
Setelah mendengar saran dari Mio, Ryouta pun langsung menuju ke penginapan itu. Sesampainya disana, dirinya pun berkata,
"Jadi ini adalah penginapan Sayap Perak ya, baiklah ayo masuk," ucapnya mendorong pintu untuk masuk ke dalam.
Setelah pintu di buka, terdengar suara lonceng kecil yang berada di atas pintu berbunyi, lalu seorang gadis berambut panjang berwarna merah menyala keluar lalu menyapa pelanggan yang datang. Tetapi saat dirinya melihat pelanggan yang datang, dia langsung dengan spontan berkata,
"Ryouta-san sedang apa kau disini," ucap gadis itu pada Ryouta.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
"Ryouta-san, kau pelupa sekali ya, ini aku Milia, apa mungkin kau lupa dengan ku karna kita jarang bertemu ya?" Tanya Milia padanya sambil sedikit tersenyum.
"Jadi kau Milia, aku tidak mengenali mu karna penampilan mu begitu banyak berubah," ucap Ryouta padanya.
"Kau ada benarnya juga ya, semenjak aku disini, banyak laki-laki yang terus memperhatikan ku, mungkin karna penampilan ku ini ya."
"Mungkin, kurasa penampilan mu mulai berubah semenjak kita terakhir bertemu," pujinya terhadap Milia karna penampilanya yang berubah drastis.
"Oh iya, dimana Rui, apa dia masih ada di kerajaan Alfesteins?"
'Rui sekarang sedang berada di kerajaan Deltras untuk berlatih dan menjadi lebih kuat, oh iya Milia, kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Ryouta pada Milia.
"Ah itu karena, tempat ini adalah cabang dari Penginapan Eraria, dan kebetulan aku adalah manajer tempat ini. Oh iya Ryouta, apa kau mau minum sesuatu, atau juga kau mau sedikit camilan yang ku buat, sambil ngobrol?" Ucapnya menawarkan makanan dan minuman sebagai camilan selagi mengobrol.
"Kurasa boleh saja, kalau begit, aku pesan teh hangat, lalu beberapa camilan yang kau buat."
"Oke, aku akan mengambilkannya untukmu, jadi tolong tunggulah sebentar." Milia pun beranjak pergi meninggalkan Ryouta, sementara dirinya membuatkan dua teh hangat dan mengambil beberapa camilan yang sudah dia buat.
************************************
Setelah beberapa menit menunggu, Milia kembali dari dapur sambil membawa beberapa makanan dan juga dua gelas teh hangat untuk menemani mereka ngobrol bersama.
"Ini dia pesanan mu Ryouta, silahkan di nikmati," ucapnya menaruh dua gelas teh hangat dan beberapa makanan di meja tempatnya dan Ryouta ngobrol bersama.
Beberapa jam berlalu saat mengobrol bersama Ryouta, tak disangka hari pun sudah mulai malam, dan Milia pun hampir lupa memberikan kamar yang akan Ryouta gunakan. Setelah memberikan kamar penginapan, terdengar suara lonceng pintu berbunyi dua kali, dan terlihat Ruby sedang mengendong Mio yang nampaknya sudah tertidur pulas, saat melihat Ryouta, dirinya pun berkata,
"Ryouta-san jadi kau menginap disi ya?"
"Ah, aku memang akan menginap disini, selama beberapa Minggu kedepan, sampai aku mengumpulkan informasi yang cukup untuk pergi ke Kuil Empat Dewi Agung, apa kalian tau sesuatu mengenai tempat itu?" Tanyanya pada Ruby dan Milia.
"Aku tidak pernah dengar tentang tempat itu, tapi mungkin saja seseorang di kota ini tau tempat itu, jadi sebaiknya kau mengumpulkan informasi lebih banyak lagi dari guild atau bahkan para petualang dan penduduk kota ini," ucap Ruby memberi saran agar bertanya kepada pihak guild dan juga orang-orang yang tinggal di kota ini.
