terhubung dengan benang utama yang di pegang oleh Rui mulai terlihat mengepung pride lalu menahan semua pergerakannya.


"Sial!!! Sejak kapan kau membuat jebakan ini hah? Jangan-jangan kau sudah memasangnya sejak awal."


"Ah... Itu benar, kau terlalu meremehkan lawan mu, sehingga kau tidak memperhatikan sekeliling mu, sekarang ini kau sudah kalah," ucap Rui menarik katananya lalu memotong sebagian dari armor yang di miliki Pride dan berjalan meninggalkannya sampai rekannya yang lain tiba.


Pride yang merasa kesal terhadap Rui pun mulai mencoba mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk menghancurkan benang yang menahannya, tapi semakin dirinya berusaha melepaskan diri, semakin kuat benang itu mengikatnya.


"Sial!!! Kenapa benang ini tidak mau lepas."


"Percuma saja melawan, benang itu adalah benang sihir khusus yang di buat dari bahan yang dapat menahan serangan apapun."


Karena tidak dapat bergerak, Pride pun berusaha untuk mengaktifkan kekuatan pedangnya untuk di gunakan saat pertama kali dirinya membunuh Ryouta saat pertama kali mereka bertemu, dengan menunggu saat Rui sudah tidak mewaspadai serangannya lagi.


"Kau memang kuat, tapi tidak untuk kali ini, kau akan berakhir sama seperti kakak mu saat pertama kali aku membunuhnya." Pedang yang dimiliki Pride seketika mulai memanjang dan dengan cepat melesat ke arah Rui untuk menusuknya dari belakang.


"Kena kau!!!"


Saat pedang itu akan mengenai Rui, seketika itu juga Rui kembali menarik katananya, lalu melilitkan benang ke pedang milik Pride sambil berkata,


"Kau pikir trik ini akan berpengaruh pada ku, aku sudah pernah melihat trik ini berulang kali, jadi aku sudah terbiasa dengan pola serangan mu."


"Hahahaha, menarik sekali, tapi kejutan ini baru saja di mulai, lepaskan tahap ke dua," saat mengatakan itu pedang milik Pride berevolusi dan berkat evolusinya itu, dirinya berhasil melepaskan diri dari jeratan benang milik Rui.


Karena sudah terlepas dari benang itu, dirinya pun mulai kembali bergerak dengan kecepatan tinggi dan mulai menghantamkan pedangnya ke arah katananya Rui, tetapi meskipun kekuatannya telah meningkat, Pride masih belum menyadari kalo dirinya telah terpancing ke jebakan kedua yang di siapkan untuknya.


"Ada apa nona kecil, apa aku terlalu cepat bagi mu, kalau begitu, aku akan lebih cepat lagi, hahahaha."


Saking semangatnya untuk mengalahkan orang yang lebih lemah darinya, dirinya hanya fokus untuk menyerang Rui terus menerus tanpa memperhatikan sekitarnya, sampai saat dirinya berhasil memojokkan Rui dirinya berkata,


"Ada apa nona kecil, kau sudah terpojok ya, kalau begitu, akan ku akhiri ini sekarang."


Disaat Pride akan mengayunkan pedangnya, terdengar suara dari belakangnya yang berkata,


"Grimoire Bab 4, Altar Suci, Nyanyian Hutan."


Seketika itu, saat kata-kata itu selesai di bacakan, tiba-tiba sebuah rantai perak mengikat kedua tangan dan kaki milik pride lalu sebuah nyanyian pun terdengar menggema keseluruhan area, nyanyian itu memiliki dua kemampuan yang berbeda, yaitu kemampuan memulihkan dan kemampuan untuk menghancurkan.


Saat semua orang mendengar nyanyian itu, semua orang yang terluka akibat serangan para pasukan Undead mulai kembali pulih seketika, sementara pasukan Undead yang mendengar nyanyian itu mulai hancur dan menjadi debu. Karena semua pasukan Undead telah musnah, Lust berusaha untuk mundur dari pertempuran dan menyusun ulang rencana, tetapi saat akan meninggalkan pertempuran, sebuah kubah pelindung menutup semua medan pertempuran sehingga tidak ada musuh yang dapat kabur dari area itu.


"Gawat aku terjebak, sebaiknya aku segera menghancurkan kubah ini dan segera kabur untuk menyusun ulang rencana."


