
"Sepertinya semua orang sudah hadir disini, baiklah, sebelum kita memulai pertemuan pertama ini, izinkan saya untuk memperkenalkan diri kalian agar pertemuan ini bisa di mulai, apakah anda semua tidak keberatan?" Tanya laki-laki tuan yang mengenakan seragam pelayan rapi dengan jas hitam dan baju putih serta di lengkapi dasi warna merah.
"Aku tidak masalah, selama itu tidak menggangu tidur ku," ucap laki-laki bertubuh kecil berambut biru seperti es dengan wajah yang seakan ingin tidur.
"Aku juga tidak masalah, asalkan pertemuan ini dapat di lakukan," ucap Azell kepada pelayanannya.
"Baiklah, jika tidak ada yg keberatan, maka saya akan memperkenalkan semua yang hadir disini."
"Pertama Raja Iblis pemimpin wilayah Utara, yang di juluki sang pejuang kegelapan, nona Yurina Tereus."
"Fumu, gelar itu memang benar, karena aku adalah petarung terkuat disini, tapi aku telah menemukan lawan yang mampu mengalahkan ku," ucap Yurina dari kursinya.
"Saya akan lanjutkan perkenalannya, yang kedua, Raja Iblis pemimpin wilayah Barat, dialah sang ilmuan jenius yang telah menciptakan berbagai teknologi baru di wilayah barat dia adalah Nona Erena Grimoire."
"Ara Ara Ara, seperti yang kalian ketahui, aku ini memang jenius," ucap gadis berambut merah Twintail dengan gaun hitam keunguan dan sebuah penutup mata di mata kirinya.
"Selanjutnya adalah yang ke tiga, Raja Iblis pemimpin wilayah Selatan, dia di juluki sang Pangeran Es, ia adalah Tuan Kian Froste."
Saat mendengar namanya di sebut, Kian hanya melambaikan tangannya dari tempat duduknya tanpa berbicara sedikit pun.
"Baiklah ini adalah yang terakhir, Raja Iblis pemimpin wilayah Timur, cucu dari Raja Iblis pertama, dan putra dari Raja Iblis kedua yang menjadi memimpin sementara kerajaan Timur, sekaligus penjaga dari segel senjata terkuat bangsa Iblis, dia adalah Tuan Azellria Claire, sekian perkenalan yang saya lakukan."
"Ahh... Terimakasih banyak Ragnuss atas perkenalannya, baiklah mari kita mulai pertemuan ini," ucap Azell kepada yang lainnya.
"Kalian pasti bertanya kenapa aku mengadakan pertemuan ini kan, baiklah aku akan jelaskan alasan ku mengadakan pertemuan ini, pertama, aku telah curiga dengan gerak gerik kerjaan Shuron, karena ada kemungkinan mereka akan melakukan penyerangan terhadap kita."
"Yang kedua adalah tentang ramalan yang di beritahukan kepada kita kini mulai menunjukkan tanda-tanda awal bahwa ramalan itu akan benar-benar terjadi, lalu yang ketiga dan yang paling penting adalah, aku mulai melihat tiga dari enam kristal yang melindungi kristal utama Erina mulai bercahaya, dan para prajurit yang aku minta berjaga di sana terkadang mendengar suara seorang gadis kecil berbicara kepada mereka."
"Jika itu benar terjadi, maka tidak lama lagi kita akan melayani sang Raja Iblis baru kita yaitu raja iblis ke-tiga, apa tebakan ku benar?" Tanya Erina pada Azell.
"Seperti begitu, jika raja iblis ke tiga telah bangkit, seperti yang di katakan dalam ramalan dia akan melenyapkan semua yang menghalanginya, dan membuat wilayah iblis menjadi tempat dimana semua orang dapat bahagia tanpa takut akan apapun."
************************************
Setelah pertemuan berlangsung cukup lama, tak terasa hari pun sudah mulai gelap, dan karena sudah mulai gelap, Azell pun meminta yang lainya untuk menginap di wilayah timur malam ini.
"Semuanya, karena hari sudah malam, dan pertemuan kita sudah selesai, bagai mana kalau kalian menginap disini, Ragnuss bisa antarakan Yurina dan Erena ke pemandian air panas istana kita?"
