
Dua Minggu berlalu, setelah sepakat dengan Erina, hari yang di tunggu pun akhirnya tiba, di depan gerbang keluar ibukota, terlihat Erina telah menunggu kedatangan Rui dan Ryouta disana dengan sebuah gerobak yang di tarik mengunakan kuda.
*******************************************
Setelah menaiki gerobak itu, mereka pun mulai berangkat menuju ke tujuan mereka yaitu kota Algeria. Di tengah perjalanan, Erina mulai bertanya kepada Ryouta,
"Nee Ryouta, aku ingin tau bagai mana kau mengalahkan Red Minotaur yang merupakan salah satu prajurit elit klan iblis," ucap Erina yang penasaran bagai mana Ryouta mengalahkan Red Minotaur.
"Kau akan tau setelah kita melawan Undead Living Armor," ucapnya pada gadis itu dengan nada datar.
Setelah agak lama berbincang, tak terasa hari pun mulai gelap, dan mereka pun memutuskan untuk bermalam di dalam hutan sampai pagi tiba untuk melanjutkan perjalanan.
"Sepertinya hari sudah mulai gelap, sebaiknya kita bermalam di hutan ini sampai matahari terbit," ucap Ryouta pada yang lainya.
"Kurasa kau benar, sebaiknya kita berhenti dan bermalam disini." Erina menarik tali kekang kudanya untuk membuatnya berhenti.
Setelah kuda berhenti, Ryouta dan Rui pun turun dari gerobak lalu mengambil barang bawaan mereka. Beberapa menit kemudian Ryouta pun memutuskan untuk membagi tugas pada yang lainya,
"Rui kau bertugas untuk memasak, Erina bertugas mengumpulkan kayu bakar di dekat sini untuk api unggun, lalu aku akan masuk lebih dalam untuk berburu atau mengumpulkan tumbuhan liar yang bisa dimakan," ucapnya mulai membagi tugas kepada yang lainya.
Beberapa menit setelah berkata seperti itu, semua orang pun menjalankan tugasnya masing-masing. Setelah agak lama kemudian, Ryouta pun akhirnya kembali dengan membawa beberapa daging monster Gian Boar yang telah di potong dan beberapa jamur serta berry liar.
************************************************
Setelah hari sudah hampir pagi, Ryouta dan yang lainya mulai kembali berangkat menuju ke kota pertama untuk beristirahat sejenak. Setengah hari berlalu, akhirnya mereka tiba di kota Odlrilea untuk beristirahat sejenak. Sesampainya di gerbang kota, beberapa prajurit pun meminta mereka untuk berhenti untuk di periksa
"Kalian tolong kartu tunjukan identitas kalian, atau Guild Card kalian," ucap salah satu prajurit pada mereka.
Karna pemeriksaan itu, Ryouta dan Rui pun menunjukan Guild Card mereka kepada penjaga itu sambil bertanya kepadanya,
"Kenapa penjagaan disini ketat sekali?" Tanya Ryouta pada prajurit itu.
"Ah itu karena akhir-akhir ini terjadi banyak penyerangan oleh beberapa Shadow Wolf dan juga ada kabar bahwa di hutan bagian Utara terdapat sarang Monster Poison Fang Spider, karna Itu banyak orang yang tidak berani pergi ke hutan itu," jelas prajurit itu sambil memeriksa Guild Card Ryouta dan Rui.
Setelah pemeriksaan selesai mereka pun di izinkan masuk ke dalam kota, dan sesampainya di dalam mereka pun memutuskan untuk berpencar dan bertemu lagi di depan gerbang saat sore hari untuk menuju ke penginapan bersama-sama.
"Kita berpisah disini dulu ya, aku akan mencari penginapan untuk kita dan menyimpan kereta kita, jadi silahkan berkeliling kota ini," ucap Erina pada Ryouta dan Rui.
__ADS_1
"Baiklah, untuk sekarang, kurasa aku akan mengajak Rui untuk berkeliling sekaligus mencari informasi mengenai monster yang menyerang kota ini," ucap Ryouta lalu mengajak Rui untuk berkeliling.
