
Setelah berpisah dengan Chisaki saat kembali masuk ke istana, Ryouta pun melanjutkan perjalanannya untuk menemui Erina. Beberapa menit setelah berkeliling istana, dirinya melihat Erina sedang berlatih di ruang latihan khusus yang ada di dalam istana. Karna melihat Erina hampir selesai dengan latihannya, Ryouta pun segera menemui dirinya sambil berkata,
"Yo Erina, kelihatanya kau serius sekali berlatih," ucapnya sambil berjalan menyapa Erina.
"Ah Ryouta ya, kenapa kau bisa ada disini?"
"Aku kesini untuk mengambil ujian dari mu, jadi bagai mana apa kau mau menguji ku?"
"Etto, apa kau yakin mau mengambil ujian dari ku?"
"Tentu, kenapa tidak?"
"Kurasa aku tidak yakin apa kau bisa lulus dalam ujian ku, masalahnya meskipun kau lulus, kau haru mengambil ujian dari Fricilia, Victoria, dan yang paling sulit adalah ujian milik Chisaki," ucap Erina yang masih belum tau kalau Ryouta telah menyelesaikan tiga ujian dan yang terakhir hanyalah tersisa ujian darinya saja.
"Sepertinya kau belum tau ya, aku sudah berhasil menyelesaikan tiga ujian dan yang terakhir hanya ujian dari mu saja," ucapnya pada Erina sambil menunjukan kalung yang memiliki tiga kristal
"Uweehh, j-jadi kau berhasil melewati ujian dari, Fricilla, Victoria, dan Chisaki, kurasa aku tidak tau harus berkata apa lagi tentang hal ini," ucap Erina yang kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Jadi bagai mana, apa aku bisa mengambil ujian dari mu?" Tanyanya dengan ekspresi serius.
"Kurasa jika kau sudah melewati tiga ujian, kurasa tidak ada salahnya aku menguji mu sekarang," ucapnya pada Ryouta sambil tersenyum.
"Bagus, ayo kita mulai ujiannya," ucap Ryouta dengan semangat.
"Baiklah, ujian dari ku cukup mudah, kau hanya perlu menembak sembilan target yang bergerak dengan akurat dalam satu tembakan saja, contohnya seperti ini," ucap Erina yang fokus pada target bergerak, lalu saat targetnya mulai berada di jalur yang sama, tembakan pun di lepaskan.
"Begitu ya, baiklah aku rasa aku bisa melakukanya, kemari lah, Freezing Bow, sekarang ayo kita mulai ujiannya," ucap Ryouta yang sudah bersiap untuk menembak.
"Ok ayo kita mulai ujiannya sekarang," Erina memberikan aba-aba untuk menandakan ujiannya telah di mulai.
Saat ujian di mulai, terlihat banyak sekali target-target yang bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat dan membuat serangan dalam satu tembakan itu mustahil. Melihat itu, Ryouta pun mulai berkata sambil berfikir dalam benaknya,
"Pergerakan target hampir mustahil di tentukan, gerakannya terlalu cepat dan acak, itu terlalu sulit jika menembaknya hanya dalam satu kali tembakan, hmm...kurasa aku harus membuat skill yang bisa membuat ku melihat pergerakan sesuatu secara lambat," ucap Ryouta dalam benaknya.
"Baiklah kalau begitu, kita coba saja untuk mengunakan skill ini, Creat Skill Magic Eyes Future Vision, Slow Motion Time," ucapnya dalam benaknya sambil membidik target yang bergerak.
************************************
Setelah beberapa menit membidik target, dirinya pun mulai mengunakan skill yang baru saja di buatnya yaitu skill pertama Magic Eye s Future Vision untuk melihat pergerakan target lima menit di masa depan. Waktu lima menit di masa depan menunjukan beberapa target mulai bergerak secara berurutan dan hampir membentuk gari lurus. Setelah lima menit di masa depan terjadi, Ryouta mulai mengunakan skill Slow Motion Time untuk melihat gerakan lambat dari targetnya yang membentuk garis lurus, lalu kemudian dirinya pun melepaskan satu anak panah sihir miliknya tepat ke arah target.
