Love My Little Friend

Love My Little Friend
Episode 50


__ADS_3

Disebuah villa tua yang jauh dari pusat kota,,


seorang perempuan cantik yang disekap baru saja terbangun dari pingsannya..


Sheila meronta-ronta karena tangan dan kakinya terikat.


"Tolong lepaskan akuu" teriak Sheila


"Aku mohon lepaskan aku,, hiks,, hiks" Sheila menangis karena tangan dan kakinya terasa sakit..


Tiba-tiba pintu terbuka dan muncullah seseorang yang sangat dia kenal..


"Kauuu.." Sheila kaget melihat Safira berada disana


hahahahaha...


Safira tertawa melihat Sheila menangis..


"Jadi elo yang lakuin ini sama gue?" tanya Sheila


"Sebenarnya bukan gue sih, hanya saja gue disini akan membantunya untuk menyiksamu" ucap Safira


Safira mendekat kearah Sheila, dicengkeramnya Rambut panjang Sheila..


"aawww...." Rintih Sheila


"Gue akan membalas semua penderitaan yang gue rasakan akibat ulahmu" ucap Safira


"Maksud elo apa hah? gue gak pernah mengganggumu" ucap Sheila


"Gara-gara elo dengan teman-teman elo perusahaan bokap gue jadi bangkrut" bentak Safira


"Tapi gue gak lakuin apa-apa" ucap Sheila


"Setelah kejadian di kafe itu perusahaan bokap gue jadi bangkrut dan itu semua karena elo" teriak Safira


plaakkk... plaakk...

__ADS_1


Safira terus menampar Sheila hingga sudut bibir Sheila mengeluarkan darah.


Sheila tidak bisa melawan karena tangan dan kakinya diikat, dia hanya bisa menangis mendapat tamparan berkali-kali dari Safira...


#kantor Angga


Angga yang sedang meeting dengan kliennya yang tak lain adalah Kenzo dikejutkan dengan kedatangan kedua temannya yang langsung menerobos masuk diruangan Meeting..


braaakkk


Suara pintu yang begitu kesar mengagetkan semua karyawan yang berada ditempat itu..


"Angga,, hosss,,, hosss,," Reno masih ngos-ngosan,, terlihat Reno dan Leo mulai mengatur nafasnya...


"Apa-apaan kalian berdua, apa kalian tidak lihat aku sedang meeting" Ucap Angga


"Maafkan kami ga' tapiii" ucapan Leo terhenti karena Angga langsung berteriak


"Keluar kalian berdua, tunggu diruanganku" bentak Angga


"Sheila diculikkk" Ucap Reno tanpa basa-basi


"Apa maksudmu?" tanya Kenzo


"Siapa yang menculiknya?" tanya Angga


"Steven wilson" jawab Leo


"Tadi gue nggak sengaja mendengar percakapan Andini dan Amara, mereka bilang bahwa Safira bersama Steven berhasil menculik Sheila" lanjut Reno menjelaskan


"Apa motif mereka menculik Sheila?" tanya Kenzo


"Aku rasa ini ada hubungannya dengan Reyhan, karena Steven dan Reyhan adalah musuh bebuyutan" jelas Angga


"Dari mana kamu tahu?" Tanya Kenzo


"Aku dengan Steve dulu berteman saat SMA, dia pernah cerita tentang Reyhan kepadaku" jawab Angga

__ADS_1


Kenzo pun langsung menghubungi Reyhan,, tak menunggu lama Reyhan langsung menjawab teleponnya..


"Halo Rey,, kamu dimana? tanya Kenzo


"Aku lagi dijalan" jawab Reyhan


"Mana Sheila?" Kenzo sengaja bertanya kepada Reyhan


"Heemm,, itu Ken.. anuuu" Reyhan terdengar gugup tidak tahu harus bilang apa


"Aku tanya dimana Sheila?" bentak Kenzo


"Maafkan aku,, Sheila diculik tapi aku sekarang berusaha mencarinya" Jawab Reyhan


"Kenapa kamu tidak memberitahuku, Cepat kamu kesini Atmadja Group" ucap Kenzo langsung mematikan teleponnya tanpa menunggu jawaban Reyhan..


Mendengar ucapan Kenzo, Reyhan langsung menuju ke perusahaan Angga..


"Kita harus menyusun Rencana agar bisa menyelematkan Sheila" ucap Kenzo memecah keheningan


"Iyaa,, aku rasa juga begitu.. Steve bukan orang biasa yang bisa dengan mudah kita lawan" jawab Angga


"Tapi kita tidak tahu dimana Sheila dibawah oleh mereka" ucap Reno


Kenzo langsung membuka ponselnya kemudian memperlihatkan GPS diponselnya..


"Disini..." tunjuk Kenzo


Reyhan yang baru datang langsung mengambil ponsel Kenzo..


"Kenapa bisa kamu tahu, aku dari tadi menelpon ponselnya dan mencoba melacaknya tapi tidak bisa karena ponselnya tidak aktif" ucap Reyhan


"Kalian gak perlu tahu, ini salah satu caraku melindunginya" Jawab Kenzo


"Kita berangkat sekarang" ucap Reyhan


"Ingat yang duluan masuk adalah kamu Rey, alihkan perhatian Steve.." ucap Kenzo

__ADS_1


Reyhan yang mendengarnya langsung menganggukkan kepalanya.. Mereka kemudian berangkat menuju Villa tua milik Steve yang berada dipuncak..


__ADS_2