
Sepeninggal Reyhan, Sheila hanya mengaduk-aduk makanannya..
Sheila merasa kesal karena Reyhan pergi begitu saja..
Sheila kemudian meninggalkan restoran tersebut.. Saat depan Resto Sheila menunggu taksi tapi tiba-tiba seseorang membiusnya dari belakang hingga kesadaran Sheila hilang..
Sedangkan ditempat lain saat Reyhan tiba diapartement milik Steve dia pun langsung menerobos masuk karena pintu apartemen Steve tidak dikunci...
"Waaah,, ternyata kau sangat cepat yah datang mengunjungiku sahabatku" ucap Steve sambil merangkul Reyhan
"Dimana Aurel?" tanya Reyhan sambil menepis tangan Steve
"Sabar bro,, mari kita berbincang terlebih dahulu" ucap Steve
"Gak usah basa-basi, cepat katakan dimana Aurel?" bentak Reyhan
Steve yang melihat kemarahan Reyhan hanya tertawa, kemudian dia menyuruh anak buahnya membawa Aurel keluar..
Melihat Aurel datang Reyhan langsung menghampirinya,, Aurel langsung memeluk Reyhan sambil menangis...
"Jangan menangis lagi, aku ada disini" bisik Reyhan
"aku takut Rey" lirih Aurel
"tenanglah,,!" kata Reyhan
Steve yang melihat mereka berdua berpelukan hanya menyunggingkan senyum liciknya..
"Apa dia menyakititmu?" tanya Reyhan
__ADS_1
Aurel hanya menggelengkan kepalanya
Tiba-tiba Aurel mengingat kata-kata Steve sebelum Reyhan datang menolongnya..
Flashback on
"Siapa kamu?" tanya Aurel saat melihat Steve berada didepannya
"Perkenalkan nona aku Steven wilson sahabat dari kekasihmu Reyhan wijaya" ucap Steve
"Lalu kenapa kamu menculikku?" tanya Aurel lagi
"Karena aku ingin menghancurkan kekasihmu,, hahahahah" suara Steve menggema diruangan itu
"Jangaaaann,, kau boleh membunuhku tapi jangan lakukan itu kepada Reyhan" teriak Aurel
"Ternyata kau sangat mencintai pria brengsek itu, tapi sayangnya dia tidak mencintaimu.. Tapi tenanglah nona kau hanya umpan disini tujuan utamaku bukan kamu tapi orang yang sangat dia cintai" ucap Steve
"a..apa jangan-jangan kau..." belum sempat Aurel melanjutkan ucapannya Steve langsung memotongnya
"pintar sekali,, betul yang ada difikiranmu nona targetku adalah Sheila Aurora tunangan dari kekasihmu itu sekaligus orang yang sangat dia cintai" ucap Steve
"******** kamu, Reyhan tidak akan tinggal diam jika kau melukainya" teriak Aurel
Flashback off
"Reyhan,, dimana Sheila???" tanya Aurel
Reyhan langsung mengingat Sheila yang dia tinggalkan sendiri dirumah makan..
__ADS_1
"Mugkin dia sudah pulang tadi aku meninggalkannya diRumah makan" kata Reyhan
"Rey,, Sheila dalam bahaya kita harus segera menolongnya" kata Aurel
Reyhan masih bingung dengan ucapan Aurel..
Steve yang sedang mendengar pembicaraan mereka tiba-tiba tertawa dengan sangat keras...
hahahahahah
"Aku memberimu umpan ikan kecil untuk mendapatkan ikan besar yang berada dalam genggamanmu,, dan dengan bodohnya kau melepaskannya begitu saja" kata Steve
Reyhan masih mencerna setiap kata yang dikeluarkan Steve,, tiba-tiba Steve berucap lagi,
"Aku tidak tertarik kepada kekasihmu, tapi aku tertarik dengan wanitamu yang lain" ucap Steve kemudian bangkit dari duduknya dan berlalu meninggalkan Reyhan
Reyhan yang mendengarnya langsung tersadar bahwa yang di incat Steve adalah Sheila bukan Aurel..
"bajingaan kau" teriak Reyhan berlari mengejar Steve tapi Steve sudah pergi meninggalkan apartemennya.
Aurel menyusul Reyhan yang sudah terduduk lemas dijalan..
"Tenangkan fikiranmu Rey, jika kau seperti ini kamu tidak akan bisa menyelamatkan Sheila" kata Aurel sambil memegang pundak Reyhan
Reyhan langsung bangkit menuju mobilnya diikuti Aurel.. Mereka akan mencari Sheila bersama, Reyhan menghubungi Aldo agar Aldo menggerakkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Sheila..
Reyhan menyesal karena telah meninggalkan Sheila sendirian..
"Maafkan aku sayang, aku akan segera menjemputmu" gumam Reyhan yang masih terdengar oleh Aurel
__ADS_1
"ternyata dia sangat mencintai Sheila" batin Aurel