
"Aku menyukai keseriusan mu, maka dengarkanlah apa yang akan aku ucapkan."
*********************
"Aku mengingat kata-kata itu, kata-kata itu pernah di ajarkan oleh generasi sebelumnya, itu adalah mantra Teleportasi yang telah lama hilang, dan mantra itu ada di bab terlarang dalam Grimoire ku."
"Jadi apa itu bisa membantu kita sampai ke lokasi penaklukan?" Tanya Ryouta pada Fricilla.
"Ya, kita bisa sampai di sana tepat waktu, dan juga kita punya cukup tenaga untuk mempersiapkan rencana, dan beberapa hal lainnya."
Setelah berbincang dengan Ryouta, dirinya pun mulai menuju ke barisan paling depan, lalu berkata,
"Semuanya, dengarkan aku, sebentar lagi kita akan menggunakan sihir Teleportasi untuk menuju ke lokasi penaklukan, maka dari itu, buatlah tiga barisan kelompok agar tidak ada yang tertinggal saat melakukan Teleportasi."
Mendengar perkataan Fricilla, Ryouta, Erina, Chisaki, dan Victoria mulai mengatur barisan dan membaginya menjadi tiga kelompok barisan.
Dan setelah selesai mengatur kelompok, Fricilla pun mulai berkata kepada yang lainnya,
"Mulai sekarang aku akan merapalkan mantra untuk memulai Teleportasi, jadi saat aku merapatkan mantranya, jangan ada yang keluar dari barisan yang sudah di tentukan."
Semua orang yang berbaris menjadi tiga kelompok pun mengikuti apa yang Fricilla katakan, saat mantra di rapalkan, lingkaran sihir besar berwarna ungu pun muncul dan mengelilingi semua orang yang ada, lalu dalam sekejap, mereka sudah sampai di lokasi penaklukan.
Setibanya mereka di lokasi penaklukan, terlihat beberapa bendera yang tidak asing bagi mereka, yaitu bendera kerajaan Deltras, bendera Guild Pusat, dan bendera Kekaisaran.
Ketika melihat semua orang telah ada di sana, guild master pun berkata kepada para petualang,
"Semuanya, pergilah ke posisi yang sudah di tentukan, dan segeralah bergabung dengan yang lainnya."
Setelah guild master berkata seperti itu, semua orang pun mulai menuju posisi masing-masing untuk bergabung dengan kelompok lainnya.
*************************
Satu hari berlalu, kini semua persiapan pun telah selesai, dan bertepatan juga dengan kembalinya tim pengintai dengan membawa laporan bahwa monster yang menuju lokasi mereka berjumlah sekitar 500 pasukan, yang terdiri dari Goblin, Goblin Warrior, Skeleton, dan juga Skeleton Mage, sementara pemimpin pasukan itu adalah salah satu dari anggota Seven Sin of Hell, yaitu Pride.
Setelah mendengar kabar dari tim pengintai, tim penakluk pun mulai bergerak untuk mencegah pasukan itu sampai ke lokasi tim medis dan tim logistik, akan tetapi Ryouta sempat berhenti sejenak karena dirinya merasa bahwa ada yang aneh dengan pergerakan Pride dan juga beberapa pasukan monster lemah yang dia pimpin.
__ADS_1
Tak lama setelah pasukan penakluk bergerak, kini mereka pun sudah tiba di hadapan Pride dan para pasukan yang dipimpin olehnya lalu tanpa adanya isyarat, pertempuran pun mulai terjadi, akan tetapi Pride tiba-tiba menghilang saat pertempuran terjadi. Disaat pertarungan mulai terjadi, Ryouta pun mulai mencurigai gerak-gerik Pride yang tiba-tiba menghilang dalam pertempuran membuatnya lengah sehingga membuat dirinya menjadi target incaran dari para monster, tetapi sebelum para monster itu menyerangnya, tiga orang gadis yang berada di dekat Ryouta menyerang para monster itu dan menghentikan serangannya.
Karena melihat orang yang mereka selamatkan tadi masih saja melamun, seorang gadis deng baju berwarna biru dengan corak berwarna merah dan hitam menghampiri dirinya yang masih melamun lalu berteriak ke arahnya,
"Apa kau tidak peduli dengan nyawa mu!!!"
Seketika teriakan itu membuat Ryouta teringat bahwa dirinya sedang dalam pertempuran, lalu berkata
"Terimakasih sudah mengingatkan ku, aku tadi sedang berfikir bahwa ada beberapa hal yang aneh terjadi disini," ucapnya pada gadis yang ada di hadapannya, sambil menebas beberapa monster yang mendekat.
"Sepertinya kita memikirkan hal yang sama, omong-omong, bisa beritahukan kepada ku siapa namamu?"
"Aku Ryouta, Ryouta Kazuya, petualang Rank A, kalau kau?"
"Aku, Rinze, Kamiyare Rinze, Guild master pusat."
