
Saat seseorang memegang tangan perempuan itu dia pun langsung berbalik...
"Tunggu..." ucap Reyhan
"Kamu ada perlu apa datang menemuiku" lanjutnya
"Maaf Pak Reyhan, saya kesini mewakili kneight coorporation ingin membahas proyek pembangunan villa yang berada dibali" ucap perempuan itu dengan sopan
"Gak usah terlalu formal kali shel,, ya sudah kita keruanganku saja" kata Reyhan
Perempuan yang datang menemuinya adalah Sheila,, dia menggantikan ayahnya yang sedang berada diluar kota..
"Loh gak bisa gitu dong Rey, kamu kan sudah janji akan menemaniku jalan-jalan ini hari" ucap Aurel dengan kesal
"Tapi kan Rel jalan-jalannya bisa nanti saja setelah meetingku selesai" kata Reyhan
"kamu kan sudah janji Rey, atau jangan-jangan kamu ingin berduaan sama dia?" ketus Aurel sambil nunjuk Sheila
"Aurel,, jaga sikapmu" ucap Reyhan dengan tatapan matanya yang tajam
"Maaf Pak jika kedatangaku mengganggu waktu kalian,, kalau begitu kita bisa mengatur jadwal ulang nantinya" Kata Sheila dengan lembut
"Gak bisa Shel,, bukannya besok sudah peninjauan lokasi?.. jadi hari ini semua persiapannya harus diselesaikan" ucap Reyhan
Sudah tahu besok tinjau lokasi,, bukannya malah siapin keperluan berkasnya malah bikin janji kencan sama kekasihnya.. batin sheila
__ADS_1
"Aku benci sama kamu Rey" teriak Aurel dan langsung berlari keluar meninggalkan Reyhan dan Sheila
Reyhan yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepalanya,, pusing dengan sikap Aurel yang sangat egois
"Maaf Pak Reyhan,," lirih Sheila merasa tidak enak karena sudah mengganggu waktu sepasang kekasih itu
"Tidak usah dipikirkan,, mari kita keruanganku" ajak Reyhan
mereka pun berjalan menuju keruangan Reyhan..
Karyawan yang melihat kejadian itu pun jadi bingung,, terdengar beberapa karyawan sedang bergosip..
"Bukannya tadi perempuan itu pewaris Kneight coorporation, dia kan tunangannya Pak Rey" ucap Karyawan A
"Tapi yang tadi juga pacarnya, apa jangan-jangan mereka sudah putus dan sekarang dia datang untuk mengganggu hubungan Pak Rey dengan kekasih barunya" karyawan A
"mungkin juga,, waah ternyata perempuan itu gak tahu diri juga yah, masih saja ingin merayu Pak Rey" karyawan B
Sheila yang mendengar gosip para karyawan itu pun hanya tersenyum kecut dan tidak menghiraukan perkataan mereka,,
Tapi tidak dengan Reyhan, dia menjadi geram mendengar ucapan karyawannya..
"Apa kalian digaji hanya untuk bergosip" bentak Reyhan
"ma..maaf Pak" ucap karyawan yang bergosip tadi
__ADS_1
"Aku tidak mau dengar dikantorku ini ada yang bergosip tidak jelas seperti ini lagi" kata Reyhan
"Kalau ada yang masih ingin bergosip silahkan angkat kaki dari kantor ini" lanjutnya
kemudian dia berjalan sambil memegang tangan Sheila,, Sheila yang merasa tangannya dipegang menjadi salah tingkah,, Sebelum memasuki lift khusus presdir Rey berhenti kemudian berbalik lagi kearah para karyawannya yang masih memperhatikan mereka berdua..
"Saya tekankan sama kalian semua,, jika gadis ini datang kekantorku langsung antarkan keruanganku,, kalau tidak kalian semua saya pecat" ucap Reyhan
"Dan satu lagi, saya tidak mau mendengar ada yang menghina atau bergosip yang tidak-tidak tentang gadis cantik disampingku ini,, karena seperti yang pernah saya bilang dia adalah calon istriku" lanjutnya dengan penuh penekanan
Karyawan yang mendengarnya pun hanya menunduk takut melihat reaksi Reyhan..
Reyhan langsung masuk kedalam lift diikuti Sheila...
"Kamu itu kenapa sih bilang seperti itu sama mereka" ucap Sheila ketus dan merasa kesal akan ucapan Reyhan tadi
"Kenapa? ada yang salah?" tanya Reyhan santai
"jelas ada yang salah, aku kan bukan calon istrimu"
"kamu memang calon istriku shel"
"saya bukan calon istrimu,, saya sudah punya kekasih dan begitupun sebaliknya dengan kamu" ucap Sheila
Reyhan yang mendengar ucapan Sheila langsung mengepalkan tangannya, saat pintu lift terbuka tanpa menunggu lama dia langsung menarik tangan sheila berjalan menuju Ruangannya..
__ADS_1