Living In Another World With Cheat

Living In Another World With Cheat
Chapter 26 Kemunculan Seven Sin Of Hell, Hell Lust


__ADS_3

Setelah Ryouta keluar dari altar itu, terlihat seorang gadis berambut perak panjang dengan pakai khas succubus, menatap Ryouta dari kejauhan sambil berkata,


"Sepertinya dia memang cukup tangguh, dia bahkan bisa membuat Pride terpojok, dan dia juga berhasil mengalahkan Behemoth, sepertinya ini akan menjadi hal yang menarik," Ucap gadis itu yang menatap Ryouta dari kejauhan, lalu menghilang seperti bayangan.


************************************


Tiga hari berlalu, akhirnya Ryouta pun tiba di lapangan tempat Rui dan yang lainya menunggu kepulangannya. Setibanya disana, dirinya pun di sambut oleh Fricilla dan yang lainya.


"Semuanya, aku kembali, maaf telah membuat kalian cemas," Ucap Ryouta sambil tersenyum kepada yang lainya.


"Syukurlah kau kembali dengan selamat, jadi apa kau sudah berhasil mengalahkan Dewa Zokl?" Tanya Fricilla sambil memeluk dirinya.


"Tentu, dan juga, sekarang kita bisa membangunkan Alpha Zea kembali."


"Tunggu, apa?, Kau sudah gila ya, jika kau membangunkannya dia akan menjadi musuh yang paling merepotkan," Tegas Fricilla yang kaget dengan tindakan Ryouta.


"Tidak, ini bukan hal yang gila, tapi ini adalah ide yang bagus, karena sekarang dia sudah bukan boneka milik Zokl lagi," Ucap Ryouta yang mulai berjalan ke arah Alpha Zea, lalu memasangkan kalung yang di terimanya dari Zokl.


Setelah kalung itu terpasang, seluruh tubuh Alpha Zea mulai dikelilingi cahaya putih yang membentuk sebuah bola raksasa. Di dalam bola itu, seluruh tubuh Alpha Zea mulai di ubah sepenuhnya. Beberapa menit berlalu, akhirnya bola sihir itu hancur dan dari bola sihir itu terlihat seorang gadis kecil berambut abu-abu perak, terbaring di tanah tanpa mengenakan pakaian.


Karena gadis itu belum mengenakan pakaian, Rui melepaskan jaketnya, lalu menutupi tubuh gadis itu. Setelah beberapa menit berlalu, gadis itu mulai bangun lalu menatap sekelilingnya dengan ekspresi datar. Melihat gadis itu menatap sekelilingnya, Ryouta pun berkata kepadanya,


"Sepertinya kau sudah bangun, apa kau mau makan?"


Karena tidak tau harus berkata apa, gadis itu hanya mengangguk kecil sambil menatap sekelilingnya lagi.


***********************************


Setelah selesai makan, Ryouta kembali bertanya kepada gadis itu,


"Apa kau punya nama?"


"Nama?" Tanya gadis kecil itu sambil sedikit memiringkan kepalanya menatap ke arah Ryouta.


"Sepertinya kau tidak punya nama ya, kalau begitu supaya kami bisa dengan mudah memanggil mu, bagai mana kalau namamu Elzelia, bagai mana apa kau suka?"


"Elzelia, Elzelia, nama ku Elzelia, aku menyukainya."

__ADS_1


"Sepertinya ingatannya telah menghilang, sekarang sepertinya dia hanyalah seperti seorang gadis kecil biasa," Ucap Fricilla sambil menatap ke arah Elzelia


************************************


Beberapa minggu pun telah berlalu, setelah Elzelia tinggal selama beberapa minggu bersama Ryouta, dirinya pun mulai belajar sedikit demi sedikit tentang cara berinteraksi dengan orang-orang yang datang ke toko makanan Archenia Rui. Ryouta yang melihat perkembangan Elzelia mulai berkata kepadanya,


"Elzelia, apa kau mau bekerja dan juga membantu kami disini?"


"Aku tidak yakin, apa aku bisa seperti yang lainnya, atau malah aku jadi ceroboh dan membuat semuanya kacau," Jawabnya dengan suara pelan.


"Kau tidak perlu cemas dengan hal itu, karena kau tidak bisa menjadi seperti yang lainya hanya dalam sekali melihat saja, semuanya membutuhkan proses, serta latihan dan kerja keras, kau mengerti kan," Ucap Ryouta sambil tersenyum mengelus kepala Elzelia.


************************************


Setelah agak lama berbicara dengan Elzelia, Rui pun menemui mereka lalu berkata,


"Maaf menggangu kalian, tapi kita hampir kehabisan bahan makanan, jadi bisa tolong belikan bahan-bahan yang ada di daftar ini ya onii-chan, dan juga, sebaiknya kau mengajak El-chan juga."


"Tunggu, sejak kapan kau memberikannya nama panggilan?"


"Baru saja tadi, tapi sebaiknya kalian berdua cepat, karena sebentar lagi kita akan kehabisan bahan makanan."


"Tentu, kau tiba perlu memberitahu ku, aku akan menjaga toko ini, jadi hati-hati dijalan."