"Jadi kau adalah guild master yang sering di bicarakan semua orang, tapi sepertinya kau lebih dari itu, dilihat dari kemampuan mu, apa mungkin kau juga bukan dari dunia ini?" Tanya Ryouta yang mencoba menebak.
"Sepertinya kau mengetahui hal itu ya, apa mungkin kau juga orang yang sama dengan ku?" Tanya Rinze yang penasaran bagai mana Ryouta bisa tau kalau dirinya juga orang dari dunia lain.
"Bisa di bilang seperti itulah, kita berdua adalah orang yang di kirim dari dunia lain, tapi sekarang tidak ada waktu untuk membahas hal itu."
Waktu pun berlalu, para pasukan monster yang berjumlah sangat banyak, kini hanya tersisa sekitar 2000 pasukan saja, karena yang mereka lawan hanya monster yang cukup lemah, Ryouta pun mulai curiga akan satu hal, karena itulah dirinya pun mulai bertanya kepada Rinze untuk memastikan hal itu.
"Rinze, apa kau merasakan ada hal yang aneh disini?"
"Jadi kau juga merasakannya ya, memang benar, dari tadi kita hanya melawan monster lemah seperti Skeleton, tapi sebanyak apapun kita mengalahkan mereka, lokasi pemimpin mereka masih belum bisa di ketahui."
"Jadi begitu ya, aku rasa aku mengerti, umm... Rinze, bisa tolong lindungi aku, aku akan mencoba untuk melacak keberadaan dari pemimpin pasukan musuh?"
"Berapa menit yang perlukan?"
"5, bukan 2 menit saja, tolong ulur waktu selama 2 menit."
"Baiklah aku mengerti, Nao, Clarissa, kita mengulur waktu untuk Ryouta selama 2 menit, pastikan tidak ada yang mendekatinya selama itu," ucap Rinze memberikan perintah kepada dua orang temannya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan melakukan yang terbaik, sebagai seorang penerus aliran pedang keluarga Yugiri."
(Yugiri Nao)
"Itu tidak masalah bagi ku, berapa lama pun, tidak ada yang bisa menembus pertahanan ku, selagi aku masih berdiri."
(Clarissa Dēl Pierrè)
"Kami akan mengulur waktu selama 2 menit, setelah itu, semua tergantung kepada mu."
"Ahh... Terimakasih, dan serahkan hal ini kepada ku," ucap Ryouta yang menancapkan ujung pedangnya ke tanah lalu mulai berkonsentrasi untuk mencari keberadaan Pride di antara 2000 pasukan musuh.
Waktu pun terus berjalan, Rinze dan teman-temannya terus mengulur waktu dan membasmi semua monster yang mencoba mendekati Ryouta.
"Semuanya, kita habisi semua musuh yang berusaha mendekat, jangan biarkan mereka lolos dari kalian," ucap Rinze memberi komando kepada kedua temannya.
"Ok, jika kau berkata begitu, akan ku tunjukan teknik aliran pedang keluarga Yugiri kepada kalian, Yugiri Batou, pedang kelima, Zangetsu Giri." Saat katana di tarik dari sarungnya, sebuah energi berwarna hitam kemerahan yang berbentuk seperti bulan sabit, mulai melesat dan memotong semua musuh yang ada di area itu.
"Sudah ku katakan, tidak ada yang akan menembus pertahanan ku selagi aku masih berdiri, Ut Tempestas Turbida, Velut Saxum Solidum in Medio Procellosum, Omnia Quae Clypeo Tuo Adiacent Obstruunt! Sanctuary Barrier."
***********************
Para monster yang tidak merasakan apa-apa pada diri mereka, pun mulai mendekat dan berusaha menyerang, tetapi setiap kali mereka menyerang, serangan mereka terus menerus terpantul dan tidak ada satu serangan pun yang berhasil menembus sihir milik Clarissa.
Setelah cukup lama mengulur waktu Ryouta pun mengangkat pedangnya lalu berkata,
"Untuk sekarang, serahkan semuanya pada ku, aku akan mengalahkan pemimpin pasukan monster ini."
"Baiklah, aku percayakan pada mu, kami akan mengatasi monster yang tersisa," ucap Rinze lalu berpisah dengan Ryouta untuk menghabisi pasukan musuh yang tersisa.
Beberapa menit setelah berpisah, dirinya pun langsung melesat menuju ke arah Pride yang tengah menyembunyikan keberadaannya dengan menyamar sebagai salah satu pasukan monster yang di pimpinannya.
"Yo, Pride lama tidak bertemu," ucap Ryouta memberi salam dengan menebaskan pedangnya kearah Pride yang tengah menyamar diantara kerumunan monster.
"Wah, wah, rupanya kau berhasil menemukan diri ku, tapi saat ini aku bukanlah orang yang akan menjadi lawan mu, tapi dialah yang akan menjadi lawan mu."
__ADS_1
Setelah Pride menepis serangan Ryouta, tetapi saat itu juga, terlihat seorang dengan armor hitam pekat menghantamkan serangannya kearah Ryouta.
~Bersambung~