LOVE IN REGRET

LOVE IN REGRET
Bab Tujuh Belas


__ADS_3

“Love in regret,” ucap Aditia.


“Cinta dalam penyesalan? Kenapa bisa begitu, Pak? Maaf jika saya lancang.”


“Saya seperti memang butuh tempat bercerita, jika kamu mau mendengar, saya akan ceritakan semuanya,” ujar Aditia.


“Saya bisa menjadi pendengar yang baik,” sahut Manteri.


“Saya dan istri saya Melati, kami menikah karena terpaksa, tidak ada cinta diantara kami, tapi kami memulai semuanya dengan baik, walaupun kami menikah tanpa cinta, tapi kami berusaha menunaikan kewajiban kami masing-masing dalam rumah tangga,” jelas Aditia.


Ia mulai menceritakan semuanya pada Mentari, entah mengapa Aditia merasa nyaman bercerita pada wanita itu.


“Bukankah itu sangat baik, Pak?” sela Mentari.


“Ya semuanya memang baik-baik saja, bahkan saat itu saya merasakan jika istri saya sudah mulai mencintai saya, saya juga sempat berusaha ingin membalas cintanya, tapi .... ” Aditia menjeda ucapannya.

__ADS_1


“Dia datang,” sambungannya.


“Dia, siapa?”


“Mantan calon istri saya, kamu tahu mengapa saya bisa menikah dengan mendiang istri saya kerena terpaksa itu?”


Mentari langsung menggelengkan kepalanya, padahal tentu saja dia tahu, kerena selama ini pun sepanjang Kakaknya Melati masih hidup, keduanya sering berkomunikasi, hanya saja Melati tidak membahas soal pernikahannya, yang Mentari tahu jika sang Kakak sudah bahagia, tapi nyatanya? Tidak!


Selama ini Mentari memang tidak tinggal bersama kedua orang tuanya, ia tinggal di Amerika untuk melanjutkan S2-nya. Mentari masih ingat betul, begitu shocknya dia saat mendapatkan kabar dari orang tuanya jika sang kakak meninggal dunia.


Ya Mentari adalah seorang Dokter. Dan benar saja Mentari kini membantu merawat anak sang Kakak. Hanya saja kini ada tujuan tertentu juga dibalik semuanya.


Hancur rasanya hati Mentari saat mendengar cerita dari kedua orang tuanya, sang Kakak meninggalkan dengan keadaan yang bisa dikatakan memprihatinkan, dan saat itulah Mentari sadar, pantas saja saat dulu jika Mentari menanyakan suami Kakaknya itu kemana, sang Kakak selalu bilang jika suaminya sibuk berkerja.


Padahal hubungan sang Kakak dengan suaminya memang bermasalah. Saat Mentari tahu jika Aditia mencari baby sitter untuk Pelangi, rencana balas dendamnya pun akhirnya disusun. Ia memutuskan untuk menyamar menjadi baby sitter. Walaupun sebenernya Mentari awalnya ragu jika Aditia akan mengenalinya, tapi ternyata ketakutannya itu tidak terbukti.

__ADS_1


Dari sini Mentari bisa menyimpulkan jika Aditia tidak pernah mendekatkan diri dengan keluarga dari istrinya. Bahkan tidak tahu jika Melati mempunyai Adik.


“Saya menikah dengan Melati, kerena calon istri saya membatalkan pernikahan secara sepihak, saat acara pernikahan kami akan berlangsung, Melati lah yang menjadi calon pengantin Penggantinya.” Aditia kembali melanjutkan ceritanya.


Mentari memilih menyimak saja.


“Dan bodohnya saya, saat saya ingin membuka hati untuk istri saya, mantan saya kembali dia memohon untuk memperbaiki semuanya,”


“Dan Bapak menerimanya?” sela Mentari.


“Iya kamu benar, bodoh bukan saya?” Mata Aditia terlihat berkaca-kaca, penyesalan terlihat jelas dari pria itu.


Tetapi itu semua tidak membuat Mentari ter-renyuh atau pun merasa iba, kasihan pada Kakak iparnya itu. Yang ada rasa benci dan dendam semakin bergejolak dalam hatinya.


'Jadi ternyata dia juga berselingkuh, benar-benar keterlaluan! Kak sebenernya ternyata dari apa hatimu, kenapa kamu sangat kuat sekali, lihatlah aku saja merasakan sakit yang teramat luar biasa, aku tidak bisa membayangkan bagaimana posisi kamu saat itu, apa dia melakukan saat kamu sedang hamil kak? Betapa tidak punya hatinya dia!'

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2