
Setelah mengajak Fricilla dan yang lainya berkeliling kota kerajaan Alfesteins, Ryouta mulai mengajak ketiga gadi budak yang telah di dibebaskannya untuk pergi ke toko pakaian, dan membeli beberapa pakaian baru untuk mereka, setibanya di toko itu Ryouta pun berkata,
"Mulai hari ini kalian bukan budak lagi, dan mulai sekarang kalian bebas melakukan apapun yang kalian inginkan, dan karena kalian bukan budak lagi, maka kalian perlu pakaian baru, pilihan pakaian mana yang kalian sukai, aku akan membelikannya untuk kalian."
Karena Ryouta yang begitu baik kepada mereka, mereka bertiga awalnya menolak, tapi setelah di yakinkan oleh Rui, mereka bertiga pun akhirnya mulai memilih pakaian yang mereka inginkan. Setelah beberapa menit berlalu, mereka bertiga pun keluar dari ruang ganti lalu memperlihatkan pakaian baru mereka. Sesudah mereka selesai menganti pakaiannya, Ryouta pun berkata,
"Sekarang ini kalian sudah bukan budak lagi, tapi kalian perlu tempat tinggal, dan juga uang untuk keperluan kalian. Jika kalian mau, aku bisa memberikan kalian tempat tinggal, dan mengajari kalian beberapa hal, bagai mana menurut kalian?"
Ketiga gadi itu pun mengangguk setuju dengan apa yang di katakan, Ryouta, dan karena ketiganya sudah setuju, mereka pun mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing, di mulai dari gadis Half Elf yang mengenakan pakaian putih
"Perkenalkan nama ku Erica, senang bertemu dengan mu," Ucap Erica membungkuk memperkenalkan dirinya dengan sopan.

(Erica)
"Hai hai, aku Chio, senang berkenalan dengan mu, onii-chan, dan terimakasih pakaian baru ini," Ucap Chio tanpa rasa takut memperkenalkan dirinya.

(Chio)
"Dan terimakasih juga sudah menyelamatkan ku, namaku Iria aku gadis Half Demon, tapi aku tidak terlihat seperti seorang Demon."

(Iria)
Setelah mereka memperkenalkan diri, Ryouta pun berkata,
"Sepertinya kita sepakat, tapi aku akan mengajari kalian memasak, dan mengantarkan kalian ke rumah baru kalian, setelah kita selesai makan."
Setelah beberapa jam berlalu setelah puas berkeliling kota kerajaan Alfesteins, dan selesai makan, kini Ryouta mengajak Chio dan yang lainya untuk melihat rumah baru merdeka, bersama dengan Rui dan yang lainya yang juga ikut menemani Chio dan teman-temannya.
"Baiklah, kita sudah sampai, di toko Archenia Rui, disinilah kalian akan tinggal dan kalian juga akan bekerja disini, bagai mana menurut kalian?"
"Uwaah, Iria, Erica, lihat ini, ini rumah kita yang baru, disini kehidupan baru kita di mulai," Ucap Chio menatap rumah baru mereka.
Setelah menatap rumah baru mereka, Ryouta pun mengajak mereka berkeliling ke dalam untuk memudahkan mereka saat akan mulai bekerja nanti, dirinya juga meminta Chio dan yang lainya untuk memilih kamar mereka masing-masing. Sesudah berkeliling Iria pun berkata,
"Aku akan pilih kamar yang ada di tengah."
"Ok aku akan pilih kamar pertama, lalu kamar terakhir adalah milik Erica, bagai mana?"
"Aku tidak keberatan kok, selama kalian senang, aku juga senang."
"Baiklah, karena sudah di putuskan, aku ucapkan selamat datang di toko makan Archenia Rui, Chio, Erica, dan Iria," Ucap Ryouta mengucapkan selamat datang kepada ketiga gadis kecil itu.
"Karena kalian bertiga sudah resmi menjadi pegawai disini, maka besok kita akan belajar beberapa hal, seperti cara melayani pelanggan, dan cara menyajikan makanan. Tapi sebelum itu, ayo kita rayakan kedatangan kalian," Ucap Rui sambil tersenyum kepadanya ketiga gadis kecil itu.