Setelah malam semakin larut, akhirnya mereka pun memutuskan untuk menyudahi obrolan mereka, lalu kembali ke kamar mereka masing-masing untuk segera tidur.
************************************
Pagi pun tiba, setelah Ryouta bangun, terlihat Ruby sedang membersihkan dan merapikan beberapa meja, sementara Milia terlihat sedang berada di dapur sedang memasak sarapan untuk mereka berempat. Setelah sarapan siap, Ruby pun memanggil Mio untuk sarapan pagi sebelum mereka menjalankan quest dari guild.
Setelah selesai sarapan pagi, dan setelah semua tempat terlihat rapi, Milia memutuskan untuk menutup penginapan sementara waktu untuk menjalankan quest di guild bersama Ryouta dan yang lainya.
Guild Petualang Kota Tria
__ADS_1
Resepsionis Guild
"Nee Ryouta, kali ini kau mau mengambil quest yang mana?"
"Kurasa ini lumayan bagus, quest memburu Elger Orlc yang menyerang para penduduk desa Nrilz yang berada di wilayah barat kota Tria," ucap Ryouta mengambil selebaran quest itu lalu menunjukkannya ke Milia..
************************************
Setelah menunjukan quest itu ke Milia, mereka pun sepakat lalu berangkat untuk mengerjakan quest yang mereka ambil. Beberapa jam berlalu, kini mereka telah tiba di gerbang desa Nrilz saat siang hari. Setibanya di gerbang desa, terlihat beberapa orang laki-laki terlihat memegang berbagai macam senjata sambil mengawasi daerah sekitar menghentikan langkah Ryouta dan Milia lalu bertanya kepada mereka,
"Apa yang kalian lakukan di desa ini, jika kalian ingin menginap sebaiknya cari tempat lain saja, kami tidak bisa menjamin keselamatan kalian di desa ini."
"Kami bukan ingin menginap, kami adalah petualang yang datang karena menerima quest dari kalian untuk membasmi monster Elger Orlc," ucap Milia menunjukan selebaran quest dan guild card miliknya kepada laki-laki yang menghadang mereka.
Melihat guild card dan selebaran quest yang di tunjukan tadi, mereka berdua pun di antar masuk untuk menemui kepala desa. Setelah masuk ke dalam desa dan berdiskusi dengan kepala desa, akhirnya mereka pun mendapat persetujuan dari kepala desa untuk memburu Elger Orlc.
Setelah diskusi selesai, Ryouta dan Milia memutuskan untuk berpencar sambil mencari informasi tentang Elger Orlc yang akan mereka hadapi. Beberapa jam berlalu, akhirnya mereka mendapatkan informasi yang cukup tentang Night Horn yang akan mereka hadapi.
"Sepertinya kita mendapatkan informasi yang cukup banyak tentang Elger Orlc, sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerang," ucap Ryouta pada Milia.
Akhirnya, waktu yang di tunggu pun tiba, kini mereka berdua sudah berada di hutan yang ada di luar desa dan dari sana mereka pun mulai berpencar untuk mencari dan menghabisi Elger Orlc secara terpisah di dua lokasi yang berbeda. Setelah berpencar cukup lama, Ryouta pun menemukan beberapa Elger Orlc yang tengah berkumpul di sekitar aliran sungai, kemudian bersembunyi di balik semak-semak lalu dengan perlahan dirinya menembaki beberapa kepala Elger Orlc dari belakang dan membuat jumlah mereka berkurang sedikit demi sedikit, sampai hanya tersisa satu Elger Orlc yang tersisa.
"Sepertinya hanya tinggal tersisa satu Elger Orlc saja ya, sebaiknya aku selesaikan ini dengan cepat," ucap Ryouta keluar dari persembunyiannya.
Setelah keluar dari persembunyiannya, Elder Orlc yang tadi pun bergerak dengan cepat ke arahnya lalu mengarahkan pukulannya ke arahnya.
