
"Tidak perlu kau berkata seperti itu pun aku juga sudah tau," ucap Fricilla mengeluarkan sihir petirnya untuk menghancurkan monster tanaman yang mengepungnya.
"Ahh... Kau tidak perlu bertanya lagi Ryouta, lagi pula kita tidak akan bisa kemana-mana sampai monster tanaman dan sulur yang menyebalkan ini berhenti menyerang lagi," ucap Chisaki sambil terus memotong sulur dan monster tanaman yang menyerangnya.
************************************
Beberapa menit berlalu setelah Nemea mengajukan dirinya untuk melihat masalah yang ada di inti hutan peri, kini dirinya pun tiba di inti hutan peri. Setelah tiba di sana, dirinya pun melihat banyak sulur dan beberapa dahan pohon terlihat melilit sebuah bola merah yang bergerak mengembang dan mengempis.
Karena penasaran Nemea pun memutuskan untuk melihatnya lebih dekat lagi. Saat Nemea melihatnya lebih dekat, dirinya melihat sebuah bayangan aneh di dalam bola itu yang menyerupai seekor monster yang terlihat sangat mengerikan. Karena ketakutan, dirinya pun segera terbang secepatnya mungkin untuk memberitahu apa yang dia lihat kepada Ryouta dan yang lainya.
Setelah sampai di tempat Ryouta dan yang lainya, Nemea pun menceritakan apa yang dia lihat, lalu setelah selesai menceritakan apa yang dia lihat, Ryouta pun berkata,
"Sepertinya kita menemukan inti dari masalah ini, dan jika kita menghancurkan bola itu, kemungkinan semua monster dan sulur yang ada disini akan layu dan mati."
"Hoho, sebaiknya kita langsung saja menuju ke tempat itu, agar masalah hutan ini dapat di selesaikan," ucap Great Sage kepada yang lainya.
"Jika di ucapkan itu memang terdengar mudah, tetapi bagai mana cara kita melewati semua monster dan sulur ini?" Tanya Erina yang terlihat kebingungan.
"Kalian tidak perlu berfikir keras tentang bagai mana cara melewati semua monster dan sulur ini, karena itu sudah di pikiran oleh aku dan Ryouta-kun."
Setelah Great Sage berkata seperti itu, Ryouta pun sudah bersiap menembakan anak panah yang dapat menghancurkan semua dalam sekejap.
"Kakek, aku sudah siap melepaskan tembakan ku, bagai mana kalau kau juga memberikan sedikit sihir mu untuk membuat semuanya hancur tanpa bisa tumbuh lagi."
__ADS_1
"Dengan senang hati aku akan memberikannya kepada mu," ucap Great Sage memasukan sedikit sihirnya ke Black Nightmare Bow milik Ryouta.
"Baiklah, waktunya menerobos semuanya sekaligus, Black Nightmare Bow, Gao Ryuu Strike Shoot." Gelombang energi yang di tembakan dari Black Nightmare Bow pun mulai membentuk seekor Naga yang melesat dan menghancurkan semua monster dan sulur yang menghalangi mereka dengan sekejap.
Saat Naga energi itu melesat, dan menghancurkan semua monster dan sulur itu, bagian yang di lewatinya pun mulai membeku dan hancur seketika. Setelah jalur terbuka, Ryouta dan yang lainya pun segera pergi untuk menghancurkan inti dari monster tanaman yang menyerang hutan peri.
************************************
Setibanya mereka di inti hutan peri, merekapun melihat apa yang di lihat oleh Nemea sebelumnya, dan saat mereka akan mendekat, beberapa akar dan sulur menyatu membentuk sebuah prajurit monster untuk melindungi bola merah itu. Melihat hal itu Great Sage pun berkata,
"Sepertinya memang benar, bola merah itu adalah inti dari semua monster ini, jika kita berhasil menghancurkannya, maka semua monster tanaman ini akan layu dan mati."
"Karena kita sudah tau kelemahannya, sebaiknya kita mulai membasmi para monster ini untuk bisa menghancurkan bola merah itu," ucap Fricilla yang mulai menembakan bola api ke arah salah satu monster dan membuatnya terbakar menjadi abu.
