Love And Adventure

Love And Adventure
Sebuah Saran


__ADS_3

"kau putrinya raja Agastias kan? Aria." tanya Sanea.


Aria yang sudah tidak tahu harus menjawab apa lagi. Dia hanya bisa menghela nafas. Karena penyamarannya sudah diketahui oleh temannya ini.


"maafkan aku, jika sudah membohongimu, Sanea." jawab Aria.


"jadi, hal itu benar?" ucap Sanea.


Mendengar perkataan Sanea. Aria menjawab dengan menganggukkan kepala. Peralatan mandi yang sedang dibawa oleh Sanea, Aria ambil. Dia berjanji akan menjelaskan semuanya kepada Sanea nanti. Setelah dirinya selesai mandi.


Sesudah Aria mandi. Dia menghampiri Sanea yang sedang duduk di kursi, yang berada di dekat meja, yang bersebelahan dengan kasur. Aria bersiap akan menjawab semua pertanyaan yang akan Sanea katakan kepadanya.


"Aria. Apa kau benar putri raja Agastias?" tanya Sanea.


Dia masih tidak yakin, bahwa Aria adalah anak dari raja Agastias. Tuan putri mana yang gabut berkeliaran, melakukan hal yang tidak mencerminkan perilaku, seorang putri raja.


"benar. aku putri, dari raja Agastias sekarang." jawab Aria.


Sanea melonggo. Dia sampai terkejut mendengar perkataan Aria. Sanea pikir, hanya orang susah saja yang mempertaruhkan nyawanya, dengan menjadi player, untuk dapat mengabulkan permintaan mereka.


Ternyata orang yang sudah terjamin kemapanannya seperti Aria. Dia masih mau menjadi seorang player, padahal sudah banyak orang yang mati dibuat lelucon, oleh permainan dewa ini.


Demi bisa mendapatkan segala keinginan. Siapa orang yang tidak mau menjadi player? Hanya berbekal pengalaman bertarung. Semua permintaan yang kita mau, bisa dikabulkan dengan mudah.


"tuan putri. Sebab apa kau mau menjadi player? Apa keinginan yang ingin kau punyai, sampai melakukan itu?" ucap Sanea.


"Aku menjadi seorang player, karena aku ingin membantu keluargaku." jawab Aria.


Sanea masih tidak paham, dengan maksud dari perkataan Aria. Masalah apa yang sedang dia tanggung? Apakah lebih berat daripada masalah ekonomi keluarga yang sedang kacau?


"masalah keluarga apa coba? Yang sedang dialami oleh keluarga bangsawan? Uang habis, sampai bingung buat makan besok?" tanya Sanea.


Kebanyakan. Masalah seperti itu yang sedang dialami oleh semua player. Mereka terpaksa mempertaruhkan diri mereka sendiri, untuk mendapatkan uang.


Dilihat-lihat juga. Menjadi player, sama dengan menjadi seorang petualang. Bedanya menjadi seorang petualang adalah profesi lama, sedangkan menjadi seorang player adalah profesi baru. Dua profesi itu juga, sama-sama mengorbankan diri, demi bisa mencari uang.


"entahlah. Kenapa juga aku berbuat sejauh ini." kata Aria.


Aria merasa ada yang aneh, akan perjalanan hidupnya. Dia merasa, seperti dirinya diarahkan menuju sesuatu. Setelah bertanya kepada ketua pelancong, negara Einhoren. Dia bertemu dengan anak kecil, yang membuatnya menjadi seorang player.


Kemudian pergi ke Distrik Merah, untuk mencari tahu penjelasan, dari perkataan dua orang anak tersebut. Padahal, Aria hanya ingin mengetahui, berita tentang pangeran negara Einhoren.


Apakah dia pangeran yang berhati lembut menurut masyarakatnya atau tidak. Jika dirinya masih bakal menikah dengannya. Aria masih ada perasaan lega, karena dia bukan orang jahat, yang bakal menyiksa dirinya nanti.


"jika kau mau. Aku bisa membantumu. Tuan putri. Santai saja untuk sesama teman." ucap Sanea.


Sanea melihat ke arah Aria. Untuk waktu sekarang. Sanea tidak ingin bertanya lebih jauh lagi. Pasti Aria sudah lelah. Untuk itu, mereka berada di penginapan sekarang.


Setelah itu. Sanea pergi menuju kamar mandi. Dia juga ingin membersihkan dirinya dan beristirahat. Pastinya, hari besok akan ada hal yang sangat melelahkan. Apalagi event akan dimulai hari besoknya.


"sebenarnya apa sih yang aku cari? Kenapa aku bisa sampai melakukan semua ini deh?" batin Aria.