Beberapa menit setelah meninggalkan toko, mereka pun tiba di pasar yang berada di pusat kota. Sejauh mata memandang, terlihat banyak sekali pedang yang menjual berbagai macam barang mulai dari bahan makanan, kulit hewan, senjata dan perlengkapan untuk para petualang dan berbagai hal lainnya.


"Nah El-chan, disinilah kita, pasar ibukota Alfestein, disini berbagai macam barang di jual, mulai dari yang biasa sampai yang langka pun dapat di temukan disini, tapi untuk kali ini, kita akan membeli beberapa barang yang ada di dalam daftar ini," Ucap Ryouta sambil memegang selembar kertas yang bertuliskan barang-barang yang perlu di beli.


***********************************


Setelah agak lama berkeliling di sekitar pasar, akhirnya mereka pun berhenti di depan sebuah toko kecil yang memiliki papan nama yang terbuat dari kayu yang bertuliskan, Toserba Kirika. Ketika mereka membuat pintu toko itu, terlihat banyak sekali barang yang di jual di toko itu, mulai dari barang kebutuhan para petualang, hingga peralatan sehari-hari.


"Nah, sekarang mari kita lihat barang apa saja yang akan kita beli disini, El, bisa kau bacakan barang apa yang kita perlu beli disini?"


"Baik, umm... Disini kita perlu membeli dua kantong besar Tepung, satu kotak sedang Jamur Telur, dan empat kotak sedang Keju."


"Dua kantong besar Tepung, satu kotak sedang Jamur Telur, dan empat kotak sedang Keju, apa itu sudah semuanya?"

__ADS_1


"Kita cuma diminta membeli itu disini."


"Yosh, sekarang kita akan membayar barang yang kita beli."


***********************************


Setelah membeli beberapa barang yang ada di daftar, dan membayar barang yang di beli, Ryouta memasukkan barang yang di belinya ke dimensional storage miliknya, lalu pergi ke tempat berikutnya. Beberapa menit setelah membeli beberapa barang yang ada di daftar paling atas, kini Ryouta dan El berhenti di sebuah kedai yang menjual beberapa sayuran, lalu saat berada di sana, dirinya meminta El untuk menyebutkan apa saja yang harus di beli.


"Sekarang kita sudah ada di kedai sayuran, El-chan bisa sebutkan apa saja yang perlu di beli disini?"


"Disini kita perlu membeli, dua kota sedang Tomat, tiga kotak sedang Berry Labu, enam kotak kecil cakar api, dan dua kotak sedang kentang."


Setelah El menyebutkan apa yang ada di daftar belanjaan, Ryouta pun mulai membeli semua yang di sebutkan tadi. Ketika semua bahan sudah selesai di beli, dan karena mereka masih punya banyak waktu sebelum toko mereka buka, Ryouta pun mengajak El berkeliling di sekitar pasa ibukota, dan membelikannya beberapa makanan dan pakaian baru.


************************************


Saat mereka berdua bersenang-senang bersama, tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan kini sudah hampir waktunya toko mereka untuk buka, tetapi saat mereka akan kembali ke Toko, El menarik lengan baju Ryouta sambil berkata,


"Master, aku merasakan ada energi sihir yang begitu kuat dari arah barat sekitar 100 meter dari sini, apa kita bisa memeriksanya?"


"Ah kau benar, aku juga merasakan hal yang sama, jadi ayo kita pergi ke arah sana," Ucap Ryouta bersama Elzelia berlari menuju ke arah energi sihir yang mereka rasakan.


Setibanya di sana, mereka akan menuju ke arah energi sihir itu, mereka sempat mendengar ada beberapa orang berkata bahwa ada kejadian aneh dimana banyak sekali mayat hewan dan juga manusia yang terlihat seperti mengering menyisakan kulit dan tulang saja. Mendengar berita itu Ryouta berkata,


"Tidak salah lagi, ini adalah ulah mereka, Seven Sin Of Hell, kali ini tidak akan ku biarkan mereka berbuat seenaknya lagi."


************************************


Setelah beberapa menit berlari, akhirnya mereka pun tiba di sebuah gang kosong yang tidak banyak di lewati para penduduk, dan saat mereka melihat ke arah gang itu, terlihat seorang perempuan yang tengah menyedot semua energi kehidupan dari laki-laki yang di ciumnya sehingga membuat tubuh laki-laki itu mengering dan hanya menyisakan tulang dan kulitnya saja. Ketika Ryouta melihat kejadian itu pun menarik pedangnya lalu berkata,


"Sepertinya kau sedang menikmati makan siang mu ya?"


"Ara, sepertinya aku kedatangan tamu yang tidak di undang disini, tapi untuk sekarang ini aku tidak ingin bertarung melawan diri mu, jadi aku permisi dulu," Ucap gadis itu merentangkan kedua sayapnya lalu menghilang ke dalam kegelapan.


"Kali ini dia memang melarikan diri, tapi selanjutnya tidak akan ku biarkan dia kabur."


Setelah kejadian itu berakhir, Ryouta dan Elzelia pun kembali ke Toko sambil membawa barang belanjaan yang di minta oleh Rui. Sesampainya mereka di Toko, Ryouta pun menceritakan tentang salah seorang anggota Seven Sin of Hell yang kembali muncul kepada Rui, tetapi dia melarikan diri sebelum mereka bertarung. Karena hal itulah, Ryouta pun meminta Rui dan yang lainnya untuk tetap waspada.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2