LOVE IN REGRET

LOVE IN REGRET
Ending


__ADS_3

5 tahun kemudian ....


“Bunda ... ” teriak seorang anak perempuan berparas cantik, anak itu terlihat berlari dengan semangat menghampiri seorang wanita yang ia panggil dengan sebutan Bunda itu.


“Pelangi, jangan lari-lari Nak, nanti jatuh,” teriaknya Mentari pada keponakannya itu. Ia pun segara menghampiri gadis kecil itu.


“Hehe, maaf Bunda.”


“Lain kali gak boleh lari-larian ya, oke.”


“Siap Bunda, oh iya Bun, kita jadikan ke rumah Mamah sama Ayah hari ini?”


“Jadi dong, yuk kita ke sana sekarang.” Mentari meriah tangan gadis kecil yang masih berpakaian seragam taman kanak-kanak itu.


Mereka pun berjalan menuju mobil.


“Bunda, beli bunga yang dulu ya, Pelangi mau beli bunga tapi pengen yang dibentuk buket, boleh gak Bunda?”


“Iya boleh.”


“Yee, makasih Bunda.” serunya.


Mentari tersenyum melihat bayi malang yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya itu, kini sudah menjelma menjadi gadis kecil yang cantik, cerdas dan cerewet.


Mentari pun mulai melajukan mobilnya, tak lupa ia juga mampir ke toko bunga, untuk membeli bunga sesuai keinginan keponakannya yang sudah sudah ia anggap seperti anaknya sendiri itu.


Setelah selesai membeli bunga, ia pun kembali melanjutkan perjalanannya. Hingga mobil itu berhenti di salah satu pemakaman umum.


“Yuk, turun,” ajak Mentari pada Pelangi.

__ADS_1


Gadis itu mengangguk sambil tersenyum, dengan membawa buket bunga segar dengan beraneka jenis bunga itu, turun dari mobil. Berjalan bergandengan tangan memasuki pemakaman tersebut.


“Assalamualaikum, Ayah, Mamah, Pelangi sama Bunda datang. Oh iya, ini Pelangi bawa hadiah buat Ayah sama Mamah.” Gadis kecil itu meletakan buket bunga yang ia bawa di atas kuburan Melati—Mamahnya.


“Bunda, mana satu lagi,” pintanya pada Mentari.


Mentari pun memberikan buket bunga yang ada ditangannya kepada Pelangi, memang mereka tadi membuat dua.


Lalu Pelangi meletakkan buket itu di atas kuburan Aditia—Ayahnya.


“Yuk kita berdoa dulu buat Mamah sama Ayah,” ajak Mentari pada Pelangi.


Gadis kecil itu mengangguk, lalu mereka pun menadahkan kedua tangannya membacakan doa untuk Melati dan Aditia.


Selesai berdoa, Pelangi bercelotoh, ia bercerita tentang apa saja yang gadis itu lalu hari ini, selayaknya seorang anak yang tengah berbagi cerita pada orang tuanya.


Mentari yang menyaksikan itu semua hanya tersenyum, memang sudah biasa seperti ini, Mentari juga sering mengajak Pelangi mengunjungi tempat peristirahatan Kakak dan Kakak iparnya itu. Dalam seminggu bisa sampai dua sampai tiga kali.


**TAMAT**


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih sudah mengikuti kisah Aditia dikemas dengan judul Love In Regret (Cinta Dalam Penyesalan).


Jujur saya membuat cerita ini dari awal sudah menitikkan air mata, kisah ini memang fiksi, tapi saya merasa pasti ada saja cerita seperti ini di dunia nyata. Penyesalan seorang suami yang pernah menyia-nyiakan istrinya.


Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dalam cerita ini, buang buruknya dan ambil baiknya saja ya temen-temen.


Maaf bila masih ada kesalahan dalam cara kepenulisan atau penyampaian dari cerita ini.

__ADS_1


Sekian dan Terima kasih.


Sampai bertemu lagi di cerita-cerita saya, silahkan cek profil saya, untuk membaca karya saya yang lainnya.


Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak untuk kalian semua, semoga kalian selalu diberikan kebahagiaan, Rezeki lancar, dan selalu diberikan kesehatan. Amin yarobbal'allamin...


Penyesalan ...


***Datang terlambat membuatku seperti tengah sekarat.


Datang terlambat membuatku seperti manusia keparat.


Penyesalan ...


Membuatku mengerti artinya kehilangan.


Membuatku mengerti artinya menghargai seseorang.


Penyesalan ...


Mengajarkan arti hidup sesungguhnya.


Penyesalan ...


Bukanlah akhir dari segalanya.


Di saat kau merasakan Penyesalan, percayalah jika Tuhan sedang menguji kesabaran.


Salam

__ADS_1


Naffia_Inthan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ***...


__ADS_2