Living In Another World With Cheat

Living In Another World With Cheat
Chapter 17 Little Necromancer Rurie Cristine Auderet Part 1


__ADS_3

Setelah membuat kontrak dengan Nemea, tiba-tiba sebuah bunga raksasa dengan beberapa sulur besar dan tebal muncul di tengah hutan peri, dan dari bunga itu, beberapa monster tanaman pun muncul dan mulai menyerang Ryouta dan yang lainya.


"Sepertinya kita kedatangan tamu, bagai mana kalau kita menyambut mereka Rui?"


"Kurasa kau benar onii-chan, akan tidak sopan jika kita tidak menyambut mereka," ucap Rui mulai menarik katananya dan bersiap untuk menyerang.


Saat akan menyerang musuh itu, tiba-tiba dari arah belakang sebuah kobaran api muncul dan membakar semua monster tanaman itu, lalu setelah semua monster itu terbakar, Great Sage pun berkata,


"Sepertinya sudah waktunya untuk kakek tua ini ikut beraksi."


"Baiklah sepertinya pertarungan kali ini akan berlangsung dengan cepat," ucap Ryouta mengubah Scythenya menjadi Black Nightmare Bow.


"Hoho, jangan lupakan kakek tua ini, karena sekarang waktunya diriku untuk bersaksi."


"Ayo kita mulai pertarungan ini." Tembakan anak panah pertama pun di lesatkan oleh Ryouta, sebagai tanda kepada yang lainya untuk memulai pertarungan.


Setelah beberapa monster tanaman tadi terbakar, beberapa monster tanaman lainya mulai muncul sambil memperbanyak jumlah mereka. Saat jumlah mereka bertambah banyak, Rui langsung masuk ke mode bertarung lalu dengan cepat memotong sebagian besar Monster tanaman itu.


***********************************


Beberapa jam setelah jumlah monster berkurang cukup banyak, Ryouta pun mulai melesatkan tembakannya ke arah sulur yang melilit bunga itu. Saat tembakan anak panah itu mengenai salah satu sulur yang melilit bunga itu, anak panah itu mulai membakar satu sulur yang melilit bunga itu.


"Yosh satu sulur sudah beres, tinggal beberapa sulur lagi untuk di bereskan," ucap Ryouta sambil membantu yang lainya mengurangi jumlah monster tanaman yang muncul.

__ADS_1


"Hoho sepertinya kau berhasil menghancurkan salah satu sulur yang melilit bunga itu ya, kalau begitu, kakek tua ini juga tidak akan kalah, Salire et stilla, o aqua, Water Drop." Seketika itu juga sebuah tetesan air melesat dan menetes ke salah satu sulur yang melilit bunga itu.


"Sepertinya serangan itu gagal," ucap Nemea yang tiba-tiba muncul dan terbang di samping Rui.


"Hoho, itu belum sepenuhnya benar peri kecil, ini waktunya tahap lanjutan dari serangan ku itu, membeku lah dalam es, freeze." Setelah mengatakan itu tetes air yang tadi mengenai salah satu sulur itu perlahan mulai membekukan sulur itu lalu memecahkannya menjadi beberapa bongkahan es.


"Sepertinya hanya tinggal beberapa sulur lagi sebelum kita bisa memotong bunga raksasa itu," ucap Erina pada yang lainya.


************************************


Setelah beberapa jam berlalu, sulur yang melilit bunga raksasa itu mulai berkurang, dan sebagian kecil tangkai bunga itu mulai terlihat, saat melihat sulur yang melilit bunga itu mulai berkurang cukup banyak, Rui pun berkata kepada Ryouta,


"Onii-chan, biarkan aku memotong semua sulur itu sekaligus, agar bisa memberikan kalian celah untuk memotong bunga itu."


"Baiklah, aku percayakan kepada mu Rui, lakukan lah apa yang kau mau."


