
aaaoooo sakiiiittt, terdengar rintihan kesakitan dari sheila..
"Lepasiiinn tangan gue.." kata sheila
"elo pulang bareng gue" ucap orang itu
"gue gak mau, gue bisa pulang sendiri"
"Dan gue tidak menerima penolakan, jadi jangan membantah" bentaknya
"gue benci sama kak rey"
yaah,, orang yang menarik paksa sheila adalah Reyhan.. Dalam perjalanan suasana menjadi hening tidak ada pembicaraan terlihat sheila memalingkan wajahnya kesamping, melihat jalanan yang mereka lalu sambil melamun. Reyhan pun hanya fokus menyetir sesekali melirik kearah sheila dan menarik sudut bibirnya melihat sheila cemberut. Saat sheila tersadara dari lamunannya dia melihat jalanan yang dilalui bukan mengarah kerumahnya.. dia pun berbalik menatap tajam kearah Reyhan.
"Ini bukan jalan kerumah gue.. elo mau bawa kemana? tanya sheila
"kita akan mampir ke apartemen gue" jawabnya
"ngapain di apartemen kakak?"
"mau nyimpan berkas ini" sambil menunjuk beberapa map yang ada dimobil. sheila hanya mengangguk-angguk.
Tak lama kemudian mereka pun sampai diapartement milik Reyhan
"ayoo mampir dulu" sambil membuka pintu mobil untuk sheila... sheila pun hanya mengikuti reyhan dari belakang, setelah masuk diapartement Reyhan, sheila merasa kagum dengan Apartemen reyhan yang terbilang bersih dan sangat rapi.
"elo duduk aja dulu, gue mau kekamar dulu nyimpan ini" ucap Reyhan dan hanya dibalas senyuman oleh Sheila
__ADS_1
Tiba-tiba cuaca diluar sangat buruk, hujan pun turun dengan derasnya disertai petir.. Reyhan yang baru keluar dari kamar terlihat segar, sepertinya baru abis mandi.
"sheila,, diluar hujannya sangat keras sepertinya kita pulang saat hujannya reda, cuaca sangat tidak baik buat kita mengendara malam-malam gini," ucap reyhan membuyarkan lamunan sheila
"aahh iyaa kak" jawab sheila
"Mending elo mandi dulu,, itu kamar gue" sambil menunjuk kearah pintu kamarnya
"Tapi sheila gak punya baju ganti kak"
"pakai baju kakak aja dulu untuk sementara, dari pada pakai yang itu lagi udah kotor" sambil menunjuk baju yang sheila pakai
"oh iyya kak"
"baju kaos kakak ada dilemari, elo pilih aja" kata reyhan
sheila kemudian berlalu menuju kamar Rey.
kak rey kemana yah. gumamnya dalam hati
Dia melihat ruangan yang nampak pintunya terbuka dan lampu yang menyala
mungkin kak rey ada disitu. sambil melangkah keruangan tersebut..
"Kak rey,,, ternyata kakak disini"
Rey yang lagi sibuk dengan laptopnya mendongak karena mendengar suara sheila, seketika matanya terbelalak melihat penampilan Sheila, sheila yang memakai kemeja putih milik Reyhan meskipun kebesaran tapi terkesan sexy saat sheila pakai.
__ADS_1
Kemeja yang hanya menutupi sebagian pahanya. Rambut yang digulung keatas menampilkan leher jenjangnya.. nampak kaki dan paha yang putih mulus,, Reyhan menelan salivanya dengan kasar saat melihat leher sheila yang begitu mulus tanpa lecet sedikit pun. Membuat Reyhan seperti singa yang siap menerkam.
tanpa dia sadari sheila sudah berada didekatnya.
"Kak rey.. kak rey... hm.. kak reyy kenapa melamun" suara sheila agak keras membuyarkan fantasi kotor yang ada diotak Reyhan
"hm.. ma maaf shell,," ucap reyhan yang grogi
"Duh.. gimana nih kak, hujan belum reda juga pasti bunda nyariin sheila" katanya lagi
"Tadi kakak udah telepon bunda, kata bunda kalau hujannya gak reda juga sheila nginap aja dulu disini besok pagi baru kak rey antar"
"ooh gitu yah kak.. ngomong-ngomong disitu ada buku yang bisa dibaca gak?" sambil menunjuk ke rak buku yang ada dibelakang Reyhan
"pilih aja mana yang kamu suka, disitu banyak buku cerita,," ucapnya
saat sheila sibuk mencari buku tiba-tiba lampu padam..
aaaaahhhhhhcccc......
kak rey,, sheila takut gelap..
"aku disini" bisik reyhan ditelinga sheila dan melingkarkan tangannya dipinggang sheila.
sambil menghirup wangi vanila dari tubuh sheila..
"kakak suka wangi tubuhmu" ucapnya lagi
__ADS_1
seketika tubuh sheila menegang merasakan hembusan nafas Rey yang berat dilehernya..
kokk gue jadi merinding yah. batin sheila