"Sekarang waktunya, Cresent Shot." Anak panah miliknya terbang lurus ke arah depan lalu menembus sembilan target dalam satu garis lurus.
Melihat hal itu, Erina menjadi kagum dengan ketepatan dan kecepatan tembakan Ryouta, sehingga dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Ryouta, selamat ya, sekarang kau telah lulus ujian dari kami berempat, sekarang apa yang akan kau lakukan?"
__ADS_1
"Besok pagi aku akan pergi untuk berpetualang lagi, kali ini tujuan ku adalah Kuil Empat Dewi Agung, disana terdapat informasi yang aku butuhkan untuk pertarungan yang akan kita hadapi nanti," ucap Ryouta pada Erina dengan serius.
"Jika itu keinginan mu, maka kami tidak berhak untuk menghalangi mu, tapi pastikan sebelum kau pergi besok pagi, kau harus berpamitan dengan kami semua, terutama pada Rui mengerti," ucapnya sambil tersenyum pada Ryouta.
"Ah, tentu saja, aku akan melakukanya," dirinya pun berbalik dan mulai pergi meninggalkan Erina.
Keesokan paginya, Ryouta telah selesai mempersiapkan barang bawaannya untuk berangkat berpetualang kembali, tapi sebelum dirinya meninggalkan Istana dan kerajaannya Deltras, dirinya pun berpamitan dengan Rui dan yang lainya. Saat berpamitan Rui sempat berkata pada Ryouta,
"Onii-chan, tolong jaga dirimu ya, kau tidak perlu khawatir dengan diri ku, Karna aku pasti akan baik-baik saja, dan saat onii-chan kembali ke sini, aku pasti sudah menjadi lebih kuat, jadi tidak perlu khawatir ya," ucap Rui sambil tersenyum dengan ekspresi yang mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
Setelah selesai berpamitan dengan Rui, Fricilla pun berkata pada Ryouta,
"Jika kau ingin menuju ke Kuil Empat Dewi Agung, kau membutuhkan kuda ini sebagai tungangan mu selama perjalanan," ucapnya sambil memperlihatkan seekor kuda coklat yang tali kekangnya sedang di pegang oleh Chisaki.
"Ah, terimakasih semua, aku pasti akan kembali ke sini, jika kau sudah berhasil mendapatkan informasi mengenai pertarungan yang akan datang." Ryouta pun mulai naik ke atas kudanya lalu mulai berjalan meninggalkan kerajaan Deltras.
************************************
Ryouta yang kini sudah tiba di kota Tria, memutuskan untuk mencari informasi dan penginapan untuk tinggal sementara waktu sampai menemukan informasi mengenai rute tercepat untuk menuju ke Kuil Empat Dewi Agung.
Sebelum masuk ke dalam kota, dirinya dan kudanya pun dimintai untuk berhenti oleh seorang prajurit yang menjaga gerbang masuk kota untuk di periksa.
"Jika kau ingin masuk ke kota tolong tunjukan kartu identitas mu, jika kau seorang pedagang, maka akan di kenai biaya masuk lima koin perak, jika kau seorang pengunjung, biaya masuknya adalah tiga koin perunggu, tetapi jika kau seorang petualang, kau hanya perlu menunjukan guild card milik mu dan kami akan mengijinkan mu masuk tanpa biaya," ucap prajurit itu pada Ryouta.
"Ah baiklah, ini guild card milik ku silahkan di periksa," ucapnya turun dari kuda lalu memberikan guild cardnya pada prajurit yang memeriksanya.
Beberapa jam berlalu, setelah cukup lama berkeliling kota, Ryouta pun akhirnya menemukan guild petualang bernama Dark Wolf Fang. Tetapi saat dirinya akan masuk ke guild itu, tiba-tiba seorang petualang terlempar keluar dan menghancurkan pitu masuk guild dan beberapa properti toko yang ada di dekatnya.
