LOLIPOP CINTA DAN DUSTA

LOLIPOP CINTA DAN DUSTA
EP 8


__ADS_3

“yov, aku pengen kita putus” kata marsya pada hari kenaikan mereka kekelas sebelas. Itu berarti mereka sudah setahun berpacaran.


Yovi menatap marsya lekat-lekat, tak percaya dengan indra pendengarannya. Ia merasa mereka tidak punya masalah serius.


“aku suka vigo yov. Satu tahun sekelas sama dia bikin rasa itu datang” jelas marsya lirih.


Yovi mengusap air mata marsya yang mengalir deras. Ia tahu marsya sedang tak berdaya sekarang, tapi kenapa mesti vigo?


“jangan sya”


Marsya menggeleng. “aku bakal tambah nyakitin kamu kalau hubungan kita terus berlanjut” “nggak sya! Aku cinta kamu!” teriak yovi berang.


Akhirnya yovi ditinggal marsya. Jangan tanya betapa rasa sakit menerjang hati yovi, tapi ia berusaha tegar dihadapan semua orang dekatnya. Sejak saat itu marsya tak pernah menyapanya lagi. Rasa pedih yovi tumbuh membesar setiap hari. Yovi terlalu mencintai marsya!


Vigo begitu cemas ketika kembarannya pulang dalam keadaan mabuk. Ia langsung memapah yovi kekamar. Dengan susah payah vigo membersihkan tubuh terbaring yovi yang bau alkohol.


“aku suka anin vig. Marsya pasti merasakan sakit yang sama seperti rasa sakitku dulu” yovi melantur. Tapi itu curahan terdalam dari hatinya dan vigo tahu kejujuran pernyataan kembarannya. “aku cinta aninda” tambah yovi mantap.


Vigo merasakan dadanya berdegup keras, kegetiran merayapinya. Ia tak ingin menyakiti kakaknya lagi. Dulu ia pernah menyakitinya dan sekarang ia tak boleh mengulanginya. Tak boleh!


Satu minggu kemudian…


Suasana SMA Harapan Jaya sudah terasa heboh sejak sabtu pagi. Padahal tim basket mereka baru akan bertanding dilapangan pusat sore nanti. Murid-murid siap dengan pernak-pernik dan perkakas perang seperti T-Shirt , bandana, bendera kecil, dan gendang mini untuk mendukung tim sekolah mereka.


“nin ntar sore nonton vigo tanding kan?” Tanya yasmin dengan nada meledek.


Yang diledek tampak kesal. “ogah nonton makhluk mars. Mending nonton cowok kamu yas” “seenaknya, main embat aja!” yasmin menjitak pelan kepala aninda.


“sakit tau!” teriak aninda keras. Untung saja jam pelajaran mereka kosong sejak pagi, jadi melakukan kegaduhan apapun takkan ada yang melarang.


Pikiran aninda melayang kepada rencana nanti sore. Yovi mengajaknya berangkat bareng. Vigo si makhluk mars juga mengajaknya bareng. Aduh, gimana nih? Batin aninda panik.


Sebenarnya kalau disuruh memilih, aninda lebih milih berangkat bareng yovi. Cowok itu selalu bersikap lembut padanya, tidak seperti vigo yang sering emosian dan galak. Tapi entah kenapa berada dekat vigo membuat dirinya merasa terlindungi. Seperti ada tameng yang tak terlihat. Aninda memejamkan mata kuat-kuat.

__ADS_1


Restiana yang melihat kelakuan aninda segera menggoyangkan tubuh sahabatnya itu. “nin!


Kesurupan ya?”


Aninda segera membuka lebar matanya. “nggaklah res. Emang kamu!” Restiana tersenyum kecil. Ah, aninda memang selalu membuatnya tersenyum.


“yasmin kemana?” Tanya aninda menyadari yasmin tak ada disampingnya.


“ya Tuhan kesurupan beneran kamu nin! Tadi kan dia pamit mau nonton satriya latihan terakhir.”


Aninda manggut-manggut dengan ekspresi bingungnya. Tiba-tiba terlintas ide di benaknya. “nonton juga yuk”


“nin, ntar sore nonton bareng yuk! Aku jemput!” teriak ricko, berusaha melebihi suara riuh penonton.