Saat akan mencoba untuk menghancurkan kubah itu, sebuah suara seorang gadis pun berkata,

__ADS_1


"Percuma saja, kau tidak akan bisa menghancurkan penghalang itu."


"Suara itu... Jangan-jangan kau adalah Great Sage ke tiga yang dijuluki Naga Penyihir Dari Pegunungan Timur!?"


"Kau memang benar, sudah 100 tahun kita tidak bertemu, Luscilia."


"Lafina, kenapa kau ada disini, bukankah kau seharusnya menetap di pegunungan timur, dan juga bagai mana kau bisa berada disini dalam waktu satu hari, meskipun kau terbang dengan wujud naga mu, kau hanya akan tiba disini tiga hari lagi, tapi kenapa kau bisa berada disini secepat ini!?"


"Maaf ya, tapi aku tidak punya banyak waktu untuk ngobrol dengan mu, saat ini yang akan menjadi lawan mu bukanlah diri ku tapi dia," ucap Lafina memberikan isyarat kepada Ryouta untuk bertarung.


"Yo, sepertinya kita bertemu lagi, bagaimana kalau kali ini kita selesaikan masalah kita disini," ucap Ryouta pada Luscilia.


"Kau berani menantang ku, baiklah, aku terima tantangan mu, dan juga akan sedikit menyenangkan jika aku bisa mengalahkan mu."


"Baguslah kalau begitu, mari kita mulai pertarungan ini."


"Dengan senang hati, Magic Skill: Lighting Spear."


Setelah Luscilia melepaskan serangan petirnya, pertarungan pun di mulai, keduanya saling beradu pukulan, sihir dan senjata.


Saat pertarungan berlangsung, Ryouta mulai sedikit berbincang-bincang dengan Luscilia,


"Sebenarnya apa yang kalian rencanakan dengan menyerang kerjaan Deltras?"


"Untuk saat ini, kau mungkin belum bisa mengerti, tapi suatu saat nanti kau akan mengerti tentang sisi buruk manusia."


"Aku tidak mengerti apa maksudmu, tapi jika kau ingin menghancurkan kerajaan itu, aku akan kerepotan, karena aku masih punya janji dengan beberapa orang di sana."


"Heeeh... Sepertinya kau laki-laki yang menarik, aku bisa melihat suatu saat nanti kau akan di kelilingi oleh banyak gadis, tapi sepertinya hanya satu orang yang benar-benar akan berada di sisi mu sampai akhir," ucap Luscilia kepada Ryouta.


"Tunggu apa kah itu adalah masa depan ku? Dan bagaimana bisa kau mengetahui hal itu?"


Setelah Luscilia berkata seperti itu dengan wajah yang manis dan kedipan mata, dirinya pun menghilang seketika ke dalam bayangan.


Karena sedikit kebingungan, dengan sikap dari Luscilia, dirinya pun mulai berkata,


"Dia itu kenapa ya? Tapi yah sudahlah, kali ini aku biarkan saja, tapi dia juga bilang, kalau suatu saat nanti kami akan bertemu dan berhadapan lagi."


...****************...


Sementara itu di tempat lain, pertarungan antara Rui dan Pride masih terus berlanjut, tapi dalam pertarungan itu bukan hanya dirinya sendiri yang menghadapi Pride, tetapi Fricilla, dan Erina juga ikut bersama Rui untuk menghadapi Pride bersama.


Serangan demi serangan terus di lancarkan oleh masing-masing pihak, dan sudah sekitar 14 kali Pride mengevolusikan senjatanya, dan 14 kali juga dia selalu terjebak oleh jebakan milik Rui.


"Sial!! Dari mana semua jebakan ini berasal? Jebakan ini hampir tidak ada habis-habisnya," keluh Pride yang satu kali pun tidak pernah berhasil untuk mengenai Rui dengan serangannya.


"Kali ini kau sudah berakhir Pride," ucap Rui mengarahkan katananya tepat di depan wajah Pride


"Belum, ini belum berakhir, aku belum puas jika aku belum bisa membuat mu menangis dan memohon agar nyawa mu di ampuni oleh ku!" Tegas Pride sambil berusaha memberontak dari jebakan yang di siapkan oleh Rui dan Fricilla.


