Living In Another World With Cheat

Living In Another World With Cheat
Chapter 27 Kembalinya Pride dan Jebakan Sang Succubus


__ADS_3

Setelah Ryouta meminta Rui dan yang lainya untuk waspada, tidak ada tanda-tanda atau petunjuk apapun tentang kejadian aneh di kerajaan Alfesteins ataupun di sekitar ibu kota, karena melihat tidak ada apapun yang terjadi, Ryouta pun berkata kepada yang lainya,


"Karena tidak ada tanda-tanda serangan, sepertinya kita bisa mulai membuka kembali kedai kita."


"Kurasa itu ide bagus, tapi kita tetap tidak boleh lengah, kemungkinan mereka akan mulai kembali melakukan serangan tiba-tiba," Ucap Rui sambil memasang celemek lalu pergi ke dapur untuk mulai memasak.


"Yosh semuanya, mari kita mulai bekerja dengan semangat hari ini."


****************


Baru saja beberapa menit kedai di buka, banyak pelanggan mulai berdatangan, mulai dari penduduk biasa, pedang, petualang, bangsawan, bahkan para kesatria kerajaan pun juga ikut makan di kedai milik Ryouta dan Rui.


Berjam-jam berlalu, kedai makanan milik mereka pun mulai menjadi sangat ramai dikunjungi oleh para petualang dan beberapa orang lainya meskipun untuk sekedar berkumpul dan saling berkomunikasi dan bertukar informasi satu sama lain, ataupun hanya sekedar untuk beristirahat setelah mengerjakan quest. Setelah kedai mulai agak sepi, Ryouta meminta semua orang untuk beristirahat terlebih dahulu.


Setelah semua orang beristirahat, Ryouta pun mengambil sebuah sapu lalu mulai bersih-bersih. Saat tengah bersih-bersih, Rui pun datang lalu mengambil salah satu kursi yang ada di sana lalu mulai duduk di sana sambil berkata,


"Sepertinya kedai makanan yang kita buat sukses besar, semua orang terlihat sangat senang berada disini."


"Ah kau benar, aku juga tidak menyangka kalau kedai makanan yang kita buat akan menjadi seramai ini, terlebih lagi, di kedai ini kita bisa bertukar informasi dengan para petualang yang datang untuk makan disini," Ucap Ryouta sambil menyapu lantai yang agak sedikit kotor.


**********


Setelah bersih-bersih selesai, dan saat semua orang sedang berkumpul, tiba-tiba seorang gadis kecil bertelinga kucing berambut hitam muncul di hadapan semua orang yang ada di sana, lalu mulai menatap ke arah Rui sambil berkata,


"Kapten Rui, maaf aku datang tiba-tiba, tapi aku mempunyai beberapa informasi penting tentang Seven Sin Of Hell yang sedang kalian cari."


Mendengar hal itu Rui pun mulai bertanya kepada gadis itu,


"Katakan pada kami informasi apa yang kau dapatkan?"


"Baik, dari hasil informasi yang kami dapatkan saat sedang bersiaga di sekitar kerajaan Deltras dan kerajaan Alfesteins, salah satu anggota kami yang bertugas mengawasi daerah di sekitar bukit bagian barat ibukota kerajaan Deltras, di dapati informasi tentang sebuah lingkaran sihir aneh yang muncul entah dari mana, dan dari lingkaran sihir itu, terdapat beberapa pasukan Undead, Skeleton dan beberapa pasukan Golem, dan dari hasil pengamatan itu kami mengambil kesimpulan, bahwa Seven Sin of Hell bersama beberapa pasukan besarnya akan menyerang kerjaan Deltras sekitar empat sampai enam hari lagi."


"Memang benar, untuk membangun sebuah pasukan besar, di butuhkan waktu yang cukup lama, dan di tambah lagi jarak bukit bagian barat ke ibukota kerajaan Deltras serta istana kerajaan Deltras cukup jauh dan akan memakan waktu beberapa hari sampai mereka tiba di sana," Ucap Rui sambil memperhitungkan waktu sampai pasukan Seven Sin of Hell tiba.


