Living In Another World With Cheat

Living In Another World With Cheat
Chapter 22 Sekte Suci Agreseria Part 1


__ADS_3

Setelah menetapkan nama toko mereka, Ryouta pun berkata kepada Rui,


"Baiklah, bangunan sudah selesai di perbaiki, sekarang saatnya kita mencari karyawan untuk toko kita."


"Kau benar onii-chan, dan aku tau dimana kita mendapatkan pegawai."


"Ah kau benar, itu adalah tujuan kita, pedagang budak, dimana kita akan membebaskan beberapa gadis kecil dari beberapa ras, lalu mengajari mereka bertarung dan juga sebagai karyawan toko kita."


************************************


Setelah selesai dengan urusan yang ada di toko, merekapun pergi untuk menemui pedagang budak. Dalam perjalanan menuju ke tempat pedagang budak, mereka melihat banyak sekali gerobak pedagang yang lalu lalang di kota, dan tak jarang pula mereka melihat sebuah kereta kuda miliki para bangsawan melintas.


"Sepertinya kota ini bertambah ramai ya," Ucap Ryouta yang memperhatikan sekitarnya.


"Kau benar onii-chan, kota ini sepertinya bertambah ramai, apa mungkin karena jalur perdagangan sudah mulai lancar semenjak kita menangkap para Rouge Bandit itu?"


"Kurasa mungkin karena kita telah menangkap Rouge Bandit, para pedagang yang dulunya selalu di resah kan oleh mereka mulai kembali lagi ke kota ini untuk menjual dagangan mereka."


Setelah berbicara dengan Rui selama perjalanan, tak terasa mereka pun kini tiba di tempat pedagang budak.


"Sepertinya kita sudah sampai, tapi ini rasanya cepat sekali ya."


"Onii-chan, kurasa kita lupa waktu karena terlalu asyik mengobrol di sepanjang perjalanan."


"Ahh... Kurasa juga begitu, oh iya, bagai mana kalau kita masuk saja ke dalam dan mencari anak-anak yang di jadikan budak disini."


"Baik, ayo kita masuk."


Setelah masuk ke dalam tempat budak itu, Delfiria menyambut mereka di tempat sambil berkata,


"Selamat datang kembali Bouya, sepertinya kau sudah semakin bertambah kuat semenjak terakhir kali kau datang kemari, dan juga gadis kecil yang kau beli waktu itu tampaknya sudah menjadi gadis yang cantik dan kuat."


"Ah kau benar, tapi kami datang kemari karena ingin membeli budak yang baru saja di bawa kemari, kalau tidak salah mereka dari Ras Half Elf, Half Demon, dan Half Beast," Ucap Ryouta pada Delfiria.


Mendengar hal itu, Delfiria pun mulai berkata,


"Sepertinya salah satu gadis yang kau cari tidak ada disini, karena beberapa hari yang lalu aku hanya menerima dua gadis yaitu dari Ras Half Elf, dan Half Beast, itu saja yang datang beberapa hari yang lalu, jika kau ingin tau, kau bisa bertanya kepada kedua gadis yang baru saja tiba beberapa hari yang lalu," Ucap Delfiria mengantar Ryouta dan Rui menemui kedua gadis itu.


Setelah sampai di tempat kedua gadis itu, Ryouta pun mendekat ke arah kedua gadis kecil itu lalu bertanya,


"Apa kalian tau dimana salah satu teman kalian di bawa?"


Saat mendengar Ryouta yang berkata seperti itu, salah satu gadis dari ras Half Elf berkata kepadanya,


"Teman kami di bawa ke tempat bernama Altar Zolk, dan di sana mereka bilang bahwa dia akan di korbankan untuk meredakan amarah para dewa."


"Altar Zolk ya, aku pernah mendengar hal itu dari Great Sage, tempat itu adalah tempat sekelompok sekte yang bernama Agreseria yang merupakan sekte pemuja dewa langit Zokl yang merupakan dewa pertama yang pernah ada, mereka juga membenci ras Iblis dan ras lain yang menyerupai manusia atau orang yang menyembah dewa lain selain Zokl."


Mendengar hal itu, Rui memegang erat katana miliknya karena merasa marah dengan kelakuan mereka. Ryouta yang tau Rui sedang marah pun memegang tangannya sambil berkata,


"Tenangkan diri mu Rui, kita pasti akan menyelamatkan gadis itu, dan untuk itu, kita tidak boleh bertindak gegabah."