Terakhir kali. Aria ingin membantu kakaknya, kak Dian untuk mengetahui, darimana asal teknologi negara Einhoren. Karena semua negara lain, tidak ada yang memiliki teknologi tersebut.

__ADS_1


Apalagi dua anak kecil. Vio dan Enn, yang dia temui, pernah berkata, bahwa peta yang mereka berikan, bisa membantu permasalahan yang sedang dirinya alami.


"aku ikuti saja dulu, permainan dewa ini. Wirl, Yua dan juga Sanea, kelihatan baik-baik saja, memainkan permainan ini." batin Aria.


Dia menyentuh ikat rambutnya. Di benaknya ada pertanyaan. Petunjuk seperti apa yang bakal diberikan oleh benda ini? Benda ini, sepertinya hanya sebuah peta, yang digunakan untuk menunjukkan jalan saja, dengan keunikan bisa berubah bentuk.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah empat sore. Aria meregangkan tubuhnya di atas kasur. Dia berpikir, akan mengungkapkan semua masalahnya kepada Sanea nantinya. Sepertinya Sanea bisa membantunya. Dia sudah lebih senior di dalam permainan dewa ini.


"nanti saja deh. Aku akan bertanya kepada Sanea. Mungkin dia mengetahui sesuatu yang aku cari."


Aria berbaring di atas kasur dan mencoba memejamkan matanya. Dia tidak tahu, jam berapa pengumuman tantang event akan dimulai. Untuk berjaga-jaga agar tidak mengantuk saat malam hari. Dia harus tidur sejenak.


...****************...


Jam menunjukkan pukul tujuh. Aria dan Sanea keluar dari penginapan, setelah membayar biaya sewa. Mereka harus menanda tangani lembaran kertas sebelumnya, dengan menyetorkan Shinning Card mereka.


Shinning Card mereka, akan dimasukan ke dalam alat, yang digunakan untuk mengambil data pribadi. Semua data akan dicetak oleh alat itu, menjadi sebuah kode yang digambar berbentuk stempel.


Stempel itulah yang digunakan untuk menandai kertas bukti, bahwa mereka telah menginap di tempat ini. Setelahnya, Sanea memberikan kunci kamar penginapan, kepada resepsionis yang sedang berjaga di shift saat ini.


"tempat pengumumannya ada di tengah distrik merah, tuan putri." ucap Sanea.


Mereka berjalan menuju tempat tersebut. Malam hari ini lebih banyak orang yang datang, daripada malam biasanya. Semua tenda para player yang berada di sudut-sudut, banyak yang dibongkar, agar akses jalan bisa lebih lebar lagi.


"kau bisa memanggilku Aria saja, Sanea." ucap Aria.


"baiklahlah Nona Aria." jawab Sanea.


Pemberitahuan pengumumannya akan dimulai pukul delapan tepat. Sebelum jam itu, mereka mampir ke sebuah kedai makanan untuk menghilangkan perasaan lapar.


"Nona Aria. Kau ingin memesan apa?" tanya Sanea.


"aku sama saja sepertimu. Jangan panggil aku Nona. Aria saja." ucap Aria.


Sanea mengkedipkan satu matanya. Dia akan menuruti permintaan Aria tersebut. Tidak akan ada panggilan Nona lagi, saat dirinya nanti memanggilnya.


Sesudah Sanea memesan menu makanan. Aria ingin bertanya sesuatu kepada Sanea. Tapi dia bingung harus bercerita darimana. Karena permasalahan yang dirinya miliki, terasa sangat sepele.


"Sanea. Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu." ucap Aria.


Mendengar perkataan itu. Sanea langsung mengangkat tempat duduknya. Dia membawa kursinya menuju samping Aria.


"tentang apa?" jawab Sanea.


"apa benar? Permainan dewa ini bisa mengabulkan semua permintaan?" tanya Aria.


Sanea terdiam sejenak. Dia melamun sambil melihat ke arah langit. Pertanyaan Aria membuatnya nostalgia, akan penyebab dirinya menjadi player saat dulu.


"bisa saja sih. Aku dulunya saja miskin. Sekarang sudah bisa cari uang banyak." ucap Sanea.


Aria menggeleng kepalanya. Lubuk hatinya berkata, bahwa bukan jawaban seperti itu yang sedang dia cari. Jika soal uang. Dia sudah punya banyak di rumah.


"permintaanku itu. Bagaimana cara agar aku tidak menikah, dengan orang yang tidak aku suka, dan rahasia pembuatan teknologi negara Einhoren itu apa." ujar Aria.

__ADS_1


Ekspresi wajah Sanea menjadi melonggo. Matanya membulat besar, dan mulutnya berbentuk huruf O, setelah mendengar curhatan Aria.