************************************
Setelah Rui berkata seperti itu, Ryouta dan Erina mulai mempersiapkan sebuah panggangan panjang, beberapa meja, dan peralatan lainya. Chisaki, Fricilla, Victoria dan Rui mulai menyiapkan bahan makan yang akan di gunakan. Setelah semua bahan di siapkan, Rui dan Chisaki mulai mencuci beberapa sayuran, lalu mulai memotongnya, sementara Ryouta mulai memanggang beberapa daging, membuat sup serta, membuat adonan untu Pizza buatannya.
Beberapa jam berlalu, kini semua makanan pun telah siap di atas beberapa meja, dan setelah di sajikan, terlihat berbagai macam makanan, mulai dari Pizza, daging panggang, Barbeque sayur dan jamur yang disertai saus, minuman, dan beberapa makanan lainya. Saat makanan sudah di siapkan, Fricilla pun berkata,
__ADS_1
"Karena ini adalah pesta penyambutan untuk kalian bertiga, sebaiknya kalian katakan beberapa kata sambutan untuk memulai pesta ini, lalu di lanjutkan oleh Ryouta karena dia adalah pemilik toko ini."
"Itu ide yang bagus, ini bisa menjadi latihan untuk mereka bertiga, untuk berinteraksi dengan pelanggan saat mereka mulai bekerja nanti," Ucap Victoria yang setuju dengan apa yang di katakan Fricilla.
Karena semua orang ingin mendengar kata-kata pembuka dari mereka bertiga, Chio pun mulai berdiri dan berbicara,
"Etto, kami berterima kasih kepada kak Ryouta, karena telah membeli dan membebaskan kami, serta memberikan kami pekerjaan dan tempat tinggal."
"Aku juga ingin berterimakasih kepada nona Fricilla dan ketiga temannya, serta kak Ryouta yang sudah menyelamatkan ku saat aku akan di korbankan untuk meredakan amarahnya Dewa Zokl, karena itu aku berhutang kepada kalian yang telah menyelamatkan ku," Ucap Iria menundukkan kepalanya kepada Ryouta dan yang lainya.
"Aku tidak terlalu pandai bicara seperti Chio, dan Iria, tapi aku juga ingin mengucapkan terimakasih karena sudah memberikan kami tempat tinggal dan juga pekerjaan, meskipun aku tidak sepandai yang lainya, tapi aku bisa sedikit mengunakan sihir yang di ajarkan oleh ibu ku saat dia masih hidup, dan sihir yang di ajarkannya itu berupa lagu dan musik, maka dari itu, ijinkan aku untuk memainkannya," Ucap Erica menggunakan sihirnya untuk memunculkan sebuah Harpa yang terbuat dari sulur dan kayu pohon dari hutan Elf, lalu mulai memainkan sebuah lagu.
Setelah lagu itu di mainkan, angin sepoi-sepoi pun mulai berhembus, disertai dengan beberapa kicauan burung yang berkicau secara serentak dan sebuah pohon yang mirip seperti pohon sakura, mulai mengugurkan beberapa bunganya yang beterbangan di tiup oleh angin. Selagi Erica masih memainkan musiknya dan menyanyikan lagu yang diajarkan ibunya, Ryouta pun memulai kata sambutan untuk memulai pesta.
"Hari ini kita bersama-sama merayakan kedatangan keluarga baru kita, dan juga untuk merayakan selesainya toko makanan Archenia Rui, mari bersulang," Ucap Ryouta mengangkat gelas miliknya ke udara sebagai tanda untuk memulai pesta.
************************************
Setelah gelas di angkat, pesta pun di mulai, semua orang terlihat bahagia sambil menikmati suasana damai di pesta penyambutan untuk Chio dan yang lainnya. Canda dan tawa pun terdengar menggema di udara, membuat suasana damai pun terus berlanjut. Beberapa menit setelah pesta berjalan, Ryouta pun sedikit menjauh dari keramaian untuk duduk di bawah sebuah pohon besar yang rindang, sambil suasana pesta.
"Damai sekali rasanya, semua orang terlihat senang dan bahagia sambil menikmati pesta ini, andai saja kebahagiaan dan suasana damai ini dapat berlangsung selamanya," Ucap Ryouta sambil menatap ke arah Rui dan yang lainnya.
Mendengar ucapan Ryouta, Fricilla pun datang lalu berkata,
"Ya kau benar, andai saja suasana ini dapat berlangsung selamanya, aku yakin dunia ini akan menjadi tempat yang lebih baik," Ucap Fricilla menemui Ryouta, lalu duduk di sampingnya.
