Living In Another World With Cheat

Living In Another World With Cheat
Chapter 11 The Temple of Holy Guardian Part 1


__ADS_3

Setelah berpisah dengan Arisa, Ryouta pun pergi ke tempat air mancur yang ada di tengah kota untuk bertemu Milia yang lainya. Saat tiba di tempat pertemuan, mereka pun mulai menuju ke penginapan terdekat untuk membicarakan tentang quest mereka dengan pahlawan.


Setibanya di penginapan, terlihat seorang gadis kecil menyambut mereka di pintu masuk penginapan lalu gadis berkata kepada mereka,


"Selamat datang di penginapan Black Cat, silahkan masuk," ucap gadis itu pada Ryouta dan yang lainya.


Setelah masuk ke dalam penginapan, seorang gadis kecil lain yang berambut pirang yang di ikat twintail dengan pita hitam, datang dan berkata kepada mereka,


"Slamat datang di penginapan Black Cat, nama ku Noel, aku adalah resepsionis penginapan ini, jadi apa kalian mau menginap disini?"


"Ah tentu, kami akan menginap selama beberapa Minggu kedepan, dan kami pesan tiga kamar dan juga bisakah kami meminta selama kami menginap disini, kami di sediakan sarapan, makan siang, dan makan malam?" Tanya Ryouta pada Noel yang merupakan resepsionis penginapan.


"Tidak masalah jika hanya itu, kami bisa memenuhinya, biayanya adalah 150 koin emas dan 60 koin perak untuk menginap selama beberapa Minggu dan juga layanan spesial dari kami."


"Baik, ini uangnya, dan oh iya bisa kami dapat makan malam sekarang?"


"Tentu, tapi untuk makan malam kali ini kalian perlu membayar 50 koin perunggu, dan tolong berikan tas dan barang bawaan kalian yang lain kepada Nao-chan, dia akan mengantar barang bawaan kalian ke kamar kalian masing-masing."


"Fumu, serahkan pada ku, aku akan mengantar barang bawaan ini ke kamar kalian," ucap gadis kecil berambut coklat twintail pada Ryouta dan yang lainya.


"Oh iya, untuk barang ku, aku bisa membawanya sendiri, kau tidak perlu membawakannya untuk ku, karena ini cukup berat untuk mu," ucapnya pada Nao sambil membawa barangnya sendiri.


"Tidak apa-apa, serahkan saja pada Nao dia cukup kuat untuk membawa barang berat," ucap Noel pada Ryouta.


"Baiklah jika kau bilang begitu, aku serahkan pada mu."


Beberapa menit kemudian setelah sampai di kamar masing-masing, seorang gadis berambut coklat bertelinga kucing datang menemu mereka lalu berkata,


"A-ano, makan malam sudah hampir siap, silahkan menuju ke ruang tengah untuk makan malam," ucap gadis itu pada Ryouta dan yang lainya.


************************************


Setelah pergi ke ruang tengah untuk makan malam, mereka melihat seorang laki-laki beramor putih, dan membawa sebuah pedang di pinggangnya, melihat ke arah mereka lalu menyapa mereka,


"Yo, apa kalian petualang yang di bicarakan semua orang?"


"Ah bentar, jadi kau adalah pahlawan yang memberikan quest itu kepada kami benar kan?" Ucap Ryouta pada laki-laki itu.


"Tebakan mu memang benar, aku adalah seorang pahlawan namaku adalah Ren, senang bertemu dengan kalian."


"Ah senang bertemu dengan mu juga," ucapnya sambil menjabat tangan Ren.


"Oh iya, sebelum kita menyusun rencana, sebaiknya kita semua makan malam terlebih dahulu, bagai mana?"


"Ide yang bagus, mari bicarakan rencana kita setelah makan malam," ucap Ryouta duduk bersama yang lainya sambil menunggu makan malam di siapkan.


Beberapa menit setelah makan malam, Ren pun mulai membahas detail tentang quest yang dia berikan kepada Ryouta dan yang lainya.