Saat Pride terus memberontak, terdengar suara dari Luscilia memangilnya sambil berkata,


"Pride tugas kita disini sudah cukup, kita di minta untuk mundur."


"Apa kau bercanda hah, kenapa kita harus mundur?"

__ADS_1


"Ini adalah perintah langsung dari Master, karena tugas kita untuk mengumpulkan data pertarungan ini telah selesai, jika kau ingin mengeluh, mengeluh lah pada master."


"Itu akan ku lakukan, jika aku bisa bebas dari jebakan ini."


"Kurasa memang aku yang harus membereskan kekacauan yang kau buat," ucap Luscilia mulai muncul di hadapan Rui dan yang lainnya.


Karena kemunculan Luscilia di hadapan mereka Rui dan yang lainya mulai bersiap untuk bertarung melawannya, tapi saat akan menyerangnya Luscilia berkata,


"Hari ini bukanlah waktu untuk kita saling berhadapan, jadi sampai jumpa lagi," ucap Luscilia membawa Pride bersama masuk ke dalam bayangan.


Setelah pertarungan berakhir, kerjaan Deltras kini telah aman, hari-hari yang damai pun kembali berlanjut, akan tetapi mereka tidak mengetahui kalap bencana sebenarnya akan segera datang tidak lama lagi.


...**************...


Wilayah Barat, bagian terlarang, Kastil Ignirea



...(Ignarea Castle)...


Terlihat beberapa monster bertipe Undead dengan zirah lengkap berwarna perak, beserta perisai pedang dan senjata lainnya, sedang berkeliling istana untuk berpatroli.


Saat beberapa obor menyala di sekitar para Undead itu, terlihat Pride dan Luscilia muncul dari balik bayangan. Setelah mereka berdua muncul, terlihat seorang Undead Lich datang dan berkata kepada mereka,


"Selamat datang kembali nona Lust dan tuan Pride, Tuan Wrath dan anggota Seven Sin Of Hell lainnya sudah menunggu kedatangan kalian berdua di aula utama, tolong segera lah ke sana, untuk mendengarkan rincian lebih lanjut dari tuan Wrath."


"Baik, sampaikan padanya kami akan segera ke sana menemui mereka."


"Baik, akan saya sampaikan kepada tuan Wrath, jadi saya mohon pamit untuk menyampaikan pesan ini kepadanya."


...***************...


Setelah Undead Lich itu pergi, Lust dan Pride pun mulai menuju ke ruang aula utama untuk bertemu Wrath dan yang lainnya.


Kastil Ignarea, bagian dalam, Hall of Darkness



...(Hall of Darkness)...


Setelah tiba di aula utama, terlihat Wrath dan yang lainya sudah menunggu Lust dan Pride untuk datang menemui mereka, ketika mereka telah sampai di aula utama dan karena semua orang sudah berkumpul, Wrath mulai berbicara,


"Semuanya telah berkumpul, sekarang sudah waktunya kita untuk menghadap Master dan memberikan informasi yang kita dapatkan selama ini."


Setelah berkata seperti itu, Wrath bersama yang lainya, mulai masuk ke dalam ruang singgasana, saat memasuki ruang singgasana aura kegelapan pekat pun mulai menyelimuti seluruh tempat itu.


Beberapa saat setelah masuk ke tempat itu, pintu pun mulai tertutup, lalu beberapa obor pun mulai menyala mengelilingi ruangan itu, sampai ke sebuah singgasana berwarna merah darah yang di hiasi beberapa tengkorak binatang dan manusia.


Saat semua sudah terlihat jelas, Wrath dan yang lainya mulai menunduk hormat kepada seseorang yang ada di singgasana itu, sambil berkata,


"Semua Seven Sin Of Hell sudah berkumpul di sini Master" ucap Wrath yang merupakan pemimpin dari Seven Sin Of Hell kepada master mereka yang sedang duduk di singgasananya.



...(Dark King Thanatos)...

__ADS_1


"Ku ucapkan selamat kepada kalian, kalian telah berhasil melampaui ekspetasi ku, terutama kepada Lust yang telah berhasil mendapatkan banyak sekali informasi tentang kemampuan dan kekuatan dari laki-laki bernama Ryouta, kini kita sudah mengetahui kekuatannya, dan dengan data ini, mari mulai festival terakhir, Lost of Heaven."


...~Bersambung~...


__ADS_2