“aku nggak bisa rick. Kamu telat sih” jawab aninda sedikit kagok karena melihat ekspresi restiana tiba-tiba berubah jadi mendung. “sama restiana aja!”


Ekspresi restiana berubah menjadi cerah, sedangkan keceriaan ricko meredup pelan-pelan.


“yah, lihat ntar deh” ujar ricko dingin tanpa membuat keputusan apa pun.


“kita emang mesti kasih pelajaran ke tuh cewek!” geram merli setelah mendengar cerita marsya.


“bener mer!” syifa membebek seperti biasa. Marsya menggigit bibir bawahnya. “kapan?” “sabtu depan!” kata merli dan syifa mantap.


“kenapa sabtu depan?” marsya mengerutkan kening tak paham.


“yovi dan vigo perwakilan lomba cerdas cermat kan? Sabtu depan bisa dipastikan keduanya tak ada disekolah” jelas syifa takjub dengan dirinya yang tak sebodoh biasanya.


Senyum maut ketiga cewek itu merekah.


Biar aninda tahu siapa aku, batin marsya girang.


Marsya memang tipe cewek ambisius yang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia mau. Setelah putus dari yovi, suasana hatinya menjadi sulit ditebak. Kalau benar ia sudah tak menyukai yovi, kenapa rasa cemburu membakarnya ketika yovi bersama cewek lain?

__ADS_1


Marsya menyukai vigo, tapi entah kenapa dirinya tak mau bersusah payah untuk mendapatkan cinta vigo. Dan alasan dirinya memberi pelajaran pada aninda juga kurang jelas. Sungguhkah ia cemburu karena kedekatkan aninda dengan yovi?


Aninda memoles wajahnya dengan bedak tipis-tipis. Rambut terurai dengan bandana hitam diatasnya membuat tampilannya menjadi sportif. Celana jin hitam ketat dan kardigan merah membantu memancarkan kecantikkannya. Ia tersenyum kearah cermin, mengecek kalau-kalau ada makanan disela-sela gigi.


Suara mobil menderu pelan didepan rumah terdengar jelas dari kamar aninda. Jantung cewek itu berdetak kencang. Itu berarti ia akan pergi bersama yovi. Ada sesuatu yang berbeda kali ini. Ia berharap vigolah yang menjemputnya. Dia cowok pemarah aninda. Ingat itu! Begitulah suara penolakan dipikirannya.


Aninda mengecek penampilannya sekali lagi kemudian keluar menemui si pemilik mobil.


“hati-hati nin” ujar ibu aninda seperti mau ditinggal putrinya kenegeri jiran menjadi TKI illegal.


Aninda memutar bola matanya lalu buru-buru mencium punggung tangan ibunya. Bergegas ia masuk ke mobil yovi.


“lelet amat sih!” suara dari kursi belakang mengagetkan aninda. Vigo.


“vigo maunya nebeng nih!” kata yovi sambil menjalankan mobil.


“maklum kok” ujar aninda sedikit meledek vigo.


“takut aja ntar pulang nggak kuat bawa motor” ujar vigo dingin.


Aninda melirik vigo dari spion. Terlihat vigo duduk santai dalam baju basketnya. Aninda betah bila melihat vigo sedang diam seperti itu. Tatapan mata vigo tak sedingin saat dia termenung. Aninda sekarang tahu, vigo tak sejahat kelihatannya. Dia hanya kesepian.


Gelanggang olahraga tampak sesak dijejali berates-ratus penonton yang sudah melewati antrean dipintu masuk. Aninda melihat takjub. Ini pertama kali ia menonton final basket tingkat nasional secara langsung.


“jangan gugup gitu nin” yovi rupanya menyadari kegelisahan aninda.


“cewek payah! Nonton aja gugup kayak gitu” vigo menyindir seperti biasa.


Aninda memeletkan lidah kearah vigo. “kita lihat siapa yang ternyata payah? Paling babak pertama kamu udah nyerah”


Vigo tersenyum dengan bibirnya yang naik sebelah. Sebenarnya ingin sekali ia menjitak kepala aninda, tapi karena ada yovi ia mengurungkan niatnya.


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2