[Enemy]
LV 60
Hp: 30,000 / Attack: 8,000
Skill:
Smash Puch
High Attack
"Level 60 ya, itu cukup menarik, tapi itu tidak akan cukup untuk mengalahkan ku, Bloody Razor Cut." Ryouta mengubah pedang yang di bawanya menjadi Black Scythe of Abyss, lalu dari ujung Scythenya muncul energi berwarna hitam kemerahan seperti darah lalu ketika di ayunkan, itu berubah menjadi lingkaran besar bergerigi yang memotong tubuh Elger Orlc menjadi dua bagian.
"Sepertinya ini sudah berkahir, sebaiknya aku menyusuri sungai ini, siapa tau Milia butuh bantuan untuk mengalahkan mereka," ucap Ryouta setelah memotong tanduk Elger Orlc dan memasukan tubuh mereka ke dalam Dimensional Storage miliknya.
Setelah agak lama menyusuri aliran sungai, terlihat Milia sedang memotong tanduk dari beberapa Mayat Elger Orlc.
"Sepertinya kau juga sudah selesai, bagai mana kalau kita kembali ke desa," ucapnya pada Milia yang sedang memotong tanduk dari beberapa mayat Elger Orlc.
"Ah, kurasa ini sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa quest kita telah selesai, jadi ayo kembali ke desa dan melaporkan ini kepada kepala desa."
************************************
Beberapa menit setelah keluar dari hutan, mereka berdua pun kembali ke desa Nrilz untuk menunjukan bukti penaklukan mereka kepada kepala desa. Setelah menunjukan beberapa tanduk Elger Orlc, kepala desa pun memberikan stempel khusus yang di berikan oleh guild kepada semua orang jika mereka ingin mengajukan quest dan juga sebagai bukti bahwa quest yang di berikan telah di selesaikan.
__ADS_1
"Dengan begini quest ini telah di selesaikan," ucap kepala desa Nrilz memberikan stempel pada selebaran quest.
"Tapi sebelum kalian pergi, terimalah 300 koin emas dari kami sebagai hadiah, dan juga resep, dan bahan-bahan pilihan untuk mengolah daging Elger Orlc," ucap kepala desa memberikan hadiah kepada mereka.
Setelah mendapatkan stempel dan juga beberapa hadiah lainya, Ryouta dan Milia pun membawa selebaran quest yang sudah di stempel ke guild untuk di sahkan dan di tukar dengan hadiah dari guild. Beberapa jam kemudian, saat hari sudah mulai sore, mereka berdua pun tiba di guild, lalu pergi ke resepsionis untuk menunjukan selebaran quest yang telah di stempel itu untuk di tukar dengan hadiah dari guild, tapi bukan hanya mereka saja yang telah selesai, Rubi dan Mio pun juga sudah menyelesaikan quest mereka dan meminta pengesahan dari guild.
Saat melihat mereka memberikan selebaran quest ke resepsionis guild, Ryouta melihat ada perbedaan antara stempel yang ada di quest miliknya dan di quest milik Ruby, stempel yang mereka punya berwarna merah terang, sementara stempel milik Ruby berwarna biru gelap, karna penasaran dengan hal itu dirinya pun bertanya ke resepsionis guild,
"Permisi, aku ingin tau kenapa stempel ku dan stempel milik mereka berbeda?"
"Terimakasih sudah bertanya, akan saya jelaskan mengapa ada perbedaan warna di stempel itu, pertama di guild ini memilik sistem yang unik dari guild lainya karena kami menilai petualang yang benar-benar menjalankan quest, atau yang salah sedikit saja dalam quest, ataupun yang bermalas-malasan. Jadi hadiah yang di berikan guild itu sesuai stempel yang di dapatkan."
"Singkatnya seperti ini, jika mendapat stempel merah berarti quest yang di ambil selesai dengan sempurna tanpa masalah sedikit pun, jika mendapat stempel biru, maka ada sedikit kesalahan dalam quest, jika mendapat stempel putih atau hitam, itu artinya kau tidak mengerjakan quest mu dengan benar dan kau gagal melakukan apa yang diminta di quest itu," jelas Milia pada Ryouta.
