
sheila pov
sudah seminggu berlalu sejak kejadian makan malam itu aku tak pernah berantem lagi dengan kak rey, bahkan bertegur sapa pun tak pernah. aku menjalani hari-hari ku seperti biasanya, kulihat kak rey juga tidak peduli denganku dia semakin dekat dengan safira. Mungkin mereka berpacaran, ya sudahlah itu juga bukan urusanku kan secara kak rey yang sekarang tidak seperti dulu lagi, sekarang dia jadi cowok kasar dan tak berprasaan. Hari ini aku dan teman-teman ku bersiap-siap untuk berangkat kepuncak, yaah setiap semester baru fakultasku sering mengadakan refreshing bersama selama 3hari agar kami sesama mahasiswa saling mengakrabkan diri.
#aula kampus
"Apa semua sudah siap?" kata kak ziko ketua BEM fakultas yang tak lain adalah sahabat kak rey. kami memang satu fakultas hanya saja Kak rey dengan teman-teman nya adalah senior dikampusku,.
"sudah kak" terdengar teriakan kompak seluruh mahasiswa
"baiklah kalau begitu mari kita berangkat" sambungnya lagi
kami kepuncak menggunakan bus kampus.
aku menaiki bus pertama dengan sahabatku, dan ternyata kak rey dengan teman-temannya juga menaiki bus pertama. kulihat naomi dan imelda duduk berdampingan kucari bangku kosong tapi hanya disamping kak rey yang kosong.
duuuh... gimana nih, gak mungkinkan gue duduk disampingnya. batinku
Tak lama kulihat dia pun melirikku, tapi tidak menawarkan kursi disampingnya untukku. saat melangkah mendekatinya aku ingin duduk disampingnya karena terpaksa dari pda berdiri kan nanti pegel kakiku, tiba-tiba seorang perempuan duduk mendahuluiku
"ehh.. cewek kampung ini tempat duduk gue yah" kata safira, yah perempuan itu adalah safira
__ADS_1
"hm... maaf kak gue gak tau" ucapku
"sheila... duduk disini aja,kosong kok" tiba-tiba seorang cowok dikursi depan memanggilku
"aahh iyaa kak makasih" ucapku kemudian berjalan menghampiri pria tersebut. aku heran kok cowok itu tau namaku, tapi yah bodoh amat yang penting dapat tempatkan.
"Haii... kenalin gue Angga, mungkin kamu gak tau gue kan aku senior kamu juga sekelas dengan ziko" ucapnya sambil menjulurkan tangannya
"iya kak, gue sheila. makasih udah ijinin duduk disini" sambil tersenyum manis dan membalas juluran tangannya
"oke. gak usah berterima kasih toh disini juga gak ada yang duduk jadi siapa pun boleh duduk disini" ucapnya lagi
Reyhan pov
diperjalanan menuju puncak aku melihat sheila dan angga ngobrol sambil ketawa-ketawa, tak tau kenapa hatiku terasa sakit melihat keakraban mereka. ingin rasanya ku tarik sheila duduk disampingku. kenapa perasaanku jadi seperti ini sih.. kulirik disampingku terlihat safira sudah tidur menyandarkan kepalanya dibahuku..
huuuffffttthh.. kuhembuskan nafasku dengan kasar, sungguh merepotkan sekali perempuan ini. batinku
3 jam perjalanan akhirnya kita semua sampai dipuncak. kami pun berkumpul dan segera menuju kamar masing-masing yang sudah dibagikan.. aku tersenyum melihat sheila dan teman-temannya masuk kekamar yang tepat berada disamping kamarku.. aku sengaja menyuruh ziko memberikan kamar untuk sheila disamping kamarku agar aku lebih mudah mengawasinya.. yaah meskipun kita gak saling tegur sejak kejadian seminggu yang lalu tapi aku tetap akan mengawasinya.
flashback on
__ADS_1
dua hari yang lalu saat dikantin kampus
"zik,,, pembagian kamar udah kamu atur saat dipuncak nanti?" tanyaku tiba-tiba
"udah Rey. semua sudah beres" jawab ziko
"apa bisa kamar yang ditempati sheila nanti dan teman-temannya disamping kamar kita aja" ucapku
"haahh??? emang kenapa?" ziko kaget mendengar ucapanku
"yaahh.. gak kenapa-kenapa, pengen aja" ucapku sambil tersenyum
"waahh.. sepertinya ada yang pengen dekat dengan pujaan hatinya nih" kata kevin dengan antusias
"yah sudah nanti aku ubah.. lumayan juga bisa liat cewek-cewek cantik setiap keluar kamar" heheheh ziko cekikikan
"hm" sambil mengangkat alisku sebelah, kemudian tersenyum licik
aku akan mengawasimu *gadis kecilku. batinku
flashback off*
__ADS_1