"Dengan akan saya laksana tuan Azell, nona Erena dan nona Yurina tolong ikut dengan saya," ucapnya sambil mengantar mereka ke pemandian air panas.
Setelah Ragnuss mengantarkan Erena dan Yurina ke depan pintu pemandian, dirinya pun berkata kepada mereka,
"Tugas saya sampai disini saja, saya di larang masuk ke dalam pemandian karena di sana bukan wilayah kerja saya, jadi saya akan undur diri disini, silahkan nikmati pemandian air panas ini."
"Pemandian air panas ya, sudah lama sekali aku tidak mandi air panas, terakhir kali aku mandi air panas ketika aku masih menjadi prajurit raja iblis pertama dan ke-2 itu kira-kira enam tahun yang lalu," ucap Yurina sebelum mereka masuk ke pemandian air panas.
"Itu tidak baik Yurina-chan, kau itu juga seorang perempuan, kau harus selalu merawat tubuh mu, atau tidak ada laki-laki yang akan menyukai mu, jadi mumpung kita disini, bagai mana kalau kita berendam air panas?" Ucap Erena menariknya masuk ke dalam pemandian air panas.
Setelah masuk ke dalam pemandian air panas, Erena dan Yurina pun melepaskan pakaian mereka lalu menaruhnya di dalam sebuah keranjang, lalu mulai mengambil handuk untuk mulai berendam. Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun mulai masuk ke dalam pemandian dan mulai berendam.
Di dalam pemandian, Erena pun mulai berbincang dengan Yurina di dalam pemandian,
"Ahh... Pemandian air panas memang yang terbaik untuk berendam benarkan Yurina-chan?"
"Kau memang benar, tapi aku merasa kalah dari mu, kau memiliki dada yang lebih besar dari punya ku."
"Itu tidak benar Yurina-chan, justru aku yang iri dengan mu, kau punya bentuk tubuh ideal dan juga kau itu kuat, jika kau tau memiliki dada besar itu agak menyusahkan, kau tidak bisa memakai armor atau pelindung apapun, saat memakai pakaian, bagian dada menjadi tidak muat."
"Aku rasa aku mengerti yang kau rasakan," ucap Yurina sambil menatap ke arah Erena.
Malam hari pun berlalu, kini Yurina dan raja iblis lainya kembali ke wilayah mereka masing-masing.
************************************
Istana Kerajaan Deltras
Ruang Singgasana Raja Deltras
Setelah kembali dari hutan peri, Ryouta dan yang lainya pun kembali melaporkan apa yang mereka temukan ke Raja Deltras, dan dari apa yang mereka temukan, sepertinya masalah itu tidak memiliki hubungan dengan seven sin of hell.
Setelah selesai melapor, dan berpisah dari Great Sage, Rui, dan yang lainya, Ryouta pun memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar kota Kerajaan Deltras, untuk mencari beberapa sayuran dan bahan makanan lainya.
Setelah membeli beberapa bahan makanan, dirinya pun teringat sesuatu,
"Aku baru ingat, aku perlu kristal sihir yang dapat menampung sihir api yang dapat di kontrol, mungkin saja kakek pandai besi itu punya beberapa kristal api yang ku cari," ucap Ryouta berjalan menuju ke toko pandai besi.
Setelah sampai di toko itu, dirinya pun masuk ke sana, dan di sana terlihat Chisaki sedang berbicara pada kakek pandai besi itu. Karena penasaran dirinya pun mendekat ke arah mereka lalu bertanya kepada Chisaki,
__ADS_1
"Chisaki apa yang kau lakukan disini?"
"Ah... Ryouta ya, maaf saat ini aku sedang sibuk meminta kakek ini memperbaiki beberapa perlengkapan prajurit istana, karena kita tidak akan tau apa yang akan terjadi di lain hari, maka dari itu sebaiknya kita bersiap lebih dulu."
"Jadi begitu ya, aku mengerti, oh iya kakek, apa kau punya beberapa kristal sihir sehari-hari?" Tanyanya pada kakek itu.
"Aku punya empat keranjang kristal sihir sehari-hari, berapa banyak yang kau inginkan?"
"Hmm... Sebelum aku memutuskan, aku ingin tau apa kristal ini hanya sekali pakai atau bisa di pakai berulang kali?"