"Jadi begitu ya, aku rasa aku mengerti, oh iya Ruby apa yang terjadi dengan quest kalian?"
"Sebenarnya, kami dimintai untuk membantu mengumpulkan tanaman Clivilas tapi Mio malah mengumpulkan banyak rumput liar, itulah sebabnya ada kesalahan dalam quest kami."
************************************
Setelah menerima hadiah masing-masing, mereka pun kembali ke penginapan untuk bersantai dan makan malam melepas lelah setelah bertarung seharian. Beberapa bulan berlalu, setelah banyak meraih prestasi di guild, dan membentuk party bersama Milia, Ruby dan Mio, mereka pun mulai terkenal di kalangan para petualang sebagai party terkuat yang sering menyelesaikan berbagai quest yang hampir mustahil untuk di selesaikan.
Pagi hari di penginapan, setelah Ryouta dan yang lainya selesai sarapan, dan akan menjalankan quest, guild master tiba-tiba datang ke penginapan lalu berbicara pada mereka,
"Semuanya, aku punya berita bagus untuk kalian, karna prestasi kalian saat menjalankan quest sangat baik, aku punya quest spesial untuk kalian, quest itu adalah pemintaan langsung dari seorang pahlawan baru, dia meminta para petualang terbaik untuk menemaninya mengambil Pedang Orivion yang dapat mengalahkan raja iblis."
"Sepertinya ini adalah permintaan yang sangat langka, karna seorang pahlawan meminta kami untuk membantunya, jadi apa yang akan kami dapat jika berhasil membuat pahlawan mendapatkan pedang itu?" Ucap Ryouta mulai berdiskusi dengan guild master.
"Ah jika berhasil, maka kalian akan mendapatkan mendali kehormatan dari guild, dan juga stempel guild spesial yang berguna untuk kalian saat kalian ingin mencari informasi di perpustakaan kota ini dan juga beberapa hadiah lainya."
"Kurasa kita sepakat, jadi dimana kami bisa bertemu dengan pahlawan itu?"
"Kalian bisa bertemu dengannya di kota Logsverial, atau bisa di bilang sebagai kota persinggahan dan perdagangan, disana banyak sekali bahan makanan langka yang bisa kalian dapatkan dan juga beberapa hasil laut yang cukup terkenal," ucap Lena kepada Ryouta sambil menjelaskan tentang kota Logsverial.
************************************
Setelah selesai membahas tentang quest yang di ajukan langsung oleh pahlawan baru, merekapun menyetujui quest itu dan mulai bersiap sebelum kapal menjemput mereka tiga hari lagi.
Setelah tiga hari berlalu, Ryouta dan yang lainya pun menuju ke pelabuhan saat pagi hari, dan tepat waktu saat kapal itu mulai berlabuh. Saat kapal berlabuh, mereka pun mulai naik ke kapal dan mulai menunggu beberapa menit sebelum kapal itu kembali berangkat.
"Baiklah, sebelum kapal ini berangkat, bagai mana kalau kita mendiskusikan tentang rencana kita saat tiba di kota Logsverial," ucapnya pada Milia, dan yang lainya.
"Aku rasa aku akan berkeling sebentar bersama Mio saat tiba disana, dan mungkin membeli senjata baru untuk ku," ucap Ruby sambil memperlihatkan senjatanya yang sudah mulai rusak.
"Aku juga ingin berkeliling disana sambil membeli beberapa bahan makanan langka bersama Ryouta," ucap Milia pada yang lainya.
"Baiklah, Karna sudah di putuskan, kita akan melakukan yang kita inginkan."
Setelah membahas apa yang akan mereka lakukan, kapal pun mulai berangkat menuju ke kota Logsverial. Saat kapal mulai berangkat, Milia, Ruby dan Mio pun terpesona dengan pemandangan lautan biru yang indah dan juga beberapa ikan muncul dan meloncat mengiringi kapal mereka.
~Bersambung~
__ADS_1