"Baik onii-chan, aku akan tenang, tapi bagai cara kita menyelamatkan gadis itu."


"Aku tau siapa yang bisa yang akan kita panggil untuk masalah ini," Ucap Ryouta yang sudah memiliki rencana untuk menyelamatkan gadis itu.


"Oh iya sebelum itu aku ingin membeli mereka berdua, bisa kau mengurusnya?" Tanyanya pada Delfiria.


"Aku tau apa yang kau pikirkan, kau bisa melepaskan kalung budak mereka sekarang, aku tidak akan melarang mu, karena aku yakin kau memiliki tujuan yang baik untuk masa depan anak-anak ini, karena itu aku mempercayakan mereka pada mu "


"Sepertinya aku sudah ketahuan ya, tapi sejak kapan kau tau hal itu?"


"Aku sudah tau semenjak pertama kali kau datang kemari, kau tidak langsung mendatangi gadis yang ada di sebelah mu, lalu membelinya, dan setelah kau keluar dari tempat ini, aku merasakan aliran sihir terputus dari kalung budak yang ada padanya."


"Baiklah karena sudah ketahuan, boleh aku melepaskan kalung budak itu dari mereka?"

__ADS_1


"Lakukanlah Bouya, bebaskan mereka dari kalung yang mengikat mereka."


Baiklah, mari kita lepaskan kalung ini, Dispel Magic." Cahaya hitam kebiruan pun muncul saat Ryouta menyentuh rantai di kalung budak itu, dan saat cahaya itu menghilang, kalung budak itu lepas seketika.


Setelah kalung budak itu lepas, dirinya pun berkata kepada Rui untuk menjaga anak-anak itu, sementara dirinya akan mengurusi hal lain.


************************************


Setelah Ryouta berkata seperti itu, Rui pun mengangguk setuju, lalu dirinya pun pergi meninggalkan tempat pedagang budak itu. Beberapa menit setelah meninggalkan tempat itu, dia pun tiba di sebuah Padang rumput luas, lalu sambil melihat sekeliling dia pun berkata,


"Sepertinya tidak ada seorangpun di tempat ini, baiklah, waktunya memanggil Behemoth," Ucap Ryouta yang langsung memanggil Behemoth dari sebuah lingkaran sihir.


Setelah Behemoth muncul, dirinya pun mulai menaiki Behemoth sambil berkata,


"Behemoth bisa antar kan aku ke Kerajaan Deltras dengan cepat?"


"Dengan senang hati, tapi apakah kali ini aku harus bersembunyi di sekitar awan?"


"Tidak kali ini tidak perlu, karena aku akan mengunakan sihir penyamaran saat menaiki mu, dengan begitu semua orang tidak akan takut dan hanya akan bersikap biasa aja."


"Jika itu yang anda inginkan, maka aku akan menuruti perintah anda," Ucap Behemoth yang mulai mengenakan sayapnya setelah Ryouta naik ke punggungnya.


************************************


Setelah beberapa menit terbang bersama Behemoth, akhirnya dirinya pun tiba di gerbang luar Kerjaan Deltras, yang menjadi jalan masuk ke dalam kota. Setibanya di gerbang itu, Ryouta pun memutuskan untuk berjalan kaki untuk masuk ke dalam kota, dan meninggalkan Behemoth dalam mode penyamaran di sisi barat gerbang masuk.


"Sepertinya aku kembali terlalu cepat, padahal baru tiga minggu yang lalu aku dan Rui menggunakan kerajaan ini, dan ini bukan waktunya untuk bersantai, sebaiknya aku mulai mencari Fricilla dan yang lainya" Ucap Ryouta yang masuk ke dalam kota sambil melihat sekelilingnya.


Setelah dirinya memutuskan untuk mencari Fricilla dan yang lainya, tak butuh waktu lama, dirinya pun menemukan Fricilla yang terlihat sedang bersantai di sebuah kedai sambil menikmati suasana di sekitarnya. Melihat Fricilla yang sudah ada di sana dia pun mulai menghampiri Fricilla sambil berkata,


"Sepertinya kau terlihat menikmati teh mu itu, apakah rasanya seenak itu?"