"Jika itu kristal sihir api dan air, kau tidak perlu membeli banyak kau cuma perlu satu kristal air dan satu kristal api, tetapi jika kau ingin penerangan di malam hari, aku sarankan membeli kristal cahaya, apalagi jika untuk perjalanan jauh, kau butuh sekitar 10 atau lebih kristal cahaya," ucap Chisaki memberikan saran kepada Ryouta.
************************************
Setelah mendengar saran itu, dirinya pun memutuskan untuk membeli dua kristal api, satu kristal air, dan beberapa kristal cahaya.
"Sepertinya ini sudah cukup, aku bisa mulai memasak dengan bahan yang ku punya sekarang," ucap Ryouta berjalan meninggalkan toko pandai besi itu.
Setelah meninggalkan toko pandai besi, dirinya pun pergi ke Padang rumput luas yang tidak terlalu jauh dari kerajaan Deltras untuk memulai eksperimen sihir miliknya.
"Sepertinya lokasi ini sudah cukup, baiklah ayo kita mulai, pertama membuat pondasi menggunakan sihir tanah, kedua adalah menggabungkan sihir tanah dan air kemudian membentuknya menjadi sebuah tungku pembakaran, ketika hilangkan kadar air dari tanah yang membentuk tungku itu, lalu terakhir adalah tahap pengeringan dan pengerasan, sepertinya ini sudah selesai, mari kita mulai memasak." Ryouta mengeluarkan beberapa bahan makanan yang dia beli seperti jamur, daging wolf, dan beberapa sayuran lain.
Setelah mengeluarkan bahan itu, dirinya kembali mengambil beberapa peralatan memasak dari dimensional storage miliknya, lalu mulai mencampur beberapa tepung dengan sedikit air untuk membentuk adonan berbentuk bulat lebar. Saat adonan selesai di buat, Ryouta pun memasukan beberapa sayuran, daging dan jamur dan menuangkan beberapa saus yang dia buat beberapa hari yang lalu ke adonan itu, lalu memasukkan ke tungku pembakaran.
"Baiklah, sambil menunggu itu selesai di panggang, aku akan membuat beberapa makanan lain, lalu memangil Rui dan yang lainya kemari."
************************************
Setelah makanan di sajikan, Ryouta mulai menaruhnya di sebuah nampan besi berbentuk bundar lalu meletakkannya di atas meja kayu yang dia buat beberapa hari yang lalu.
"Yosh sepertinya ini sudah selesai, sebaiknya aku memanggil Rui dan yang lainnya kemari, Creat Skill Teleport Point, tujuan pertama rumah Rui."
[Teleport Point: adalah sebuah skill yang membuat penggunanya dapat berpindah ke tempat yang pernah dia tuju sebelumnya]
Setelah mengunakan skill Teleport Point, dirinya pun kini sudah berada di luar rumah Rui. Saat dirinya masuk ke dalam rumah, tiba-tiba Rui yang baru saja berlari keluar dari kamar mandi pun menabraknya dan seketika mereka berdua terjatuh bersamaan. Saat akan bangkit berdiri Ryouta tidak sengaja melihat handuk yang di pakai Rui terlepas dari tubuhnya.
Karena melihat tubuh Rui yang masih agak basah tanpa memakai pakaian sedikitpun, Ryouta pun membalikan badannya lalu berkata sambil melemparkan handuk kepada Rui,
"Rui cepat pakai handuk mu, dan segera pakai pakaian mu, karena itu membuat ku terganggu."
"Meskipun usianya sudah 16 tahun tapi sifatnya masih saja seperti gadis usia 10 tahun, dan dia masih saja bersikap manja dengan ku," ucap Ryouta dalam benaknya.
Setelah Rui selesai berganti pakaian, dirinya pun bertanya,
"Onii-chan, kenapa kau datang kemari?" Tanya Rui dengan wajah bingung.
"Aku kemari ingin mengajak mu ke suatu tempat, tapi sebelum itu apa kau bisa mengajak Fricilla dan yang lain?"
"Tentu, aku akan mengajak mereka, tapi onii-chan, aku tidak tau dimana tempatnya?"
"Benar juga ya, baiklah kalau begitu, Nemea, apa kau mendengar ku?"
"Kau memanggil ku master?"
