
Taksi yang nona Reana tumpangi menepi di pinggir trotoar. Jalanan kota Agantha masih belum sepi akan para warganya yang sedang menikmati angin malam. Kendaraan juga masih ada yang mondar-mandir meskipun tidak banyak.
Di kota Agantha. Kendaraan pribadi sangat dibatasi. Hanya ada beberapa kendaraan pribadi seperti mobil berwarna hitam yang sedang berlalu lalang. Kebanyakan kendaraan angkutan umum yang terlihat di pinggir jalanan seperti taksi.
Pemerintah menetapkan biaya pajak kendaraan pribadi sangat besar supaya tidak banyak kendaraan yang berseliweran di jalan. Penyebab lainnya adalah hanya dari keluarga kaya raya saja yang bisa membeli mobil karena stoknya yang sangat terbatas.
"Terima kasih, pak."
"Sama-sama, Nona."
Setelah membayar uang taksi. Reana berjalan menuju ke guild. Jam dinding yang ada di cafe sudah menunjukkan pukul jam 09.10 malam hari. Sudah dua jam sepertinya Reana berada di kota Roanes, jika tidak ada kejadian tadi mungkin akan lebih cepat kembali.
Seperti di kota Roanes. Ada beberapa orang yang mengeluarkan cahaya berwarna hijau dari kedua matanya. Beberapa ada yang didatangi oleh orang-orang dengan penampilan sangar. Reana yakin pasti mereka adalah seorang player yang sedang mencari sebuah quest.
Ketika Reana memasuki guild. Pandangan orang-orang banyak yang tertuju kepadanya. Bukan karena dia memiliki paras yang cantik. Orang-orang bingung, kenapa ada prajurit kerajaan datang jam segini? biasanya akan ada sesuatu yang penting.
"Permisi. Apa ada Yua dan Wirl?" Ucap Reana.
"Sebentar nona. Akan saya panggilkan." Ucap resepsionis.
Seorang resepsionis perempuan mengantar Reana ke ruang Vip untuk menunggu. Dia pasti resepsionis yang mengambil shift malam karena guild selalu buka 24 jam untuk melayani para petualang. Jika hanya ada satu shift pasti petugas guild bakalan mati.
Reana hanya mengenal Yua dan Wirl disebabkan mereka berdua yang sudah membantunya untuk menjadi seorang petualang. Izin menjadi seorang petualang sangatlah sulit dari harus ada surat kewarganegaraan dan surat bisa milliter.
Karena ada Yua dan Wirl yang menjadi resepsionis saat itu. Izin untuk menjadi petualang sangat mudah. Reana tinggal menyogok mereka dengan uang segebok agar mereka membuatkan surat izin. Resepsionis yang lain sangat susah untuk disogok.
"Ada yang bisa saya bantu? Nona" Ucap Wirl.
Di belakang Wirl, ada Yua yang sedang datang kemari sambil berjalan dengan tergesah-gesah. Yua sudah terlihat kecapekan dari raut wajahnya yang penuh akan keringat, di waktu jam kerjanya yang sudah habis, dia masih harus melayani tamu yang datang.
"Apa, ada yang bisa kami bantu?" Tanya Yua.
Kepala mereka berdua sedikit menunduk ke bawah, tapi kedua matanya masih melihat ke arah orang yang sedang mencari mereka. Yua mengenggam erat kedua tangannya di perut, sedangkan Wirl menaruh kedua telapak tangannya di belakang punggung.
Reana baru sadar, jika mereka berdua tidak mengenali dirinya. Putri Irene baru kali ini mengunakan warna rambut putih milik keluarga Frainahunt. Mungkin mereka bingung, kenapa keluarga Frainahunt mencari mereka berdua.
"Astaga kalian. Ini aku."
Putri Irene melepaskan ikatan rambutnya. Warna putih di rambutnya berubah menjadi pirang. Yua dan Wirl menarik nafas dalam, mereka merasa lega setelah mengetahui bahwa orang yang mencari mereka adalah putri Irene.
"Putri Irene. Aku kira siapa." Ucap Wirl.
"Aku pikir, kami telah berbuat sesuatu." Tambah Yua.
"Kalian takut aku tangkap?" Sahut putri Irene.
Ketakutan Yua dan Wirl bukan tanpa sebab. Keluarga Frainahunt yang memegang kendali militer di negara Agastias. Jika ada orang sedang berurusan dengan elf berambut putih pasti orang itu sedang dalam masalah, mungkin orang itu telah melanggar sesuatu.
