
Di ruangan guild master, terlihat seorang laki-laki bertelinga panjang, berambut putih, berpakaian hijau dan jubah berwarna putih yang sedang menatap ke arah jendela sambil berkata,
"Jadi kau adalah Ryouta-san sang petualang Rank B yang di katakan itu ya, dan juga kau bersama adik mu yang awalnya merupakan budak yang kau beli," ucap laki-laki itu pada mereka lalu berbalik dan duduk di kursinya.
"Ah... memangnya ada apa?"
"Aku inggin menguji mu, apa kah kau benar-benar telah mengalahkan monster tingkat tinggi dan juga salah satu prajurit elit bangsa iblis," ucap guild master pada Ryouta.
"Baiklah lakukan saja, aku tidak keberatan," jawabnya dengan nada santai pada guild master.
"Tidak ada orang yang bisa menyembunyikan kebenaran dari Guardian God Eye milik ku, jika mereka berbohong maka mereka akan mati!" Tegas guild master Itu.
"Baiklah, silahkan lakukan," ucapnya tanpa rasa ragu menangapi ucapan guild master.
"Jadi kau sudah siap menerima resikonya ya, baiklah aku akan memulai pengujiannya, Guardian God Eyes." Mata guild master pun mulai bercahaya hijau terang dan perlahan dia melihat energi sihir milik Ryouta.
***********************************************
Setelah melihat energi sihir milik Ryouta yang berwarna merah kehitaman yang meluap-luap, Guardian God Eyes milik guild master pun perlahan-lahan mulai berubah menjadi merah. Karena kekuatan Ryouta yang begitu besar, guild master pun menonaktifkan Guardian God Eyes miliknya karena tidak sanggup melihat kekuatan yang melebihi kekuatan Guardian God Eyes miliknya, dan dengan nafas terehag-engah guild master pun berkata padanya,
"Kekuatan yang begitu besar ini memang nyata, kurasa aku tidak ragu lagi melihat semua prestasi yang kau dapatkan, dengan kekuatan ini aku yakin kau akan bisa menaklukan Poison Fang Spider dan Shadows Wolf yang akhir -akhir ini meresahkan warga kota," ucap guild master pada Ryouta.
"Jadi apa aku bisa mengambil quest itu?" Tanyanya pada guild master dengan wajah serius.
"Ah tentu saja, dengan senang hati aku akan meminta mu untuk mengambil quest itu, dan jika kau berhasil maka kau akan langsung naik ke Rank A, bagai mana," ucap guild master pada Ryouta.
"Baiklah, aku menerima itu, tapi sebelum itu aku ingin menanyakan sesuatu, apa kau punya informasi tentang Seven Sin of Hell?"
"Itu adalah salah satu arsip terlarang yang ada di perpustakaan guild ini, kau memerlukan izin dari kerajaan atau izin dari empat kesatria gadis suci, jika mereka mengizinkan mu maka kami akan mengantar mu ke perpustakaan guild ini," ucap guild master padanya.
"Jika itu masalahnya maka aku yakin, kau mengenal nama Erina Aurora?"
"Nona Erina Aurora adalah salah satu dari empat kesatria gadis suci, dia di juluki dengan julukin The Goddess of Arthemis," jelas guild master itu kepada Ryouta.
"Kebetulan aku sedang menjalankan misi bersamanya, dan kebetulan juga kami sedang membahas tentang Seven Sin of Hell, dan kami menduga yang di lihat oleh salah satu petualang di guild ini adalah salah satu anggota Seven Sin of Hell yaitu Pride," ucap Ryouta pada guild master.
"Jika itu benar, maka izin kan aku dan beberapa Guardians Spirit untuk melakukan penyelidikan terlebih dahulu, sebelum kita mengambil tindakan," ucap guild master itu sambil mendiskusikan masalah yang terjadi dengan Ryouta.
"Kapan penyelidikan itu di lakukan?" Tanyanya pada guild master.
"Kami akan memulai penyelidikanya dua hari lagi, jika penyelidikanya berjalan lancar, maka kita bisa mengantisipasi serangan musuh," ucap guild master pada Ryouta untuk menunggu sampai investigasi selesai agar bisa mengambil tindakan yang tepat untuk menghadapi salah satu anggota Seven Sin of Hell.
***********************************************
__ADS_1
Setelah dua hari berlalu, kini waktu penyelidikanya pun dimulai, sementara penyelidikan di lakukan, Ryouta bersama dengan Rui dan Erina mendapatkan izin untuk memasuki perpustakaan guild untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Seven Sin of Hell. Mereka berada di perpustakaan selama beberapa hari sampai investigasi selesai dilakukan.
Beberapa hari kemudian semenjak investigasi di lakukan, guild master pun datang menemui mereka bertiga di perpustakaan guild untuk memberitahukan informasi yang di dapat dari investigasi itu.
"Semuanya, aku punya informasi tentang monster yang ada di hutan bagian Utara," ucap guild master pada mereka bertiga.
"Informasi apa? Apa itu berhubungan dengan anggota Seven Sin of Hell?" Tanya Erina pada guild master.