Setelah Fricilla memulai serangan pertama, Ryouta dan yang lainya pun juga mulai ikut melakukan serangan. Beberapa jam berlalu setelah serangan di lakukan, mereka pun berhasil memberikan celah bagi Great Sage untuk membakar sebagian sulur dan akar yang melindungi bola merah itu.
"Terimakasih telah memberikan kakek tua ini celah untuk menyerang, baiklah aku akan langsung mulai saja, Fire Arrow." Seketika sebuah panah api melesat dan membakar sebagian sulur dan akar besar yang melindungi bola merah itu.
Saat sebagian sulur dan akar itu terbakar, beberapa Plant Soldier dan beberapa monster tanaman lainya mulai layu dan mati. Setelah beberapa Plant Soldier mati, beberapa sulur baru muncul lalu menarik tongkat milik Great Sage lalu berusaha menghempaskannya sejauh mungkin, akan tetapi Great Sage pun berkata sambil menahan akar yang berusaha menghempaskannya,
"Kau kira jika aku tidak punya tongkat lagi maka aku tidak akan bisa bertarung lagi kan, tapi sayang sekali, kau harus berfikir lagi karena aku tetap bisa bertarung meskipun tanpa tongkat," ucap Great Sage yang mencengkram sulur itu dengan kuat lalu memutuskannya dengan satu tarikan.
"Hoho, sepertinya sudah lama sekali kakek tuan ini tidak menggerakkan ototnya, kurasa hari ini aku kembali merasa sedikit lebih muda, Ryouta-kun, mari kita beraksi," ucap Great Sage melepaskan jubah putihnya dan memperlihatkan tubuh berototnya
__ADS_1
"Baiklah, sekarang waktunya serius," ucap Ryouta mengubah Black Nightmare Bownya menjadi Black Scythe of Abyss lalu mulai memotong semua akar dan sulur sekaligus memotong bola merah itu sekaligus.
Setelah bola merah itu di potong, seluruh tanaman monster pun mulai layu dan mati seketika. Karena melihat semua sudah mati, mereka pun memutuskan untuk membawa bagian bola merah itu untuk di teliti, akan tetapi, saat akan mendekat, bola itu retak lalu seekor monster tanaman yang terlihat memiliki tubuh yang di lindungi sulur berduri dan juga tangan sulur berduri sebagai senjata pun meraung ke arah mereka.
Setelah melihat kemunculan monster itu, Great Sage pun berkata kepada mereka,
"Musuh kali ini berbeda dari sebelumnya, sebaiknya kita berhati-hati melawannya."
"Jika begitu, bagai mana kalau kita menjadikan ini pertarungan dua lawan satu, bagai mana menurut mu kakek?"
"Sepertinya ini akan menjadi hak yang menyenangkan, baiklah Ryouta-kun mari kita bertarung bersama," ucap Great Sage yang bertarung dengan mode tangan kosong
"Ah... Ayo kita lakukan kakek," ucap Ryouta mengayunkan Scythenya lalu melesat lebih dahulu ke arah monster itu.
Setelah Ryouta melesat, tangan sulur berduri milik monster itu pun mulai memanjang dan mulai berusaha menyerang dirinya, tetapi serangan itu berhasil di hentikan oleh Great Sage yang menangkap sulur berduri itu lalu menariknya ke arah Ryouta.
"Ryouta-kun, sekarang giliran mu."
"Baiklah, Dark Razor Cut." Seketika itu juga ujung Scythe miliknya pun berubah warna menjadi merah kehitaman lalu mulai memotong tubuh monster itu menjadi dua bagian.
Saat semuanya mengira bahwa monster itu telah kalah, mereka pun di kejutkan dengan tumbuhnya bagian tubuh baru dari bagian yang telah terbelah itu, lalu karena melihat hal itu Great Sage pun berkata,
"Sepertinya ini akan semakin seru benarkah Ryouta-kun?"
__ADS_1
"Ahh... Kau benar kakek, bagai mana kalau kita buat ini lebih seru lagi."
~Bersambung~