"Baiklah, karena kita sudah tau tujuan mereka, sebaiknya kita memberitahukan ini kepada raja Alfesteins dan raja Deltras, untuk menghalau pasukan musuh masuk ke ibukota kerajaan," ucap Ryouta mulai berjalan keluar dari kedainya untuk menyampaikan informasi itu kepada raja Alfesteins dan pasukannya.

__ADS_1


***********


Setelah Ryouta berangkat menuju ke istana kerajaan Alfesteins, beberapa prajurit kerajaan menyilangkan tombak mereka untuk mencegahnya untuk masuk ke istana.


"Berhenti di situ, kami tidak bisa membiarkan siapapun masuk ke istana ini tanpa seizin raja Alfesteins," ucap salah satu prajurit yang menyilangkan tombaknya bersama satu prajurit lainya.


"Tolong izinkan aku masuk, ada hal penting yang harus ku sampaikan kepada raja Alfesteins."


"Tidak bisa, kami tidak bisa mengizinkan orang asing seperti dirimu masuk ke dalam istana tanpa perintah langsung dari Yang Mulia."


*******************


Mendengar keributan di gerbang masuk istana, Chera yang baru saja kembali dari guild petualang pun menghampiri keributan itu, sambil berkata,


"Biarkan dia masuk, dia adalah tamu dari Yang Mulia raja Alfesteins, jika kalian membantah hal ini, kalian akan mendapatkan mendapatkan hukuman dari Yang Mulia, jadi biarkan dia masuk mengerti?!" Tegas Chera pada kedua prajurit itu.


Setelah mendengar perkataan Chera, kedua prajurit tadi mengangkat kembali tombaknya lalu mempersilahkan Ryouta untuk masuk ke dalam istana.


Setibanya dia di dalam istana seorang prajurit yang kelihatan memiliki jabatan yang lebih tinggi dari kedua prajurit yang ada di luar istana, membungkuk hormat kepada Ryouta lalu mulai mengantarkannya ke ruang pertemuan.


Saat dirinya memasuki ruang pertemuan tersebut, terlihat dua orang dari ras Dragonewts sudah menunggu kedatangan Ryouta ke ruang pertemuan tersebut, lalu saat dirinya mulai melangkah ke arah meja pertemuan, raja Alfesteins pun bangkit dari tempat duduknya lalu berkata,


Saat rapat di mulai, dan sudah berjalan sekitar beberapa jam, Ryouta pun mulai berdiri dari tempat duduknya sambil berkata,


"Maaf menyela rapat ini, aku ingin menyampaikan beberapa informasi yang telah aku dapat, yaitu dalam beberapa hari lagi, beberapa pasukan Undead dan Skeleton yang di pimpin oleh salah satu anggota Seven Sin of Hell yaitu Pride akan mulai melakukan serangan ke ibukota kerajaan Deltras, maka dari itu, aku ingin kita mencegah pergerakan mereka di tengah perjalanan menuju ke ibukota kerajaan Deltras."


"Itu ide yang sangat bagus, jika kita berhasil mencegah pergerakan mereka, dengan sihir dari para Priest yang ada dan meminta bantuan dari pihak gereja Timur, maka kita mungkin dapat memaksa mereka untuk mundur dan menyusun ulang rencana mereka," ucap salah seorang laki-laki dari ras Dragonewts yang mengenakan armor bahu dan dada serta pedang besar yang tergantung di punggungnya.


"Aku juga setuju dengan rencana ini, sebaiknya kita segera menghubungi beberapa petualang yang memiliki job sebagai seorang Priest dan juga meminta bantuan dari pihak gereja Timur," sambung seorang wanita yang juga dari ras Dragonewts yang mengenakan light Armor berwarna biru tua serta dengan sebuah cerutu rokok di tangan kanannya.


"Baiklah, karena tidak ada keluhan tentang strategi ini, maka sebaiknya kita mulai mempersiapkan pasukan untuk mencegah dan menghalangi jalur mereka," ucap raja Alfesteins memerintahkan salah satu prajuritnya untuk menyampaikan hasil rapat kepada guild petualang dan juga beberapa prajurit lainya.