Setelah berkeliling cukup lama, mereka pun memutuskan untuk pergi ke sebuah guild petualang yang ada di kota Odlrilea. Setibanya disana terlihat ada beberapa orang yang menatap dirinya dan Rui dengan tatapan seolah mereka ingin membuatnya dalam masalah dengan cara membuat dirinya menyenggol petualang lain yang sedang minum sehingga membuat minumanya tumpah.
"Hei kau, kau baru saja membuat minuman ku tumpah, apa kau mau mencari masalah dengan ku hah!!" Seru laki-laki dengan armor berwarna hitam besar dengan beberapa duri di bagian bahunya pada Ryouta.
Mendengar perkataan laki-laki itu, dirinya hanya diam saja tanpa menghiraukan perkataan laki-laki itu sambil terus berjalan ke meja resepsionis guild. Karena tidak di hiraukan, laki-laki itu mulai berdiri dari tempat duduknya dan melayangkan pukulannya kearah Ryouta. Sayangnya pukulan itu dapat di tahan dengan mudah oleh Ryouta dengan satu tangan sambil berkata,
"Aku tidak punya watu bermain-main dengan kalian, jadi jangan sampai membuatku marah,"ucapnya pada laki-laki itu.
Mendengar perkataan itu beberapa petualang pun berdiri dari tempat duduknya dan mengepung Ryouta. Melihat hal itu, Ryouta pun meminta Rui untuk duduk dan menunggu di meja resepsionis guild sambil berkata padanya,
"Rui tunggulah disini sebentar, aku akan sedikit bermain-main dengan mereka,"ucap Ryouta pada Rui.
"Yosh, baiklah, sebelum aku mengambil quest memburu Poison Fang Spider, aku akan sedikit pemanasan dengan kalian."Ryouta mulai memegang lengan laki-laki yang mengenakan armor hitam besar lalu membantingnya ke tanah.
"Baiklah satu sudah beres, siapa berikutnya ya,"ucapnya menyulut emosi para petualang yang mengepungnya.
"Jangan sombong dulu, hanya karena kau berhasil menjatuhkan ku bukan berarti kau sudah menang, aku ada petualang Rank C yang terkuat Dagra sang raksasa penghancu...,"
Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya ucapannya pun terpotong begitu saja oleh Ryouta yang memukul wajahnya sambil berkata,
Setelah kemunculanya, semua petualang berlevel rendah mulai ketakutan dan mulai bersembunyi. Beberapa menit setelah lingkaran sihir itu menghilang, Red Minotaur itu berkata pada Ryouta,
"Apa yang bisa ku lakukan untuk mu master,"ucapnya sambil menunduk hormat pada Ryouta.
"Ah kebetulan sekali, aku ingin kau memberi pelajaran pada para petualang yang menggangu ku, ku serahkan mereka pada mu Red,"ucapnya sambil menepuk bahu Red
"Baiklah, waktunya memberi kalian pelajaran karna telah berurusan dengan master ku,"
"K-kami tidak akan tali menghadapi mu, selama ada Dagra-san kami tidak akan takut terhadap mu benarkan Dagra-san,"
"Ahh, aku lupa memberitahu kalian bahwa teman kalian Dagra sudah pingsang karna skill baru dari Red yaitu Nightmare Terror, jadi sekarang hanya tinggal tersisa kalian saja kan"
"Maafkan kami, kami berjanji tidak akan menggangu mu lagi jadi tolong ampuni kami,"ucap laki-laki yang mengenakan baju berwarna hijau dan pedang di belakang pinggangnya sujud meminta maaf pada Ryouta.
"Baiklah karna kalian sudah mengerti, Red kembalilah, mereka tidak pantas untuk kau lawan, mereka hanya sampah tidak berguna, lawan kita yang sebenarnya adalah Poison Fang Spider jadi Janggan sia-sia kan kekuatan mu pada mereka,"ucap Ryouta pada Red memintanya untuk kembali.
__ADS_1
"Baiklah master, aku akan menghemat energi ku untuk membantu mu melawan Poison Fang Spider Itu." Red pun masuk kembali ke dalam lingkaran sihir dan menghilang.
************************************
Setelah selesai mengurusi para petualang yang mencari masalah denganya, Ryouta pun menemui Rui yang duduk di kursi yang ada di depan meja resepsionis guild lalu bertanya kepada orang yang ada di resepsionis itu,
"Permisi, apa aku boleh mengambil misi di guild ini untuk membasmi monster yang sedang ramai di bicarakan itu,"ucapnya pada gadis resepsionis guild yang memakai pakaian hijau dan rok yang agak pendek berwarna merah.