Fricilla yang terkejut pun tidak sengaja menumpahkan sedikit tehnya ke baju yang dia kenakan, lalu ke arah menatap Ryouta


"Maaf-maaf, aku tidak bermaksud mengagetkan mu, karena sekarang ini aku sedikit memiliki masalah di kerajaan Alfesteins."


"Memangnya ada masalah apa di sana?"


"Akan ku jelaskan nanti, saat ini aku masih haru mencari Chisaki, Victoria, dan Erina, setelah kalian berempat berkumpul, maka akan ku ceritakan masalahnya, dan apa kau tau mereka bertiga ada dimana?"


"Jika kau mencari Erina, kau cukup menunggu disini beberapa menit lagi, karena dia diminta bantuan untuk memetik daun teh berkualitas tinggi di dekat pegunungan yang letaknya sekitar 4 jam dengan menggunakan kuda."


"Jika kau berkata begitu, sepertinya kita tidak punya pilihan lain selain menunggu Erina kembali," Ucap Ryouta yang duduk bersama Fricilla di kedai teh sambil menunggu Erina datang.


"Kau tidak perlu menunggu terlalu lama, karena dia akan tiba dalam hitungan tiga, dua, satu."


"Pesanan datang, pengantaran paket daun teh segar dan beberapa buah-buahan sudah tiba," Ucap Erina mulai menurunkan satu-persatu tong dan kotak yang ada di gerobak kuda miliknya.


Setelah selesai menurunkan beberapa tong dan kotak, terlihat beberapa orang datang menghampiri dirinya lalu mengambil barang yang mereka minta untuk di antar kan.


************************************


Beberapa menit berlalu, gerobak kuda yang tadinya penuh barang, kini sudah mulai kosong, dan ketika Erina akan mengembalikan gerobak kuda itu, Fricilla berteriak memanggilnya. Mendengar itu, dirinya pun langsung menoleh dan menghampiri Fricilla di kedai teh itu.


"Fricilla kenapa kau memanggil ku?"


"Aku memanggil mu karena Ryouta punya urusan dengan kita berempat, tapi sebelum itu, kita harus mencari Victoria dan Chisaki, agar kita tau bantuan apa yang di perlukan oleh Ryouta."


"Begitu ya, baiklah, aku akan ikut mencari Chisaki dan Victoria."


"Maaf merepotkan, tapi kalian tidak perlu mencari Chisaki, kalian hanya perlu mencari Victoria, karena aku tau dimana Chisaki berada saat ini."


"Semua orang pasti sudah tau dimana dia saat ini, karena kebiasaannya itu mudah di tebak, kau temui lah Chisaki, aku dan Erina akan mencari Victoria."


"Baiklah, kalau begitu, aku serahkan pada kalian."

__ADS_1


************************************


Setelah semua berpencar, tak butuh waktu lama, Ryouta pun langsung pergi ke ruang latihan istana kerajaan Deltras, dan di sana terlihat, Chisaki sedang berlatih bersama beberapa prajurit baru. Melihat dia sedang berlatih, Ryouta pun memutuskan untuk menemuinya.


Chisaki yang kaget pun mulai menghampirinya sambil berkata,


"Ryouta? Kenapa kau ada disini, bukanya kau kau baru saja pulang ke kerajaan Alfesteins?"


"Ceritanya cukup panjang, dan akan ku jelaskan saat semua sudah berkumpul."


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Fricila dan Erina pun menemui dirinya sambil berkata,


"Ryouta, kami menemukan Victoria di perpustakaan istana, dan dia bilang dia ingin kita menemuinya di sana," Ucap Erina menyampaikan pesan dari Victoria.


"Baiklah, kita akan membahas semuanya di perpustakaan."


************************************


Beberapa menit berlalu, kini mereka semua telah tiba di perpustakaan, dan di dalam perpustakaan itu, terolah Victoria yang sedang duduk sambil membaca beberapa buku. Saat mereka berempat telah berkumpul, Ryouta pun mulai menceritakan apa yang terjadi di kerajaan Alfesteins saat ini.


"Baiklah, karena kalian berempat sudah berkumpul, aku ingin bertanya pada kalian, apa kalian mengetahui sesuatu tentang Sekte Agreseria, dan Dewa Zokl?"


"Rasanya aku pernah mendengar nama itu di suatu tempat, tapi aku tidak terlalu ingat sekte itu," Ucap Erina yang mencoba mengingat kembali tentang Sekte Agreseria.