"Ahh, seperti yang di perkirakan, itu memang benar dia adalah anggota Seven Sin of Hell yaitu Pride, dan dari informasi yang kami dapatkan, dia akan mengunakan Poison Fang Spider dan Shadows Wolf untuk melakukan penyerangan ke kota ini, dan penyerangan itu akan di lakukan dalam beberapa hari lagi," ucapnya pada Ryouta dan Erina.
"Jika itu terjadi, maka akan banyak korban jiwa berjatuhan."
"Jika itu masalahnya, kita tinggal menghentikan rencana mereka sebelum rencana mereka di laksanakan dan mengalahkan Pride itu benarkan?" Ucap Ryouta pada guild master.
Setelah berkata seperti itu, mereka pun mulai bergerak untuk menggagalkan rencana Pride untuk menyerang kota Odlrilea. Sebelum mengalahkan Pride, Ryouta, Rui, dan Erina berpencar untuk menyingkirkan beberapa Poison Fang Spider dan Shadows Wolf sebelum mengalahkan Pride.
"Semuanya kita akan berpencar, aku akan pergi ke arah Barat, kau dan Rui pergilah ke arah Utara, setelah kita membereskan Poison Fang Spider dan Shadows Wolf, kita ta bertemu lagi di titik ini dan kita akan menyerang Pride bersamaan," ucapnya pada yang lainya lalu mulai bergerak ke arah barat.
Setelah berpencar agak lama, dirinya pun tiba di wilayah barat dan di sana dia melihat beberapa sarang dan jaring laba-laba raksasa lalu berkata,
"Seperti yang di katakan guild master, ini adalah sarang laba-laba raksasa yang cukup kuat dan sulit untuk di potong," ucap Ryouta sambil memperhatikan jaring laba-laba itu.
Setelah cukup lama memperhatikan jaring laba-laba itu, seekor laba-laba raksasa muncul dan berusaha menangkap dan menjadikanya sebagai makanannya. Tapi karna Refleks Ryouta yang cepat, dirinya dengan mudah memotong jaring itu sekaligus memotong tubuh laba-laba itu hingga terbelah menjadi dua.
Karena area di sekitar telah membeku, para monster yang bersembunyi pun juga ikut membeku dan saat es itu hancur, tubuh para monster itu pun juga ikut hancur karena es tersebut.
"Sepertinya disini sudah beres, kurasa aku akan sedikit berkeliling di wilayah ini," ucapnya berkeliling di sekitar wilayah Barat
Sementara itu, di wilayah Utara, Rui dan Erina tengah menghadapi Shadow Wolf dan beberapa Poison Fang Spider di dekat pohon yang di kelilingi jaring laba-laba. Saat mereka bertarung, Rui pun berkata pada Erina,
"Erina-sama, jika kita melawan mereka, maka pertarungan ini tidak akan ada habisnya, tapi jika kita berhasil mengalahkan pemimpin mereka yaitu Poison Spider Queen, maka mereka akan mundur dan pergi dari tempat ini," ucap Rui sambil mengayunkan Short Sword miliknya untuk menghalau beberapa serangan monster tersebut.
Setelah mendengar ucapan itu, Erina pun mulai menargetkan Poison Spider Queen untuk di serang dan membuat para monster lainya menyerah. Beberapa jam berlalu, setelah mereka menargetkan Queen Poison Fang Spider, monster Itu pun mulai bergerak mendatangi mereka bersama beberapa monster lainya.
Enemy and Boss Enemy
Queen Poison Fang Spider
Lv 81
Hp: 79,200
Atk: 40,000
__ADS_1
Skill:
Poison Bite
Ability:
-High Speed
-High Jump
-Strong Net
Shadow Wolf
Lv 60
Hp: 45,200
Atk: 75,800
Skill:
-Shadow Dash
-Black Claw
Ability:
-Shadow Body
(Battle Skip)
Pertarungan pun berlangsung begitu lama, sehingga membuat Erina dan Rui kewalahan, dan di saat mereka sudah mulai dalam keadaan terdesak, Ryouta pun muncul lalu memotong beberapa Shadow Wolf dengan Scythenya lalu berkata,
"Sepertinya aku datang tepat waktu, kalian tidak apa-apa," ucap Ryouta pada Rui dan Erina sambil memegang Scythe di tanganya.
Saat tengah menghadapi beberapa Shadow Wolf yang tersisa, Queen Poison Fang Spider mulai melesat cepat ke arah Ryouta, sehingga membuat Erina berteriak pada Ryouta,
"Ryouta awas! Queen Poison Fang Spider akan mengunakan jarinya, jaring itu tidak akan bisa di potong kecuali kau memotongnya dengan pedang yang di aliri sihir api," ucapnya memperingati Ryouta.
"Jadi begitu ya, kurasa kau tidak perlu khawatir dengan serangan itu, aku bisa mengatainya dengan mudah," ucap Ryouta mengayunkan Scythenya lalu membelah jaring Queen Poison Fang Spider.
~Bersambung~
__ADS_1