"Baiklah, quest kalian kali ini adalah mengantar ku ke kuil suci yang berada di lokasi ini," ucap Ren menunjukan kuil yang berada di tengah peta wilayah kerjaan Clarvion.


"Mungkin jalan menuju kuil ini memang terlihat biasa saja, tetapi dari beberapa informasi yang ku dapat, telah banyak petualang yang terbunuh akibat monster ganas yang menghadang mereka, dan juga aku sempat meminjam buku kuno ini dari perpustakaan kota, aku membawa ini karena mungkin ini akan berguna dalam perjalanan kita."


Setelah menunjukan buku kuno itu, mereka pun sepakat untuk mencari informasi lain tentang monster yang akan mereka hadapi selama perjalanan dan juga memetakan jalur baru agar tidak bertemu monster yang mungkin akan mustahil untuk di lawan. Beberapa jam berlalu setelah saling berdiskusi tentang masalah monster yang akan mereka hadapi, Ryouta pun mengajukan sebuah usulan,

__ADS_1


"Begini saja, karena kita belum tau monster apa yang akan kita hadapi nantinya, bagai mana kalau kita kesampingkan dulu masalah untuk pergi ke kuil itu, besok kita utamakan untuk mencari informasi lebih banyak tentang monster yang akan kita hadapi nantinya," ucapnya memberikan usulan kepada yang lainya.


"Aku setuju dengan usulannya Ryouta, kita perlu mengetahui monster apa saja yang akan kita lawan, jadi jika kita sudah tau maka akan mudah untuk mengatasinya," ucap Milia menyetujui usulan itu.


"Baiklah, sepertinya itu adalah hal yang akan kita lakukan besok, jadi sebaiknya kita istirahat dulu untuk malam ini," ucap Ren berdiri lalu pergi ke kamarnya.


************************************


Setelah Ren pergi ke kamarnya Ryouta dan yang lainya pun juga mulai pergi ke kamar masing-masing untuk tidur. Saat semua orang sudah tertidur, tiba-tiba sebuah suara keras terdengar oleh semua orang yang ada di penginapan Black Cat, dan setelah beberapa menit kemudian, beberapa orang terdengar berteriak sambil berkata,


"Cepat bangunkan semua orang, dan kumpulkan para petualang dari Rank E sampai B, sementara petualang Rank F dan sebagian laki-laki, bantu orang-orang untuk mengungsi."


Mendengar hal itu, Ryouta dan yang lainya pun segera keluar dari penginapan, lalu bertanya kepada orang-orang yang sedang berlari.


"Hey, apa yang terjadi di sini, kenapa semua orang terlihat panik?" Tanya Milia pada seorang laki-laki yang sedang berlari.


"Baru saja ada informasi dari para prajurit yang berjaga, mereka melihat sekelompok monster Greater Lizardmen, dan juga Diamond Salamander, monster Rank A yang ada di hutan barat, muncul lalu menghancurkan barisan pertahanan pertama, sekarang mereka sedang menuju ke area pertahanan kedua," ucap laki-laki itu pada Ryouta yang bertanya padanya.


"Ahh, sepertinya malam ini aku tidak bisa tidur lagi, penyerangan ini sudah yang ke empat kalinya dalam seminggu terakhir ini, Yuni, Nao, Noe, ayo kita bantu yang lainya, supaya kita bisa kembali tidur" ucap gadis kecil berambut oranye panjang yang memiliki telinga elf dari penginapan Black Cat kepada ke tiga gadis kecil lainya sambil menarik sebuah busur yang terlipat dari tas yang ada di pinggangnya.


"Fumu, aku ingin cepat tidur, jadi ayo selesaikan ini sebelum larut malam," ucap Nao mengambil sebuah Gauntlet dari lingkaran sihir yang ada di hadapannya.


"Sebaiknya kalian jangan terlalu bersemangat, atau kalian akan kelelahan," ucap Noel yang bersiap dengan tongkat sihirnya.


"Ano, etto, kurasa aku juga akan ikut membantu, meskipun aku hanya jadi menghambat saja, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu kalian," ucap Yumina pada yang lainya lalu mengambil pedang dan perisai dari lingkaran sihir yang ada di hadapannya.