Saat masuk kedalam, terlihat banyak meja yang hancur, tembok yang retak serta beberapa selebaran untuk quest yang berhamburan kemana-mana, lalu di dalam guild, terlihat seorang gadis berambut pink panjang dengan pakaian khas dari player game Server China dengan dua tanduk pendek di kepalanya terlihat sedang melawan beberapa petualang yang menyerangnya sambil berkata,
"Oraaa!!!, Siapa selanjutnya, majulah dari mana pun kalian mau," ucap gadis itu sambil membanting dan memutar beberapa petualang laki-laki yang mendekat untuk menyerangnya.
Ketika keributan terjadi, seorang wanita berambut hitam panjang dengan kulit berwarna coklat keluar lalu berkata,
"Ada keributan apa ini, ahh, rupanya kau lagi ya, sudah cukup keributan yang kau lakukan disini, jika kau merusak properti guild ini lagi, kau harus membayar kerusakan yang kau timbulkan," ucap wanita itu karna melihat banyak kerusakan di guildnya.
"Ah maaf-maaf Lena-chan, aku akan meminta Ruby untuk membayar kerusakan ini nanti, kau bisa menagih biaya kerusakan yang aku timbulkan saat dia kembali nanti," ucap gadis itu sambil terus membanting petualang laki-laki yang mendekatinya.
"Jika begini terus, kalian bisa-bisa kehilangan guild card dan berakhir dengan di keluarkan dari guild selamanya, sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan cara ini, semua, aku Lena Anastasia, sebagai guild master Dark Wolf Fang dengan ini mengumumkan, siapapun yang bisa menghentikan Mio dengan cara apapun, akan mendapatkan hadiah khusus dari ku," ucap Lena pada semua petualang yang ada di guild itu.
Ryouta yang baru saja masuk ke guild pun terpaksa mengikuti perintah dari guild master untuk menghentikan gadis bernama Mio itu. Semua petualang laki-laki yang berusaha menghentikan Mio di buat terpental tetapi Ryouta berhasil mendekat ke arah gadis itu untuk menghentikan serangannya.
Saat gadis itu ingin menangkap dan membantingnya, dirinya pun segera menghindar dengan memanfaatkan tubuh seorang petualang sebagai pijakan lalu memegang lengan gadis itu sekuat tenaga untuk mengunci gerakanya sambil melafalkan matra.
"glacies quae concrescit omnia mandata mea audisiste et siste motum inimici, Glast Freezing." Seketika itu juga bagian kaki dan tangan gadis itu mulai membeku dan gerakanya pun tertahan.
__ADS_1
"Kau pikir itu bisa menghentikan ku, High Heat." Es yang membekukan tangan dan kakinya mulai mencair seketika dan dirinya pun mulai menangkap lengan Ryouta lalu berusaha membantingnya.
Saat akan di banting, dirinya pun menggunakan skill High Speed lalu memanfaatkan kekuatan tubuh gadis itu untuk membanting dan membuatnya pingsan. Setelah hal itu di lakukan oleh Ryouta, dirinya berhasil membuat gadis itu pingsan dan menghentikan gerakanya, tetapi beberapa properti guild juga ikut hancur karena dirinya.
"Ah, guild master, aku minta maaf aku menghancurkan sebagian properti guild jadi aku akan menggantinya dengan 60 koin emas dan 100 koin perak, apa itu cukup?" Ucapnya pada guild master sambil menyerahkan satu kantong kecil koin emas dan satu kantong kecil koin perak
"Sebenarnya kau tidak perlu membayar kerusakan itu, tapi kurasa kau memiliki maksud lain, Karna kau merasa kasihan kepada mereka kan?" Tanya guild master pada Ryouta.