Salahsatu ciri khas keluarga Frainahunt adalah rambut putih mereka, sedangkan keluarga Sheirahunt berambut pirang. Elf dari keturunan Frainahunt juga lebih banyak daripada keturunan Sheirahunt makanya kebanyakan elf di negara Agastias berambut putih.
__ADS_1
Semua itu disebabkan oleh sebuah kutukan. Dimana keluarga Frainahunt akan mati jika menikahi keluarga Shairahunt. Kutukan itu membuat salahsatu dari mereka akan mati ketika melakukan malam pertama. Tubuh mereka akan membiru seperti keracunan.
"Wirl, Yua. Kalian tahu tentang quest dan Npc?" Tanya putri Irene.
Mata Yua dan Wirl melebar setelah mendengar perkataan putri Irene barusan. Putri Irene sadar bahwa ada sesuatu yang sedang mereka sembunyikan.
"Jangan bilang kau jadi seorang player, putri?" Ucap Wirl.
"Aku dapat ini setelah menolong anak kecil." Sahut putri Irene.
Putri Irene mengambil Ikat rambut mawar yang berada di rambut kanannya. Dia mencoba mengembalikan bentuknya menjadi bentuk semula. Putri Irene membuka setiap lipatan kertas bunga mawar hingga kembali menjadi bentuk semula.
Melihat peta yang putri Irene pegang. Yua dan Wirl memasang ekspresi sedikit terkejut. Mata mereka sedikit menyipit dengan bibir yang sedikit melonggo seperti orang yang tidak percaya.
"Ini Ancient Map." Ucap Wirl.
"Ini salahsatu item terlangka itu." Tambah Yua.
Wirl memegang peta itu. Dia bisa melihat denah kota Agantha dengan jelas. Di peta banyak sekali titik-titik berwarna hijau yang terdapat tulisan side quest di atasnya. Wirl yakin bahwa ini salahsatu item langka yang banyak dicari oleh para player.
Begitupun dengan Yua. Dia sangat fokus melihat isi peta yang sedang dipegang oleh Wirl. Putri Irene yang melihat mereka berdua antusias menjadi penasaran. Hal apa yang membuat peta itu sangat menarik menurut mereka.
"Dengan peta ini. Mencari quest reward bagus dengan resiko rendah akan sangat mudah." Ucap Wirl.
"Aku diberitahu bahwa dengan peta ini. masalah yang aku miliki bisa diselesaikan." Ucap putri Irene.
"Masalah tentang pernikahanmu itu?" Sahut Yua.
Wirl memberikan peta itu kepada putri Irene. Peta itu berubah menjadi laba-laba dan melompat di kepalanya untuk menjadi jepit rambut mawar. Ekspresi Wirl dan Yua biasa saja melihat peta yang tadi mereka pegang bisa berubah menjadi seekor hewan.
"Putri Irene. Aku tahu orang yang tepat untuk menjawab pertanyaanmu." Jawab Wirl.
"Kami dulu berkonsultasi ke orang itu, untuk meminta cara mendapatkan uang." Sahut Yua.
Yua menyarankan putri Irene untuk menganti pakaiannya. Seragam militer akan sangat menarik perhatian orang-orang nanti. Putri Irene setuju dengan saran dari Yua, dia meminjam baju yang Yua bawa untuk pakaian gantinya.
Mereka berdua pergi menuju ruang ganti resepsionis wanita. Yua menyuruh Wirl untuk menunggu sebentar disana. Setelah putri Irene selesai berganti pakaian, Yua penasaran kenapa seragam yang putri Irene pakai basah dengan keringat.
"Kau habis ngapain Irene? Bajumu basah sekali." Tanya Yua.
"Aku tadi habis bertarung dengan tiga orang untuk melindungi dua anak kecil." Jawab putri Irene.
"Karena apa kau melindungi dua anak itu?" Ucap Yua.
"Tiba-tiba saja ada anak kecil yang datang memintaku untuk menolongnya." Jawab putri Irene.
Mendengar penjelasan putri Irene barusan. Yua paham bahwa dua anak yang meminta pertolongan itu adalah seorang Npc. Mereka yang telah membuat putri Irene menjadi player, tapi bagi Yua itu termasuk moment langka. Jarang sekali ada Npc seperti itu.
Yua, Wirl dan putri Irene berjalan keluar dari Guild. Hawa orang-orang yang tadi sedang memperhatikan putri Irene telah berkurang, meskipun masih ada beberapa orang yang masih melihat dirinya. Perasaan dilihat banyak orang itu bikin merinding.