"Ah... Itu benar, aku ingin kau menjadi pengantar bagi Rui dan yang lainnya untuk menuju ke lokasi ku, bagai mana apa kau bisa melakukannya?"
"Tentu saja, serahkan padaku," jawab Nemea lalu terbang di samping Rui.
"Baiklah sekarang, karena Nemea ada disini, dia bisa memandu kalian ke tempat ku berada, jadi sampai jumpa disana Teleport Point." Ryouta mengunakan skill Teleport Point untuk kembali ke tempat semula.
************************************
Setelah agak lama menunggu akhirnya Rui dan yang lain pun datang berkat bantuan Nemea yang memandu mereka. Karena semua orang sudah datang, Ryouta pun berkata,
"Semuanya selamat datang disini, saat ini aku sedang ingin mengadakan piknik yang santai bersama kalian semua, karena itulah aku membuat kan beberapa makanan istimewa untuk kalian semua, jadi silahkan di nikmati makanannya."
"Uwah kelihatannya enak, apa ini benar-benar bisa di makan?" Tanya Erina dengan mata yang berbinar ketika melihat banyak makanan yang belum pernah dia lihat ada di hadapannya.
"Tentu, makanlah, aku akan membuat lagi beberapa masakan itu."
"Kalau kau bilang seperti itu, maka aku juga akan mencoba makanan ini," ucap Fricilla mengambil makanan yang memiliki bentuk bundar yang telah di potong membentuk segitiga.
************************************
Setelah memakan makanan itu, Fricilla dan yang lainya berkata,
"Ini enak sekali, begitu makanan lengket ini masuk ke mulut, makanan lengket ini terasa meleleh di dalam mulut, juga rasa gurih dan manis yang bercampur menjadi satu di dalam lelehan makanan ini, aku ingin tau nama masakan yang kau buat ini apa?" Tanya Fricilla dengan penasaran.
__ADS_1
"Aku juga ingin tau, nama makanan ini," ucap Erina yang juga penasaran dengan makanan yang di buat oleh Ryouta.
Karena semua orang begitu penasaran dengan nama makanan itu, Ryouta pun mulai berkata,
"Nama makanan itu adalah, Pizza bagai mana menurut kalian?"
"Pizza ya, kedengarannya itu nama yang cukup bagus untuk makanan ini, dan oh iya Ryouta, apa kau tidak mau membuka sebuah toko makanan?" Tanya Fricilla dengan penasaran.
"Memang benar, aku bisa membuka toko di kerajaan ini, tapi masalahnya adalah lokasi, dan pegawai."
"Itu memang hal yang menjadi masalah, di Kerajaan Deltras sudah kehilangan sebagian besar bagian wilayahnya karena dampak dari serangan Behemoth waktu itu, dan baru-baru ini aku mendengar Guild Perdagangan di Kerajaan ini sudah tidak beroperasi lagi dan bangunannya juga sudah hancur," ucap Fricilla setuju dengan perkataan Ryouta.
"Bagai mana kalau di Kerajaan Alfesteins, baru-baru aku mendengar mereka membuka Guild Perdagangan yang baru, bagai mana kalau kau mencoba pergi ke sana, mungkin mereka masih punya beberapa toko yang bisa di sewakan untuk mu bagai mana?" Saran Erina kepadanya untuk pergi ke Kerajaan Alfesteins.
"Kurasa kau ada benarnya juga, aku sudah lama tidak kembali ke Kerajaan Alfesteins, dan kurasa sudah waktunya berkunjung ke Kerajaan itu lagi benarkan Rui?"
"Iya kurasa kau benar juga, aku ingin tau bagaimana keadaan di Kerajaan Alfesteins setelah beberapa tahun semenjak kita meninggalkan Kerajaan itu."
"Sepertinya sudah di putuskan, perjalan kita berikutnya adalah ke Kerajaan Alfesteins."
************************************
Satu Minggu terlah berlalu semenjak Ryouta memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Alfesteins, kini dirinya dan Rui mulai bersiap di depan gerbang masuk kota Kerajaan Deltras, dan di sana, terlihat beberapa orang menunggu mereka di depan gerbang. Setibanya di gerbang, Fricilla mulai berjalan menuju ke arah Ryouta sambil berkata,
"Jadi hari ini kalian akan pergi ya?"