Setelah melompat tinggi ke udara, Rui pun mulai menarik katananya lalu dengan cepat melesat turun dan memotong semua akar yang melilit bunga itu dengan satu tebasan. Saat semua sulur itu terpotong, tangkai bunga raksasa itu terlihat dengan jelas dan saat itu juga Rui pun berkata,


"Onii-chan sekarang saatnya."


"Baiklah waktunya mengakhiri ini," ucap Ryouta mengubah kembali Black Nightmare Bow miliknya ke Black Scythe of Abyss


"Inilah akhirnya, Twin Dark Razor Edge." Dua energy merah gelap berbentuk bulan sabit muncul dan membetuk tanda silang lalu melesat dan memotong tangkai bunga itu.

__ADS_1


Setelah tangkai bunga raksasa itu terpotong, akhirnya bunga itu tumbang juga, akan tetapi, saat akan mendekat ke arah bunga itu terlihat beberapa Undead dan Zombie Wolf mengambil bunga itu lalu pergi begitu saja. Saat Undead dan Zombie Wolf itu pergi, Ryouta dan yang lainnya pun memutuskan untuk mengikuti mereka.


************************************


Setelah cukup lama mengikuti Undead dan Zombie Wolf itu, mereka pun terhenti di tengah perjalanan, karena terlihat beberapa pasukan Skeleton Knight yang di pimpin oleh beberapa Lich di setiap pasukan mulai menghalangi jalan Ryouta dan yang lainya.


"Sepertinya ini tidak akan berakhir semudah yang kita kira, baru saja selesai bertarung, kita harus bertarung lagi, haah... Ini benar-benar merepotkan," keluh Erina karena harus bertarung lagi.


"Baiklah, kalian semua serahkan semua ini pada ku, dan Ryouta-kun tolong lindungi kakek tua ini sampai mantra sihir penyucian tingkat tinggi berhasil di keluarkan, karena mantra ini perlu waktu untuk merapalkannya," ucap Great Sage kepada Ryouta.


"Serahkan pada ku, aku akan menahan mereka lebih lama dari yang kau inginkan, Ice Wall Prison." Dinding es besar pun muncul dari tanah lalu mulai mengelilingi pasukan skeleton knight itu dan mengurung mereka di dalam dinding es itu.


"Sekarang kau bisa merapalkan mantra itu sepuasnya," ucap Ryouta kepada Great Sage.


"Kau benar-benar membaca pikiran ku Ryouta-kun, baiklah ayo selesaikan ini, O lux sancta, benedicens a Dea creationis, hunc mundum illumina, ac tenebras destrue, lumine tuo purificando, Holy Light." Sebuah lingkaran sihir raksasa berwarna putih keemasan muncul di atas penjara es yang di buat oleh Ryouta, dan dari lingkaran itu cahaya keemasan mulai menyinari para Skeleton Knight dan para Lich.


Saat cahaya itu menyinari para pasukan skeleton dan Lich itu, tubuh mereka pun mulai berubah menjadi debu lalu setelah tubuh mereka berubah menjadi debu, sebuah cahaya biru kecil keluar dari tubuh mereka yang hancur lalu mulai melayang ke udara. Melihat hal itu Great Sage pun berkata,


"Wahai Dewi pencipta, tolong bimbinglah jiwa mereka menuju ke alam baka, sampai mereka kembali Bereinkarnasi, Reincarnated."


"Sekarang jiwa mereka sudah tenang di alam baka, mari kita lanjutkan perjalanan kita."


Saat akan melanjutkan perjalanan mereka, tiba-tiba beberapa pasukan Undead dan Elder Lich muncul lagi dan menghalangi jalan mereka, tetapi kali ini di antara semua pasukan Undead dan Elder Lich itu, terlihat seorang gadis kecil berambut ungu yang agak panjang yang di ikat twintail muncul dari barisan pasukan Undead dan Elder Lich berkata kepada mereka,

__ADS_1


"Ku ucapkan selamat karena telah berhasil mengalahkan pasukan pertama yang aku kirim kan kepada kalian, sekarang waktunya untuk menghentikan perjalanan kalian."


~Bersambung~


__ADS_2