__ADS_1
Wirl menghampiri taksi yang sedang terparkir di pinggir trotoar. Para supir taksi itu sedang menikmati waktu bersama dengan para sopir yang lain. Mereka mengelar alas tikar untuk bermain kartu poker ditemani minuman kopi hitam di sebelah mereka.
"Taksi pak." Ucap Wirl.
"Iya mas. Tujuan kemana?" Jawab sopir.
Sopir taksi yang sedang berbicara dengan Wirl adalah ras manusia. Beliau berambut hitam, meskipun ada ras elf berambut hitam, tapi mereka bukan ras murni. Warna rambut mereka berubah karena telah menikah dengan selain keturunan elf.
"Distrik merah, pak." Ucap Wirl.
"Baik mas." Jawab beliau.
Wirl membukakan pintu taksi supaya Yua dan putri Irene bisa duduk di kursi taksi bagian belakang, sedangkan Wirl akan duduk di kursi taksi yang terletak di depan yang dekat dengan sopirnya.
Pak sopir menyalakan mesin taksi dan memasukkan gigi mesin. Taksi berjalan ketika sopir taksi menginjak secara perlahan pedal gasnya. Tujuan taksi ini adalah distrik merah. disebut distrik merah karena banyaknya lampu berwarna merah di tempat itu.
"Kenapa kok pergi ke tempat itu mas?" Tanya sopir taksi.
"Ada urusan saja pak disana." Jawab Wirl.
"Di tempat itu banyak tindak kriminal mas. Hati-hati kalo disana." Tambah pak Sopir.
"Tenang saja pak. Kami bertiga jago beladiri." Sahut Wirl.
Wirl menjelaskan kepada pak Sopir. Jika ada orang yang macam-macam kepadanya, apalagi kepada wanita yang ada di belakangnya. Dia akan mematahkan leher orang itu sampai lehernya tidak bisa tegak kembali.
"Eh Yua." Bisik putri Irene
"Ada apa putri?" Jawab Yua.
"Kenapa kita ke distrik merah itu?" Bisik putri Irene.
Putri Irene tahu mengenai tempat itu. Ketika dirinya masih menjadi petualang, tempat itu dikenal sebagai daerah judinya para petualang di negara Agastias. Banyak sekali para petualang datang disana untuk menghabiskan uangnya, tapi entah apa yang mereka dapat.
"Disana tempat para player berkumpul, Putri." Jawab Yua.
"Terus, apa hubungannya dengan masalahku?" Tanya putri Irene.
Hal yang putri Irene inginkan sekarang adalah cara bagaimana negara Einhoren menciptakan teknologi mereka. Ayah Irene sering merasa bimbang sesudah kedatangan utusan dari negara Einhoren yang sudah berkunjung ke rumahnya.
Kak Dian menceritakan kepada Irene, apa yang membuat Ayah bimbang. Utusan dari negara Einhoren mengajukan kerja sama dengan negara Agastias di bidang teknologi, tapi mereka menginginkan sebuah benda yang milik oleh bangsa elf yang sudah ditinggalkan oleh para leluhur terdahulu.
Benda itu hanya bisa digunakan, jika salahsatu keturunan ras elf ternama mempunyai kemampuan tersebut. Negara Einhoren ingin mempelajarinya untuk kemajuan teknologi yang mereka punya.
Jika pemerintah negara Agastias mau memberikan benda tersebut maka negara Einhoren akan mengajarkan pengetahuan tentang teknologi yang mereka miliki. Tawaran itu sangat mengiurkan, mengingat teknologi negara Einhoren hanya dimiliki oleh mereka saja.
"Aku yakin orang itu tahu segalanya." Ucap Yua.
"Kenapa kau sebegitu yakin dengan orang itu?" Tanya putri Irene.
__ADS_1
Yua menjawab. Orang yang akan mereka temui juga memiliki hal yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang ada di dunia ini. Hal itu sama seperti negara Einhoren yang memiliki sebuah teknologi yang tidak bisa ditiru oleh negara lain.
Sudah empat negara dari negara ras Beast, negara ras Aquatic, negara ras Elf dan negara ras Dragon mencoba mempelajari teknologi negara Einhoren, tetapi tidak bisa. Ada sebuah bahan yang tidak bisa dibuat di dunia ini, sedangkan negara Einhoren bisa membuatnya.