Karena semua orang hanya terdiam, maka Victoria pun mengambil sebuah buku yang ada di atas mejanya, lalu perlahan membuka dan membacanya.


"Sekte Agreseria adalah sekte kuno dengan ajaran mereka yang menyimpan dari keberadaan para Dewa dan Dewi yang sebenarnya. Sementara itu, Dewa Zokl adalah dewa yang di sembah oleh sekte Agreseria sebagai dewa pencipta semesta."


"Aku pernah membaca buku tentang itu, kalau tidak salah, Dewa Zokl adalah Dewa kesesatan, dan Dewa itulah yang menciptakan sebuah monster yang di sebut dengan Æīœ yang berarti kekacauan dan malapetaka," Ucap Fricilla menjelaskan lebih detail tentang dewa Zokl.


Ketika Fricilla dan Victoria selesai menjelaskan hal itu, Chisaki pun mulai bertanya pada Ryouta,


"Ryouta, kenapa kau sangat tertarik dengan hal itu? Apakah kau menemui kami karena masalah yang berhubungan dengan Dewa Zokl?"


"Sebenarnya bukan itu saja, aku ingin meminta bantuan kalian untuk menyelamatkan seorang gadi kecil dari ras Half Demon yang akan di korbankan oleh Sekte Agreseria untuk meredakan amarah Dewa Zokl."


"Itu kejam sekali, gadis kecil yang tidak tau apapun, akan di korbankan untuk meredakan amarah Dewa Zokl, semua yang mengikuti sekte itu harus mendapatkan hukuman atas apa yang mereka lakukan," Ucap Fricilla yang kesal dengan kelakuan sekte Agreseria itu.


"Ah... Kau benar sekali, aku sebenarnya bisa menyelamatkannya sendiri, tapi ada satu masalah yang akan terjadi jika aku bermusuhan dengan para sekte itu."


"Biar aku tebak, jika kau sampai menyelamatkan gadis itu tanpa rencana dan batuan dari kami, kau tidak akan bisa menyadarkan para pengikut sekte itu, dan kemungkinan terburuknya, mungkin mereka akan mempengaruhi seluruh kota untuk menyerang mu begitu kan?"


"Kau benar sekali Chisaki, itulah yang menjadi masalah saat ini, jadi apa kalian mau membantu ku?"


"Jika itu masalahnya, kami berempat akan membantu mu menyelamatkan gadis itu," Ucap Fricilla sambil menengok ke arah Chisaki, Erina, dan Victoria.


"Sepertinya kita memang harus bertindak, baiklah, kami akan membantu mu."


"Yosh, sudah di putuskan, jadi ayo kita berangkat kembali ke kerajaan Alfesteins."


************************************


Setelah menemukan Chisaki dan yang lainya, dan membahas masalah tentang Sekte Agreseria, kini mereka pun mulai berangkat menuju ke kerajaan Alfesteins dari kerajaan Deltras. Saat akan keluar dari kerajaan Deltras, Erina pun bertanya kepada Ryouta,


"Umm... Ryouta, aku ingin bertanya, apa kau sudah mendapatkan informasi kapan gadis itu akan di korbankan?"


"Hmm... Kalau tidak salah, dari yang ku dengar dari Great Sage waktu itu, pengorbanan akan di lakukan setiap 10 tahun sekali saat puncak dari gerhana matahari total berlangsung, yang jika di hitung dari rentan waktu 10 tahun yang lalu sampai tahun ini, kira-kira gerhana matahari total akan berlangsung dalam empat jam dan lima menit dari sekarang."


"Kau bercanda ya, dengan waktu seperti itu, kita tidak akan mungkin menyelamatkan gadis itu tepat waktu," Keluh Fricilla yang mengira mereka tidak akan sempat menyelamatkan gadis itu.


"Aku sudah memikirkan hal itu, dan karena itulah, aku meminta Behemoth mengantarkan kita ke kerajaan Alfesteins."


"Aku rasa, aku sudah terbiasa dengan kejutan dari mu, waktu itu kau berhasil mengalahkan Behemoth, dan sekarang kau menunggangi Behemoth sebagai transportasi antar kerajaan," Ucap Fricilla yang sudah terbiasa dengan apa yang dilakukan Ryouta.


~Bersambung ~

__ADS_1


__ADS_2