"Anu, kau harus mendaftar menjadi petualang terlebih dahulu untuk bisa mengambil quest di guild ini, tapi jika kau sudah menjadi petualang di guild lain, maka kau hanya perlu menunjukan guild card milik mu,"ucap perempuan itu pada Ryouta dengan nada yang masih agak ketakutan.
"Guild card ya, kurasa aku punya, ini dia."Ryouta mengeluarkan guild card miliknya dari sakunya dan menunjukanya pada resepsionis guild bersama dengan guild card milik Rui.
"Baiklah, tolong tunggu sebentar aku akan memeriksa guild card kalian,"ucap gadis itu lalu memeriksa guild card itu.
Setelah di periksa agak lama, perempuan itu berkata kepada mereka setelah memeriksa guild card itu katanya,
"Etto, nama mu Ryouta-san, petualang Rank B, tinggkat keberhasilan Missi mu 100%, monster yang di kalahkan, Red Minotaur, Soul Ghost, dan Black Sword Fang Wolf, dan status level mu sekarang adalah Lv 78,"ucap gadi itu terkejut dengan prestasi dan pencapaian Ryouta.
************************************
Setelah beberapa menit melihat guild card milik Ryouta, gadis resepsionis guild itu pun mengembalikan guild card mereka lalu meminta untuk kembali besok pagi agar bisa bertemu guild master.
"Anu, tolong kalian kembali lagi besok pagi, karna saya harus membicarakan ini dengan guild master,"ucap gadis itu pada mereka.
Mendengar perkataan resepsionis guild, Ryouta dan Rui pun menyetujuinya dan memutuskan untuk kembali lagi besok pagi untuk bertemu guild master. Setelah meninggalkan guild, mereka berdua pun memutuskan untuk berkeliling sedikit lebih lama lagi. Setelah cukup lama berkeliling, Erika pun datang menemui mereka di dekat gerbang masuk dan keluar kota lalu mengantar mereka ke tempat penginapan.
Sesampainya di penginapan, mereka pun langsung memesan kamar untuk menginap selama dua hari di kota itu. Setelah selesai memesan kamar, Ryouta meminta Erina datang ke kamarnya karna dirinya ingin mengatakan informasi yang di dapat dari para penduduk dan para petualang yang ada di kota ini.
Beberapa menit kemudian, Erina tiba di kamarnya Ryouta dan disana dirinya mulai memberitahukannya beberapa informasi yang menarik.
"Erina aku punya beberapa informasi mengenai tujuan kita, pertama ini tentang jalan yang akan kita lalui dua hari lagi, yaitu hutan bagian Utara. Dari informasi yang ku dapat, di dalam hutan telah bersarang monster dengan tingkat ancaman A dan S yaitu Shadow Wolf dan Poison Fang Spider, dan juga mereka sering melihat seorang iblis dengan zirah hitam pekat yang membawa sebuah pedang aneh di tangannya terlihat seperti sedang memimpin para monster yang ada disana," ucapnya memberitahukan informasi itu pada Erina.
"Jika dugaan ku benar, dia mungkin adalab salah satu anggota dari Seven Sin of Hell itu, tapi kita tidak tau siapa dia, tapi ada kemungkinan dia adalah anggota dari Seven Sin of Hell yaitu Pride, tapi itu hanya kemungkinan besarnya saja, tapi untuk berjaga-jaga aku akan mengirimkan pesan pada ketiga gadis suci lainya," ucap Erina mengirimkan pesan ke pada tiga gadis suci lainya.
Setelah membahas informasi itu, mereka bertiga pun memutuskan untuk membuat rencana dan mengamati pergerakan salah satu anggota Seven Sin of Hell sekaligus membersihkan jalur yang akan mereka lewati untuk sampai ke kota Algeria. Keesokan paginya setelah selesai sarapan dan sedikit berlatih, Ryouta dan Rui pun pergi ke guild untuk menemui guild master.
Sesampainya mereka di guild, resepsionis guild pun meminta mereka untuk pergi keruangan guild master untuk bertemu langsung denganya untuk membahas soal quest yang akan mereka lakukan.
__ADS_1
~Bersambung~