"Anggap saja seperti itu,"
"Baiklah, sekarang aku tidak perlu menagih biaya perbaikan guild ini lagi pada Ruby,"
************************************
Beberapa jam berlalu setelah itu, seorang gadis berambut pendek dengan hiasan rambut yang berbentuk bulat dengan sedikit pita merah di bagian bawahnya, dengan pakaian yang sama dengan gadis bernama Mio, masuk ke guild dan melihat banyak properti yang rusak sambil berkata,
"Haah, dasar Mio, dia selalu saja membuat keributan di sini, dan setiap kali dia membuat keributan aku yang harus membereskannya," keluh gadis itu saat masuk ke dalam guild.
Setelah sampai di ruangan guild master, gadis itu melihat Mio yang sedang duduk sambil di ikat oleh beberapa rantai agar tidak membuat keributan lagi, dan di ruangan guild master juga terlihat Ryouta yang sedang berbicara dengan guild master. Saat dirinya masuk ke dalam, guild master pun berkata kepadanya,
"Kau sudah kembali ya Ruby, bagai mana Questnya apakah sudah selesai?" Tanya guild master itu pada gadis bernama Ruby.
"Iya, questnya sudah selesai, ini bukti bahwa questnya selesai," ucapnya pada guild master sambil menyerahkan selebaran yang sudah di cap oleh orang yang memberikan quest itu.
"Kerja bagus, questnya selesai dengan sempurna, tanpa kesalahan sedikit pun, oh iya, silahkan terimalah bayaran mu untuk quest kali ini," jawab guild master memberikan bayaran untuk quest yang di selesaikan Ruby.
Karna heran kenapa guild master tidak memotong bayaran questnya dan kenapa Mio diikat seperti itu dengan rantai, dirinya pun bertanya pada guild master,
"Ano, kenapa bayaran ku kali ini tidak di potong, dan kenapa Mio diikat sepeti itu?"
"Sebaiknya kau berterimakasih kepada laki-laki ini, dialah yang menghentikan Mio dan juga membayar semua kerusakan yang dia timbulkan," ucap Lena pada Ruby, sambil memperkenalkan Ryouta kepadanya.
Aku ucap kan terimakasih banyak, jika anda tidak ada disini, pasti Mio akan membuat kerusakan yang lebih parah lagi dan aku harus membayarnya dengan uang hasil dari menjalankan quest, sekali lagi, terimakasih banyak," ucapnya menundukkan kepalanya untuk berterimakasih kepada Ryouta.
"Ah itu tidak masalah, lagi pula aku juga ikut menghancurkan sebagian properti di guild ini, makanya aku membayar biaya untuk perbaikan,"
"Oh iya, aku ingin bertanya kepada mu, kenapa kau bisa ada di guild ini?"
"Ah itu ya, aku kebetulan sedang mencari guild petualang di sekitar sini, siapa tau aku juga bisa menjalankan quest sekaligus mengumpulkan informasi mengenai tujuan ku, oh iya perkenalkan nama ku adalah Ryouta, petualang Rank A senang bertemu kalian semua," ucapnya memperkenalkan diri kepada semua orang yang ada di guild.
"Salam kenal Ryouta-san, nama ku adalah Ruby, dan dia adalah rekan ku Mio dia berasal dari ras Dragonnewst, kami adalah petualang Rank B yang di kenal sebagai Two Dragon Fighter, aku harap suatu saat kita bisa membentuk sebuah party untuk menjalankan sebuah quest yang sama," ucap Ruby memperkenalkan dirinya dan Mio dan berharap mereka akan bertemu lagi untuk menjalankan quest yang sama.
"Ah, aku harap juga begitu, oh iya, apa kalian tau dimana aku bisa mencari penginapan yang bagus di kota ini, Karna aku berencana akan tinggal disini agak lama," tanya Ryouta pada Ruby.
"Hei, bagai mana kalau kau coba menginap di penginapan Sayap Perak, yang ada di bagian barat kota ini, biaya penginapan disana cukup murah, kualitas makan dan juga beberapa hal lainya cukup memuaskan semua orang, apalagi disana terdapat pemandian air panas alami, aku sangat merekomendasikan penginapan itu," ucap Mio merekomendasikan penginapan di wilayahnya barat yang ada di kota Tria untuk Ryouta.
__ADS_1
~Bersambung~