"Aku berharap, suatu saat nanti, semua orang dapat hidup berdampingan dengan damai, tanpa adanya diskriminasi, baik itu Manusia, Elf, Iblis, dan ras lainnya."
"Aku juga berharap seperti itu, tapi aku yakin, suatu saat nanti semua orang akan bisa hidup berdampingan tanpa mempedulikan Ras mereka. Ahh... Saat kami kembali ke kerajaan Deltras, rasanya pasti akan sepi sekali, tanpa kalian, tolong datangnya berkunjung sesekali ke kerajaan Deltras ya, aku dan yang lainnya pasti akan menyambut kedatangan kalian."
"Itu pasti, aku dan yang lainya, pasti akan berkunjung ke kerajaan Deltras, selain itu, aku juga pernah membuat janji dengan Asami, kalau aku akan mengajaknya berkeliling kerajaan Deltras dan mencoba berbagai hal baru."
"Aku rasa aku bakalan kerepotan dengan banyak janji."
"Jika kau sudah membuat janji, maka kau harus bisa menepatinya, jadi apa kau mau berjanji pada ku, saat kau berkunjung ke kerajaan Deltras, kau akan mengajak ku untuk pergi ke tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya?"
"Tentu saja, aku berjanji akan melakukan hal itu, dan aku tidak akan mengingkarinya."
************************************
Waktu pun berlalu dengan cepat, setelah pesta selesai, tak terasa hari pun sudah mulai gelap, dan semua orang pun memutuskan untuk menginap di toko makanan Archenia Rui. Pagi pun akhirnya tiba, terlihat di sebuah lapangan rumput yang luas, Fricilla dan yang lainya pun sudah bersiap untuk pulang ke kerajaan Deltras. Saat akan menaiki Behemoth, tiba-tiba Behemoth pun berbicara,
"Sepertinya ada seseorang yang datang, dan sepertinya dia bukan manusia, karena energi sihir yang di milikinya begitu besar, dan energinya hampir mirip dengan yang dimiliki master saat ini," Ucap Behemoth yang menatap ke arah langit.
Begitu Behemoth setelah berbicara, langit pun mulai terbelah, dan dari sana terlihat seorang gadis kecil tanpa ekspresi, dengan pakai putih keunguan dan sayap putih yang membentang menutupi tubuhnya, perlahan mulai turun ke tanah. Saat gadis itu turun ke tanah, dirinya pun mulai berkata,
"Semua yang menentang Dewa Zokl akan di hapuskan saat ini juga, aku adalah Alpha ZEA, sang utusan yang bertugas untuk menghapuskan orang yang tidak mempercayai Dewa Zokl."

(ALPHA ZEA)
Setelah selesai memperkenalkan diri, dia pun dengan cepat melesat ke arah Ryouta lalu mulai menyerangnya dengan tangan kosong. Karena serangan yang datang tiba-tiba, dirinya pun dengan refleks menangis serangan itu dengan perisai Gregorius yang dia miliki.
"Itu tadi hampir saja, tapi kau kurang cepat, karena aku sudah terbiasa dengan serangan seperti itu."
__ADS_1
"Kekuatan mu lumayan bagus untuk seorang Ìrrērumiar, tapi kau tidak pantas untuk menjadi bagian dari Dewa Zokl, maka dari itu, aku akan menghapuskan mu, bersama para Ìrrērumiar lainnya."
(Author note: Ìrrērumiar adalah sebutan bagi orang yang tidak taat atau mereka yang menentang kekuasaan Dewa Zokl.)
"Ini akan sangat merepotkan, tapi sepertinya meskipun aku menyerah atau lari, pilihannya akan sama buruknya, jadi aku tidak punya pilihan lain selain bertarung," Ucap Ryouta menarik pedangnya dan bersiap untuk bertarung.
"Bersiap lah untuk di hapuskan Ìrrērumiar."

Setelah berkata seperti itu, dirinya pun mengeluarkan semua senjata yang dimilikinya lalu salah satu senjata miliknya, mulai mengumpulkan semua energi sihir, dan saat semua energi itu terkumpul, sebuah tembakan sihir yang sangat kuat pun di lepaskan. Melihat serangan itu di lepaskan, Ryouta pun berteriak,
"Semuanya, berlindung di belakang ku!" Ryouta mengeluarkan skill perisai Gregorius, dan membuat serangan itu terpecah menjadi beberapa serangan kecil.