"Heeh, sepertinya ini akan seru, hey Ruby bagai mana kalau kita bereskan mereka semua sekaligus?" Tanya Mio pada Ruby.


"Kuras itu bukan ide yang buruk, mari bereskan mereka," ucapnya lalu mengambil nuncaku dari sebuah tas kecil yang tergantung di paha kirinya.


"Sepertinya semua orang mulai bersemangat ya, baiklah kalau begitu aku juga akan ikut beraksi, aktifkan senjata bentuk ke dua, Black Scythe of Abyss, yosh mari beraksi," ucap Ryouta melesat ke arah gerbang masuk kota Logsverial.


Setelah semuanya bersiap, para penjaga pun berkata kepada semua orang,


"Semuanya para monster sudah menembus pertahanan kedua, sekarang mereka menuju ke gerbang kota, semuanya hadang mereka, jangan sampai mereka memasuki gerbang."


Setelah seorang prajurit berkata begitu, puluhan monster Stinging Grass Bug muncul lalu memasuki kota dan menyerang beberapa prajurit dari udara.


"Gawat mereka mulai memasuki kota, cepat gunakan panah untuk menjatuhkan mereka."


Setelah berkata begitu, seorang prajurit lainya melapor, kepada prajurit yang berjaga di gerbang kota,


"Kita kekurangan pemanah, sebagian pemanah yang lainya sedang mengurus Stinging Grass Bug yang masuk dari gerbang barat."


Saat tidak ada pemanah yang mengurus monster di gerbang timur, tiba-tiba sebuah anak panah berwarna biru terang melesat di atas mereka lalu masuk ke awan lalu setelah masuk ke dalam awan, beberapa petir mulai menyambar dan menghancurkan sebagian besar Stinging Grass Bug itu.


[Monster Status]


Stinging Grass Bug


Rank D


Hp: 30,000

__ADS_1


Atk: 9,000


Flying Speed: 200


Setelah sebagian besar Monster itu lenyap, beberapa prajurit melihat Ryouta melompat keluar dari gerbang untuk menghadapi beberapa monster yang ada. Lalu beberapa menit setelah itu Ruby, Mio dan Milia mengikutinya ke gerbang kota.


[Monster Status]


Greater Lizardmen


Rank A


Hp: 55,000


Atk: 20,900/ Defenser: 1,000


Intelegensi: 80


Weapon:


Long Sword, 5000 damage


Iron Half Armor, 600 Defenser.


Diamond Salamander


Rank A


Hp: 70,000


Atk: 28,000/ Defenser: 18,000.


Ability:


Poison Bite


Fire Poison.


"Seperti yang di harapkan dari monster Rank A mereka nampaknya cukup kuat juga," ucap Mio sambil melihat para monster itu.


"Sebaiknya kita selesaikan ini dengan cepat, agar bisa kembali tidur," ucapnya sambil memotong beberapa monster yang mendekat.


************************************


Sementara itu di dalam kota, Ren bersama beberapa petualang lainya sedang bertarung sambil membantu semua penduduk mengungsi ke tempat yang aman.


"Semuanya, lewat sini, kami akan memastikan kalian aman sampai di tempat pengungsian," teriak Ren sambil memandu para semua orang menuju ke tempat yang aman.


Setelah semua orang aman, dirinya pun bergegas menuju ke gerbang kota untuk membantu para prajurit lainya untuk menghalau serangan para monster itu. Sesampainya di gerbang kota, dirinya melihat Ryouta dan yang lainya sedang bertarung melawan para monster itu dan tampaknya mereka sama sekali tidak kewalahan menghadapi mereka.


Beberapa jam kemudian, pertarungan pun berakhir, dan terlihat di luar gerbang penuh dengan mayat para monster yang telah di habisi oleh mereka.


"Sepertinya ini sudah berakhir, sebaiknya kita pulang dan istirahat," ucap Milia pada yang lainya.

__ADS_1


"Hari ini mari kita istirahat sepuasnya," ucap Yuka kepada teman-temannya.


~Bersambung~


__ADS_2