Baru kali ini, Sanea mendengar, bahwa ada orang menjadi player, supaya pernikahannya bisa dibatalkan. Di luar sana. Banyak orang menjadi player karena krisis akan uang.


"kalo soal itu, aku sama sekali tidak tahu. Hanya permasalahanmu saja, Aria, yang beda. Biasanya, semua player masalahnya hanya satu, yaitu uang." ucap Sanea.


"kata seseorang. Masalahku dapat diselesaikan, jika mengikuti semua petunjuk yang ada di peta ini." ujar Aria.


Sanea penasaran. Peta apa yang dimaksud oleh Aria barusan. Mendengarnya saja membuat dirinya penasaran. Peta yang bisa menyelesaikan masalah seseorang. Itu benda gila.


Aria mengambil ikat rambutnya. Dia membongkar bentuk origami pita rambut itu menjadi semula, menjadi bentuk peta. Di peta itu, denah Distrik Merah tergambar jelas.


Secara lambat, muncul titik-titil berwarna hijau di peta. Jarak titik-titik berwarna hijau itu, hanya bisa terdeteksi di peta, tidak jauh dari posisi mereka berada. Selebihnya akan menghilang.


"astaga. Ini Ancient Map." ucap Sanea.


Ekspresi Sanea. Seperti ekspresi yang ditunjukkan oleh Wirl dan Yua, saat pertama kali melihat peta kuno ini.


"kegunaan peta ini apa sih?" tanya Aria.


Sanea menutupi peta itu mengunakan lengannya. Dia melihat ke arah orang yang sedang berlalu-lalang, untuk memastikan, bahwa tidak ada orang lain yang sedang melihat ke arah mereka berdua.


"ini bukan peta biasa, Aria." bisik Sanea.


"bukan peta biasa, bagaimana?" tanya Aria.


Jari telunjuk Sanea, menunjuk sesuatu di peta. Dia menjelaskan, apa maksud dari titik-titik yang ada di Ancient Map tersebut.


"peta ini memuat informasi, mengenai semua petunjuk tentang permainan dewa." ujar Sanea.


"aku tidak paham. Petunjuk apa sih?" tanya Aria.


Kata Sanea. Peta ini memuat semua informasi mengenai permainan dewa. Titik berwarna biru menandakan, bahwa ada seorang Npc yang dapat diambil questnya. Setelah menyelesaikan quest tersebut, akan menerima sebuah reward.


Ada beberapa tanda lain di peta. Seperti tanda tiga koin emas. Itu tanda, bahwa ada Npc seorang pedagang di tempat itu. Ada juga tanda, berbentuk sehelai kain dan tabung kimia, yang menandakan, bahwa itu tempat untuk membeli barang tekstil dan potion.


"jadi, kegunaan peta ini untuk mempermudah masalahku itu apa, Sanea?" tanya Aria.


Sudah banyak penjelasan orang lain yang sudah Aria dengar. Mereka hanya memberikan penjelasan yang tidak memberinya sebuah petunjuk, apapun tentang tujuan yang sedang dia cari.


"kau lihat titik bulat berwarna kuning ini, Aria?" ucap Sanea.


Aria melihat di peta. Ada sebuah titik bulat berwarna kuning yang disebut oleh Sanea. Titik bulat berwarna kuning itu sedang berjalan-jalan di Distrik Merah. Titik bulat berwarna kuning itu sepertinya sedang menuju sebuah tempat.


"ada apa dengan titik bulat berwarna kuning itu?" ucap Aria.


"dia sang pembawa wahyu, Aria. Semua informasi tentang event nanti. Dia yang membawanya." ujar Sanea.


Di Ancient Map. Hanya titik bulat berwarna kuning itu yang berbeda, dari warna titik bulat yang dipunyai oleh Npc lainnya. Titik bulat berwarna kuning itu bisa bergerak, sedangkan titik bulat warna selainnya tidak. Mereka diam di satu tempat.


"aku masih tidak paham Sanea. Jelaskan lebih rinci dong!" ucap Aria.


"jika kau bisa menerima quest dari Npc yang berwarna kuning itu. Semua pertanyaanmu bisa dijawab olehnya. Bahkan, dia bisa meramal sesuatu di masa depan." jawab Sanea.

__ADS_1


Sanea tahu akan hal ini. Sudah banyak para player informan yang berkata, bahwa para dewan mendapatkan informasi tentang event dari seorang utusan.


Utusan itu, jika dilihat dari peta khusus yaitu Ancient Map. Memiliki warna kuning yang membedakan dari Npc yang lain. Hanya Acient Map yang bisa melacak keberadaannya, karena Acient Map adalah sebuah item yang langka, hanya ada dua puluh orang yang mempunyainya.


__ADS_2