Akibat serangan itu, beberapa tanah pun retak dan berlubang. Ketika serangan pertama berhasil di tahan, serangan ke dua pun mulai kembali di lepaskan, beserta beberapa serangan lainnya.
************************************
Karena serangan itu terus di lepaskan, Fricilla pun mengaktifkan skill Grimoire bab ke 2 miliknya, yaitu Dimensional Void, dimana semua serangan tidak akan bisa mempengaruhi dunia di luar Dimensional Void.
"Sepertinya ini adalah pilihan yang tepat untuk mengakses skill Grimoire bab ke 2," Ucap Fricilla dengan beberapa buku yang mengambang di sampingnya.
"Dengan begini, kita bisa bertarung tanpa khawatir orang-orang di luar akan terluka."
"Kemampuan kalian cukup mengesankan bagi para Ìrrērumiar, tapi meskipun begitu, kalian tetap akan di hapuskan." Serangan laser sihir pun kembali di lancarkan, beserta dengan beberapa serangan lainnya.
"Cih serangan jarak jauhnya itu cukup merepotkan, kita harus mencari cara agar kita bisa menyerangnya."
Setelah beberapa menit bertarung, sebuah celah dari serangan milik mush yang ada di hadapan mereka pun terlihat, dan dengan kesempatan itu, Rui dan Chisaki pun bergerak dan menghancurkan salah satu senjata yang di milikinya. Saat senjata pertama di hancurkan, bulu-bulu yang ada di sayap ALPHA ZEA pun mulai menyebar ke berbagai arah lalu mulai menyerang Ryouta dan yang lainnya dari berbagai arah.
Karena sudah mulai terdesak, Ryouta pun menuju ke arah Erina dan Fricilla sambil berkata,
"Kita tidak mungkin menghadapinya seperti ini, bagai mana kalau kita gunakan formasi pertahanan tiga arah, dan berpusat pada Erina sebagai penyerang dan juga untuk bertahan."
"Sepertinya pilihan kita hanya formasi itu, baiklah, aku akan memberikan komando untuk bertahan, menyerang, serta membalikan serangan lawan," Ucap Fricilla sambil terus menangkis serangan yang datang ke arahnya.
Saat serangan mulai di lepaskan, aba-aba pun di berikan kepada Erina,
"Erina aktifkan pertahanan segala arah, lalu Ryouta, gunakan perisai mu untuk membantu Erina menahan serangan musuh, sementara aku akan akan membalikan serangan musuh."
Setelah berkata seperti itu, pertahan segala arah milik Artemis mulai di aktifkan, saat pertahanan itu di aktifkan, sesuai dugaan berapa serangan pun mulai di lepaskan, Ryouta yang menahan serangan laser sihir, sementara Erina dan Fricilla menahan dan membalikan serangan itu. Beberapa menit setelah serangan itu di balikan, asap pun mulai menyelimuti tempat pertarungan, dan dari asap itu, Rui dengan katananya melesat dan memotong senjata milih ALPHA ZEA yang lainya.
************************************
Saat semua senjatanya telah hancur, Fricilla pun berteriak,
"Ryouta sekarang saatnya gunakan serangan itu."
"Tanpa kau suruh pun aku akan melakukannya, Charge, Energy Shoot Blast." Serangan energi sihir pun di lepaskan dari panah milik Ryouta.
Setelah serangan itu di lepaskan, ledakan besar pun terjadi. Saat mereka mengira sudah berhasil mengalahkan Sang Utusan, ternyata sebuah perisai sihir berhasil menahan serangan milik Ryouta, sementara dirinya melakukan pemulihan.
"Sepertinya dia bukan lawan yang bisa kita remehkan, dan sepertinya dia sedang memulihkan diri, jika pemulihannya selesai, maka dia akan menyerang kita dengan kekuatan penuh," Ucap Ryouta setelah melihat penghalang sihir itu menyelimuti tubuh lawannya.
"Jika dia bertahan, kita hanya perlu terus menyerangnya, sampai pertahanannya hancur benarkan," Ucap Erina yang terus menerus menembaki perisai sihir itu.
__ADS_1
"Ah... Kau benar, jika kita hanya dia saja, maka tidak akan membuahkan hasil apapun, jadi ayo beraksi."
~Bersambung~