"Ah... Kami akan pergi hari ini."
"Begitu ya, rasanya disini akan terasa sepi tanpa kalian berdua," ucap Fricilla dengan wajah yang terlihat sedih.
"Ryouta, Rui berkunjung lah kemari sesekali, kami akan selalu menyambut kedatangan kalian," ucap Chisaki mencoba tersenyum untuk menutupi rasa sedihnya.
"Semuanya sudahlah, jika kalian seperti ini mereka tidak akan bisa berangkat," keluh Asami pada yang lainya.
"Ehem, mungkin ini tidak sebanding dengan jasa kalian kepada kerajaan selama ini, tapi tolong terimalah kereta barang dan kuda ini sebagai transportasi dan bekal kalian selama perjalanan, dan jika kalian merindukan kami, berkunjunglah kembali kapan pun kalian mau."
"Tentu saja, dan terimakasih atas hadiahnya, ini bahkan lebih dari cukup," ucap Ryouta naik ke kereta barang yang di tarik oleh kuda bersama dengan Rui.
"Semuanya, sampai jumpa lagi di lain waktu."
"Sampai jumpa lagi kalian berdua, hati-hatilah di jalan," ucap Fricilla dan yang lainya mengantar perjalanan Ryouta dan Rui dari gerbang masuk kota Kerajaan Deltras.
************************************
Beberapa menit berlalu, setelah meninggalkan Kerajaan Deltras, Ryouta pun menghentikan kudanya lalu berkata kepada Rui,
"Sepertinya ini sudah cukup jauh dari Kerajaan, bagaimana kalau kita mengganti tumpangan kita?"
"Tentu, tapi apa yang akan kita tumpangi nantinya?" Tanya Rui dengan penasaran.
"Kau akan segera tau, Summon Familiar, munculah sang Naga pembawa Bencana, Behemoth." Sebuah lingkaran sihir besar berwarna hitam muncul di atas tanah, dan dari lingkaran itu beberapa petir hitam terlihat menyambar keluar lalu setelah petir itu berhenti, sosok Behemoth pun muncul sambil meraung.
Setelah beberapa menit meraung, Behemoth pun berkata,
"Apa yang bisa aku bantu untuk mu Master?"
"Yo Behemoth, apa kau bisa mengantarkan kami ke hutan dekat Kerajaan Alfesteins dalam waktu dua atau tiga hari?"
"Serahkan pada ku, aku akan mengantarkan kalian ke sana sesuai permintaan kalian, naiklah ke punggung ku dan aku akan membawa kalian terbang ke sana dengan cepat."
"Baiklah aku serahkan pada mu Behemoth," ucap Ryouta melompat naik ke punggung Behemoth sambil menyimpan kuda dan kereta barang miliknya ke Dimensional Storage miliknya.
Setelah dirinya dan Rui naik, Behemoth pun mulai merentangkan kedua sayapnya lalu mulai terbang ke udara. Setelah Terbang beberapa menit, Ryouta pun berkata,
"Behemoth, terbanglah sedikit lebih lambat sambil bersembunyi di dalam awan, agar tidak menimbulkan masalah nantinya."
"Baik sesuai permintaan mu." Behemoth mulai memperlambat kecepatannya, sambil bersembunyi di dalam awan untuk menghindari para manusia atau ras lain melihatnya.
Beberapa jam berlalu, hari sudah mulai gelap, dan mereka sudah hampir sampai ke Kerajaan Alfesteins, tetapi, Ryouta meminta Behemoth untuk turun di sekitar hutan yang cukup jauh dari Kerajaan Alfesteins, untuk beristirahat di hutan itu dan melanjutkan sisa perjalanan dengan menggunakan kereta barang.
************************************
Malam pun berlalu, setelah Behemoth kembali masuk ke dalam lingkaran sihir, Ryouta dan Rui pun memutuskan untuk mengunakan kereta barang untuk keluar dari hutan menuju ke Kerajaan Alfesteins. Setelah dua hari berlalu, akhirnya mereka pun tiba di bukit yang ada di perbatasan Kerajaan Alfesteins.
"Kita sudah sampai, ini adalah tujuan kita, wilayah kota Kerajaan Alfesteins."
~Bersambung~
__ADS_1