***************


Enam hari berlalu, setelah mengumpulkan sekitar 1000 pasukan dan 10 Priest dari Gereja Timur, rencana mereka pun mulai di jalankan. Setelah menunggu sekitar setengah hari lebih, terlihat seorang prajurit mulai melapor ke pada raja Alfesteins dan yang lainya yang saat ini sedang berada di atas tebing sebelah kanan bersama tiga orang jendral terkuat miliknya, bahwa seorang petualang yang melakukan pengintaian, mengatakan bahwa beberapa pasukan musuh mulaiĀ  bergerak dari arah selatan menuju ke arah jalan menuju ke ibukota kerajaan Deltras.

__ADS_1


Mendengar perkataan itu, raja Alfesteins pun mulai memperhitungkan jarang yang dan waktu yang tepat untuk menghalangi jalur yang akan mereka lalui, lalu mulai meminta beberapa Priest dari Gereja Timur untuk mulai membuat dinding pelindung sihir agar para monster yang bersifat Undead dan Demon tidak bisa lewat. Tidak lama setelah Raja Alfesteins meminta untuk bersiap, dari kejauhan tampak banyak sekali gerombolan pasukan iblis yang sedang ke arah ibukota kerajaan Deltras, lalu di saat para pasukan itu mulai mendekat, dan penghalang pun mulai di aktifkan.


"Semuanya, penghalang telah di aktifkan, sekarang saatnya menyerang, para pemanah, siapkan panah, bersiap dan tembak."


Dengan komando dari seorang jendral di pasukan kerajaan, beribu-ribu anakan panah pun mulai di lepaskan untuk mengurangi jumlah dari pasukan musuh.


Ketika jumlah dari pasukan musuh mulai berkurang cukup banyak, para petualang pun muncul dari balik bebatuan untuk menyergap dan menghabisi sebagian besar pasukan iblis yang datang. Karena jumlah pasukan iblis semakin lama semakin berkurang, salah satu prajurit mulai melapor kepada raja Alfesteins.


"Yang Mulia, sepertinya pasukan musuh mulai berkurang cukup banyak, dan sebentar lagi mereka akan sepenuhnya di basmi."


"Kerja yang bagus, kali ini kerjaan Deltras akan aman."


"Tunggu dulu yang mulia, aku merasa ada kejanggalan disini, ini seperti kita berada dalam jebakan mereka," sela Ryouta sambil mencoba untuk memahami situasi mereka saat ini.


Dan benar saja, saat Ryouta mencoba memahami situasi saat ini, Pride dan Lust pun muncul di atas semua orang, dan Lust pun mulai berkata,


"Ku ucapkan selamat, karena kalian telah berhasil mengalahkan pasukan lemah yang kami kirimkan untuk menjadi umpan, dan sekarang saatnya kita mulai acara yang sesungguhnya."


Dengan satu jentikan jari beberapa prajurit dan petualang pun mulai terhipnotis, lalu mulai saling membunuh satu sama lain, dan ada beberapa petualang yang merupakan seorang iblis, mulai membunuh para Priest yang ada.


"Rencana kita gagal, sepertinya ini adalah akhir dari kerjaan Deltras," ucap raja Alfesteins yang hanya bisa terdiam melihat situasi saat ini.


Karena melihat raja Alfesteins yang merasa bersalah, Pride pun turun lalu berkata,


"Sepertinya kau tidak bisa apa-apa lagi kali ini, nah sekarang waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal."


Saat Pride akan mengayunkan pedangnya ke arah leher raja Alfesteins, tiba-tiba sebuah shuriken kecil menghantam pedangnya dan membuat dirinya gagal untuk membunuh raja Alfesteins. Karena serangannya gagal Pride pun kesal, lalu sambil menatap ke sana kemari, dirinya berkata,


"Siapa yang berani menantang ku, tunjukan diri mu, dan lawanlah aku," ucap Pride sambil menatap sekelilingnya.


Setelah Pride menatap sekelilingnya, terlihat Rui pun muncul lalu berkata,


"Akulah yang akan menjadi lawan mu."


Pride yang melihat Rui pun mulai tertawa sambil sedikit meremehkannya.

__ADS_1


"Kau yang akan jadi lawan ku? Apa semua orang selucu ini hah, bukanya mengirim beberapa petualang kelas tinggi, mereka malah mengirimkan gadis kecil ini, baiklah nona kecil aku akan sedikit bermain main dengan mu, persiapkan lah diri mu!?"


...~Bersambung~...


__ADS_2